SERUNI

SERUNI
BAB 76 Kejadian Di Hutan Karet



"Apa kamu bilang???Pria itu membawa tulang belulang mereka??"


Muhibbah mengangguk lalu tertunduk mendalam.Ia tahu Mukhlis sedang dalam tahap marah yang amat sangat.


Perlahan Mukhlis menurunkan cangkul yang dipanggulnya.


"Lalu kamu diam saja??"Ia mendekati Muhibbah.


"A-aku takut"Gadis itu menjawab dengan gemetar.


PLAK...PLAK...PLAK...


Mukhlis menampar Muhibbah berkali-kali dengan sangat kuat sampai Muhibbah tersungkur.Namun sekalipun Mukhlis tidak merasa iba,ia menarik tangan Muhibbah hingga bangun lalu ditampar nya lagi.


Muhibbah langsung merangkul kedua kaki Mukhlis dengan kuat.


"Ampun Lis...ampun Lis .."Tangisan menyayat hati terdengar.Sudut bibir wanita itu sudah berdarah,ia tak kuat menahan sakit akibat tamparan yang ia terima.


"Wanita bod0h macam kamu tak pantas untuk diampuni!!Kamu sengaja diam agar aku bisa ditangkap bukan??!"


Mukhlis menarik kuat rambut Muhibbah, wanita itu berontak ingin melepaskan diri.Namun ia hanya bisa bergelantung tak bisa melepaskan diri.Mukhlis menerajang tubuh lemah itu hingga terbentur dinding.


"Aku tidak akan segan membunuh mu jika aku sampai ketahuan, ingat itu"Ancam Mukhlis dengan mata merah menyala.Ia keluar dengan membanting pintu,lalu mengendap-endap masuk ke dalam hutan melewati pekarangan belakang rumahnya.


Muhibbah meringkuk sambil menangis tersedu-sedu,di dasar hatinya yang terdalam ia menyesali kenapa ia harus sangat mencintai pria spikopat itu??Padahal sejak Muhibbah menjalin hubungan terlarang dengan Mukhlis,ia tak pernah sedikitpun dibahagiakan oleh pria tersebut.


Saat tubuhnya berguncang,Muhibbah merasakan pekat terasa di lubang tenggorokannya.Perutnya seperti diaduk-aduk,Muhibbah merangkak lalu bangun.Ia berjalan tertatih-tatih menuju kamar mandi.


Semua makanan yang ia makan sejak pagi tadi keluar lewat mulutnya.Sampai cairan kuning berbau dan masam juga keluar.Muhibbah meraba keningnya,ia tidak merasa demam pun.


"Kenapa aku?"Desah Muhibbah,ia menyandarkan tubuhnya ke daun pintu kamar mandi. Nafasnya sudah mulai teratur,ia mengingat tanggal berapa terakhir ia datang bulan??


___


Mukhlis memeriksa sekeliling,hari sudah hampir mencapai waktu Maghrib.Ia yakin sudah tidak ada orang-orang yang akan datang ke dalam hutan karet untuk menoreh pohon.


Jadi dengan leluasa, Mukhlis mencangkul tanah tempat ia mengubur mayat-mayat korban nafsu seksual nya.


Mukhlis terus mencangkul dan mencangkul.Tak perduli dengan peluh menetes membasahi tubuhnya.Satu persatu tulang-tulang itu ia kumpulkan ke dalam goni.Sampai ia yakin sudah tak ada lagi tulang belulang yang tersisa.Barulah Mukhlis naik ke atas tepian lubang.


Saat ia naik,dua pasang kaki terlihat didepan matanya.Mukhlis mengangkat wajahnya,ingin tahu siapa gerangan yang datang.


Ternyata Seruni ,gadis itu tersenyum manis sekali.Mukhlis pun secara otomatis menarik kedua sudut bibirnya mengukir sebuah senyuman menggoda.


"Ustadz sedang apa?"Tanya Seruni lembut.Mukhlis naik dan menyempurnakan tubuhnya, berdiri tegap didepan gadis itu.Saat itu Seruni terlihat berbeda, rambutnya terurai panjang, wajahnya bercahaya,indah dipandang Mata.


Tangan Mukhlis terangkat ragu-ragu membelai pipi Seruni.Seruni memejamkan matanya meresapi belain tangan Mukhlis yang sebenarnya sangat kotor akibat mencangkul.


"Kamu cantik sekali Seruni ..."Puji Mukhlis.Seruni tersenyum,ia mendekatkan tubuhnya lebih dekat lagi.Mukhlis mengangkat dagu lancip milik Seruni .Gadis itu menurut tidak menolak sama sekali.


Mendapatkan lampu hijau, Mukhlis tak menyia-nyiakan kesempatan itu.Ia langsung menyambar bibir Seruni penuh nafsu.Dua tangan Mukhlis memeluk erat tubuh gadis itu.


Satu persatu kancing bajunya dilepas oleh Mukhlis, hingga terpampang bagian dadanya yang menggoda.Mukhlis tak melepaskan kesempatan itu.Ia membuat Seruni menggeliat disertai ******* yang meracau.


Mukhlis melorotkan celana Seruni ,kini gadis itu hanya memakai CD dan BH saja.Mukhlis menarik tubuh Seruni dan memeluknya ,ia menghujani tubuh mulus itu dengan ciuman yang menggairahkan.


Nafsunya sudah mencapai ubun-ubun, Mukhlis segera melucuti pakaiannya.Ia meminta Seruni merebahkan tubuhnya dengan beralaskan kain sarung yang ia pakai tadi.Mukhlis ingin segera memerawani gadis itu.Seruni patuh,ia terlentang di tempat yang sudah Mukhlis sediakan.


Tanpa menunggu apa-apa lagi, Mukhlis segera menyatukan tubuhnya.


AAAAHHHH


******* kenikmatan keluar dari bibirnya,ia terus melakukan ritual itu sampai ia mencapai *******.Tubuh Mukhlis ambruk menindih tubuh Seruni .Mukhlis pun tertidur karena kelelahan,ia sama sekali tidak mencabut barangnya dari tubuh Seruni .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suprayogi langsung membuat laporan atas penemuannya itu.Agar ia bisa mendapatkan ijin dari atasannya untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.Dan juga agar bisa mendapatkan ijin untuk melakukan penelitian secara forensik atas tulang belulang yang ia temukan.


Atasan polisi muda itu pun menerima laporan Yogi dengan terbuka.Ia tidak mempersulit penyelidikan bawahannya yang masih terbilang baru di kepolisian.


Yogi sangat bersemangat sekali,ia segera menemui seorang Dokter forensik yang bersebelahan dengan kantor polisi tempat ia bertugas.


Dokter itu dengan senang hati menerima pekerjaan yang memang menjadi tugasnya.Meskipun ia harus lembur sekalian.


"Kapan kita bisa tahu hasilnya Dok?"Tanya Yogi sudah tidak sabar.


"Sebentar lagi sudah bisa kalau anda hanya ingin tahu siapakah pemilik tulang belulang itu"


Yogi terpana...


"Secepat itu Dok??"


"Yah lebih cepat dari pada sidik jari,karena anda sudah memiliki inti dari tubuh manusia.Tinggal letakkan tulang ini disini,lalu kita sinari dengan cahaya sinar X..Dan kita lihat dilayar monitor.Tulang itu akan membentuk tubuh manusia secara sempurna,dan kita akan tahu keadaannya sebelum meninggal"Sang Dokter Forensik memperagakan semua dengan detail.


Yogi memperhatikan dengan seksama layar monitor didepannya.Benar saja, terlihat bentuk tubuh manusia dengan skala bertahap.Hingga membentuk tubuh yang sempurna selayaknya manusia.


"Dia gadis berusia 13 tahun,dan dia dibunuh dengan cara yang sangat sadis.Ada koyakan dibagian perutnya ,dan saat itu dia sedang hamil"Dokter menjelaskan secara rinci.


ternyata benar apa yang diceritakan oleh Seruni .


Pikir Suprayogi.


"Sudah jelas Pak??"Tanya sang Dokter.


"Tolong fotocopy sketsa wajah korban Dok,kami akan menyelidiki identitasnya"Titah Yogi.Dokter itu mengiyakan.


Satu persatu tulang-tulang itu ditelusuri siapa pemiliknya.Dan Yogi mengumpulkan semua wajah korban-korban tersebut dan penyebab kematiannya.


Jika benar pria itu yang membunuh semua korban-korban ini, berarti dia termasuk spikopat yang sangat kejam.Dan pastinya Seruni dalam bahaya.Aku harus segera menangkap pria itu.Tinggal satu bukti lagi yang aku buat untuk menangkap nya.Yaitu hasil camera CCTV di hutan karet yang aku pasang.Semoga ada gerakan dari si pelaku.


Suprayogi bermonolog dalam diamnya.