SERUNI

SERUNI
BAB 114 Dongeng Khumaira



Pak Ramli melangkah perlahan memasuki halaman rumah yang luas.Ia merasa aneh dengan keadaan sekitar. Biasanya terdengar banyak kicauan burung di rumah Ki Darma.Tapi sekarang kok sepi, perasaan Pak Ramli sudah tidak enak sekali.


Apalagi ia mencium bau menyengat sewaktu ia semakin dekat dengan rumah Ki Darma.


Tok tok tok tok


"Ki...Ki Darma.."Seru Pak Ramli ,tak ada sahutan.Sekali lagi Pak Ramli mengetuk pintu dan menyerukan nama Ki Darma.Tetap saja tak ada orang.


"Kemana Ki Darma ??"Gumamnya.Pak Ramli memandang ke sekeliling.Ia juga memperhatikan sangkar- sangkar burung yang berjejer di bawah atap rumah.Pak Ramli tak menemukan pergerakan makhluk hidup di dalam sangkar tersebut.Ia Jadi curiga, dengan mengharap sebuah kursi kayu Pak Ramli naik ke atasnya dan memeriksa sangkar-sangkar burung tersebut.Ia terkejut bukan main karena menemukan burung-burung peliharaan Ki Darma mati.


"Hah??Kok bisa mati??padahal kemarin burung-burung ini masih baik-baik saja "Pak Ramli berbicara sendiri.Ia memeriksa wadah makanan burung dan tempat minumnya, stoknya pun masih ada. Jadi Apa sebabnya burung-burung ini mati?? Apa akibat sedang pergi ke luar kota sehingga dia tidak tahu kalau burung-burungnya mati?.


Pak Ramli turun menjejak lantai, ia kembali memeriksa keadaan di dalam rumah Ki Darma.


Saat tanpa sengaja Pak Ramli menekan tombol pintu, ternyata pintu tak terkunci.Semakin heranlah ia. Dengan ragu-ragu Pak Ramli masuk ke dalam rumah Ki Darma.


"Permisi...Ki saya masuk ya..."


Sepi...tak ada jawaban ataupun suara lainnya.Bau itu semakin menyengat,Pak Ramli harus menutup hidungnya dan menahan nafas.Dipercepatlah langkahnya menuju tempat ritual Ki Darma itu.


Saat Pak Ramli membuka kelambu yang menjadi penutup ruangan tersebut.Kedua bola mata Pak Ramli seolah-olah akan melompat keluar.


Ia berjalan mundur dan tersandung kaki kursi, hingga membuat tubuhnya jatuh terduduk di lantai.Pak Ramli kelabakan,ia gemetar lari ketakutan.


"Tolong... tolong... tolong..."Seru Pak Ramli memancing perhatian orang-orang sekitar. Beberapa tetangga di sekitar rumah Ki Darma menghampiri Pak Ramli.


"Ada apa Pak??"


"I-itu ..Ki Darma..."Pak Ramli gemetaran menunjuk rumah dukun tersohor itu.


"Kenapa dengan Ki Darma ?"


"Di-dia ma--mati"


"Apa?"


Karena penasaran warga sekitar berbondong-bondong ingin melihat lebih jelas keadaan dukun sakti itu. Ternyata benar Ki Darma sudah menjadi bangkai dengan keadaan yang sangat mengenaskan tubuhnya tercabit-cabik hingga isi perutnya keluar.


Anehnya semua burung peliharaan Ki Darma juga mati. Usut punya usut ,ternyata burung-burung tersebut adalah jelmaan dari jin-jin peliharaan Ki Darma.


Pak Ramli bingung Dan panik, ia menangis seperti anak kecil duduk melantai di halaman rumah Ki Darma. Hal itu sama sekali tidak memancing rasa iba warga sekitar yang sedang melihat keadaan Ki Darma. Mereka sudah bisa menebak Kenapa Pak Ramli menangis seperti itu?


Sosok wanita yang tengah bertengger di atas rumah Ki Darma tersenyum keji memperhatikan keadaan Pak Ramli .Tanpa sengaja,Pak Ramli melihat penampakan tersebut.Tangisnya langsung hilang berubah menjadi pias penuh kengerian.Ia menarik tubuhnya mundur,lalu dengan merangkak ia berdiri dan berlari tunggang langgang.


Para warga yang melihat hal itu langsung mengecam Pak Ramli sudah hilang akal karena kematian dukunnya.Sebagian dari mereka sangat menyayangkan perbuatan Pak Ramli yang menduakan Tuhan.


___


Di tempat lain, Khumaira sudah tiba di asrama bersama dengan Muhammad Ibrahim.Dengan senyuman yang tak lekang,gadis itu kembali ke kamarnya.Dan langsung disambut dengan antusias oleh teman-temannya.


"Ciyeeeee yang sudah tunangan sama Tuan Muda..."Goda salah satu temannya.


"Eh denger-denger Tuan Muda nginep ya di rumah kamu Mai?"


kHumairah mengangguk manja.


"Waaahhh...ngapain aja dia di rumah kamu Mai??apa kalian sudah???"Temannya sengaja menggantung kalimatnya yang disambut tawa oleh teman yang lain.Khumaira tersenyum malu, pipinya merona merah.


"Yang bener Mai??"


kHumairah mengangguk malu-malu.Sontak suasana langsung riuh.


"Aduh Mai...kok bisa bucin banget sih Tuan Muda sama kamu?"


"He-em...jadi iri deh..."


"Cerita dong Mai...Kalian tu ngapain aja??Apa kalian tidur sekamar ??"


kHumairah mengangguk lagi.


"Yang bener Mai??masak sih Sampek tidur satu kamar ??"


"Ah nggak berani kita..."


"Ayo dong Mai cerita,nggak usah ke inti,cukup pemanasan aja udah cukup kok"suara tawa langsung meledak.Khumaira hanya senyam-senyum.


"Baiklah... kalau kalian memaksa,aku akan cerita sedikit saja"ucap Khumaira.Semua Temannya mengangguk setuju,mereka merapikan duduknya dan mengitari Khumaira sebagai si pembawa berita.


"Tuan Muda ingin istirahat,lalu aku menyiapkan kamar untuknya.Kebetulan karena kamar tamu nggak bisa dipakai,jadi aku membersihkan kamar Nayla.Kamarnya kotor sekali,dan kalian tahu apa yang dilakukan Tuan Muda padaku??"


Teman-teman kHumairah kompak menggeleng.


"Dia merebut kemucing dari tangan ku begini"Khumaira memperagakan adegan dimana Ba'im mengambil kemucing dari tangan Khumaira dengan berlebihan.Seperti adegan di film prindavan saja.Teman-temannya begitu terhanyut dalam cerita itu.


"Aku mau merebut nya kembali,tapi Tuan Muda kan jauh lebih tinggi dari aku?yang ada aku malah dirangkulnya begini.."


"Uuuuuuu"teman-teman kHumairah menutup mulutnya dengan seruan panjang.


"Kami terdiam, saling bertatapan...tapi sayang itu tidak lama.Karena ada nyamuk yang menggigit pipi Tuan Muda"


Teman-teman kHumairah kompak tertawa.


"Eh jangan-jangan yang gigit pipi tuan muda bukan nyamuk sembarangan"Celutuk salah satu teman kHumairah.


"Maksudmu ??"


"Yah bisa jadi itu jelmaan si Nayla ?"


DEGH!!!


kHumairah langsung tercekat dan pias ketakutan mendengar nama sepupunya itu.


"Hus!!!kamu ngomong apaan sih ??"


"Iya... kebanyakan baca novel sih??"


"Ya siapa tahu kan?? apalagi mereka berpelukan di kamar Nayla , mungkin hantu Nayla tidak terima hal itu"


"Ngawur..."


kHumairah bangkit dari duduknya lalu pergi begitu saja meninggalkan gerombolan teman-temannya.


"Mai...Mai...kamu mau kemana ??"


Seruan teman-temannya tidak Khumaira pedulikan.Ia pergi menjauh dari kamar itu.


"Kamu sih..pakek nyebut hantu Nayla "


"Iya...kamu kenapa sih?"


"Yah aku kan cuma bilang bisa jadi"


"Entar hantu Nayla beneran datang gimana?"


"Hiiii jangan nakut-nakuti ah"


"Beneran... baru-baru ini Nayla kembali menampakkan diri lagi.Suara-suaranya pas bilang bahwa dia tidak bersalah itu menggema dimana-mana "


"Jangan ngadi-ngadi deh"


"Aku serius.... kalau kamu nggak percaya tanya si Iklimah.Dia sakit sekarang karena ketakutan setelah melihat penampakan Nayla "


"Eh iya...tadi kayaknya Iklimah pulang deh dijemput keluarganya "


"Dimana kamu lihat??"


"Tadi pagi pas aku cari ustadzah Muna di taman"


Semua diam dicekam ketakutan.Jika benar Iklimah pulang karena sakit lantaran melihat penampakan Nayla . Berarti teror Nayla akan kembali lagi.


LALU KENAPA Nayla KEMBALI ????