
Kru TV milik Mommy mengambil alih area selasar Gedung Sanjaya Group. Dibantu oleh tim multi media milik B Group dan beberapa vendor untuk dekorasi dan catering untuk acara konferensi pers publikasi pernikahan Bramasta dan Adisti. Sedari pagi mereka mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara yang akan digelar sore nanti.
Hans sudah mengedarkan undangan elektronik kepada para wartawan cetak ataupun online dan juga beberapa stasiun TV. Tuan Alwin masih cuti jadi dia menjadi semakin sibuk dengan acara tambahan pada hari ini. Dia mendelegasikan beberapa tugasnya ke bawahannya.
Notifikasi pesan chat berdering. WAG Kuping Merah. Hans langsung membuka isi pesannya.
Anton_Assalamu’alaikum. Men-temen semuanya, mohon ma’af kalau sebelumnya gw tidak bercerita (emot tangan menangkup)_
Hans mengernyit.
Hans_Wa’alaikumussalam. Ada apa Ton?_
Anton_Saat Bro Indra menyuruh staf perempuan untuk mengambil stelan jas yang dipesannya di The Ritz, gw memintanya untuk menempelkan sesuatu di tempat yang sudut pandangnya luas tetapi tidak mencolok yang gw yakin akan berguna untuk situasi seperti ini_
Leon_Apa itu?_
Anton_Kamera micro 360°, wireless pastinya, ketahanan baterai hingga 5 hari dan bisa diaktivasi dari jarak jauh. Tetapi untuk penerimaan data harus dari jarak kurang dari 100 meter. Selama ini belum pernah gw aktivasi. Dan pagi tadi, iseng gw aktivasi sekedar mengecek apakah berfungsi dengan baik atau tidak. Alhamdulillah, visualisasi kamera clear dan ditempatkan di area butik, tempat Bro Indra menunggu Rita. Audio juga jernih. Mudah-mudahan kameranya tetap aman tidak ketahuan oleh pekerja ataupun Rita sendiri_
Hans_Kok lu gak pernah cerita sebelumnya sih?_
Anton_Karena gw gak yakin Bang kameranya bakal berfungsi. Jadi daripada berkesan memberi harapan kosong, lebih baik gw gak cerita dulu. Gitu Bang.._
Bramasta_Alhamdulillah.. Ton, lu kok kepikiran hal seperti itu sih?_
Anton_Feeling saya, Pak Bos. Kata feeling saya ini gak bakal sesederhana itu apalagi setelah tahu bisnis terselubung Rita dan suaminya_
Hans_Nice feeling, Ton_
Agung_Jadi penasaran kameranya seperti apa_
Anton_Nanti gue bakal tunjukin. Gue beli 2_
Indra_Lu beli dimana? Gak mungkin dong diaplikasi belanja oren ataupun ijo.._
Anton_(emot tawa) Kagaklah. Gw dapat dari blackmarket di Jepang_
Leon_Gila Lu Ton. Bersinggungan dengan kelompok Yakuza?_
Anton_Kayaknya nggak deh. Saya pakai penyamaran berlapis saat membelinya. Pakai beberapa IP Addres. Alamat pembelian juga pakai PO Box di Filipina. Lalu diambil oleh beberapa kurir online setempat sebelum akhirnya paket berada di tangan saya_
Leon_Jadi aman nih?_
Anton_Insyaa Allah aman_
Hans_Pembayarannya? Penggunaan kartu bank bisa terlacak kan?_
Anton_Pembayaran dengan bitcoin, sistemnya sama dengan IP Address yang saya gunakan, Bang. Akun yang tidak bisa terlacak tapi uangnya ada dan pembayarannya valid_
Anton mengirimkan gambar diagram IP Addressnya yang dibuat seperti berasal dari 5 negara berbeda.
Bramasta_Lu persis Hans, Ton. Dia juga punya shadow team_tim bayangan_
Agung_Bahasa Jepang lu fasih banget, Ton?_
Anton_B aja. Sekarang lagi belajar bahasa Korea, teknologi Korea luar biasa perkembangannya_
Agung_Ngobrol sama si Adek pakai Bahasa Korea. Dia lumayan fasih. Gegara nonton drakornya Cha Eun Woo_
Bramasta_Beneran?? Kok Abang gak tahu? Kok Disti gak pernah cerita ke Abang sih?_
Agung_Kalian kalau berdua ngobrolin apa sih? Sampai kelebihan istri sendiri gak tahu?_
Bramasta_Baru juga 2 hari merid, Kakak Ipar..._
Leon_Gw yakin, mereka lebih banyak “berbuat” daripada mengobrol, Gung!_
Dan WAG pun dipenuhi dengan stiker ngakak.
“Happy Wedding
Bramasta & Adisti
At The Cliff, Lembang”
Bagian bawahnya terdapat tanggal dan jam akad serta resepsi.
Para wartawan yang sedang saling menyapa rekan-rekannya di bawah tenda seketika terdiam saat Hans dan Indra memasuki selasar. Indra membuka acara dengan memberi kata sambutan dan ucapan terimakasih atas kehadiran para wartawan. Kemudian Indra juga membenarkan tentang kabar pernikahan Bramasta dan Adisti yang sudah dilaksakan pada Ahad petang lalu.
Beberapa potongan video akad dan resepsi diperlihatkan kepada wartawan. Semua wartawan menontonnya dengan antusias.
“Acara sengaja diadakan di The Cliff, sebuah family resto, cafe & gampling area yang baru didirikan oleh B Group. Jadi, acara kemarin sekaligus merupakan soft openning untuk The Cliff,” Indra menatap seluruh wartawan.
“The Cliff adalah tempat awal pertama kalinya Tuan Bramasta dan Nona Adisti dipertemukan oleh takdir,” Indra jeda sejenak untuk memberi kesan dramatis, “Ya, Adisti terjatuh dari tepi jurang The Cliff saat hendak meraih sesuatu di tepi tebing.”
Para wartawan bergumam penasaran menanyakan.
“Untuk mengetahui apa itu yang membuat Adisti nekat menuruni tebing untuk mengambil sesuatu yang membuatnya terjatuh, kita akan perlihatkan kepada kalian semua pada saat grand openning The Cliff yang insyaa Allah akan dilaksanakan 2 hari lagi. Kalian yang hadir di acara ini akan kami undang.”
Para wartawan bertepuk tangan dan tersenyum lebar.
“Untuk video akad nikah dan resepsi, selengkapnya nanti akan ditayangkan di Kemuning TV yang kami beri hak siarnya untuk acara The Wedding B & A, insyaa Allah akan mulai tayang malam ini di prime time, 20.00,” Indra menutup pembicaraannya dengan memberikan senyum terbaiknya kepada para wartawan.
Hans menyalakan mikrofon di atas mejanya, wajahnya merunduk untuk membaca pesan teks yang masuk sebelum akhirnya berbicara kepada para wartawan.
“Tentang penyerangan terhadap Nona Adisti, Senin pagi lawyer kami sudah mengajukan pelaporan dan tuntutan kepada pelaku penyerangan, yaitu Rita Gunaldi, owner dari The Ritz Boutique & Salon. Tetapi sayangnya walaupun bukti-bukti video penyerangan dan para saksi mata di TKP sudah ada, yang bersangkutan tidak dapat ditahan. Kami mohon do’anya semoga kasus ini bisa segera selesai dan keadilan bisa ditegakkan.”
Para wartawan berdengung. Ikut merasa emosi karena si pelaku tidak dapat ditahan. Judul-judul berita online dipenuhi oleh ketidakadilan terhadap Adisti. Simpati dan dukungan kepada Adisti mengalir deras dalam dunia maya. Bersamaan dengan ucapan selamat atas pernikahannya dengan Bramasta.
Hans mengangguk kepada para wartawan. Lalu menutup acara, dan mempersilahkan para wartawan untuk menikmati hidangan yang sudah disediakan. Pada saat Hans dan Indra hendak meninggalkan meja untuk beramah tamah dengan para wartawan, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan kehadiran Bramasta dan Adisti. Hans dan Indra saling berpandangan lalu mengangkat bahunya.
“Mereka datang? Kok kita gak dikasih tahu sebelumnya?” tanya Hans.
“Bos mah bebaaaas,” jawab Indra sambil melambai ke salah seorang wartwan yang ia kenal.
Bramasta memasuki selasar sambil menggandeng tangan Adisti. Keduanya tersenyum bahagia. Gandengan tangan mereka tidak terlepas ketika mereka tiba di bawah tenda, membaur bersama para wartawan. Para wartawan bertepuk tangan saat keduanya berada di bawah tenda.
Ucapan selamat dan do’a serta dukungan diucapkan para wartawan kepada pasangan baru tersebut. Bramasta dan Adisti menemani para wartawan bersama Hans dan Indra sejenak. Makan bersama para wartawan dan mengobrol bersama wartawan.
Anton mengirim pesan teks di WAG Kuping Merah.
Anton_Sesuai yang kita prediksi. Semua sesuai skenario kita. Kasus Adisti-Rita mendapat perhatian publik_
Gawai Hans berbunyi lagi, pesan chat dari shadow team-nya.
Anonim_Para pejabat kalang kabut dengan fenomena dukungan keadilan untuk Adisti di sosial media. Sepertinya tidak akan lama lagi keluar pernyataan pembelaan diri kenapa pelaku tidak bisa ditahan_
Hans_Terus pantau dan segera kabari saya_
Anonim_Siap, Tuan_
***
Catatan Kecil:
IP Address (Internet Protocol) adalah alamat protokol internet (alamat IP) yang mengidentifikasi segala perangkat yang terhubung ke jaringan, baik jaringan internet pada umumnya maupun lokal.
Keajaiban kekuatan sosmed memang luar biasa.
Mohon maaf kepada para Readers, Author sering salah kolom untuk membalas komentar, malah masuk ke komentar baru 🙏🏼
Maafkan, karena masih newbie..