CEO Rescue Me!

CEO Rescue Me!
BAB 283 – PENGEJARAN



Butuh waktu 5 menit, hingga akhirnya gawai Hans berbunyi. Pesan chat dari salah satu orangnya yang berada di TKP. Berikut beberapa buah foto.


Hans meneruskannya ke WAG.


“Ton, sudah diambil dan diamankan. Cek WAG.”


Anton mengangguk lalu menoleh sebentar pada layar gawainya. Tangannya masih menari dengan cepat di atas keyboard laptop milik Hans. Beberapa kali dia mengelengkan kepalanya.


“What’s up, Ton?”


“Just a minute_Sebentar_,” Anton menekan tombol enter.


“Done!” dia menatap layar TV lebar di depannya, “Siaran langsung akan tersambung lagi dalam 10 detik.”


Tangan Anton bergerak cepat. Bergantian antara keyboard dan mouse. Layar monitor laptop dipenuhi dengan beberapa gambar yang baru saja dikirimkan Hans di WAG.


Layar TV yang menghitam tiba-tiba muncul lagi gambarnya. Sayangnya, gambar yang muncul adalah saat tandu yang membawa tubuh Raditya tengah didorong meninggalkan podium.


Ada running text berwarna hitam dan hijau, warna khasnya Prince Zuko, dan sudut kirinya terdapat gambar Prince Zuko.


“BLOKADE SIARAN LANGSUNG ACARA INI SUDAH DIBUKA OLEH PRINCE ZUKO. TETAPLAH JADI ORANG BAIK KARENA SETIAP PERBUATAN AKAN KEMBALI KE DIRI KITA SENDIRI. SEMOGA INSTANSI INI BISA PULIH DENGAN TERPILIHNYA PARA PEJABAT BARU YANG BERSIH.”


Anton juga menyertakan foto-foto insert di sudut bawah, barang bukti yang diambil dari atas mobil stasiun TV tersebut di TKP. Anton menambahkan keterangan gambarnya.


“Gile bener, Lu Ton..!” Indra menggeleng.


“Kok sempat-sempatnya Lu bikin running text seperti itu ditambah dengan memasukkan foto-foto barang bukti?” Agung bersidekap sambil menatap layar TV.


Daddy menepuk-nepuk punggung Anton.


“Great job!”


“I’m not done yet_Saya belum selesai_” Anton terkekeh.


Tangannya masih sibuk di keyboard dan mouse.


“Ngapain lagi, Ton?” Hans menatap heran.


“It’s time to revenge!_Saatnya balas dendam!_”


Hans dan Leon saling berpandangan kemudian tergelak bersama.


“Kamu ngapain, Ton?”


“Ngerjain balik mereka, Mom. Kita buat CPU komputer mereka jebol,” Anton tertawa.


“Memangnya bisa?”


“Saya kirimkan virus dan malware yang saling menduplikasikan diri, mengirim jutaan iklan dan pesan spam kepada alamat mereka.”


“Pakai musik jedag-jedug yang itu lagi, Ton?” tanya Agung.


“Woyyyadooooong. Lagu wajib untuk kehancuran musuh itu sih...” Anton terkekeh.


“I’m really done, now..” Anton meregangkan jemarinya juga menggerakkan pundaknya.


“Lu bisa dapat alamat mereka?” Hans menatap Anton.


Anton mengangguk.


“Sinyalnya masih di dalam gedung itu.”


“Laptop?” Leon membuka kemasan air mineral.


Anton menggeleng.


“You knowlah...”


Suara pintu terbuka sambil terdengar ucapan salam. Bramasta masuk dengan wajah cemas dan berkeringat.


“What’s wrong with you, Boy?” Daddy menatap Bramasta dengan kening berkerut.


“Raditya, Ayah dan Bunda bagaimana?”


“Ah.. Abang telat..!” Adisti mencebikkan bibirnya.


“Ma’af Sayang, Abang harus kerja dulu..” Bramasta mencium kening Adisti dengan cepat.


“Woiiiy! Main nyosor aja. Ingat ada para jomblo di sini!” Indra protes dengan keras.


Mommy dan Daddy tergelak keras. Agung menatap jengah pada pasangan bucin itu.


Layar TV menayangkan adegan yang tadi diblokir oleh pihak tak bertanggung jawab.


“Siapa wanita itu?”Bramasta menunjuk pada wanita berbaju perwira yang didorong oleh pengawal.


Hans mengangkat bahunya.


“Bisa jadi dia orangnya Tuan Thakur atau bisa jadi hanya orang yang peduli pada Bunda...”


Agung menggeleng.


“Kalau dia memang peduli pada Bunda, gak mungkin dia bersikeras untuk menarik tangan Bunda seperti itu. Seolah ingin memisahkan Bunda dari Ayah dan para pengawal.”


Yang lain setuju dengan pendapat Agung.


“Sayangnya kita gak dapat audionya ya. Nanti kita tanyakan pada Ayah tentang wanita itu,” Leon memegang dagunya.


Gawai Hans berdering.


“Assalamu’alaikum, ya laporkan..” Jeda.


“APA??!” Hans duduk dengan tegak.


Semua memandang ke arah Hans.


“Kecoh mereka. Ingat, jangan melepaskan tembakan. Saya tidak mau ada korban dari orang yang tidak bersalah.” Jeda.


Adisti menatap cemas pada kakaknya sementara tangannya meremat telapak tangan suaminya.


“Do’akan Ayah dan Bunda juga keselamatan para pengawal. Selalu dawamkan sholawat asyghili agar orang-orang dholim itu sibuk bahkan ribut dengan urusan mereka sendiri.”


“Bila terpaksa, lumpuhkan kendaraan mereka dengan electric gun yang kita punya!” Jeda.


“Tetap di rencana semula. Langsung masuk ke Sanjaya Group. Gerbang akan diamankan begitu kalian masuk. Shadow Team dan AMANSecure sudah bersiap di sana.” Jeda.


“Jauhkan mereka dari Lexus!” suara Hans terdengar tegang.


“Ya. Kita bertemu di Bandung. Fii amanillah.” Hans mengakhiri pembicaraannya.


Daddy menatap Hans.


“Hans, ada apa? Apa yang terjadi?”


“Mereka dikejar oleh dua mobil Terios dan Rush, Tuan.”


***


Di teras lobby, dipenuhi dengan orang-orang berbaju perwira. Mulai dari perwira menengah hingga perwira tinggi. Mereka terlihat seperti berbaur dan membicarakan tentang peristiwa yang baru saja terjadi.


Padahal sebenarnya mereka melakukan blokade terhadap orang-orang Tuan Thakur yang mungkin akan menyerang Ayah dan Bunda di teras lobby.


Mobil Lexus, Pajero dan Fortuner sudah berada di depan teras lobby. Driver tidak turun untuk membukakan pintu sebagaimana driver pada umumnya. Dia tetap standby di belakang kemudi dengan mesin menyala.


Seorang pria berbaju batik turun dari mobil Fortuner. Dia membukakan pintu untuk penumpang utama. Ayah dan Bunda memasuki mobil. Pintu mobil langsung di tutup begitu Bunda duduk.


Pengawal yang membantu melakukan CPR, duduk di bangku depan samping driver. Pengawal lainnya memasuki 2 mobil lain di depan dan di belakang Lexus.


Mobil Fortuner yang berada di depan Lexus berfungsi sebagai pembuka jalan sedangkan Pajero di belakang Lexus menjadi mobil pengawal.


Iring-iringan mobil mereka meninggalkan gedung tanpa hambatan. Melewati pertigaan, dua mobil Terios dan Rush terlihat mengejar rombongan Lexus.


“Ada yang mengejar kita..” Driver Lexus memberitahu pengawal yang duduk di depan.


“Berapa unit?” Pengawal itu melihat mobil di belakang mereka dengan menggunakan cermin pada shading shield di atasnya.


“Dua. Terios dan Rush.”


Bunda terkesiap. Ia memegang lengan Ayah.


“Pengawal di belakang kita bisa mengatasinya?” tanya Ayah.


“Insyaa Allah, Pak Gumilar.”


Lalu lintas Jakarta yang ramai lancar siang itu tidak membuat takut para penjahat yang berada di dalam mobil Terios.


Beberapa kali terlihat Terios membuat manuver untuk menyalip Pajero. Tetapi driver Pajero bukanlah driver kemarin sore. Dia mampu menghalang-halangi laju Terios membuat Terios tidak bisa mendahului Pajero.


Melewati kemacetan akibat pintu perlintasan rel kereta api yang baru saja dibuka, Terios nyaris menyalip Pajero. Driver membanting setir ke arah kanan membuat Terios terblokir.


Penumpang yang duduk di bangku depan Terios terlihat membuka kaca sampingnya. Tangannya menggenggam senjata api genggam yang terarah pada mobil Pajero.


Suara letusan senjata terdengar tepat bersamaan dengan mobil Pajero yang bergerak meliuk. Peluru mengenai aspal, gesekan peluru dan aspal menimbulkan percikan api. Suara klakson terdengar dimana-mana.


Pajero tetap melaju. Begitu juga dengan Terios. Diver Pajero melambatkan mobilnya. Membiarkan Terios untuk mendahului mereka.


Melihat Pajero yang melambat, membuat Driver Terios menekan pedal gasnya lebih dalam. Penumpang depan Terios tersenyum lebar. Dia siap membidik lagi dengan senjata api genggamnya.


Saat bagian depan Terios hampir menyejajari bagian tengah Pajero, jendela tengah Pajero terbuka. Pengawal berbaju batik mengarahkan stungun untuk mobil yang bisa melumpuhkan semua komponen kelistrikan pada mobil dengan mengirimkan daya listrik yang besar pada mobil.


Mirip senjata pelontar dalam versi genggam. Bagian ujungnya mirip trisula. Tapi pada saat ditembakkan, ujung bagia trisula akan berputar, membentuk tripod yang mencengkeram body mobil dan mengirimkan gelombang kejut listrik.


Pelontar stungun ditembakkan, mengenai samping moncong mobil. Suara khas listrik terdengar. Penjahat yang mengarahkan senjata apinya pada Pajero mendadak terkulai lemas.


Rupanya dia terkena gelombang kejut listrik yang membuatnya pingsan akibat lengan kirinya menyentuh body mobil yang terbuat dari logam.


Mobil Terios diam tak bergerak di tengah jalan. Mobil dalam keadaan mati total. Membuat kendaraan lain di belakangnya menjadi terhalang jalannya. Suara klakson mobil terdengar bersahutan.


Pajero melaju lagi. Dia tertinggal dengan Lexus dan Fortuner yang sudah berada jauh di depan.


Formasi mobil berubah. Saat Pajero menghalangi Terios, Fortuner melambatkan laju mobilnya agar Lexus berada di depannya. Fortuner menghalangi laju Rush.


Pajero berhasil mengejar mereka. Jarak mereka beberapa mobil di belakang mobil Rush.


“Kami berhasil melumpuhkan mereka yang di mobil Terios,” Pengawal yang duduk di depan mengabarkan kepada pengawal yang berada di mobil Fortuner, “Kalian tetap di formasi awal. Rush kami ambil alih. ”


Kemudian Driver Pajero menekan pedal gasnya. Membuat manuver menyalip yang tidak menarik perhatian. Mereka berada di belakang Rush sekarang.


Kali ini mereka tidak memakai basa-basi lagi. Khawatir para penjahat melepaskan tembakan lagi di jalanan padat, pengawal berbaju batik kembali melepaskan tembakan stungun pada saat posisi mobil hampir saling sejajar.


Peluru trisula berubah menjadi tripod yang menancap di bagian belakang bodi Rush. Laju roda memelan hingga akhirnya mobil berhenti total di tengah jalan.


Suara klakson kembali terdengar. Pajero melaju untuk menjaga Lexus dari belakang.


Gedung Sanjaya Group sudah terlihat. Penjagaan gerbang kali ini tidak dijaga oleh security gedung melainkan dari orang-orang AMANSecure dan Shadow Team.


Fortuner memasuki gerbang, berikutnya Lexus yang langsung ke teras lobby. Terakhir Pajero memasuki gerbang dan gerbang langsung ditutup.


10 menit kemudian, helikopter Sanjaya Group meninggalkan gedung. Pintu gerbang dibuka lagi seperti biasa.


Iring-iringan mobil Lexus keluar dari gerbang Sanjaya Group menuju Bandung.


.


***


Mau dijadikan dua bab, tapi nanti Readers merasa digantung 😁


Efek menegangkannya jadi hilang.


Happy reading, Readers.


Utamakan baca Qur'an.


Jangan lupa pencet like untuk menghitung retensi pembaca.


Love you all 😍❤️