CEO Rescue Me!

CEO Rescue Me!
BAB 73 – IT’S A FAIRY TALE NIGHT



Adisti meremat lengan kakaknya.


“Apa itu?” Adisti keheranan dengan pemandangan yang tampak di depannya.


Di belakang meja penerima tamu ada tirai cahaya seperti kunang-kunang berwarna kuning jingga.


Agung tidak menjawab. Dia hanya tersenyum. Kemarin sore saat dia ke sini pun dibuat takjub dengan dekorasi yang ada. Hi tech decoration, menggunakan video mapping kata Anton. Permainan cahaya dan ilusi optik yang menggunakan banyak proyektor.


“Nona siap?” tanya seorang petugas WO dengan earpiece. Para asisten tim busana sudah menata ekor gaun yang dikenakan Adisti.


“Saya masuk ke dalam?” tanya Adisti ragu.


Petugas tersebut mengangguk dan tersenyum.


Agung menepuk-nepuk tangan Adisti yang menggenggam lengannya.


“Kita masuk ya? Basmalah dulu Dek..”


Dua gadis penerima tamu dengan dandanan yang cantik dan gaun seperti peri menyibakkan tirai cahaya. Agung membawa Adisti ke dalam. Lalu behenti sejenak.


Tirai cahaya kunang-kunang itu tertutup. Mereka seperti memasuki sebuah tempat dengan bunga-bunga yang berukuran besar.


“Ini tempatnya Tinkerbell?” bisik Adisti antusias, “Kakak… kita masuk ke dunia peri!”


Setiap kaki mereka melangkah, aliran sungai ilusi di bawah mereka tersibak.


“Lantai yang kita injak, layar sensorik,” bisik Agung.


Alunan piano dan ciello terdengar memankan lagu Thousands Years-nya Christina Perri. Suara vokalisnya yang bening menyihir pendengaran. Kelopak mawar pink dan putih berjatuhan dari atas di sepanjang jalan yang mereka lalui. Para tamu menyaksikan mereka dari pinggir. Menatap penuh kagum kepada Adisti dan Agung.


“Oh my God!” Adisti tersentuh.


Heart beats fast_Jantungku berdebar kencang_


Colors and promissses_Warna-warni dan janji-janji_


How to be brave_Bagaimana agar berani_


How can I love when I’m afraid to fall?_Bagaimana aku bisa jatuh cinta saat aku takut jatuh?_


But watching you stand alone_Namun melihatmu sendirian_


All of my doubt suddenly goes away somehow_Segala bimbangku mendadak hilang_


One step closer_Selangkah lebih dekat_



Dan Adisti melihat Bramasta di tengah ruangan. Menantinya dengan tersenyum. Menatapnya penuh cinta. Berdiri dengan tangan di belakang.


Tuxedonya berwarna campuran antara ungu muda dan abu-abu. Vest-nya berwarna seperti warna burung merak dengan model sama dengan yang dikenakan oleh Lord Milori, Penguasa Hutan Winter dalam film Tinkerbell.


Entah kenapa, Adisti merasa seperti bertemu dengan Lord Milori dalam dunia nyata. Dia otomatis memberi salam dengan membungkukkan dirinya dengan anggun dan luwes seperti berhadapan dengan bangsawan. Lutut kirinya di tekuk dan kaki kanannya ditekuk ke belakang menyilang.



Queen Clarion & Lord Milori


“Assalamu’alaikum, Lord Milori.”


“Wa’alaikumussalam, Queen Clarion,” Bramasta tersenyum sambil menaikkan sebelah alisnya sambil balas membei hormat dengan menundukkan tubuhnya


Dia mengulurkan tangannya kepada Adisti. Agung menyerahkan tangan Adisti ke dalam genggaman Bramasta.


“Adek sekarang sudah menjadi tanggung jawab Abang dunia akherat, tolong jaga dia. Aa percaya, Abang bisa menjaganya sebaik kami dan mungkin lebih baik dari kami menjaganya selama ini.”


Bramasta menepuk lengan Agung, “Insyaa Allah, Kakak Ipar.”


Agung menepi dari tengah ruang. Meninggalkan mereka berdua yang saling menatap satu sama lain.


“Do you enjoy the surprise?” Bramasta mengecup punggung tangan Adisti.


“That’s a beautiful amazing surprise. Thank you to make my dream comes true,” Adisti mendekat. Bramasta memeluknya.


Lantunan reff terakhir Thousand Years terdengar.


And all along I believed I would find you_Dan selama itu aku yakin aku akan temukan dirimu_


Time has brought your heart to me_Waktu telah membawa hatimu padaku_


I have loved you for a thousand years_Aku telah mencintaimu seribu tahun_


I’ll love you for a thousand more_Aku akan mencintaimu seribu tahun lagi_


“Bram, kiss the bride_Cium pengantinnya_!” suara seorang pria dari arah depan.


“Come on.. kiss her_Ayolah.. cium dia_!” suara seorang wanita sambil cekikikan diikuti cekikikan beramai-ramai di belakangnya. Gerombolan para bule kerabat Bramasta dan Layla.


Dari tengah ruangan yang dipenuhi cahaya dari video mapping proyektor membuat mereka berdua tidak dapat melihat siapa-siapa yang berseru tadi. Bramasta hanya melambaikan tangannya ke arah suara sambil tersenyum lebar.


Bramasta menatap Adisti sambil tersenyum. Adisti balas menatapnya cemas.


“Tenang saja, gak usah panik begitu,” kata Bramasta.


“Apa?”


“Ciuman pertama kita bukan untuk konsumsi publik,” Bramasta terkekeh.


Ia menggandeng Adisti menuju pelaminan dengan ilusi optik air terjun cahaya. Lantunan “Menikahimu” dari Kahitna yang dibawakan oleh vokalis pria mengiringi langkah mereka menuju pelaminan.



Menempatkan cinta


Melintasi perjalanan usia


Menikah denganmu


Menetapkan jiwa


Bertahtakan kesetiaan cinta


Selamanya



Ratusan kupu-kupu ilusi optik berterbangan menuju mereka dan berterbangan hingga menghilang ke arah tamu. Para tamu berdecak kagum dan bertepuk tangan. Hujan kelopak mawar asli di area tamu. Terdengar jerit kesenangan dan suara “wow” dari arah mereka.


Cahaya dari proyektor meredup. Berganti dengan cahya lampu dengan sinar yang tidak menyilaukan. Ruangan berubah. Ilusi optik berganti dengan dekor bunga-bunga asli.


Warna putih dari mawar dan ungu dari bunga hortensia juga hijau dedaunan dipadupadankan dengan warna silver chrome dari tiang-tiang lampu dan perlengkapan stainless mendominasi ruangan.


Suara “Wah” dari arah penonton terdengar lagi. Lagu-lagu cinta bertempo lambat memenuhi ruangan. Pembawa acara tiba-tiba meminta para tamu untuk memandang dinding tebing yang menjulang tinggi.


Bramasta mengerutkan keningnya.


“Ada apa, Bang?” tanya Adisti.


“Gak tahu. Ini gak ada di skenario.”


“Lalu ini kerjaan siapa?”


“Entahlah, kita tunggu saja apa yang terjadi.”


Mereka berdua melangkah menjauhi pelaminan supaya bisa melihat dinding tebing. Karena pelaminan berada membelakangi dinding tebing. Kepala mereka menengadah untuk melihat bagian atasnya.


Lantunan live music berhenti. Semua orang memandang ke arah dinding tebing yang tinggi. Video mapping berganti tempat di dinding tebing. Menampilkan kolase warna membuat dinding tebing hingga puncaknya menjadi terlihat berwarna-warni. Musik latar video terdengar dari speaker yang sudah dipasang di The Cliff.


Tulisan berjudul A Gift: The Journey of Love_Sebuah kado: Pejalanan Cinta_ tulisan kecil di bawahnya For Boss B and Wifey A.


“Masyaa Allah.. ini pasti kerjaannya anak-anak divisinya Anton nih…” Bramasta terkekeh.


Sebuah teks panjang muncul dengan translate Inggris di bawahnya. Membuat para tamu tertawa dan bertepuk tangan.


“Bila lagu Thousand Years dari Christina Perri dianggap mewakili Pak Boss dan istri, maka bagi kami lagu yang tepat mewakili kisah cinta Pak Boss dan Istri adalah lagu Eeeaa dari Coboy Junior.”


“Selamat menikmati kado dari kami, B Crews.”


Tebing menggelap. Kemudian terdengar lantunan intro lagu Eeeaa. Video rescue Adisti yang dilakukan Bramasta muncul di dinding tebing dalam gerak lambat. Berikut teks lirik lagu dan translate Inggrisnya. Para tamu tertawa sambil bertepuk tangan.


hei kamu hatiku dag dig dug


saat aku melihatmu jatuh di hadapanku


membuat aku buru-buru mendekatimu


langsung ku tanyakan apa kau baik-baik saja


kau bingung, “memang aku jatuh darimana?”


kau bidadari jatuh dari surga di hadapanku eeeaa


kau bidadari jatuh dari surga tepat di hatiku eeeaa


so baby please be mine, please be mine oh mine eeeaa


karena hanya aku sang pangeran impianmu


eeeaa eeeaa eeeaa eeeaa


Video usai, tebing menggelap lagi. Lantunan lagu dari soundtrack film Batman Forever terdengar, Kiss From A Rose yang dinyanyikan oleh penyanyi pria asal British, Seal. Tebing menampilkan video Tendangan Memutarnya Adisti. Para tamu bertepuk tangan menatap kagum.


Suara Seal lenyap. Video usai. Dari speaker terdengar suara desau angin. Di dinding tebing ditayangkan video Bramasta melamar Adisti saat The Cliff baru mulai dibangun.


Suara yang tertangkap cukup jelas, tetapi dilengkapi juga dengan teks dialog berikut translate-nya. Video yang belum pernah diperlihatkan kepada publik. Bahkan Keluarga Gumilar pun tidak tahu ada video ini.


“Abang tahu ada video ini?” tanya Adisti.


“Abang tahu dari Mommy tapi Abang belum pernah menontonnya. Kelupaan…”


“Waah.. selengkap itu videonya? Muka Disti kok gak terlihat bagus di video,” bisik Adisti.


“Makanya jangan nangis mulu..” kekeh Bramasta yang dihadiahi cubitan pada lengannya, “Iya..iya.. Ma’af. Baru juga di pelaminan udah mulai KDRT aja..”


***



Ini contoh video mapping yang dibuat oleh perusahaan Jepang. Keren ya..



Ini video mapping dengan lantai layar sensorik.


Saya gak tahu kalau di Indonesia sudah ada atau belum, WO yang memakai video mapping sebagai bagian dari dekorasi.


Mudah-mudahan bisa menginspirasi para pengusaha WO.


Tinggalkan jejak ya. Dukung Author 🙏🏼😁