CEO Rescue Me!

CEO Rescue Me!
BAB 234 – TAK DISANGKA



“Untuk kebaikan Lu, Gung. Supaya kita semua tenang..” ujar Hans.


“Justru kalau gue dikawal dengan banyak orang, apa nanti gak jadi pertanyaan orang banyak? Memangnya siapa gue? Seleb bukan, pejabat bukan, owner perusahaan juga bukan tapi dikawal dengan tingkat keamanan VVIP,” Agung menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa.


“Dan orang akan semakin curiga bahwa gue berhubungan langsung dengan Prince Zuko. Semua musuhnya kan semakin mengamati gue termasuk juga mengamati kalian,” tangan Agung menyambar air mineral botol kecil di atas meja, membuka tutup dengan kasar lalu menghabiskan isinya.


Hening di sofa ruang tengah.


“Agung betul, Hans..” Leon menatap Hans yang terdiam termangu.


“Kita skip dulu deh masalah ini, kita lihat CCTV lalu lintas yang ada di ujung jalan. Lanjut, Ton..” Indra meredakan ketegangan di ruang tengah.


Anton mengangguk, “Gue sedot dari 30 menit sebelum kejadian dan 15 menit setelah kejadian. Untuk mempersingkat waktu supaya gak boring, gue percepat saja ya. Kalau ada yang mencurigakan, langsung bilang saja supaya bisa gue pause dan perlambat.”


Layar monitor menampilkan adegan di pertigaan jalan. Kamera di letakkan di tempat tinggi sehingga jarak pandangnya menjadi lebih luas.


Gambar bergerak cepat. Mereka menggeleng tidak mengerti apa yang sebenarnya mereka cari karena begitu banyaknya orang dan kendaraan di sana.


“Ton, kayaknya harus bergerak mundur saja deh. Dimulai sejak si Kurus berdiri mengamati Agung..” Hans mengetuk-ketuk lututnya.


“Begitu lebih baik, jadi kita bisa melihat arah pergerakannya dengan lebih tepat,” Bramasta menyangga rahangnya dengan tangan kirinya.


Anton memundurkan adegan.


Si Kurus bergerak mundur. Dia duduk di bangku tepi jalan. Matanya terus melihat mobil Innova hitam yang terparkir. Untuk beberapa lama hanya duduk diam. Hanya sekali dia tampak mengetik chat pada gawainya.


Si Kurus berjalan mundur ke arah wanita penjual buah. Berbicara dengannya sambil sesekali melemparkan tatapannya pada mobil Innova hitam.


Wanita pedagang buah beberapa kali menunjuk pada mobil Innova. Lalu menunjuk pada toko yang dimasuki Agung dan Adinda.


Si Kurus berjalan mundur lagi ke arah belokan yang tidak terjangkau CCTV. Agak lama, tidak ada pergerakan yang berarti.


Sementara wanita pedagang buah terlihat sedang menelepon. Matanya menatap terus pada mobil Innova yang terparkir.


“Ton, mulai dari sini, putar mode normal,” Leon menggaruk kepalanya, “Gue bingung melihat alur mundur..”


Layar proyektor menampilan alur maju. Dmulai dari adegan mobil Innova yang memasuki tempat parkir. Wanita pedagang buah tengah memberikan sekantung jeruk yang sudah ditimbang kepada pembelinya.


Pengawal turun dari mobil, membuka pintu penumpang. Kemudian Agung turun terlebih dahulu baru kemudian membantu Adinda untuk turun.


Wanita pedagang buah terus mengamati Agung. Saat Agung, Adinda dan Pengawal sudah memasuki toko, terlihat dia menghubungi seseorang lewat gawainya.


10 menit kemudian, Si Kurus muncul dari belokan. Berbincang dengan wanita pedagang buah. Selebihnya sama dengan yang tadi tapi adegannya dibalik.


“Jadi, wanita pedagang buah sebagai informan, yang menginformasikan kedatangan Agung dari plat nomor kendaraan dan sosok Agung yang turun dari mobil,” Hans mengambil kesimpulan dari observasinya.


“Info disampaikan kepada komplotan Tuan Thakur. Si Kurus langsung datang sebagai eksekutor. Untuk lebih meyakinkan bahwa itu adalah Agung, dia menghubungi temannya melalui pesan chat.”


Semua mengangguk setuju dengan alur skenario Hans berdasarkan observasi bersama.


“Saat Agung berdiri di belakang mobil, temannya datang dan memastikan bahwa itu memang target mereka. Eksekutor langsung bertindak.”


“Sekarang kita lihat 15 menit setelah kejadian. Kemana larinya si Kurus hingga Pengawal tidak bisa menemukannya,” Agung duduk dengan posisi miring menghadap layar proyektor.


Kursor mouse meng-klik adegan pasca Si Kurus melarikan diri.


Dari kamera CCTV, aksi nekat si Kurus menyeberangi jalan yang ramai dan sibuk membuatnya 2 kali nyaris celaka. Yang pertama nyaris tertabrak mobil dan yang kedua nyaris terserempet motor. Punggungnya terkena spion motor saat dia meloncat ke trotoar seberang jalan.


Si Kurus berlari ke arah kios-kios fotocopy dan warung jajanan di pinggir jalan. Trotoar dipenuhi mahasiswa yang tampak bersantai.


Si Kurus melhat ke belakang, Pengawal masih mengejarnya. Dia berbelok di kios rokok tepi trotoar. Sepertinya dia bersembunyi di belakang kios saat Pengawal berlari melewati kios ke arah ujung jalan.


Si Kurus langsung berlari dan melompat ke arah angkot yang berhenti di depan kios. Angkot tersebut bergerak sesuai rutenya, melewati toko tempat kejadian.


“D4mn! Ternyata dia balik lagi ke arah toko tapi kita semua gak tahu...” Agung mengepalkan tangannya dengan geram.


.


***


Ternyata penjahatnya balik lagi ke TKP tetapi di dalam mobil angkot. Dih..beruntung banget ya Si Kurus.