
Agung masuk lagi ke dalam gerai donat. Virgo, manager on duty sudah menunggunya.
“Gadis itu sudah pulang?” tanyanya.
Agung mengangguk.
“Gadis yang malang,” katanya lagi.
Agung menatap wajah manager di depannya. Mencari tahu apa maksud kalimatnya.
Virgo mengacungkan gawainya.
“Anak buah saya mentransfer rekaman CCTV pada handphone saya supaya mudah dibagikan pada Pak Agung.”
Agung mengangguk, “Terima kasih banyak, Pak Virgo.”
“Saya bagikan lewat WA saja ya.”
Agung tersenyum dan mengangguk. Dia menyebutkan nomor teleponnya.
“Ini ada 2 video CCTV. CCTV yang satunya mengarah ke belakang gedung. Mereka muncul dari arah belakang gedung. Ada gang yang pintas untuk ke arah jalan XX.”
“Gadis itu bercerita dia bertemu mereka di toko buku jalan XX. Digiring oleh mereka hingga ke samping gedung ini.”
Virgo mengangguk, “Terlihat di CCTV, dia berada di tengah keempat berandalan itu. Sambil digerayangi tubuhnya saat berada di belakang gedung.”
“Damn!” Agung mengetatkan rahangnya
.
Virgo membuka video belakang gedung, karena gawai Agung masih download dengan lamban akibat koneksi internet yang kurang lancar.
“Itu mereka,” kata Virgo.
Tampak lima orang remaja berjalan saling berhimpitan. Saat di belakang gedung yang suasananya memang sepi, si Garis merangkul Adinda. Beberapa kali menyentuh pipi Adinda.
Adinda berjalan dengan posisi membungkuk. Tangannya mendekap kantong belanjaan di dadanya, kantong belanjaan bertuliskan nama toko buku, untuk melindungi tubuh bagian depannya dari tangan-tangan berandalan.
Si Poni terlihat menjamah dada Adinda. Adinda berseru keras, dia mendorong tubuh si Poni. Teman-teman si Poni tertawa.
Adinda berlari. Tapi si Obeng berhasil menarik sikunya. Tangannya meremat tubuh bagian belakang Adinda. Adinda tampak terkejut. Dia berusaha memukul si Obeng.
Tangan Adinda ditahan oleh si Jaket jeans. Obeng tertawa. Si Garis menarik tas belanjaan Adinda lalu melemparkannya ke sembarang arah. Mereka tertawa bersama.
Si Jaket Jeans memegangi kepala belakang Adinda. Dia mendekatkan wajahnya. Adinda memalingkan wajahnya berkali-kali dan menundukkan wajahnya.
Si Jaket Jeans tampak kesal, dia mendorong Adinda hingga terjatuh dengan kedua lututnya. Si Obeng langsung manaiki punggung Adinda, menjadikannya kuda-kudaan.
Adinda berontak. Dia duduk menegakkan punggungnya. Si Obeng jatuh terjengkang. Teman-temannya menertawakan si Obeng.
Adinda kemudian bangkit dan berlari ke arah samping gedung. Tubuhnya sudah menghilang dari monitor CCTV.
“Ini video samping gedung,” kata Virgo sambil menekan tombol play.
Adinda tengah berlari dengan wajah panik. Dia memasang hoodie-nya, menutupi rambut dan sebagian besar wajahnya. Di belakangnya, keempat berandalan berlari mengejarnya sambil tertawa.
Si Garis berhasil menarik punggung sweater Adinda. Ketiga berandalan lainnya mengurung Adinda. Tubuh Adinda didorong-dorong oleh mereka. Dijadikan seperti mainan.
Kemudian saat salah seorang di antara mereka mendorong Adinda terlalu keras hingga membentur dinding, saat itulah Agung muncul di layar.
“Mereka keterlaluan sekali,” gumam Agung penuh amarah.
Virgo mengangguk, “Saya punya 3 adik perempuan. Saya tidak akan rela adik saya diperlakukan seperti itu.”
Agung mengusap wajahnya sambil beristighfar.
“Pak Agung hebat bisa melumpuhkan mereka semuanya. Taekwondo juga seperti Adisti?”
Agung mengangguk pelan lalu memandang Virgo.
“Tolong jaga isi video ini jangan sampai tersebar. Kasihan gadis itu. Tolong lindungi privasi gadis itu agar tidak dibully oleh masyarakat.”
“Insyaa Allah Pak Agung,” Virgo menatap Agung, “Tapi bagaimana mungkin masyarakat bisa membully korban pelecehan?”
“Karena kebanyakan, masyarakat kita lebih suka menghakimi tanpa melihat latar belakang,” Agung meneguk coklatnya yang sudah dingin.
“Orang yang melihat video belakang gedung, mereka akan menghakimi si Gadis, kenapa mau-maunya ikut para berandalan itu. Tanpa mereka tahu bahwa si Gadis sudah diincar oleh mereka.”
“Gadis tersebut mengenali para pelaku?” tanya Virgo.
“Mereka satu sekolahan tapi beda kelas. Dikenal sebagai biang kerok di sekolah. Si Gadis dibidik oleh mereka karena menolak cinta ketua gank mereka.”
Virgo menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Anak sekarang kok semakin mengerikan ya pergaulannya.”
Agung mengirimkan kedua video ke WAG Kuping Merah.
“Saya pamit dulu untuk bekerja lagi, Pak Agung.”
“Pak Virgo, saya ucapkan banyak terimakasih atas kerjasama dan bantuannya,” ucap Agung sambil menjabat tangan Virgo.
“Sama-sama Pak Agung. Senang rasanya bisa membantu Bapak apalagi untuk menolong gadis yang dirundung malang.”
Agung mengangguk lalu menepuk-nepuk punggung Virgo. Virgo kembali ke dalam ruangannya. Agung menuju meja pemesanan, memesan air mineral dingin. Otaknya butuh untuk didinginkan setelah melihat video tadi.
Memikirkan Adinda membuatnya membuka gawainya lagi.
Agung_Assalamu’alaikum.
Sudah sampai belum?_
Jeda beberapa waktu. Kemudian notifikasi pesan chatnya berbunyi.
Adinda_Wa’alaikumussalam. Sudah, 10 menit yang lalu_
Agung_Kok baru chat? Kan tadi saya bilang, chat saya begitu sampai_
Agung_Kenapa?_
Adinda_Tau ah. Malas bahasnya_
Agung_OK. Kalau kamu sudah siap untuk bercerita, saya akan dengarkan_
Jeda tidak ada balasan ataupun tanggapan dari Adinda.
Agung_Kamu baik-baik saja? Tubuh kamu tidak ada yang memar?_
Adinda_Kok Om tahu, saya mengalami memar?_
Agung_Saya sudah melihat rekaman CCTV termasuk CCTV di belakang gedung. Biadab banget mereka. Melihat mereka memperlakukan kamu, saya yakin tubuh kamu memar-memar_
Jeda agak lama.
Adinda_Om, ingat permintaan saya pada Om_
Agung_Saya gak lupa_
Adinda_Terimakasih banyak, Om_
Agung tidak membalas chatnya lagi.
Berikutnya dering notifikasi chat masuk dari WAG Kuping Merah berbunyi.
Bramasta_Kakak Ipar baik-baik saja?_
Agung_Alhamdulillah Bang_
Indra_Gila banget ya kelakuan anak sekarang. Yang namanya Ivan gak ada tuh tadi?_
Agung_Sepertinya gak ada, Bro. Entah ini loyalitas sebagai anggota gank ataukah perintah langsung dari Ivan_
Leon_Aksi lu gak kalah keren dari aksi Adisti, Gung_
Anton_Berasa nonton film India, jagoannya 1 orang bisa mengalahkan semua musuhnya_
Semuanya memberi reaksi emot ngakak pada chat Anton.
Agung_Yaelah disamain dengan fim Bollywood. Hollywood napah?_
Hans_Adinda bagaimana?_
Agung_Sudah tidak shock lagi. Tapi barusan gue chat, katanya tubuhnya memar-memar_
Bramasta_Pastilah memar-memar diperlakukan seperti itu_
Indra_Adinda sepertinya beneran jodoh lu, Gung. Kalian bertemu lagi dalam situasi yang tepat untuk menolongnya_
Agung_Ada permintaan dari Adinda terkait peristiwa ini_
Semua mengirim chat yang sama_Apa?_
Agung_Dia meminta ibunya untuk tidak mengetahui peristiwa tersebut_
Leon_Kenapa?_
Agung_Gue juga gak tahu, Bang. Dia gak mau jelasin lebih lanjut. Tapi yang mengejutkan saat dia bilang dia sudah tidak punya keluarga lagi. Ibu kandungnya meninggal saat melahirkannya. Ibu yang sekarang tinggal di rumahnya itu ibu tirinya. Sepertinya hubungan mereka tidak baik-baik saja_
Hans_Ah.. ma’af gue lupa cerita ke lu Gung tentang ibunya Adinda yang ternyata ibu tirinya_
Agung_Saat gue sebutin umur gue, dia ngatain gue tua. Auto insecure gue!_
Emot ngakak bermunculan.
Indra_Dia masih manggil lu Om?_
Agung_Masih. Dan gak mau ganti panggilan karena sudah pewe_
Hujan stiker ngakak di WAG.
Hans_Bro, barusan gue dapat laporan. Ibu tirinya Adinda, siang tadi menawarkan rumah yang mereka tempati ke para tetangganya_
Agung_Innalillaahi.. belum juga 7 hari meninggalnya almarhum suaminya_
Hans_Satu lagi Bro, ibu tirinya Adinda selalu terlihat bersama seorang pria yang jauh lebih muda dari ayahnya Adinda, jauh hari sebelum ayahnya meninggal. Laki-laki itu tidak ada hubungan kerabat dengan ibu tirinya._
Bramasta_Rumit ya permasalahannya_
Leon_Kita fokuskan saja di Adinda. Yang lainnya sampingan saja_
Semua menyetujui chat Leon.
Bramasta_Ton, sudah ready Prince Zuko Anonymous-nya?_
Anton_Alhamdulillah, sudah kelar Pak. Saya sedang otw ke tempat Bapak_
Hans_OK. Get ready for big action!_
Agung_Gue cabut dulu ya mau ke tempat kondangan. Jadi tertunda nih_
Indra_Tertunda karena menyelamatkan calon bini? It’s worth it laaah_
Emot ngakak dan love bertebaran lagi.
.
***
Kasihan ya Adinda.. 😥
Dan memang, di +62, korban pelecehan sering mendapat stigma buruk dari masyarakat.
Kalau ada teman atau keluarga yang mengalami pelecehan, lindungi dan dampingi. Karena hidup mereka sudah cukup berat untuk ditambah stigma negatif dari lingkungan sosialnya.
🌷