CEO Rescue Me!

CEO Rescue Me!
BAB 155 - INFO YANG MELEGAKAN TUAN HILMAN



Adisti menekuri kertas-kertas laporan keuangan The Cliff di hadapannya. Dia cukup puas dengan perkembangan The Cliff.


Okupansi glamping di The Cliff selalu berkisar di angka 100% saat weekend ataupun hari libur nasional. Sedangkan untuk regular days, di atas 50%.


Perbedaan harga yang mencolok saat weekend, libur nasional dengan hari biasa membuat orang tidak menyia-nyiakan untuk mencoba bermalam di glamping The Cliff.


Dia juga mengecek feed back dari para pengunjung The Cliff tentang glamping ataupun menu resto dan cafenya. Semua memberi bintang 4 dan 5. Iklan di medsos juga menjadi kunci ramainya The Cliff bahkan hingga ke mancanegara.


Adisti tersenyum puas sambil menutup map yang berisi berkas The Cliff. Ia baru sadar suaminya tengah mengamatinya dari kursinya.


“Any good news?” Bramasta tersenyum kecil menghampiri istrinya di sofa.


“Alhamdulillah, everything is going well.”


Bramasta meraih tangan Adisti lalu mengecup punggung tangannya.


“Tuan Bramasta..” Adisti menempelkan tangan suaminya di pipinya.


“Hmm?”


“Nyonya Bramasta membutuhkan meja kerja. Capek kalau di sofa apalagi di coffee table-nya.”


Bramasta tidak menanggapi.


Dia memiih untuk duduk di samping istrinya.


“Kalau sofa kan identiknya untuk rebahan, bersantai, selonjor, de el el..”


“Sudah Abang bicarakan dengan Anton. Sebentar lagi di kemari.”


“Alhamdulillah.. suami akoooh!”


Bramasta tergelak kecil. Kemudian notifikasi chatnya berdering.


WAG Kuping Merah.


Agung_Ada Tuan Hilman Anggoro berkunjung bersama sekretarisnya_


Bramasta_Ada siapa di sana?_


Agung_Ada Ayah dan Bunda_


Anton_Apa Tuan Hilman membahas tentang persidangan nanti?_


Agung_Dia tidak membahasnya, mungkin belum. Dia membahas Prasetyo_


Bramasta_Ada apa dengan Prasetyo?_


Agung_Tuan Hilman baru tahu, pada saat sore Adisti diserang oleh Rita Gunaldi, malamnya Prasetyo mendatanginya. Menghajar dan mengancam Rita. Juga melaporkan kelakuan Rita kepada suaminya_


Agung_Itu sebabnya Prasetyo diungsikan ke Canada. Untuk menjauhi dari hukum. Tuan Hilman sedang menangis di hadapan Ayah sekarang_


Bramasta_OMG!_


Hans_Gung, Lu ceritakan saja tentang siapa Rita Gunaldi. Dia tidak mungkin melaporkan Prasetyo kepada yang berwajib terkait ancaman dan pukulan yang diterimanya dari Prasetyo. Karena sebenarnya dia pun menikmatinya_


Indra_Apa Tuan Hilman menyebutkan ada bukti rekaman CCTV terkait kejadian tersebut_


Agung_Negatif. Semua hanya dari pegakuan Prasetyo saja_


Bramasta_Tenangkan Tuan Hilman, Kakak Ipar. Kasihan, keluarganya tercerai-berai seperti itu. Pasti ini menjadi cobaan yang sangat berat bagi Tuan Hilman Anggoro_


Agung_Insyaa Allah, akan gue coba, Bang_


Hans_Tentang Ibu Tirinya Adinda dan Teman Laki-lakinya, banyak hal yang aneh. Tidak banyak keterangan yang bisa dihimpun oleh Shadow Team_


Indra_What? Gue kira kita berhadapan dengan penipu kelas coro_


Hans_Gue masih belum bisa spill di sini data tentang mereka. Karena banyak yang tutup mulut tentang kedua orang tersebut_


Bramasta_Mencurigakan_


Agung_Artinya, Adinda dalam bahaya?_


Hans_Untuk saat ini sih belum, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa pada Adinda_


Leon_Masih dipantau CCTV kan?_


Hans_Masih_


Anton_Pantauan CCTV bagaimana Bang Hans?_


Hans_Keduanya masih belum pulang. Ada kabar tidak kapan mereka pulang? Agung atau Adisti mungkin tahu?_


Agung_Negatif. Adinda tidak tahu kapan ibu tirinya akan pulang. Tidak ada komunikasi di antara keduanya_


Indra_Tuan Hilman bagaimana, Gung?_


Agung_Ayah dan Bunda masih berusaha menenangkan Beliau, membesarkan hati Beliau_


***


Rumah Sakit XXX


Ruang Rawat Inap VIP 2


Agung meletakkan gawainya. Dia melihat Tuan Hilman sudah tampak lebih baik daripada 10 menit yang lalu.


Dia menghampiri sofa L, tempat Ayah, Bunda dan Tuan Hilman berada. Sementara sekretaris Tuan Hilman turun ke tempat parkir untuk mengambil obat yang biasa dikonsumsi oleh tuannya.


Agung duduk dengan menegakkan tubuh.


“Tentang apa yang sudah Prasetyo lakukan pada Rita Gunaldi, tidak usah dipikirkan terlalu jauh, Tuan Hilman. Karena saya yakin, Rita Gunaldi tidak akan menuntut Prasetyo.”


Tuan Hilman menoleh pada Agung sambil menyusut air matanya.


“Bagaimana Nak Agung bisa seyakin itu?”


“Saya mempunyai informasi tentang Rita Gunaldi yang mungkin bisa meringankan beban pikiran dan hati Tuan Hilman,” Agung tersenyum menenangkan.


Bunda beranjak untuk membuat teh.


“Informasi apa, Kak?” tanya Ayah.


“Rita Gunaldi itu seorang predator."


"Maksudnya?" tanya Ayah dan Tuan Hilman berbarengan.


“Dia menyukai pria muda yang masih polos dan tampan. Sedangkan mengenai latar belakang sosial ekonominya sepertinya tidak dianggap olehnya. Sosial ekonomi yang bagus hanya dianggap sebagai bonus olehnya.”


Agung melanjutkan lagi, “Para pria muda yang masih polos itu akan diajak untuk, ma’af, berse tubuh. Dia menyukai kepolosan mereka. Menganggap dirinya sebagai trainer para pria muda tersebut.”


Ayah dan Tuan Hilman terperanjat.


“Innalillaahi wainnailaihi rooji’uun. Na’udzubillah mindzaalik.”


“Bejat sekali kelakuannya.”


“Selain itu,” Agung melanjutkan lagi, “Rita dan Ferdi Gunaldi itu pasangan sadomasokis.”


Ayah dan Tuan Hilman terperanjat lagi.


“Jadi, karena sosial ekonominya, Prasetyo mendapat tempat khusus bagi Rita. Dan saya yakin Prasetyo tidak tahu bahwa Rita seorang yang masokis. Jadi apa yang dilakukannya pada Rita dianggap sebagai selingan yang menyenangkan oleh Rita. Tiyo tidak akan dituntut dengan pasal penganiayaan.”


Tuan Hilman tampak tercenung. Namun ada kelegaan yang tampak pada raut wajahnya.


“Info Nak Agung ini, valid?”


“Saya jamin, 100% valid. Bersumber dari orang yang bisa dipercayai dan juga ada bukti video percakapan yang menyatakan Rita seorang masokis.”


Ayah memicingkan matanya menatap Agung. Dia tahu sumber info yang dibeberkan oleh anaknya. Kemudian mengangguk.


Tuan Hilman menyandarkan punggungnya pada sandaran sofa, “Alhamdulillah..”


.


***


Catatan Kecil:


Okupansi adalah tingkat hunian kamar (biasanya hotel) , banyaknya kamar yang dihuni dibagi dengan kamar yang tersedia dikalikan 100%.


Karena The Cliff mengelola penginapan dalam bentuk glamping, maka kamar yang dimaksudkan adalah tingkat hunian/pemesanan tenda glamping.


800an kata saja ya.


Maljum nih, Authornya siap-siap mau ke pengajian dulu.