
Malam malam Allea merasa lapar namun dirinya sedang malas memasak dia menelpon Max juga handphonenya tidak aktif, Ketika sedang berdiri di atas balkon Allea melihat tukang nasi goreng di sebrang apartemen
Akhirnya dia pergi membeli nasi goreng karena rasa laparnya tidak dapat di tunda lagi, Allea duduk menunggu pesanan seraya memainkan ponselnya
"Beli nasi goreng juga? " tanya seseorang membuatnya menoleh
"Iya, emang ada tukang bakso gitu disini? " jawab Allea
"Lo lucu juga" ucapnya duduk di dekat Allea
"Gue bukan pelawak, udah bang? " Allea membayar lalu pergi meninggalkan Jonathan
"Hei.. mau kemana sih buru buru banget" Jonathan mengikuti Allea bahkan sampai masuk ke dalam lift
"Kenapa sih ngikutin mulu? " gerutu Allea
Jonathan melihat Allea menekan tombol lift " gue juga tinggal di lantai 8" bohongnya
"Ohh ya.. kalo gitu semoga kita gak ketemu lagi" ketus Allea lalu keluar dari lift
Jonathan memperhatikan kemana Allea masuk lalu melihat nomor di pintunya lalu pergi, Allea baru saja menutup pintu dia di kagetkan dengan sepasang tangan yang memeluknya dari belakang
Grep
"Akkhh" pekik Allea
"Dari mana kamu huh? " tanya Max penuh penekanan
"Aku beli nasi goreng, mau nyuruh kamu beli handphonenya gak aktif"
"Ohh ya.. terus ngapain jalan sama cowok lain? " tanya Max seraya mengendus tengkuk Allea
"Aku gak tau dia ngikutin aku, aku juga ketus sama dia tapi dia malah ngikutin sampai sini katanya apartemennya juga di lantai 8" Allea menjawab seraya menggerakkan kepalanya karena geli
"Mau apa dia ngikutin kamu? " tanya Max semakin mempererat pelukannya serta menghisap dalam dalam aroma tubuh Allea
"Aku gak tau dia gak jelas, apa sayangku lagi cemburu? " Goda Allea seraya berbalik mengalungkan tangannya di leher Max
"Kamu berani jalan sama cowok lain aku patahin kaki kamu"
"Takut" Ledek Allea manja seraya terkekeh
Max mengangkat tubuh Allea dan meletakkannya di meja makan "Kamu mau ngapain? " tanya Allea saat Max semakin merapatkan tubuhnya
"Mau makan kamu" jawab Max lalu mencium bibir Allea
Kruukk kruukk
Suara perut Allea mengganggu pendengaran, Allea menahan tawanya ketika Max memandang wajahnya dengan ekspresi bodohnya
"Makan" Ucap Max seraya berbalik pergi
Allea memakan makanannya sampai habis setelah selesai dia hendak kembali ke kamar namun berhenti saat melihat Max terlelap tidur di sofa, Allea mengusap kepalanya dan mendaratkan kecupan di pipinya
"Emmhh.. kamu udah selesai makan? "
"udah, kamu capek ya? emang abis ngapain? " tanya Allea
"Sini" Max menepuk sofa agar Allea tidur di sebelahnya
"Aku dari pulang sekolah di bengkel banyak yang harus di benerin HP mati aja aku gak sadar" Lanjut Max memejamkan mata memeluk Allea saling berhadapan
"Kamu kan punya karyawan kenapa harus ikut turun tangan? " tanya Allea
"Biar cepat selesai, costumer harus puas dong selesai tepat waktu"
"Aku mau tidur, kamu mau tidur disini apa pulang? " tanya Allea seraya bangun dari tidurnya
"Aku tidur disini aja males pulang" Jawab Max ikut bangun
"Mau kemana? "
"Ikut tidurlah, kamu tega aku tidur di sofa? "
"Ohh.. ya.. ya udah deh" Allea hendak melangkah tiba tiba Max mengangkat tubuhnya dan melemparkannya ke ranjang
"Akkhh.. " Max terkekeh mendengar jeritan Allea, dia membuka bajunya dan melempar sembarangan
Max tidur mendekap Allea menyelimuti tubuh mereka berdua, Max juga menepuk nepuk b*k*ng Allea layaknya sedang menidurkan bayi
"Aku bukan bayi" cicit Allea
"Kalo gitu aku aja yang jadi bayi" Max melonggarkan pelukannya
"Jangan macam macam... hahaha geli " Max menggelitik Allea, mendengar tawa gadisnya rasa lelahnya hilang begitu saja
"Hah.. hah.. " keduanya terengah Allea merebahkan kepalanya di dada Max
Allea beringsut ke atas menciumi wajah Max "Jangan mancing mancing" ucap Max , Max menggulingkan Allea dan menindih nya ketika hendak mencium Allea tiba tiba Handphonenya berdering
"Kamu selamat hari ini" ucap Max menyambar bajunya di lantai lantas memakainya
"Kamu mau kemana? udah malem" tanya Allea
"Aku ada kerjaan, besok aku jemput" jawab Max mencium kening Allea lalu pergi
"Mau kemana dia? bikin penasaran aja" Allea mengambil jaketnya mengendap ngendap mengikuti Max
Taksi yang di tumpangi Allea mengikuti mobil Max sampai ke club malam miliknya, Max terlihat berbicara dengan penjaga di depan lalu kembali pergi
Allea yang bersembunyi di dekat pot besar mendengarkan percakapan mereka, ketika hendak pergi Allea mendengar penjaga sedang membicarakan hal yang terjadi malam ini
"Kayaknya cewek tadi mantannya bos deh"
"Tau dari mana lo? "
"Tadi sempet denger mereka ribut, kayaknya ceweknya masih cinta tapi bos udah berpaling kelain hati"
"Menurut lo cantikan yang tadi apa nona yang sekarang? "
"Dua duanya sih cantik tapi nona yang sekarang lebih imut yang tadi agak seksi jadi kayak terlalu dewasa"
"Ehem... " suara Allea mengagetkan mereka hingga mengatupkan bibirnya rapat rapat
"Siapa yang tadi kesini? " tanya Allea
"Banyak non" jawabnya
"Siapa tadi yang ketemu Maxime? jawab jujur" ucap Allea tegas, mereka hanya saling sikut tidak bisa menjawab
"Kalian tega... hu.. Hu.. hiks hiks " Allea berpura pura menangis kencang
"Duhh gimana? " tanya salah satunya kebingungan
"Cepet bilang atau kalian akan di pecat" rengek Allea
"Sama sama gak enak, bilang gak bilang bakal di pecat" keluh keduanya
"Atau aku bilang sama papanya Max biar tempat ini di tutup dan kalian gak punya kerjaan" Ancam Allea
"Jangan..jangan.. Tadi ada cewek kalo gak salah namanya Arabella, dia bikin ribut disini karena mau ketemu bos akhirnya bos nyuruh kita bawa dia ke kamarnya"
"Apa? kamar? " pekik Allea
"Tenang tenang non, cuma bentar kami juga dengar mereka cekcok lalu bos langsung pergi"
"Terus sekarang Max kemana? " tanya Allea
"Tadi cewek itu mabuk dan menabrak pohon di depan sana rekan kami udah bawa ke rumah sakit mungkin bos kesana" Penjaga itu juga memberitahu alamat rumah sakitnya
Allea bergegas kesana menyusul Max lalu menanyakan kamar rawat Arabella, Allea membuka pintu tanpa mengetuk pintu lebih dulu
Max terlihat duduk sedang menyuapi Arabella lalu saat Arabella melihat Allea dia memeluk Max yang duduk di sampingnya, mendengar suara pintu terbuka Max menoleh dan dengan cepat menjauh dari Arabella
"Mau kemana? " tanya Arabella
"Tunggu disini" Max berjalan mendekati Allea lalu menutup pintunya
"Kenapa gak jujur? " tanya Allea
"Aku bisa jelasin nanti, sekarang kamu pulang dulu" ucap Max
"Aku mau ketemu sama Arabella"
"Kamu pulang dulu setelah keadaannya membaik kamu bisa ketemu sama dia'' secara tidak langsung Max Melarang Allea menemuinya
" Kenapa? kenapa kamu bohong? kenapa kamu gak bolehin aku ketemu dia? " tanya Allea
"Kamu di peluk wanita lain, menurut kamu perasaan aku gimana setelah liat itu? '' cecar Allea
" Please jangan bikin aku tambah pusing, sekarang pulang nanti aku jelasin"
"Kamu ngusir aku? kamu lebih milih tetap disini? " Allea sudah berkaca kaca mendengar ucapan Max
"Sayang ini gak seperti yang kamu pikir"
"Pulang sekarang " tegas Allea
"Aku gak bisa"
"Ayo pulang sama aku Max" cara bicara Allea sudah meninggi menarik paksa tangan Max
"Jangan kayak anak kecil Allea, keadaan disini lagi darurat gak ada yang jagain Arabella, Arabella dia.. " belum sempat Max meneruskan perkataannya Allea terlebih dulu bicara
"Oke.. aku pergi" Allea melepas tangan Max air matanya berjatuhan mendengar bentakan dari Max karena wanita lain
"Sayang aku gak bermaksud ..." lagi lagi perkataan Max menggantung setelah Allea berlari keluar dari rumah sakit