My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Hadiah rumah



"Loh kok kesini? ini rumah siapa? " Tanya Allea saat tiba di sebuah rumah yang cukup besar


''Aku pernah bilang mau kasih hadiah.. dan ini hadiah buat kamu" Jawab Max seraya merangkul Allea


"Kamu punya uang dari mana? " Tanya Allea menatap Max penuh curiga


"Kenapa liatin aku gitu? "


"Kamu minta ayah? " tanya Allea


"Kamu pikir aku semiskin itu? Aku jual apartemen tinggal nambahin dikit doang, kamu gak pernah cek kartu yang kamu pake? " jawab Max, Allea hanya menggeleng menjawab pertanyaan Max


"Kenapa di jual? "


"Aku gak suka tetangga rese" ucap Max sambil membawa Allea masuk ke rumah barunya


"Kapan kita pindah? " tanya Allea


"Kita udah pindah, waktu kita disana semua barang barang udah pindah kesini"


"Kenapa senyum senyum gitu? " tanya Max melihat ekspresi Allea


Allea langsung saja menubruk tubuh Max sampai duduk di sofa " Aku seneng punya rumah sendri, kamu memang yang terbaik" Ucap Allea yang duduk berhadapan di pangkuan Max. Allea mengecup bibir Max beberapa kali


"Ehemmm... maaf bos, non ini barang barangnya taruh dimana? " ucap Wawan menundukkan pandangannya


Sontak saja Allea turun dari pangkuan Max dan menutup wajahnya dengan bantal sofa, Max mengajak Wawan keluar sebentar entah apa yang sedang mereka bicarakan. setelah selesai dengan Wawan Max kembali menemui Allea


"Sayang.. " Max merebahkan kepalanya di dada Allea


"Apa? " Jawab Allea sedang fokus ke handphonenya


"Bobo yuk.. " ajak Max manja


"Gak.. aku udah tau maksud kamu"


"Emang apa coba? aku cuma mau di temenin bobo aja, kamu pikirannya kesitu mulu deh"


"Otak aku udah terkontaminasi sama kamu"


"Yang.. " rengek Max manja


"Apa"


"Mau ini" Jawabnya sambil menusuk nusuk dada Allea dengan telunjuknya


Meong.. meong


Anak kucing mendekati di bawah sofa , bukan menanggapi perkataan Max Allea malah mendorongnya hingga terjungkal ke bawah lalu menggendong kucingnya


"Unch.. tayang laper ya.. " ucap Allea gemas


"Kamu kenapa lebih pilih kucing dari pada aku" pekik Max


"Ouh.... Maaf sayang aku gak sengaja" Allea terkekeh kecil mengulurkan tangannya hendak membantu Max berdiri


"Gak usah.. aku bisa sendiri" gerutunya lalu pergi ke kamar Atas


"Yah.. papi lagi ngambek nak" ucapnya pada kucing kecil itu


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Tok tok tok


"Nona siapa ya? " tanya bibi di rumah Damian


"Saya Arabella.. tante Lydia nya ada? " tanya Arabella


"Tunggu sebentar ya.. "


"Sial.. kenapa pintunya harus di tutup" gumam Arabella saat pelayan masuk memanggil Lydia


Tidak beberapa lama pintu kembali terbuka Lydia dengan senyum ramahnya mempersilahkan Arabella masuk, Mereka kini duduk di ruang tamu


"Ada apa ya? kalau mau ketemu Maxime dia gak ada disini"


"Aku kesini memang mau ketemu tante, ada yang harus tante tau tentang Max"


"Apa itu? " tanya Lydia


"Max dan Allea tinggal bersama di apartemennya" mendengar ucapan Arabella Lydia terkejut namun bukan karena hal itu tapi karena Arabella darimana dia tahu Max dan Allea tinggal bersama


"Kamu mungkin salah, mereka tidak seperti itu"


"Itu faktanya tan.. saya liat sendiri bahkan mereka sepertinya baru selesai mandi berdua saat itu"


Lydia hanya diam dia menyiapkan kata kata yang pas untuk menjawab Arabella, tangan Arabella menyentuh tangan Lydia dan menggenggamnya


"Tante jangan di pikirkan.. Allea memang bukan cewek baik baik, Max gak pernah dengerin Aku mungkin dia udah kena hasutan Allea"


"Nanti tante bicarakan ini pada Maxime, kamu jangan kasih tau tentang hal ini pada orang lain bagaimana pun Maxime anak tante jangan sampai nama baiknya tercoreng" ucap Lydia menggenggam balik tangan Arabella


"Kapan kapan aku boleh kan main kesini lagi? " ucap Arabella ketika Lydia mengantarnya kedepan rumah


"Tentu boleh"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Malam ini Allea mengundang teman temannya ke rumah baru, mendengar Suara mobil mobil terparkir Allea berlari keluar dia tahu itu pasti teman temannya


"Aaaaaaaaaa.. gue kangen" Allea merentangkan tangannya memeluk Gita meskipun terhalang perut buncitnya


"Kita juga... " dua pemuda itu hendak ikut berpelukan suara Max dan Dito membuat mereka mengurungkan niatnya


"Jangan sentuh istri gue" Dito dan Max serempak


"Dasar pelit"


"Hai.. sayang apa kabar? " ucap Gibran lalu memeluk Allea di susul Lydia dan Damian juga Cindy dan Danendra terakhir masuk


"Kalian juga kesini? " Allea begitu bahagia melihat kedatangan keluarganya


"Aku yang undang" jawab Max sambil merangkul bahu Allea


"Gimana ini aku gak masak tadinya cuma mau barbeque'an" ucap Allea


"Tenang.. bunda udah bawa banyak makanan" benar saja Gibran dan Damian membawa beberapa kantong diikuti Max dan keempat teman laki laki Allea


"Bunda emang penyelamat" Cicit Allea sambil memeluk Lydia


Para wanita membantu menata makanan di dapur, Lydia selalu menyendok makanan yang baru saja di bukanya dan menyuapi Allea, Cindy dan Gita memandang mereka dengan senyum miris


Cindy ingat sosok ibunya sementara Gita menginginkan sosok mertua seperti Lydia, Lydia yang melihat mereka juga menyuapinya satu persatu


"Gita duduk aja di depan biar kita yang bawa" ucap Allea


"Lo selalu beruntung" ujar Gita sambil tersenyum mengangkat dagu Allea dengan empat jarinya, lalu pergi


Malam itu penuh kehangatan seperti keluarga besar sedang berkumpul apalagi sahabat sahabat Allea yang selalu bisa mencairkan suasana, mereka tertawa lepas bersama


Semua orang sudah pulang tinggal Max dan Allea yang menatap kekacauan di rumah barunya, begitu banyak piring yang harus di cuci juga harus membereskan rumah


"Kalo di pandang terus kapan beresnya" Ujar Max seraya mulai mengambil piring piring kotor di bawah


Keduanya bekerjasama dari mulai cuci piring beres beres sampai menyapu dan pel lantai, Hingga larut malam mereka berdua terkapar di ruang tv


"Capek? " tanya Max


"Heem... pegel banget badan" Allea menggeliat sambil tidur di kasur tipis


Tidak berselang lama keduanya terlelap dengan TV yang masih menyala bahkan tubuh yang lengket dengan keringat tidak mereka hiraukan karena terlalu lelah untuk sekedar mandi


Allea terbangun karena suara handphone yang terus berdering ternyata beberapa panggilan telepon dari handphone milik Max, dia bangun mencari keberadaan Max yang tidak ada di sampingnya


"Hallo... " suara Allea terdengar parau


"Lo gak bisa ya kalo gak jawab telepon orang? " sergah seseorang di sebrang telepon


"Lo mau apalagi sih? orang cowok udah punya pacar masih aja di kejar kejar, gak laku apa gimana sih? " gerutu Allea


"Lo berani ya.. "


"Gue jelas berani karena lo yang mulai duluan, berhenti ganggu Max"


"Kenapa lo takut Max kembali sama gue? "


"Gak sama sekali, gue cuma kasihan lo buang buang waktu buat cowok yang udah jelas jelas lupain lo.. dah lah bye" ucap Allea mematikan teleponnya


Allea mencari Max hingga dia menemukan suaminya sedang pushup di teras belakang, Allea tidur di atas Punggung Max yang sedang naik turun


"Yeayyy.... suami aku kuat banget" Cicit Allea


Max menghentikan aktivitasnya membuat Allea turun dari punggungnya, Max mendekati Allea dan menggendongnya lalu menceburkannya ke kolam berenang


"Aaaaaaaaaa... " Allea melambai lambaikan tangannya berusaha naik ke permukaan air


Byuurrrr


Max melompat dan meraih tubuh Allea, Max malah tertawa melihat Allea terbatuk dengan wajah memerah


"Kamu mau bunuh aku huh? " Allea memukuli bahu Max


Max melepaskannya Allea kembali panik karena dalamnya kolam setara bahu Max sementara kepala Allea saja hanya setinggi itu


"Kamu benar benar payah" ucap Max mengangkat tubuh Allea seperti koala mendudukannya di tepi kolam


"Aku emang payah gak kayak mantan pacar kamu yang tinggi, seksi, jago berenang" Wajah Allea di tekuk


"Aku cuma becanda Yang" Allea pergi meninggalkan Max yang masih di dalam kolam


"Yang.. tunggu" Max naik dan mengejar Allea ke dalam rumah