My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Pelajaran untuk Arabella



Allea baru saja turun dari mobil Max kini setelah bersama Allea Max akhirnya memakai mobilnya, dulu dia lebih suka memakai motor namun demi keselamatan kekasihnya dia menggunakan mobil untuk mengantisipasi orang orang yang akhir akhir ini selalu mengganggu Allea


Saat hendak melangkah Allea di kejutkan dengan motor yang hampir saja menabraknya dengan sigap Max menarik tangan Allea membuatnya sedikit membentur dada Max


"Pake mata lo" ketus Max


"Allea sorry, lo gak apa apa? " tanya Celline yang baru saja turun dari motor


"Gak apa apa kok tenang aja" Jawab Allea


"Sorry gue gak hati hati" orang yang membonceng Celine membuka helmnya


Ternyata itu adalah Jonathan dia sengaja menunggu Celine keluar gang agar terlihat dia tidak sengaja lewat dan mengajak Celine berangkat bersama tujuannya hanya satu dia ingin melihat Allea dan Max, keberuntungan ada di pihaknya karena melihat Allea baru saja turun dia sengaja mempercepat laju motornya dan berhenti tepat di dekat Allea


"Lain kali kalo bikin SIM jangan nembak" celetuk Max


"Kita duluan ya" ucap Allea sebelum terjadi keributan dia harus menjauhkan Max dan Jonathan


Bukannya menjawab Jonathan mengerlingkan sebelah matanya membuat Allea menautkan sebelah alisnya, beraninya dia genit pada Allea padahal baru saja dia membonceng Celine apalagi ada Max di sampingnya


Allea segera menarik tangan Max pergi Jonathan melihat Max memeriksa tubuh Allea sampai ke kakinya "Sepenting itu Allea buat lo, sangat menantang buat taklukin dia" batin Jonathan


Jonathan memang memiliki dendam dengan Max namun dia tidak pernah memaksa atau mencelakai orang di dekat Max seperti Yuki, Jonathan hanya akan mengambil hati wanita yang di cintai Max agar meninggalkan Max dan bersama dirinya dengan sukarela lalu meninggalkan wanita itu setelah dia puas seperti Arabella


Itu berhasil membuat Max terpuruk beberapa waktu sebelum bertemu Allea dan kini Jonathan juga merencanakan hal yang sama pada Allea tapi sepertinya kali ini akan sedikit sulit mengingat Allea tidak segenit Arabella yang mudah di rayu laki-laki


"Kamu yakin gak apa apa? " Tanya Max saat duduk di samping Allea


"Gak apa apa serius, gak kena juga kok"


"Kalo ada yang sakit bilang" semua mata wanita memandang mereka tatapan sinis tepatnya pada Allea


Mereka berpikir kenapa setelah kutub utara itu mencair malah Allea yang lebih dulu mendapat ikan, mereka iri pada Allea karena sejak masuk sekolah mereka mengagumi Max namun tidak bisa mengungkapkannya karena sikapnya yang dingin dan arogan berbeda dengan sekarang


"Aku mau ke lapangan dulu ikut main sama yang lain, mau ikut? " tanya Max yang hendak bergabung bersama temannya bermain basket sebelum belum masuk


"Gak aku disini aja, kamu emang bawa baju ganti? " Allea takut Max membuka baju yang penuh dengan keringat


"Ada di loker, oh iya.. ini pegang sama kamu aja" ucap Max menyerahkan kartu atmnya


"Kenapa di kasih aku? kamu gimana? " tanya Allea


"Ada mobile banking, Aku cuma bisa ngasih itu aku belum kaya belum bisa kasih kartu kredit" ucapnya seraya terkekeh


"Aku gak mau, nih bawa aja" Allea menolak karena takut menghabiskan uang Max


"Gak apa apa sekarang apa yang aku punya milik kamu, simpan kamu pasti butuh"


"Aku pergi daah" lanjutnya seraya mengusak puncak kepala Allea


Para netizen satu kelas semakin kebakaran jenggot melihat Max begitu perhatian pada Allea apalagi Arabella dan Yuki


"Cie.. cie.. mama di kasih uang belanja sama papa" ledek Dito dan ketiga temannya


"Ihh apaan sih ogah gue punya anak kayak lo berempat, bisa bisa tertekan gue seumur hidup"


"Anjim.. kita imut imut gini tante tante aja pada pengen ngadopsi" kelakar Sandro


"Pantes muka muka lo kayak g*g*l*" ucap Allea seraya tertawa


"Enak aja nih si Sandro doang kita mah masih doyan dedek gemesh ya" ucap Desta pada Bagas dan Dito


Mereka tertawa bersama namun tawanya terhenti saat seseorang bicara lantang


"Hei guys kalo cowok ngasih segalanya sama cewek apa ceweknya juga udah ngasih segalanya sama si cowok? " ucap Arabella membuat siswa yang lain berbisik bisik menerka kemungkinan yang di ucapkan Arabella


"Bisa aja sih, mungkin si cowok ngerasa puas lalu dia juga kasih semuanya yang dia punya biar si cewek makin lengket" sahut Yuki


"Lo mikir gak sih orang yang selalu kemana mana berdua mungkin gak sih gak ngelakuin apa apa? " pancing Arabella membuat siswi yang lain membenarkan ucapannya


Braaakk


"Cukup.. kalian apaan sih iri? cari kebahagiaan sendiri dong jangan memprovokasi orang lain biar berpikiran buruk" ucap Dito


"provokasi? siapa yang di provokasi kita cuma lagi ngomongin orang lain yang di beri segalanya sama cowoknya kita juga gak singgung nama" kilah Arabella


"Kalo Allea merasa tersindir berarti dia juga bagian orang orang itu dong? apa gitu Allea" tanya Yuki


"Kalian bodoh dalam menilai orang jangan asal menuduh, kalian tau kenapa Max kasih semua yang dia punya sama Allea? karena dia calon suaminya liat nih. Ini cincin yang di post di akun media sosial Max " ucap Dito mengacungkan tangan Allea


"Gue tau lo nyindir Allea, tapi kalo sampe Max tau abis kalian semua" semua orang sekarang diam mendengar apa yang di katakan Dito


"Makanya cari tau dulu baru ngoceh" celetuk Bagas


"Le.. mau kemana Le" Panggil teman temannya saat Allea melangkah pergi


Allea menabrak seseorang saat dia hendak keluar dari kelas, dia mendongak ternyata Max yang dia tabrak Max melihat mata Allea berkaca kaca dengan hidung memerah


"Kenapa? ada apa? " tanya Max seraya mengelus pipi Allea


"Nah mampus lo pada" ucap Dito, satu kelas menjadi hening tidak ada yang bersuara satu orang pun


Max menuntun Allea kembali ke kelas dan menatap sekeliling dengan tatapan dingin membuat mereka bersusah payah menelan salivanya mengingat terakhir kali Max mengamuk di kelas karena seseorang menyinggung ibunya


"Siapa? siapa yang buat kamu sedih? " Max sampai mencengkram lengan Allea


"Gak ada, aku cuma kelilipan udah duduk jangan buat keributan" ucap Allea


"Kamu bohong? ada sesuatu yang mereka katakan? " Max tahu bahwa teman teman sekolahnya suka saling menyakiti dengan bullyan verbal dan non verbal


"Udah tenang gak ada yang perlu kamu khawatirkan" Allea mengelus dada Max dan membawanya duduk


"Tapi kamu tadi nangis? "


"Enggak aku gak nangis" sangkal Allea


"Ada orang yang nyinggung kalian, dia ngomong kalo lo kasih Allea semuanya karena Allea juga udah kasih semua sama lo mungkin dalam artian lain kalian udah ehmm" Dito tidak meneruskan perkataannya tapi mereka dapat mengerti apa yang di katakan Dito


"To.. " Allea melotot menggelengkan kepalanya namun terlanjur Max sudah mendengarnya


"Siapa? siapa yang bilang? " bentak Max menggelegar sampai terdengar ke luar, siswa lain mengintip dari jendela memenuhi ruang kelas dimana Max sedang ribut


"Bukan.. bukan gue tapi dia" ucap semua siswa yang di tatap oleh Max dan bersamaan menunjuk Arabella


"Heh" Max tersenyum merendahkan Arabella


Braaakk


"Lo gak sadar diri? kalo gue kasih tau mereka siapa yang pantes di gosipkan seperti itu, apa lo siap? " ucap Max sambil menggebrak meja di hadapan Arabella membuat semua orang tersentak termasuk Allea


"Lo munafik, apa perlu gue bongkar aib lo disini? " geram Max


"Max gue gak bermaksud... " Ucapan Arabella terpotong saat Max kembali membentaknya


"Gak bermaksud apa? harus nya lo yang di gosipkan gitu sekarang, harusnya lo yang merasa tersindir " bentak Max membuat semua orang kini berbisik membicarakan maksud Max


"Lo ngomong gitu karena lo pernah di posisi itu, gak tau malu harusnya sindiran itu buat lo sendiri" pernyataan Max membuat semua orang terkejut tidak menyangka Arabella yang selama ini di kenal polos dan baik ternyata tidak seperti yang terlihat


"Lo ngomong apa? lo ngawur gue.. gue.. gak gitu" Sangkal Allea


"Terserah lo mau menyangkal seperti apa yang jelas gue tau cewek macam apa lo" tegas Max


"Udah.. udah.. jangan di perpanjang" Allea menarik lengan Max


"Aku juga gak apa apa, udah please kita jadi tontonan banyak orang" ucap Allea


Max menuruti Allea dan duduk disampingnya tapi raut wajahnya tak bisa di bohongi dia masih kesal wajahnya memerah menahan amarah, kini Arabella menanggung malu karena perbuatannya sendiri


Semua siswa kini menatap sinis pada Arabella seraya berbisik bisik menggisipkan dirinya, Arabella pergi menyambar kasar tasnya dengan kemarahan bahkan dia tidak memperdulikan guru yang baru saja datang memanggilnya


"Ngapain kalian ngumpul disini? bubar bubar kalian kira ada konser" usir gurunya dan memulai pelajaran