My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
kejar kejaran



Allea hendak berangkat kesekolah seperti biasa berjalan agak jauh untuk menunggu di halte bus


Max lewat dengan motor besarnya melewati allea yang berdiri di pinggir jalan, Allea menatap motor Max hingga menjauh dan bus pun datang


Sesampainya di sekolah Allea masuk kedalam kelas disana sudah ada teman temannya sedang bersenda gurau


"Pagi Allea" ucap mereka serempak


"Pagi guys" Allea langsung duduk


"Tugas udah beres? " tanya Gita


"Gue gak tau Max yang bikin" jawab allea


"Kok bisa? "


"Sstt dia kesini" ucap allea membungkam teman temannya


"Max.. " baru saja allea memanggilnya Max sudah bicara lebih dulu


"Udah selesai, nanti lo yang kasih" Max menyimpan tugasnya di meja Allea lalu duduk di kursinya


"Ohh oke"


Bel sekolah berbunyi guru masuk memulai pelajaran


"Apa sudah selesai semua tugas dari bapak? "


"Sudah pak"


"Bacakan kedepan dengan berpasangan"


Semua sudah di panggil giliran Allea dan Max entah mengapa semua orang terdiam kala mereka berdiri di depan dan mulai membacakan puisinya bergantian


Sebatas Angan


Teruntuk kamu yang ku kagumi


Entah bagaimana rasa ini harus terungkap


Semua hanya berkecamuk dalam hati


Tanpa mau keluar dalam gelap


 


Aku mampu berkata namun hanya dalam sunyi


Sebenarnya aku tak mau berharap


Terlalu sakit jika hanya aku yang menginginkanmu


Saat ku tahu benar kau takkan pernah sadari


 


Teruntuk kamu yang menjadi doaku di malam hari


Entah bagaimana aku harus bertindak


Bak hujan yang datang dengan kilat


Tiba tiba mengingat harap padamu membuatku sesak


 


Aku mampu menyembunyikan rasa


Namun tak untuk selamanya


Kelak, jika Tuhan berkehendak


Kau akan tahu alasanku masih tetap berpijak


Allea menatap Max yang membacakan Bait demi Bait tanpa membaca teks yang dia buat semua bertepuk tangan setelah mereka membacakan puisinya, Allea duduk dan langsung di cecar ocehan Gita


"Dalem banget Allea, gue yakin itu di buat pake hati sampe dia hafal banget... eemmhh so sweet" ucap Gita


"Apaan sih lo lebay deh" allea menyenggol bahu Gita


'" Haha cie yang malu" Gita balas menyenggol lengan Allea


"Dasar gila" hardik Allea namun Gita hanya tertawa


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Damian dan Lydia pergi ke sebuah restauran untuk bertemu kolega yang ingin makan bersama keluarga


"Selamat siang tuan" ucap Damian yang baru saja datang


"Selamat siang, akhirnya kita punya waktu untuk makan siang bersama" Gibran menjabat tangan keduanya


"Ya dengan kesibukan kita masing masing akhirnya ada waktu luang juga"


"Anak saya kesini sebentar lagi sepulang sekolah dia akan menyusul kesini" ucap Gibran


"Ya putraku juga akan menyusul kesini, bukankah mereka teman sekelas? " tanya Damian


"Benarkah saya tidak pernah tau itu" jawab Gibran


"Ya karena kau terlalu sibuk bekerja sayang hingga tak tau apapun tentang anak kita" ucap Emile


"Aku bekerja untuk membahagiakan kalian"


"Selagi kita menunggu mereka apa akan pesan sesuatu? " tanya Damian


Mereka memesan beberapa makanan dan minuman menunggu anak anaknya datang


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Danendra.. " panggil cindy sebelum Danendra keluar kelas


"Kenapa? "


"Hari ini orang tua kita janjian di restauran lo tau gak? "


"Udah tau gue juga mau kesana" ucap Danendra


"Gue bareng sama lo ya? "


"Lo bawa mobil sendiri lagian gue mau nemuin pacar gue dulu "


"Pacar? siapa? "


"Allea"


"What? lo lebih pilih cewek kayak gitu dari pada gue? '' pekiknya


" Gak usah berisik dan jangan ganggu dia lagi" Danendra memberi peringatan lalu pergi


"Sial" geram cindy mengepalkan tangannya


Danendra melangkahkan kakinya ke kelas sebelah untuk menemui Allea semua mata memandang ke arah Danendra dengan berbagai pujian dan pujaan, mereka mendesah kesal saat Danendra menghampiri Allea


"Sayang, aku anterin pulang" ucap Danendra membuat seisi kelas shok


"Kamu duluan aja aku masih ada kelas tambahan" ucap Allea


"Gimana ya? tadinya aku mau nganterin kamu pulang dulu kalo nungguin aku lagi ada janji sama ayah" ucap Danendra


Max pergi entah kemana saat melihat kedatangan Danendra


"Ya udah duluan aja, nanti aku pulang sama mereka" Allea menunjuk teman temannya yang melambaikan tangan ke arah Danendra


"Ya udah, titip Allea ya" ucap Danendra mengacak pelan pucuk kepala Allea


"Tenang aja serahin sama kita"


Sepulang sekolah Allea memang diantar oleh Dito dan teman temannya tapi Allea minta berhenti di sebuah mini market untuk membeli beberapa kebutuhannya, teman temannya juga ikut belanja keperluan mereka meskipun hanya ada yang beli cemilan dan air mineral


"Ayo Le" ajak Dito saat melihat Allea tidak masuk ke mobil


"Kalian duluan aja, gue masih ada keperluan" ucap Allea


"Kita anter sekalian" ucap Gita yang berada di samping Dito


"Gak usah gue mau ke toko sebrang itu pesen kue buat nenek kalo kalian nunggu takutnya lama" Allea menunjuk toko kue di sebrang jalan


"Gak apa apa kita tunggu sama sama" ucap bagas


"Kita gak bisa tinggalin lo, kalo terjadi apa apa gimana? " ucap Dito


"Ihh kalian kira gue anak kecil apa gak bisa pulang sendiri, gue janji bakal baik baik aja sampe rumah nanti gue video call"


"Lo yakin? " tanya Gita


"Yakin, sana pulang aja kerjaan kalian masih banyak kan? bye " Allea pergi ke sebrang jalan melambaikan tangan


Setelah menunggu beberapa waktu akhirnya kue yang di pesan Allea matang, Allea terlalu cepat datang hingga dia harus menunggu kuenya di panggang saat sedang menunggu ojek online seseorang tiba tiba menepuk pundak Allea dari belakang Allea menoleh wajahnya berubah menjadi panik


"Hai" ucapnya seraya menyeringai


"Aahh.. ka.. kalian mau ngapain? " tanya Allea saat sam dan teman temannya mendekat


Sam dan temannya lebih dari sepuluh orang membuat Allea ketakutan kondisi jalan yang sepi karena hampir gelap Allea mundur perlahan mengambil ancang ancang untuk lari


"Kalo aku lari aku gak yakin akan lolos dari mereka


, gimana nih mana ojek lama banget lagi" batin Allea


Tiba tiba sebuah motor besar berhenti di dekatnya membuat Allea sedikit lega


"Allea ayo" teriaknya


"Waahh ini anak yang pernah hajar kita waktu itu" ucap salah satu dari mereka melihat Max yang pernah menolong seorang wanita malam itu


Tanpa pikir panjang Allea lari dan naik ke motornya


Sam dan teman temannya mengejar mereka dengan motornya, kejar mengejar tak terelakkan Max melajukan motornya dengan kencang membuat Allea memeluknya erat


"Arrrggghhh sial " teriak Max saat motornya tiba tiba berhenti


"Kenapa? " tanya Allea sudah gemetaran


"Bensinnya abis, kita harus lari sembunyi" Max menarik tangan Allea saat melihat motor mereka mendekat


"Kemana larinya mereka? " ucap Sam dan teman temannya


Max membekap mulut Allea yang berada di dekapannya air mata Allea mengalir karena ketakutan dia memegangi baju Max dengan kencang, Max yang menyadari tubuh Allea bergetar segera memeluk tubuhnya erat


"Mereka pasti sembunyi di sekitar sini, ayo cari" mereka turun dari motor membuat Allea semakin menggigil ketakutan


Max dan Allea bersembunyi di tumpukan kotak kayu dan dus bekas di depan sebuah toko yang sudah tutup Kondisi jalanan yang sepi membuat Allea semakin ketakutan, meski ada Max tapi mereka berjumlah lebih dari sepuluh orang mustahil Max bisa mengalahkan mereka sendiri


Allea mempererat pelukannya terisak di pelukan Max yang masih membekap mulutnya Max melepas pelukannya dan meletakkan jari telunjuk di bibirnya Allea mengangguk sebagai jawaban


"Hallo, iya kita lagi otw kesana" ucap Sam pada seseorang di sebrang telpon


"Kita gak ada waktu kejar mereka, ayo pergi" Terdengar suara motor mereka menjauh membuat Max lega


Dia terduduk menyandarkan tubuhnya di rolling door toko Allea yang lemas ikut bersandar di dada Max mengusap air matanya, Allea tersadar lalu mendongak wajah mereka begitu dekat Bahkan sedari tadi Max memandanginya Allea menjauhkan dirinya dan membenarkan rambutnya yang acak acakan


"Lo pulang naik taksi" Max bangkit tanpa membantu Allea


"Tapi lo gimana? " tanya Allea


"Gue naik motor " ucapnya dingin


"Motor lo mati Max"


"Cuma abis bensin gue dorong cari tukang bensin" Max pergi ke pinggir jalan untuk menghentikan taksi


Taksi sudah berhenti dan Max menyuruh Allea pergi dengan menggunakan taksi itu


Allea melihat Max mendorong motor besarnya sendiri merasa tidak tega


dia urungkan naik taksi dan membantu mendorong motor Max dari belakang


"Lo ngapain kesini lagi? " berang Max


"Gue bantuin lo" Allea dengan cengir kudanya


"Gak perlu sana balik" ketus Max membuat allea mengerucutkan bibirnya


"Lo udah nolongin gue mana tega gue liat lo jalan sendirian dorong motor"


"Gue gak suka di kasihanin, sana pulang ngapain ngintilin mulu? " ketus Max


"Gue gak kasihan gue cuma balas budi"


"Gak perlu, sana pulang lo cuma bakal nyusahin gue kalo mereka datang lagi" ucap Max dengan ketus dan dingin


"Kalo lo kenapa kenapa gimana? gue akan menjadi orang yang merasa paling bersalah"


"Dan kalo lo di apa apain mereka gue orang yang akan paling merasa bersalah gak bisa jagain lo, sana pulang" meski bicaranya terdengar ketus tapi Allea tau itu bentuk perhatian Max


Allea tau Max adalah orang baik dia gak akan berbuat macam macam Allea tidak mendengarkan gerutuan Max dia masih mendorong motor Max dari belakang


"Allea pergi gak? gue gak mau repot repot nganterin lo pulang" ketus Max


"Gak apa apa nanti gue pulang naik taksi kalo lo udah beli bensin" ucap Allea


"Keras kepala"


"Kalo kepala gue lembek gimana ceritanya? " ucap Allea membuat langkah Max terhenti


"Lo gak takut gue berbuat macam macam sama lo? ini udah Magrib keadaan jalan sepi" Max menakut nakuti Allea


"Gue yakin lo orang baik Max" ucap Allea penuh keyakinan


Tanpa menjawab kata kata Allea dia kembali jalan mendorong motornya


"Max tunggu" Allea mengejar Max


Setelah mendapatkan bensinnya Max naik ke motornya Allea masih diam mematung dia harus menghentikan taksi pikirnya


"Mau pulang gak? " tanya Max


"Katanya lo gak mau nganterin gue pulang? " ucap Allea cemberut


"Cepet naik buang buang waktu aja" ketus Max


Allea tersenyum lalu naik ke motornya dan Max melajukan motornya Allea tersenyum sepanjang jalan sesuai dugaannya Max bukan orang yang jahat dia memang ketus dingin suka membuat onar tapi itu untuk melindungi dirinya sendiri


"Kenapa senyum senyum? gila? " tanya Max yang melihat pantulan allea di kaca spion


"Apa? " allea memajukan wajahnya tidak mendengar ucapan Max


"Lo udah gila" teriak Max


"Gak usah teriak teriak gue gak budeg" Allea menepuk helm full face yang di gunakan Max


Max menghentikan motornya dan menatap tajam Allea dari kaca spion melihat tatapan Max Allea hanya cengir kuda sambil mengusap ngusap helm yang tadi dia pukul


Max mengantar Allea sampai depan rumah


di halaman nek Mar sudah mondar mandir menunggu kepulangan Allea sudah lewat magrib tapi cucunya itu belum pulang


"Ya ampun kalian dari mana aja? " tanya nek Mar cemas


"Nenek" ucap Allea manja memeluk nek Mar


"Tadi Allea di kejar orang jahat untung Max nolongin Allea"


"Terima kasih nak, kalo gak ada kamu gimana jadinya cucu nenek"


"Sama sama nek, lagian Max juga kebetulan lewat" jawab Max usai menyalami tangan nek Mar


"Ini kue kesukaan nenek" Allea memberikan plastik yang sedari tadi dia bawa


"Saya pamit dulu ya nek" ucap Max


"Eits tunggu dulu, ayo masuk gue udah beli kue kita makan sama sama" Allea menggandeng tangan Max menahannya agar tidak pergi


"Tapi... "


"Gak ada tapi" ucap Allea masih menggandeng tangan Max membawanya masuk


nek Mar masuk lebih dulu


Allea menggandeng tangan Max hingga masuk ke rumah Max menatap tangannya yang di gandeng Allea, Allea menyadarinya dan segera melepaskan tangan Max dengan salah tingkah


"Sorry sorry" ucap Allea


"Lo duduk jangan kemana mana gue mau ganti baju dulu" Allea meninggalkan Max sendiri