My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Celine mabuk



"Kak Bisma kenapa? " Allea baru saja keluar dari kamar, dia melihat Bisma kesulitan mengobati lukanya


"Gue jatoh tadi, Susah banget nih " Allea mengambil kapas dari tangan Bisma dan membantunya membersihkan luka luka itu


"Lagi ngapain nih? " tanya Max tidak bersahabat


"Eh.. ini bantuin bersihin luka kak Bisma" Allea menjauh setelah melihat ketidak sukaan di wajah Max


"Emang gak bisa bersihin sendiri? " ketus Max


"Sorry Max telapak tangan gue juga luka jadi gue minta tolong Allea" Bisma berbohong agar Allea tidak mendapat masalah


"Nih kamu aja yang terusin" Allea menyerahkan kotak obatnya


"Manja banget sih" Max masih menggerutu membantu Bisma membungkus lukanya, lalu pergi begitu saja


"Thanks.. sorry lo jadi kena marah gara gara gue "


"Gak apa apa.. kita kan gak ngapa ngapain juga, gue nyamperin Max dulu ya" Allea menyusul Max ke kamar, sepertinya suaminya itu sedang marah


"Yang.. kamu di kamar mandi? " Allea membuka pintu kamar ternyata di dalamnya kosong


Allea masuk dan menutup pintu namun tiba tiba Max menarik pinggang Allea dan melemparkannya ke ranjang, Belum Sempat Allea bangun Max sudah menindihnya


"Kamu kdrt, Sakit tau"


"Berani kamu ya deket deket sama cowok lain sementara di sini ada aku" Sangat terlihat jelas bahwa Max sedang cemburu


"Justru kalo gak ada kamu bisa jadi masalah, kita gak ngapa ngapain" Jawab Allea


"Terus kalo gak ada aku kamu mau ngapain? "


"Gak ngapa ngapain.. kamu kenapa sih cemburu sama ka Bisma? dia sodara kamu" ucap Allea


"Aku gak percaya sama siapapun"


"Termasuk aku? " Max hanya diam mendengar pertanyaan Allea


"Ya.. aku tau diri kok, aku gak bisa jaga... " Sebelum Allea melanjutkan perkataannya Max lebih dulu membungkam bibir Allea dengan bibirnya


Allea sampai memukul mukul Max Karena kehabisan nafas, Max melepaskan bibir istrinya namun masih mengecupnya bertubi tubi


"Aku.. emang gak.. pantes di dipercaya.." Allea berusaha bicara namun lagi lagi Max menahan dengan bibirnya


"Aku bahkan gak percaya sama diri aku sendiri, aku gak bisa jaga kehormatan aku sendiri" Allea mendorong Max hingga dia bisa bebas bicara


"Bukan itu maksud aku, Hei.. dengerin dulu" Max kembali menarik Allea kedalam pelukannya


"Aku tau kamu emang gak bermaksud gitu, aku cuma sadar diri aja"


"Ck.. kamu ngomong apa sih? Sayang mau jalan jalan gak? katanya di sini ada arum jeram, mau coba gak? " Max memeluk Allea menaruh kepalanya di atas kepala Allea


"Kamu mau bunuh aku? " Max berpikir sejenak dia lupa Allea tidak berenang


"Kan ada aku, atau mau paralayang? "


"Enggak.. aku mau tidur aja, Kamu keluar deh jangan ganggu aku"


"Kalo mau tidur ya tidur aja, aku mau disini tidur sama kamu" Max semakin mengeratkan pelukannya


"Kamu bikin aku sesak nafas"


"Jangan bergerak" Ucap Max ketika Allea mulai berontak ingin di lepaskan


"Aku mau tidur"


"Maaf.. aku menyinggung kamu ya? aku percaya sama kamu, kapan aku gak percaya sama kamu? "


"Aku ngantuk" Allea memejamkan matanya tidak mendengar ucapan Max


Handphone Allea yang tertinggal di tempat dimana tadi Bisma mengobati lukanya kini berdering, Celine hendak mengembalikannya kekamar


Namun saat hendak mengetuk pintu suara suara dari dalam begitu terngiang di telinganya, melihat Celine mematung Habibie menghampirinya dan kini menjadi dua orang yang mematung disana


Tok.. tok.. tok.. " Dengan jahilnya Bisma mengetuk pintu kamar membuat Habibie dan Celine panik


Bisma hendak kembali mengetuk namun Habibie menahannya hingga menariknya kebelakang di bantu Celine, Bisma menggunakan kakinya untuk menendang pintu


Dari dalam terdengar sesuatu di banting ke pintu hingga ketiganya terkejut dan berlarian menjauh dari sana


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Malam pun tiba mereka kini menghadiri undangan pesta tersebut, Max di sambut oleh tuan rumah


"Ini istri anda? cantik sekali"


"Terimakasih atas pujiannya tuan" jawab Allea


"Anda sangat pintar memilih istri"


"Dia yang pintar memilihku" jawab Max


"Ohh.. jadi anda banyak saingan rupanya" Ucapnya seraya terkekeh


"Ya begitulah"


"Tentang kerja sama kita, mari kita bahas dulu sejenak sebelum Acara di mulai" Tuan rumah menunjukkan jalan


"Kamu tunggu disini sama Celine, aku dan Habibie mau bahas kerjaan dulu"


"Hmm.. pergilah" Celine dan Allea pergi untuk mengambil minuman


Mereka memilih duduk di pojok ruangan melihat interaksi orang lain, Seorang pria menghampiri mereka membuat Allea dan Celine seketika menghentikan pembicaraan mereka


"Hai.. boleh aku bergabung? " tanya pria tersebut


"Silahkan.. kalau begitu kalian bisa berbincang aku mau ambil makanan dulu" Allea berdiri dari tempat duduknya


"Tapi aku mau berbincang denganmu" Allea tersenyum


"Disini ada suamiku.. Jangan sampai menyinggungnya" ucap Allea lalu pergi


"Suami? apa benar dia udah nikah? " dia bertanya pada Celine


"Ya.. punya lima anak"


"What? " pria itu terkejut mendengar perkataan Celine


Max baru saja turun dari tangga dan Allea sudah menunggu di bawah, Max memeluk pinggang sang istri lalu mengecup kepalanya


"Oh.. jadi dia istrinya Maxime yang viral waktu itu? hmm.. ternyata lebih cantik aslinya" Gumam pria tersebut


"Nyonya Celine dimana? " tanya Habibie, Allea mengedarkan pandangannya sejenak mencari Celine


Yang di cari malah sempoyongan keluar dari acara tersebut, Celine salah mengambil minuman dan membuatnya mabuk


Bisma melihat Celine di ikuti oleh pria tua keluar membuatnya penasaran dan langsung mengikutinya, Celine duduk di teras memegangi kepalanya


"Pusing banget, kenapa gue bego banget sih bisa salah minum" Gumam Celine


"Hai nona.. apa mau saya bantu? " Ucap pria tua tersebut seraya menyentuh dan mengusap bahu Celine


"Tidak.. pergi saja aku menunggu temanku, lepaskan" Celine berontak saat pria itu menarik tangannya


"Jangan ganggu pacarku" melihat keberadaan Bisma pria itu segera pergi


"Lo bisa bisanya minum padahal gak jago" Bisma memapah Celine menuju mobil dan membawanya pulang


"Celine di bawa pulang sama kak Bisma katanya gak sengaja minum alkohol" Allea membuka pesan yang di kirim Bisma


"Tuan apa aku boleh pulang? Aku khawatir dengan Celine" Habibie mengkhawatirkan Celine karena dengan Bisma dia tidak pernah akur


"Pulang aja.. kita pulang nanti setelah acara selesai, tolong jaga Celine karena kita yang membawanya kesini" ucap Max


"Baik.. Ini kunci mobilnya" Habibie memberikan kunci mobil yang tadi mereka kendarai