
Seminggu berlalu Yuki dan ayahnya menghabiskan banyak tabungan mereka demi bisa mengurus perpindahan nama perusahaan Max menjadi nama mereka, semuanya di permudah oleh Max namun tentu saja itu semua hanya pura-pura
Sebelum di nyatakan resmi mereka datang ke perusahaan berkoar bahwa mereka pemilik baru perusahaan tersebut
Mereka tidak memecat Daniel karena hanya dia yang mengetahui semua tentang perusahaan tersebut, tentu saja Daniel memerankannya perannya dengan baik dia seperti layaknya bawahan selalu menuruti kemauan majikannya
"Dana belum bisa di pakai karena masih dalam proses.. Bagaimana jika kita mengadakan pesta kecil kecilan mengundang semua kolega bisnis agar mereka semua tahu anda pemilik yang baru" Ucap Daniel
"Ide mu bagus juga, dengan begitu aku juga bisa meyakinkan para kolega bisnis ku dulu soal pembayaran hutang pada mereka"
"Ya.. Katakan pada mereka anda pasti mengganti rugi pada mereka semua karena sekarang anda adalah bos kami" Ucap Daniel
"Bukannya kamu dulu sangat memihak Alexander? Kenapa sekarang kamu berada di pihak ku? " Tanya Yamada curiga
"Aku seperti jin di dalam teko Aladin siapa pun yang memiliki teko tersebut maka dia adalah majikan" Jawab Daniel
"Sudah ku duga kamu hanya memihaknya karena uang? "
"Tentu saja, siapa yang menggajiku maka dia tuanku"
🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝
"Alleaaaaa" Pekik Gita dan Cindy berlari memeluk Allea
"Kangen banget tau gak? " Cicit Cindy
"Pengantin baru sibuk sampe gak bisa ketemu padahal gue disini udah dua bulan"
"Sorry guys.. Lo tau lah kita banyak ngabisin waktu berdua jalan jalan" Ucap Cindy
"Boong banget lo bilang jalan jalan, paling ujung ujungnya di ranjang" Ledek Allea di sambut gelak tawa Gita
"Ello mana nih? " Tanya Cindy
"Ada lagi main di kamar, kalian kesini cuma berdua? " Tanya Allea
"Enggak.. Karena bunda ngundang kita jadi kesini banyakan" Gita dan Cindy menunjuk Dito cs dan Bisma cs yang baru saja datang
"Hai.. Lama gak ketemu" Sapa Allea lalu mereka melakukan tos
"Lo gemukan Le" Ucap Bisma
"Masa sih? "
"Heemm.. Pipi lo chubby banget" Jawab Bisma seraya mencubit pipi Allea
"Maen cubit aja" Allea memukul lengan Bisma
Mereka semua memang dekat saat kuliah Allea seperti adik perempuan yang memiliki banyak kakak laki-laki dia di perlakukan istimewa
"Kapan lo balik? " Tanya Sandro
"Udah dua bulan gue disini"
"Gila.. Dua bulan lo gak ngabarin kita? "
"Gue punya beberapa masalah jadi gue butuh waktu buat nenangin diri"
"Vero gak pulang ya? " Tanya Desta
"Enggak.. Dia masih kerja di rumah sakit" Jawab Allea
"Hubungan kalian? " Celetuk Bisma membuat Allea bungkam
"Elu sih.. Kepo banget jadi orang" Teman Bisma menyenggol lengannya
"Sorry Le"
"Gak apa apa.. Ehh ayo ke belakang biar lebih luas " Allea mengajak teman temannya ke halaman belakang membawa minuman kaleng dan cemilan
"Kenapa lo gak pulang ke rumah lo? " Tanya Cindy
"Suami gue nyuruh disini dulu" Jawab Allea
"Apa? Suami? " Pekik mereka bersamaan
"Sayang anak anak katanya mau jalan jalan" Ucap Max dia belum sadar disana ada teman-temannya karena sibuk memakai jam tangannya
Reaksi teman temannya benar-benar terkejut minuman yang mereka pegang sampai tumpah, bahkan ada yang sampai terbatuk dan memuntahkan air yang dia minum
"Max" Pekik mereka bersamaan lagi
"Ini.. Apa ini mimpi? Apa dia hantu? " Tanya Gita
"Suami gue.. Kalian kenapa? " Allea terkekeh menggandeng tangan Max
"Lo masih hidup? " Bisma berdiri menghampiri Max, Max memeluk Bisma dia mengucapkan terimakasihnya karena sudah menjaga Allea
"Thanks kalian udah jagain Allea dan selalu ada di saat dia sendiri" Kemudian satu persatu dari mereka memeluk Max
"Gue gak nyangka.. Jadi yang mati siapa dong? " Tanya Sandro
"Gue akan suruh orang gali kuburannya dan otop🥝si siapa tahu kita bisa menemukan keluarganya" Jawab Max
"Le.. Bunda bilang mau ajak anak anak jalan" Satu orang lagi terkejut saat Max berbalik dia bahkan sampai mundur dan punggungnya terpentok dinding
"Max... " Lirih Danendra
Max merentangkan tangannya Danendra mengusap matanya yang berembun lalu berlari memeluk Max
"Lo masih hidup? Kemana lo selama ini? Kenapa kalian tega gak ngasih tau gue? " Tanya Danendra dengan suara berat menahan tangisnya
"Lo udah punya istri gak malu nangis di pelukan cowok? " Ledek Max
"Sialan lo.. Siapa yang nangis" Danendra segera mendorong tubuh Max lalu merangkul Cindy
Mereka bercengkrama mengenang saat masa kuliah dulu, gelak tawa terdengar lepas mengiringi candaan mereka
"Gue mau taruhan renang siapa yang mau ikut? " Ucap Bisma
"Kak lo gak berubah sejak dulu" Ledek Allea
"Itu alasan kenapa dia masih jomblo" Ledek teman-temannya
"Sialan lo kayak punya pacar aja" Jawab Bisma tidak Terima di katai
"Gak punya sih" Mereka kembali tertawa
Max menerima tantangan Bisma dia melepaskan semua pakaiannya hanya menyisakan celana kolornya, mata mereka melotot melihat tubuh Max yang di penuhi tatto
"Wow.. Daebak" Pekik Gita dengan mata membulat dan mulut menganga begitu pun reaksi Cindy
"Mata istri gue ternodai" Dito dan Danendra sontak menutup mata istri mereka, namun istrinya malah menyingkirkan tangan suaminya
"Gue insecure" Sandro menyilangkan tangan di dadanya
"Gue juga" Desta dan Bagas menatap tubuhnya lalu saling memandang
"Badan lo makin gede aja" Ucap Bisma
"Perasaan gue gini gini aja"
"Sayang kamu juga harus rajin olahraga " Titah Gita pada Dito begitu pun Cindy pada Danendra
"Nyesel gue ngajak taruhan renang " Ucap Bisma
"Lama lo" Max memeluk tubuh Bisma dan menceburkan diri bersama
"Woi.. ****** gue belum buka baju, yah.. Basah deh" Pekik Bisma
Max menyelam lalu kembali muncul ke permukaan menyisir rambutnya kebelakang dengan tangannya, otot ototnya terlihat menonjol membuat Gita dan Cindy kembali menyuruh suaminya melakukan hal yang sama
"Ayo sayang coba gitu juga" Rengek Cindy meminta Danendra ikut berenang
"Ampun.. Gara gara lo Max, awas lo" Danendra membuka semua pakaiannya lalu menceburkan diri, dia bergantungan di belakang Max, mereka bergulat seperti anak kecil
Semua ikut berenang kecuali para wanita mereka hanya menonton para pria yang berubah menjadi bocah kecil bermain air
"Yang ambilin handuk" Titah Max, Allea kembali dengan handuk di tangannya lalu mengulurkannya pada Max
Max meraih tangan Allea namun melemparkan kembali handuknya ke kursi dekat kolam dan malah menyeret Allea masuk ke kolam
"Aku gak bisa berenang" Allea panik dia ingat saat Max menceburkannya
"Pegangan" Max mengalungkan tangan Allea ke lehernya, mereka saling berhadapan
"Anjir.. Lo bener bener anjir" Hardik Bisma
"Gak ngehargai jomblo lo"
"Dasar bucin"
"Pamer terooos" Ledek teman temannya namun Max malah semakin menjadi