My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Alergi



" Sayang.. " Allea melambaikan tangannya sementara Ello berlari kearahnya


"Mama hari ini libur, Ello mau jalan jalan kemana? " Tanya Allea saat berada dalam mobil


"Gak mau kemana mana, kita main game aja di rumah" Jawab Ello


"Huh.. Padahal mama berharap Ello mau ke taman bermain"


"Sama Ellia aja tante" Sahut Ellia dari  belakang


"Astaga... " Pekik Allea


"Ellia kapan masuk? Bikin kaget tau gak? "


"Hihi.. Maaf, Ellia boleh ikut kan? " Wajahnya memelas


"Sayang.. Nanti mamanya nyariin kalo gak izin"


"Mama aku pergi tante, aku lagi marah sama papa karena gak jadi jemput aku" Lirihnya


"Gak usah di ajak ma nanti malah jadi masalah" Sahut Ello


"Isshh.. Ello pelit" Bibir kecilnya mengerucut menyilangkan tangannya di dada


"Jadi Ellia gak ada yang jemput? " Tanya Allea, gadis itu terdiam sejenak lalu mengangguk


"Bilang satpam dulu nanti kalo papa nyari bisa langsung kerumah Ello" Ellia langsung turun saking senangnya setelah berbicara dengan satpam dia kembali ke mobil


"Ayo tante berangkat" Ujarnya bersemangat


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Halo.. Ada apa? " Tanya Alexander pada seseorang di sebrang telepon


"Apa? Bagaimana bisa? Kamu bisa kerja gak sih? Tanya sama siapa aja yang ada disana "


"Nanti kabari saya" 


"Kenapa? " Tanya Daniel melihat Alexander marah marah


"Ellia gak ada di sekolah, kayaknya dia ngambek gara gara gue gak jadi jemput" Jawab Alexander


"Lagian kenapa sih gak jemput aja bentar doang"


"Kerjaan gue banyak, gue juga gak bisa keluar sembarangan di kantor mereka cuma tau gue staf "


"Ngapain juga masih di rahasiain lo kan udah cerai sama istri lo"


"Gue lebih nyaman gini aja, dulu emang Nola yang larang gue buka identitas di kantor karena alasan keamanan, banyak saingan yang menggunakan cara kotor jadi gue masih mempertahankan itu buat keselamatan Ellia juga" Jawab Alexander


Tiba tiba handphonenya kembali berdering Alexander menjawab teleponnya


"Sudah tau alamatnya? Saya datang ke alamat pertama kamu ke alamat yang kedua" Ucap Alexander pada suster


"Gimana? " Tanya Daniel


"Kata satpam dia ikut ke rumah murid baru, ada dua orang murid baru jadi gue pergi cari dulu salah satunya" Jawab Alexander


"Ya.. Pergi aja"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Nyonya.. Nyonya tolong" Teriak pelayan baru di rumah Allea


"Kenapa bi? " Allea segera turun mendengar teriakan dari bawah


"Nona ini kenapa? Dia jadi begini" Bibi memeluk Ellia yang sesak nafas dengan ruam di tubuhnya


"Astaga.. Apa yang dia makan? " Tanya Allea


"Tadi minta yogurt nyonya"


"Jangan jangan dia alergi susu sapi" Allea segera mengangkat tubuh Ellia dan membawanya ke kamar tamu, setelah Allea keluar terdengar suara pintu di ketuk


"Siapa bi? " Tanya Allea


"Nyonya tuan ini menerobos masuk" Jawabnya


"Darimana anda tau rumah saya? " Tanya Allea dengan wajah sinis


"Dimana anakku? " Alexander balik bertanya dengan tatapan tajam


"Anak yang mana? "


"Ellia.. Siapa lagi? Apa aku punya anak lain denganmu? " Ucapnya sinis


"Siapa juga yang mau punya anak dari orang sepertimu" Gumam Allea


"Jadi dimana anakku? Bawa dia kesini sekarang" Alexander menekankan kata-katanya seraya mendekat ke arah Allea


"Tidak perlu dekat dekat, berhenti disitu" Ucap Allea menahan tubuh Alexander dengan tangannya


"Kalau begitu aku cari sendiri, Ellia.. Ellia.. Ayo pulang sayang" Alexander menerobos masuk kedalam rumah Allea


"Ellia lagi tidur di kamar tamu" Ucap Allea seraya memejamkan matanya 


Entah apa yang akan terjadi jika Alexander melihat anaknya sakit, Allea menunjukkan dimana kamar Ellia tidur


" 1..2..3.." Allea berhitung dalam hatinya


"Maaf" Lirih Allea dia merasa takut dengan emosi pria ini


"Maaf? Aku akan memperhitungkan hal ini, aku akan membawa masalah ini ke kantor polisi" Ucapnya seraya mengangkat tubuh Ellia keluar


"Tuan jangan lakukan itu aku punya anak tuan..  Lagi pula Ellia hanya alergi susu sapi sudah aku obati" Allea mengekorinya sampai keluar


"Tidak bisa.. Aku tidak Terima "


"Mama kenapa sih ribut ribut" Tanya Ello namun tanpa melihat Alexander matanya masih fokus pada game dihandphonenya


"Saya papanya, apa yang mamamu ini lakukan pada Ellia sampai begini? " 


"Ellia minta yogurt mana kita tau akan jadi begini" Jawab Ello


"Apa kalian tidak tahu dia alergi segala macam olahan susu sapi? "


"Ya gak tau lah orang dia gak bilang, gak usah ribut lah udah di obatin kok tenang aja mamaku dokter" Jawabnya seraya pergi masuk ke dalam rumah


"Hei.. Kenapa bocah itu berani bicara seperti itu? Gak sopan pula bicara sambil main handphone"


"Itu anakku.. Tuan bisa kah kita bicarakan secara kekeluargaan? "


"Tidak" Tegasnya seraya pergi ke membawa Ellia


"Huh.. Dia benar benar bukan Max, sifatnya buruk sekali" Gumam Allea


Benar saja malam malam seseorang mengetuk pintu rumah Allea, bibi memanggil Allea yang sedang menidurkan Ello


"Ada tamu  nyonya.. "


"Siapa bi? " Allea sudah merasa ada yang tidak beres


"Gak kenal nyonya, tapi kayaknya mau bahas yang tadi" Lirihnya


"Titip Ello ya bi"


"Iya nyonya" Allea menemui seseorang yang menunggunya di ruang tamu


"Maaf tuan siapa? " Tanya Allea


"Saya Daniel kita pernah bertemu di restauran tempo hari" Jawabnya


"Ada keperluan apa ya? "


"Orang tua dari Ellia menyuruh saya menjemput anda"


"Haishh.. Tuan apa saya mau di bawa ke kantor polisi? Saya punya anak kecil tuan lagi pula itu bukan kesalahan kami, Ellia tidak mengatakan memiliki alergi susu sapi" Lirih Allea mengatupkan kedua tangannya di dada


"Untuk itu anda di undang ke rumah tuan Alexander, semoga saja ada jalan keluar yang terbaik untuk keduanya"


"Baiklah" Lirih Allea dengan wajah memelas


Allea mengikuti langkah Daniel menuju mobilnya, saat hendak membukakan pintu Daniel berhenti sejenak berbalik menghadap Allea


"Jangan menyinggungnya siapa tahu anda bisa bebas dari tuntutannya"


"Arrrggghhh" Allea menghentakkan kalinya seraya mengacak rambutnya frustasi, Daniel mengulum senyumnya melihat tingkah laku Allea yang seperti anak kecil


Sesampainya di kediaman Alexander pintu terbuka saat mereka sampai disana, sebelum melangkahkan kakinya masuk Allea menghela nafas kasar


"Tante.. " Pekik Ellia hendak menghampiri Allea namun di tahan suster, Ellia menepis tangan suster lalu berlari memeluk Allea


"Sayang kamu udah baik baik saja? "


"Maaf tante tadi udah bikin tante repot" Ucap Ellia seraya mendongak menatap wajah Allea


"Gak apa apa yang penting kamu udah sembuh, mungkin papa kamu gak akan laporin tante ke polisi" Lirih Allea


"Siapa bilang? Kamu masih punya urusan sama saya" Sergah Alexander yang baru saja turun dari tangga


"Apa papa akan melaporkan tante ke polisi? " Tanya Ellia


"Tentu.. Dia udah bikin kamu sakit" 


"No.. Papa ni bukan kesalahan tante ini kesalahan aku" Ellia pasang badan merentangkan tangannya di hadapan Allea


"Sayang.. tapi.. "


"Kalo gitu aku gak mau tinggal sama papa aku mau pindah ke rumah tante aja" Cicitnya mengancam sang ayah


"Kalau begitu beri tante ini hukuman, baru papa akan membatalkan melaporkannya ke polisi"


"Hukuman? " Gumam Ellia


"Oke.. Aku ada satu permintaan tapi papa gak boleh nolak, janji" Ellia mengulurkan jari kelingkingnya


"Apa dulu? "


"Kalo gitu ayo tante kita pergi"  Ellia menuntun tangan Allea hendak pergi


"Tunggu.. Tunggu.. Oke papa janji apapun kemauan Ellia papa turuti" Akhirnya Alexander mengalah dia tahu jika anaknya sudah bertekad tidak ada siapapun yang bisa mengubahnya dia bisa saja nekat pergi tanpa sepengetahuan sang ayah


"Aku minta.... "


Aku minta bunga, like komen dan vote 😁