
"Selamat pagi neng" sapa security
"Selamat pagi pak mamat" jawab Allea ramah
Allea berlari menuju kelasnya setelah menyapa security di depan, dia sampai terengah engah masuk ke kelas dan menjatuhkan dirinya di kursi membuat ke lima temannya menoleh
"Telat mulu" ujar Gita
"Ada urusan tadi" jawab Allea
"Urusan apaan sok sibuk lo" ledek Dito
"Mau tau aja lo" jawab Allea
"Allea gue mau ngomong" Yuki menghampiri Allea
"Disini aja ki gue cape tadi abis lari"
"Gue perlu ngomong bentar" Yuki malah menarik tangan Allea
"Disini aja kali ki" Gita menimpali
"Iya iya bentar" jawab Allea kala Yuki semakin menarik tangan Allea
Yuki benar benar membawa Allea ke tempat sepi di belakang sekolah
"Ada apa sih? " tanya Allea
"Lo kenapa masih deket deket sama Max? " Ujar Yuki mengenggam tangan Allea erat
"Maksud lo apa sih" Allea menepis tangan Yuki
"Lo udah janji mau bantu gue deketin Max tapi kenapa gue liat malah lo semakin deket sama dia? lo udah punya pacar Allea jangan jadi cewek serakah"
"Gue gak pernah janjiin apapun sama lo dan gue gak pernah punya hubungan apapun sama Max, kalo lo mau deket sama dia pake cara lo sendiri gak usah seret seret gue" tegas Allea meninggalkan Yuki dengan kesal
"Awas lo Allea" geram Yuki melihat kepergian Allea
Bel istirahat sudah berbunyi semua murid berhamburan keluar dari kelas, wajah Allea masih terlihat masam Gita cs hanya saling sikut melihat perubahan Allea setelah berbicara empat mata dengan Yuki
"Ehh lo kenape? " Dito yang ada di depan Allea menepuk tangan Allea yang ada di atas meja
"Gak, laper nih makan yuk" jawab Allea mengalihkan pembicaraan
"Muka lo asem bener" ucap Bagas di sebelah Dito
"Gue cuma ngantuk, udah ayok ah" Allea berdiri menarik tangan Gita diikuti keempatnya
"Gue ke toilet dulu ya" ucap Allea saat teman temannya sudah masuk ke kantin
"Allea" sebuah panggilan membuat Allea menoleh ternyata Yuki mengikutinya
"Gue mau minta maaf" lirih Yuki
"Gue sadar harusnya gue gak lakuin itu sama lo" lanjutnya
"Oke, gue maafin lo tapi lo harus tau satu hal gue berteman baik sama Max dan dia terbiasa dengan gue karena sebelumnya dia tidak ingin mengenal siapapun, jangankan untuk menyapa orang seperti sekarang buat natap orang aja dia susah" ucap Allea
"Oke, gue gak tau itu sebelumnya gue bener bener minta maaf"
"Oke, gue udah maafin lo.. lo gabung aja sama Gita di kantin gue mau ke toilet dulu" setelah mendengar itu Yuki pergi ke kantin
Selesai menuntaskan hajatnya Allea keluar dari kamar mandi, saat lewat di toilet laki laki enam orang laki laki keluar dari toilet Allea yang melihat itu seketika berhenti dan perlahan mundur meremas ujung Roknya
"Eehh ada Allea" ujar salah satu dari mereka tersenyum nakal
"Maaf kak saya mau lewat" ujar Allea seraya menunduk
"Jangan ganggu dia" ucap Sam membuat teman temannya menatap padanya
"Allea.. gue belum ucapin makasih lo sama Max udah bantuin gue waktu itu" lanjut Sam
"I.. iya kak, saya harus pergi" ucap Allea
"Silahkan" Sam merentangkan tangannya memundurkan teman temannya dengan tangannya dan memberi jalan untuk Allea
"Makasih" tanpa berlama lama Allea segera melesat pergi
"Wiihh gak nyangka dia sama Si anak haram mau bantuin lo" ucap salah satu dari mereka
"Kalo di liat liat si Allea imut juga ya"
"Iya dedek dedek gemes" timpal yang lain
"Jangan ganggu dia lagi, atau lo berurusan sama gue" ancam Sam
"Wess kayaknya udah ikutan tertarik nih sama dedek gemes" ledek yang lain
"Bac*t lo" Sam melengos pergi meninggalkan mereka yang senantiasa meledek Sam
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Jam pulang sekolah adalah waktu yang di tunggu tunggu semua murid, Allea berniat pulang dengan rombongan Dito tapi mereka masih mencari buku di perpustakaan sementara Allea memilih menunggu di gerbang sekolah bersama Yuki
Tanpa di duga ketiga pria menghampiri Allea menawarkan mengantar pulang dengan kendaraan masing masing, Max dengan motor sportnya, Sam dengan motor antiknya dan Denendra dengan mobilnya. membuat Allea sukses menjadi perhatian semua murid yang ada disitu
Allea hanya bengong menatap mereka bergantian dengan bingung, Allea memikirkan cara pergi dari mereka sementara Dito cs belum kembali. sampai sebuah angkot lewat Allea menghentikan angkot itu dan pergi menaikinya tanpa bicara apapun dia menghargai perasaan mereka masing masing tidak mungkin Allea memilih salah satu dari mereka
"Anjiiir lo liat ga git?" tanya Dito
"Iya gue liat" jawab Gita
"Lo yang udah dua tahun sekolah disini kalah pamor" ledek temannya saat baru saja memasuki mobil
"Cindy aja kalah sama pesona Allea"
"Apaan Cindy mh menang kaya doang ama bedak tebel"
"Hooh mana songong lagi" timpal satu persatu cs Allea itu
"Bang ini mobilnya ke jalan xx gak? " tanya Allea
"Enggak neng kita beda arah" jawab sopirnya
"Ya udah turunin saya di halte depan ya" Allea naik angkot hanya untuk menghindari mereka dan dengan terpaksa Allea turun di halte untuk naik bus sampai pulang
Tidak butuh waktu lama baru saja Allea turun Bus sudah datang dan Allea segera naik
"Ya ampun sampe segitunya gue niat kabur dari mereka" Allea menggelengkan kepalanya saat sudah berada di dalam bus
Allea memandang kearah luar jendela dia merasa seseorang duduk di sebelahnya dan sedikit memepetnya, sontak Allea menoleh membuat cowok itu tersenyum manis
"Ya ampun ngapain ngikutin naik bus? " tanya Allea pada Max
"Gue khawatir aja, gue tau lo naik angkot salah jurusan" ucap Max
"Terus motor lo mana? "
"Udah di bawa orang bengkel" jawabnya santai
"Gak ngerti gue jalan pikiran lo" gumam Allea
"Gue juga gak ngerti" Max menjawab gumaman pelan Allea
"Max.. "
"Hhmmm"
"Yuki mungkin suka sama lo, apa lo gak mau buka hati buat dia? " Max seolah tidak mendengar dia malah pura pura tidur menyandarkan kepalanya ke bahu Allea
"Jangan pura pura tidur, gue tau lo gak tidur" Geram Allea mengangkat kepala Max dengan mencengkram rambutnya
"Arrrggghhh bisa botak kepa.. hhmmp" pekik Max membuat seisi bus menatapnya
Allea langsung membekap mulut Max dan menarik kepalanya ke dekapannya dengan senyum kikuk pada para penumpang
"Lo bisa diem gak? mereka liatin kita" bisik Allea
Max hanya mengangguk lalu Allea melepaskan kepala Max bukanya bangun Max malah tidur di pangkuan Allea dan menutup mata dengan lengannya tidak mendengar ocehan Allea
"Ya ampun anak jaman sekarang kalo pacaran gak tau tempat"
"So sweet ya kakak itu"
"Begini nih generasi micin pacaran aja gedein"
Penumpang yang melihat mereka berargumen dengan pemikiran mereka masing masing membuat Allea tambah kesal karena Max tidak mau bangun dari pangkuannya