My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Kecelakaan



Hari harinya Teresa sepi semenjak Max pergi Allea lebih banyak menghabiskan waktunya di belakang gudang sekolah, terkadang membaca buku atau pun sekedar mendengarkan musik


Pandangannya teralihkan dari buku yang dia pegang saat mendengar suara langkah kaki mendekat, tanpa dia sadari bibirnya membuat lengkungan menatap seseorang di hadapannya


"Kenapa sampai terpesona gitu? kangen ya? " tanya Max yang sedang berdiri di hadapannya


Senyum Allea memudar dia memalingkan wajahnya membaca buku kembali seolah tidak mempedulikan kehadiran Max


"Aku kira kamu kangen sama aku, tapi kayaknya enggak deh'' ucap Max


" Hei.. kamu mau kemana? " tanya Max ketika melihat Allea pergi


"Kamu ngapain sih ngikutin mulu? " Allea kesal karena Max mengikutinya sedari tadi


"Diihh.. siapa yang ngikutin kamu kelas kita kan sama" jawabnya sambil menggoda Allea


Allea malu bukan main dia duduk di kursinya tanpa bicara apapun lagi, Max terus saja mengusilinya dari mencolek lengan Allea hingga menendang pelan kursinya


"Allea.. Allea.. " panggilnya sambil mengguncang kursi Allea


"Apa? " tatapan tajam Allea membuat Max tersenyum lebar menampilkan deretan giginya


''Pinjem buku pelajaran kemaren dong " ucapnya, ketika Allea hendak memberikan bukunya tiba tiba Arabella menghampiri Max dan menyerahkan hukum pelajarannya


"Ini.. punya gue aja" Ucapnya seraya tersenyum manis


"Gak deh.. gue yang ini aja" Jawab Max seraya berjalan ke meja Allea dan mengambil buku yang tadi hendak Allea berikan


"Susah emang jadi orang ganteng ada aja cobaannya" ledek Dito


"Belum bisa di anggap cobaan kalo belum di coba satu satu" sambar Bagas lalu keempatnya tertawa


Max melemparkan gumpalan kertas ke kepala Dito, Dito mengambil gumpalan kertas tersebut dan membukanya di dalamnya ada gambar tangan yang mengacungkan jari tengah


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Sepulang sekolah Cindy sedang menonton TV sementara baru saja sampai, hubungan keduanya semakin baik dan bisa dikatakan akrab


Allea duduk di samping Cindy lalu tangannya ikut mengambil cemilan yang di pegang Cindy, Sontak Cindy memukul punggung tangan Allea


"Jorok.. cuci tangan dulu" ujar Cindy


"Isshh... pelit" Jawab Allea seraya memeletkan lidahnya


"Jalan yuk.. " ajak Allea


"Kemana? males ahh gue cape" jawab Cindy merebahkan tubuhnya di sofa


"Ayo dong ke mall apa ke minimarket gitu, gue jenuh" rengek Allea


"Sendiri aja lah, lo tau sendiri gue gak ada duit" jawab Cindy yang memang dia tidak di beri uang banyak oleh Gibran


"Ohh iya.. gue juga, kartu kredit belum di minta sama ayah" lirih Allea lemah


"Gimana dong? "


"Gue ada kartu ATM Max sih tapi gue gak enak mau pake" jawab Allea


"Hebat banget lo baru pacaran udah di kasih kartu ATM"


"Ya.. dia baik"


"Kalo lo mau teraktir gue pergi" Ucap Cindy membenarkan posisi duduknya


"Gimana ya? gue gak enak pakenya"


"Kenapa dia kan pacar lo? " tanya Cindy


"Gue lagi berantem" lirih Allea


"Gara gara waktu lo masuk rumah sakit ya? " tanyanya lagi


"Iya.. lo tau dari mana? "


"Gue dengar dikit waktu daddy nelpon, daddy juga bilang mau siapin perceraian mungkin buat mommy, maafin mommy ya " ucap Cindy


"Iya gue udah maafin kok, Gue nanti ngomong sama ayah biar batalin niatnya"


"Kenapa lo sebaik itu? padahal mommy sama gue udah sering nyakitin lo"


"Gue salah selama ini menilai lo, maafin gue" ucap Cindy seraya memeluk Allea


Singkat cerita keduanya sama sama pergi jalan jalan ke mall dengan taksi, keduanya berkeliling mencoba berbagai macam baju, topi dan lain lain seraya tertawa lepas ini kali pertamanya Allea melihat Cindy tertawa senang


Karena mereka sama sama tidak punya uang akhirnya mereka tidak membeli apapun, Allea dan Cindy hanya makan setelah puas jalan jalan mereka berdua hendak pulang


"Wooww.. ada ada yang jual permen kapas" ujar Allea terlihat senang


"Apaan sih kayak anak kecil deh" jawab Cindy


"Tunggu disini ya gue mau beli itu" ucap allea menunjuk penjualnya yang ada di sebrang jalan


"Udah ayo pulang ngapain beli gituan"


"Pokoknya bentar tunggu disini"


Allea selesai membeli dua permen kapas dia kegirangan menggoyang goyangkan permen kapas nya, saat hendak menyebrang sebuah mobil melaju kencang Cindy yang melihat itu sontak berteriak


"Allleaaaaaa" teriakan Cindy membuat orang orang di sekitar sana ikut menoleh


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Max baru saja masuk ke dalam apartemennya dia membuka tas lalu membuka buku yang dia pinjam dari Allea, baru membaca beberapa halaman tiba tiba terdengar suara pintu di ketuk


Max membuka pintu wajahnya menjadi suram ketika melihat siapa yang ada di hadapannya


"Mau ngapain? " ketus Max


"Gue mau ambil barang gue yang ketinggalan" jawab Jonathan


"Barang apa? lo gila kapan lo masuk kesini? "


"Kita kira beberapa hari yang lalu ada gadis cantik yang bukain pintu" jawab Jonathan


"Permisi gue mau cari dulu" Max terpaku mendengar itu bahkan saat Jonathan menyingkirkannya dari pintu dia hanya diam


"Ini dia.. " Jonathan mengambil sebuah kunci di jajaran miniatur mobilnya


"Kenapa kemaren lo bisa masuk? " tanya Max


"Gue udah bilang gadis cantik yang bukain pintu jadi gue masuk" jawabnya lalu keluar tanpa mengatakan apapun lagi


Max mengepalkan tangannya sendiri hingga urat urat di tangannya tampak mengeras, lalu dia membanting pintu dan mengacak rambutnya frustasi


"Arrrggghhh bajingan" umpatnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di sebuah gedung perkantoran para karyawan sudah bersiap untuk pulang begitu pun atasan mereka, Gibran mengemas barangnya saat telepon itu berdering


"Hallo"


"Apa? iya itu anak saya.. oke tangani dengan baik saya segera kesana" Gibran menerima telepon dari rumah sakit bahwa anaknya mengalami kecelakaan


Gibran berjalan cepat dengan langkah lebarnya menyuruh supirnya mengemudi secepat mungkin, sesampainya disana seorang gadis menangis sesegukan dengan luka lecet di siku dan dahinya


Seorang perawat menemaninya sambil memberinya segelas air hangat


Gibran datang merangkul dan menenangkan gadis tersebut yang sedari tadi tidak dapat di tanya perihal apapun oleh pihak rumah sakit, akhirnya pihak rumah sakit mencari nomor telepon dari ponselnya dan menelpon orang tuanya


"Ada apa sayang? kenapa bisa kejadian seperti ini? " tanya Gibran


"Maaf tuan sedari tadi nona ini tidak bisa di ajak bicara, dia hanya menangis" ucap seorang perawat yang sedari tadi menemaninya


"Terimakasih sudah menemani anak saya" ucap Gibran


"Sama sama tuan saya permisi melanjutkan pekerjaan saya kembali" jawab suster lalu pergi


Gibran memeluk serta menenangkannya dia benar benar syok sepertinya, tangisnya tak juga mereda tubuhnya sampai gemetaran


Gibran tidak ingin banyak bertanya dulu dia hanya memeluknya membiarkannya agar dia lebih tenang dan mau bicara dengan sendirinya


Jangan lupa like komen dan vote ya


jadikan favorit juga, dukungan apapun dari kalian sangat berarti untuk author 😍🥰🥰🥰