My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Nasihat mama



Tanpa Celine sadari dia tidur dalam pelukan Bisma, saat Celine terlelap Bisma membuka pintu dengan kunci cadangan dan tidur disamping Celine memeluk serta mengecup bibirnya sebelum tidur


"Emmhh.. " Celine menggeliat membuka matanya perlahan


Wajah Bisma begitu dekat bahkan hembusan nafasnya terasa menyapu wajah Celine, mengingat kejadian semalam Celine melepaskan tangan Bisma perlahan


Ketika Celine hendak turun dari ranjang Bisma menarik pinggangnya hingga Celine jatuh dalam pelukannya, Celine menahan tangannya di dada Bisma agar tidak terlalu menempel


"Bisma.. gue.. gue udah kesiangan"


"Lo gak perlu kerja lagi, hidup lo dan mama akan terjamin.. jadilah istri gue yang sesungguhnya Celine"


"Gue janji gak akan mengulang masalalu gue lagi, lo akan jadi wanita satu satunya di hidup gue, gue janji" ucap Bisma


"Gue.. gue gak tau, jangan paksa gue.. please" Celine berhasil melepaskan dirinya


"Apa ada cowok yang lo suka? apa lo gak punya perasaan sedikitpun sama gue? " Celine berdiri mematung


"Gak ada.. gue gak tau sama perasaan gue sendiri, gue bingung" Celine berlalu ke kamar mandi


"Gak ada cowok lain? bingung sama perasaannya sendiri? bukannya itu berarti gue masih ada kesempatan? " gumam Bisma mengembangkan senyumnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Nyonya besar semalam nyonya menangis membahas wanita sama tuan"


"Apa? terus bagaimana sekarang keadaan menantuku? " Tanya ibu Bisma


"Nyonya tidur di kamar tamu tapi tuan diam diam masuk tengah malam "


"Saya kembali kesitu, mereka memang gak bisa di tinggalkan berdua"


Bibi mengadukan semua yang terjadi pada ibu Bisma atas perintahnya, ibu Bisma berpikir anak menantunya sudah bisa hidup berdua ternyata setelah dia pergi anaknya malah membuat masalah


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Millie ngapain disitu nak? " Allea menghampiri Millie yang sedang memanjang pintu gerbang yang tinggi


"Non Millie gak mau turun nyonya.. jadi saya tungguin disini" ucap suster yang menjaganya juga din temani security


"Astaga... kamu ngapain disini nak? ayo turun"


"Nunggu papa pulang, Itu ma.. liat mobil papa " Millie kesenangan menunjuk ke arah jalan


Allea meminta Millie turun karena security harus membuka pintu gerbang namun Millie menolak, Millie tertawa saat pintu gerbang terbuka dirinya merasa terbang


"Ini anak satu ngapain disitu? sini turun" Millie melompat kearah Max saat mengulurkan kedua tangannya


"Millie jangan bikin mama khawatir, jangan manjat manjat lagi ya? "


"Iya... abis aku kesel pa kak Dirga gak mau main sama aku, mereka cuma main bertiga" Ucap Millie seraya mencebikkan bibirnya


"Kan masih ada Michelle sana Exel"


"Gak mau.. mereka masih kecil" Millie mengadu pada Max saat Dirga dan si kembar sedang mengerjakan PR bersama dan tidak mengajak Millie


"Terus papa harus gimana? " Tanya Max


"Kesana bilangin sama mereka biar ajak aku"


"Oke.. ayo kita lihat kakak" Max menaikkan Millie di punggungnya


Allea tersenyum melihat Max dan Millie yang berlarian sambil tertawa, Dia merasa beruntung mempunyai suami yang sangat menyayangi anak anaknya


"Kakak... kok Millie nya gak di ajak main kak? " Max membuka pintu kamar Ello


"Tadi lagi belajar pa.. kan papa tau sendiri Millie suka jahil" ucap Ellia


Millie mendelik menatap Ellia dengan wajah cemberutnya, Dirga menghampiri Millie seraya tersenyum mengambil Millie dari gendongan Max


"Jangan marah.. kalo marah nanti pipi Millie makin kembung" ucap Dirga seraya mencubit pipi Millie


"Ya udah sekarang Millie mau main apa? " Tanya Dirga


"Mobil mobilan punya kakak" Ello mengikuti arah yang di tunjuk Millie


Ello tampak berpikir sejenak ketika Millie menginginkan mobil mainan yang dia koleksi dari hasil menabungnya, Millie menunjukkan wajah memohonnya yang begitu lucu dengan pipinya yang chubby


"Hah... tapi jangan sampe rusak ya" Ello memberikan mobil mainannya


"Diem disitu ya.. jangan nakal dan jangan berantakin" ucap Ello memperingatkan Millie


"Iya" Millie duduk di lantai sementara Ello dan Dirga bermain game bersama dan Ellia masih belajar di meja belajar Ello


Berjam-jam mereka berada di kamar Ello sampai Ellia bosan dan akhirnya pergi ke luar, sementara Millie sudah tidur terlentang, tengkurap, memutar mutar di lantai karena bosan


"Menang.... " ucap Ello seraya menyimpan stik gamenya, Ello melirik ke belakang dimana Millie tadi bermain


"Millie kenapa?" tanya Ello ketika melihat adiknya tidur sambil memutar tubuhnya


"Bosan kak"


"Aku ngantuk" Millie menguap mengucek matanya


"Ayo.. kakak anter ke kamar"


"Gak mau, aku mau tidur disini sama kakak" Millie memeluk Ello


"Hmm.. jangan ngompol ya"


"Aku gak ngompol kakak" Millie cemberut ketika Ello mengingatkannya agar jangan ngompol di kamarnya


"Kemaren Millie ngomp... " Millie menutup mulut Ello sebelum dia melanjutkan kata katanya


"Jangan bilang bilang, malu sama kak Dirga" ucapnya sambil berbisik membuat Ello tertawa


"Ayo tidur.. inget jangan ngompol" Ello memeluk Millie sambil menepuk nepuk bokongnya, melihat mereka tertidur Dirga yang baru selesai main pun ikut berbaring dan memeluk Millie


Allea tersenyum melihat anak anaknya tertidur lalu mematikan TV dan kembali menutup pintu


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Setelah beberapa hari Celine selesai datang bulan dan itu membuatnya takut untuk pulang kerumah, apalagi ada mertuanya itu akan semakin memudahkan Bisma bertindak macam macam dengannya seperti hari hari sebelumnya


Celine memutuskan pulang lebih awal dari kantor dan pergi ke rumah tempat tinggal ibunya yang sekarang, Bisma membelikan sebuah rumah untuk mama ibunya juga membayar pelayan untuk merawat ibunya


"Kamu datang kesini sendiri? mana suami kamu? " tanya mama Celine


"Dia ada di kantor, aku mau ngomong sesuatu sama mama" Celine terpaksa harus mengatakan keresahan nya pada sangat ibu


"Ada apa? kalian bertengkar? atau dia menyakiti kamu? "


"Enggak.. enggak.. bukan gitu ma, dia baik malah baik banget" Celine mengatupkan bibirnya lalu beralih berlutut di hadapan ibunya


"Ada apa? "


"Mama gak akan syok? janji mama akan baik baik aja" Celine ingin bicara namun takut ibunya akan terbebani dan memperburuk keadaannya


"Bicaralah"


"Jadi sebenarnya aku terpaksa nikah sama Bisma karena mama harus operasi, kami memutuskan nikah kontrak dan sepakat pernikahan ini hanya berjalan satu tahun"


"Tapi sekarang aku bingung ma.. Bisma mau kontraknya di batalin, dia juga kasih waktu buat aku mikirin ini semua tapi aku takut dia pernah maksa aku.. maksa aku.. buat itu" Celine bingung bagaimana harus menyampaikannya pada sangat ibu


"Mama udah tau" ucapan ibunya membuat Celine terkejut


"Udah tau? "


"Iya.. Bisma bilang sendiri, tapi kayaknya dia tulus dia bilang kamu gak bisa percaya dia.. karena apa? " tanya mama Celine


"Sebenarnya itu karena dia dulu sering main perempuan, Aku takut dia gak bisa merubah kebiasannya dan aku takut menyesal menerima dia" lirih Celine


"Dengar nak, setiap masalalu berhak memiliki masa depan dan setiap masa depan pasti memiliki masalalu, sejauh dia nikah sama kamu apa dia macem macem? apa dia menunjukkan gelagat aneh? "


"Enggak sih.. Bisma selalu pulang kerja langsung jemput aku bahkan hari libur dia gak kemana mana, dia juga terbuka handphonenya laptop semuanya dia kasih tau aku password bahkan password brankasnya.. tapi aku ragu aku gak mau sakit hati nantinya" Ucap Celine


"Apa kamu punya rasa suka sama dia? " Celine awalnya hanya terdiam


"Sebenarnya rasa suka mungkin ada, dia baik, perhatian, pengertian, tapi mendengar masalalunya aku gak bisa percaya dia sekarang"


"Lalu kamu maunya gimana? tetap lanjutkan kontraknya? kamu tau gak dosa kalo seorang istri gak melakukan kewajibannya" Celine mematung menatap wajah ibunya


"Kewajiban? aku udah lakuin kewajiban aku sebagai istri ma, masak, kadang hari libur nyuci baju dia, selalu siapkan keperluan dia" jawab Celine


"Urusan ranjang? " wajah Celine memerah, bisa bisanya sang ibu menanyakan hal memalukan seperti ini


"Mama tau semuanya, Bisma udah cerita.. apapun yang terjadi pada pernikahan kalian tetap saja pernikahannya sah.. kamu berdosa mengabaikan keinginan suami kamu"


"Seharusnya kamu tetap menjalankan tugas seorang istri terlepas dari apapun yang akan terjadi nanti kamu itu sekarang tetap istri sahnya, kamu menikah juga dapat pahala anggap saja kamu sedang mengumpulkan pahala dengan melayani suami kamu"


"Baik dan buruknya dia biarkan menjadi urusan dia dengan Tuhannya, kamu hanya menjalankan kewajiban kamu dengan ikhlas, jika dia memang melakukan kesalahan Dosanya akan dia tanggung sendiri"


"Jadi aku harus menjadi istri yang sesungguhnya? " Tanya Celine setelah mendengar nasehat ibunya


"Ya.. kamu memang istrinya, apalagi kalau dia sudah meminta keseriusan kenapa kamu harus takut? "


"Ternyata kamu disini" Celine terkejut mendengar suara Bisma


"Suamimu udah jemput tuh.. ingat kata kata mama" ucapnya


"Apa mama baik baik aja? nanti kalau waktu pemeriksaan aku antar mama ke dokter"


"Iya.. terimakasih, ohh.. tadi Celine bilang dia sedikit pusing dia harus segera istirahat, jangan khawatir dia akan seperti itu jika sudah selesai datang bulan" mama Celine sengaja memberitahu Bisma secara tidak langsung


"Mama... "


"Kalau begitu aku bawa Celine pulang dulu'' Celine mengusap wajahnya kasar memalingkan wajah kearah lain


" Jangan lupa pesan mama, setidaknya kalau kontraknya berakhir mama mau cucu sebagai tanda perpisahan " bisik mama Celine ketika memeluk anak semata wayangnya