My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Bisma cemburu



"Sayang" Bisma datang ke kantor Max


Setelah Celine memberikan hidupnya untuk Bisma kini pria itu seperti prangko yang selalu menempel kemana mana, Tapi Celine masih menyembunyikan hubungan mereka di kantor entah apa alasannya


"Kamu kenapa kesini? gak sibuk di kantor? " tanya Celine


"Kamu gak senang aku kesini? "


"Gak gitu.. aku cuma gak mau kamu ninggalin kerjaan buat nemenin aku disini" Bisma menarik tangan Celine agar berdiri lalu dia duduk dan menarik tangan Celine agar duduk di pangkuannya


"Jangan gini.. nanti kalo ada orang malu" Bisma tidak mempedulikan ocehan Celine


Dia memeluk erat Celine dan menyembunyikan wajahnya di dada Celine, Habibie yang baru saja keluar melihat Bisma menarik tengkuk Celine dan mencium bibirnya


"Ehhemm.. " Celine segera menjauhkan wajahnya dan berdiri dari pangkuan Bisma "


"Apa sih? ganggu aja" ucap Bisma seraya menarik Celine kembali


"Aku udah bilang jangan disini malu" Celine mengerucutkan bibirnya


"Malu atau kamu takut ketahuan sama dia? kamu kan suka sama dia" Bisma melepaskan pegangan tangannya dari tangan Celine


"Bukan gitu... "


"Udah lah.. aku mau balik lagi ke kantor, percuma juga aku bela belain kesini kalo kamu gak suka" Bisma berdiri hendak pergi


"Kamu kok marah sih? sayang tunggu" Celine menahan tangan Bisma


Celine kembali mendudukkan Bisma di kursinya lalu dia duduk di pangkuan Bisma, Wajah Bisma masih ketus bahkan enggan menatap Celine


"Sayang... jangan marah, aku.. aku cuma.. "


"Udah diem.. aku harus ke kantor masih ada kerj... " Sebelum Bisma menyelesaikan kata katanya Celine menubruk bibir Bisma dan memagutnya


"Aku gak suka kalo kamu marah marah" lirih Celine seraya mengusap bibir Bisma dengan ibu jarinya


"Jangan marah" bisik Celine, bibirnya menempel di telinga Bisma membuatnya merinding


"Pulang sekarang" ucap Bisma


"Aku lagi kerja.. nanti malem aja ya" Celine kembali merapihkan baju serta rambut Bisma


"Aku gak tahan"


"Bentar lagi makan siang, izin sekarang aja" lanjut Bisma


"Sayang.. istirahat satu jam lagi dan setengah jam lagi aku ada meeting sama Max"


"Isshh.. aku udah bilang kamu gak usah kerja" Bisma menggenggam tangan Celine dan mengecupnya


"Aku suka kerja.. lagian kalo di rumah terus aku bosen"


"Kamu bisa jalan jalan, main kerumah Allea, belanja, kamu bebas lakuin apa aja asal kalo aku butuh kamu ada" Celine terlihat sedang memikirkan sesuatu


"Kalo aku hamil aku berhenti kerja" ucap Celine


"Oke.. aku akan buat kamu hamil dalam waktu dekat" Celine tertawa kecil mendengar ucapan Bisma


"Kamu bekerja keras setiap malam.. aku yakin anak itu akan segera hadir " Bisma mengelus perut rata Celine


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Sayang sini.. bantuin bentar" Max memanggil Allea dari lantai atas hanya menggunakan handuk yang di lilit di pinggangnya


"Bentar... main sama suster dulu ya" Allea menyerahkan Exel pada suster


"Bantuin apa? sayang.. kamu dimana? " Allea mencari Max di kamar


"Aku di kamar mandi" Allea membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba tangannya di tarik dari dalam oleh Max


"Apa apaan nih? mau pamer? enggak tertarik" ucap Allea, Allea berbalik hendak pergi namun Max menahan pinggangnya


"Oke.. kamu suka pemaksaan? baiklah" Max menarik baju Allea ke atas hingga terlepas


"Kamu mau kemana, hah? ayolah sayang aku tersiksa"


"Max lepasin nanti anak anak nyariin aku"


"Sebentar aja, oke.. begitu.. diamlah" hening tidak terdengar suara keduanya dari baik pintu kamar mandi


Beberapa menit kemudian Millie masuk ke dalam kamar Allea untuk mengajaknya bermain, Millie mendengar suara ibu dan ayahnya dari kamar mandi dan mengetuk pintu nya


"Mama... mama di dalam.. " suara itu tiba tiba hilang


"Mama... mamaaaa.. mamaaaaa... " Millie semakin kencang memukul pintu karena khawatir pada ibunya


"Mama... aku buka ya" tiba-tiba saja pintu sedikit terbuka, Allea hanya menyembulkan kepalanya


"Mama lagi apa? Papa di dalam? aku juga mau ikutan" Millie mendorong pintu namun Allea menahannya


"Eemmhh... Papa.. papa.. lagi mandi sayang"


"Ayo main ma.. aku mau main sama mama" ucap Millie


"Bentar ya.. badan mama.. penuh sabun, harus.. di bersihin dulu.. akkhh.. aduh" Tubuh Allea terdorong ke depan


"Sayang pergi dulu ya.. minta temenin kak Ello aja mainnya"


"Ya udah deh.. aku juga mau ajak kak Ello mandi berdua" Allea menggelengkan kepalanya saat sang putri berlari keluar


Sementara di bawah Millie merajuk ingin mandi bersama Ello namun Ello menolaknya, Millie menangis di tenangkan oleh suster


"Kakak ayo.. aku mau mandi sama kakak, nanti kita mandi busa kak ayo" Rengek Millie dalam tangisnya


"Sama kamu aja" Ello mendorong Ellia maju


"Gak mau malu.. tuh sama Michelle aja " Michelle yang di sebut namanya hanya menoleh sebentar lalu kembali pada mainannya


"Kenapa tiba tiba ngajak kakak mandi bareng? kakaknya udah besar dia malu kalo mandi sama Millie" ucap suster


"Mama sama papa aja udah besar mandi berdua"


"Emmhh.. pantes" ucap ketiga suster menghela nafas bersamaan


"Gimana kalo kita berendam bawa mainan, bola, kita mandi busa yang banyak, mau kan? " bujuk suster


"Sama siapa? " Millie mengusap air matanya


"Michelle mau mandi busa gak? " Michelle antusias ketika di tawari suster mandi busa


"Syukurlah... " Barulah suster suster busa bernafas lega membawa balita itu ke kamar mandi di kamar mereka


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Dirga titip Dirly dulu nak"


"Kan ada Dita ma.. ini lagi benerin sepeda ma" Jawab Dirga


"Kamu gimana sih? kan Dita masih kecil mana bisa dia jagain bayi, cepet nanti mama buang sepeda kamu"


"Hish.. iya.. iya.. cerewet banget ampun deh" Dirga merapihkan perkakas dan juga sepedanya lalu pergi cuci tangan


"Sini.. jangan bikin adek lagi lah, repot aku suruh ngasuh mulu" gerutu Dirga


"Suka suka mama lah.. kalo gak mau di suruh suruh hidup aja sendiri" ucap Gita seraya pergi


"Gemes banget sih.. gemes.. iihhh" saking gemasnya Dirga sampai menggigit pipi adik bayinya hingga dia menangis


"Assuuuttt... jangan nangis.. ssuutt"


"Dirgaaaaaa.... kamu apain lagi adek nya? " teriak Gita mendatangi Dirga


"Mana aku tau.. nih mama aja yang jagain, aku lupa mau kerjain tugas sama Ello" Dirga menyerahkan adiknya dan pergi buru buru dengan sepeda


"Dirgaaaaaa.... ini Dirly kamu gigit ya? hei.. kembali kamu Dirgaaaaaa" seperti ini lah Dirga dan ibunya sering meributkan hal hal kecil