My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Dasar cowok



Cindy dan Gita menatap Allea yang sedang bersandar di tempat tidur ketika baru saja sampai di rumah pasalnya sang suami yang seperti anak kecil hanya menempel pada Allea


"Harusnya Millie yang merasa tersaingi dengan adanya bayi bukan malah bapaknya" ucap Gita


"Gak usah di kekepin terus orang Allea gak bisa kemana-mana juga" sahut Cindy, meledek Max yang sedari tadi memeluk Allea


"Ta tolong dong bilangin bibi bikinin jus sekalian buat kalian juga"


"Gak apa apa sayang biar aku yang buat" Max segera beranjak dari tempat tidur


"Laki lo kenapa sih? " ucap Gita merasa heran


"Tau" jawab Allea


"Kalian lagi berantem ya? " tanya Cindy


"Suami kalian suka makan siang atau ngobrol berdua sama cewek gak sih? " lirih Allea


"Suami lo selingkuh? " pekik keduanya


"Enggak gue cuma nanya"


"Danendra gak sih kita kerja satu rumah sakit, bahkan dia gak pernah jauh dari gue" jawab Cindy


"Dito selalu ngabarin kalo dia makan atau ketemu klien sendiri, apa lo pernah lihat Max makan sama wanita lain? " tanya Gita, Allea hanya menggedikkan bahunya


Setelah mengunjungi Allea dan bayinya mereka pulang ke rumah masing masing, Millie dan suster menginap di rumah Lydia karena balita itu merajuk menginginkan tidur di rumah oma opanya


Max menyelesaikan pekerjaannya ketika dia keluar dari ruang kerja dia melihat pintu kamarnya terbuka, ternyata sang istri sedang tidur mungkin dia sengaja membuka pintu agar suara tangis anaknya terdengar orang di luar jika dia tidur terlalu lelap


Max menyelimuti istrinya lalu mengecup keningnya begitu pun bayi yang masih merah di sebelahnya, Max tidur di samping Allea tiba tiba tangan Allea memeluk Max


Saat sudah terlelap Max terbangun namun Allea masih terlelap mungkin karena dia terlalu lelah beberapa malam bergadang, Max bangun menghangatkan asi yang sudah di pumping untuk anaknya seraya berbaring di sebelah bayinya sambil memberikan susu


"Jangan nangis ya.. jangan bangunin mama kasihan" ucap Max menepuk paha bayinya agar tidur kembali


Keduanya kemudian tertidur Allea berbalik memandangi keduanya, sebenarnya sedari tadi dia sudah bangun namun dia ingin melihat apa yang akan suaminya lakukan


.


.


Pagi pagi seperti biasa Allea setelah memandikan bayinya dia memastikan anak anaknya sarapan dengan baik lalu menyiapkan baju untuk Max sebelum berangkat bekerja


"Sayang.. jangan terlalu lelah" Max memeluk Allea yang sedang berdiri memilih kemeja


"Pakaianmu sudah siap, aku mau mandi" Allea melepaskan tangan Max yang melingkar di tubuhnya


"Pakaikan" ucap Max seraya membalik tubuh Allea


"Kamu bilang jangan terlalu lelah, jadi aku gak mau " Allea mendorong pelan suaminya


"Kamu memakaikan baju anak anak, kenapa giliran aku gak mau? "


"Kamu bukan anak anak, lepasin aku mau mandi keburu Michelle bangun" Max menekan pinggang Allea agar tubuhnya menempel padanya


"Aku kangen sama kamu, berapa hari kamu cuekin aku" Max memeluk Allea hanya mengenakan handuk


"Lepasin nanti Michelle bangun" Max malah dengan sengaja menyosor leher Allea


Max menekan tengkuk Allea menciumnya dengan rakus dia merindukan istrinya yang beberapa hari tidak bicara dengannya, Allea berontak sampai tak sengaja menarik handuk Max hingga teronggok di lantai, Max melepaskan Allea wajahnya sudah memerah melihat tubuh polos suaminya


Allea yang salah tingkah berbalik hendak pergi namun dia lupa belum menutup lemari alhasil Kepalanya terantuk pintu lemari, Allea semakin salah tingkah dia mendorong pelan tubuh Max dan berlari ke kamar mandi


"Sayang.. mau pegang dulu gak? " Max mengetuk pintu kamar mandi sambil terkekeh


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Hallo Nyonya"


"Kalian sedang dimana? apa masih ada pekerjaan? " tanya Allea menelpon Asisten pribadi Max


"Kami masih di kantor nyonya, tuan masih mengerjakan beberapa pekerjaan penting"


"Dia ada di sana? " tanya Allea


"Ada apa nyonya mau bicara dengan tuan? "


"Tidak.. coba lakukan panggilan video tapi jangan bilang tuan"


"Baik" Asisten Max menjawab panggilan video dari Allea


Tampak Max sedang berkutat dengan komputer juga berkas berkas di hadapannya, setelah melihat apa yang di lakukan suaminya dia mengakhiri panggilan videonya


"Kamu dengar sendiri, dia seperti memata-matai aku sekarang" ucap Max


Sebenarnya asisten Max mengaktifkan loudspeaker saat Allea menelpon Max tahu semua yang mereka bicarakan, Max menyelesaikan pekerjaannya lalu bergegas pulang sebelum Allea mengira dia melakukan yang tidak tidak lagi


Max dan Daniel membeli perusahaan yang hampir bangkrut di jakarta dan memindahkan perusahaannya, sekarang Daniel bukan asisten lagi dia pemegang 30% saham yang di berikan Max


Vero di angkat menjadi ketua rumah sakit yang mengelola rumah sakit milik Max, Max hanya bisa membalas budi orang orang yang membantunya dan Allea selama ini


Sesampainya di rumah Max melihat Allea tidur sambil duduk memegangi alat pumping asi, Allea kelelahan dengan bayi dan juga Millie meskipun ada suster namun Allea juga tidak melepaskan sepenuhnya tanggung jawab pada suster


Max mencuci tangannya lalu memindahkan alat pumping pada payud*r* Allea yang satunya lagi, Allea mengerjap dia terkejut saat Max memasangkan alat pumpingnya


"Kamu tidur aja, kamu pasti capek seharian jaga mereka"


"Kamu makan dulu, seharian kerja kamu juga pasti capek ini udah selesai kok" Ucap Allea seraya membereskan asi di kantong dan hendak membawanya ke lemari es


"Tunggu... " Max kembali mendudukkan Allea


Max berlutut di bawah sementara Allea duduk di ranjang, Max menggenggam tangan Allea serta menatap wajahnya


"Maaf.. aku gak bermaksud melukai perasaan kamu, sumpah Demi apapun aku gak pernah berhubungan dengan wanita lain selain urusan kerja" Allea menatap wajah suaminya datar


"Apa kamu sadar dengan kamu pergi dengan yang kamu sebut klien itu udah buat aku terluka? emangnya gak bisa ya di bahas cukup di kantor gak usah ketemu di luar, kamu pasti melakukannya dengan sadar kan? "


"Bahkan kamu bisa senyum semanis itu sama cewek lain bersentuhan apa kamu juga gak sadar? apa kamu gak pernah inget sama sama aku sama anak anak waktu berdua sama mereka? "


"Aku benar menyesal, aku minta maaf aku janji aku gak akan ramah lagi sama cewek lain, aku akan jadi Max yang dulu"


"Kamu gak perlu memaksakan diri, aku cukup tahu kamu seperti itu kamu gak perlu merubahnya karena aku tahu akan sulit merubah kebiasaan lama, sudah aku mau simpan ini dulu"


"Aku gak akan lepasin kamu sebelum kamu maafin aku" Max memeluk Allea Yang hendak pergi


Baru saja Max melontarkan kata katanya suara tangis Michelle membuat Max melepaskan pelukannya, Allea tersenyum sinis seraya mengambil Michelle


"Belum satu jam udah lupain kata kata yang kamu ucapkan sendiri, dasar cowok" ucap Allea tanpa menoleh ke arah Max


Max menggaruk tengkuknya dia jadi serba salah jika terus memeluk Allea maka tangis Michelle akan semakin kencang, melepaskan Allea untuk mengambil bayinya juga adalah keputusan yang salah