
Braaaakkkk.....
Pintu kamar Allea di buka secara kasar membuat Allea yang sedang berbaring terlonjak kaget, Cindy dan Emile masuk setelah Gibran pergi menemui kliennya
"Enak banget ya lo baru masuk udah jadi dapet kamar bagus" sungut Cindy
"Heh kamu cuma numpang nona disini cuma Cindy jangan harap kamu akan menjadi nona juga " ucap Emile
"Maaf ibu suri dan tuan putri saya hanya di suruh tinggal disini, selebihnya saya tidak peduli apa yang akan terjadi disini" jawab Allea santai menumpang tindihkan kakinya di atas ranjang
"Beraninya kau" Emile merasa naik darah mendengar penuturan Allea
"Jangan marah marah sekarang saya mau istirahat, silahkan anda berdua keluar dan jangan lupa tutup kembali pintunya" ucap Allea berbaring memakai selimutnya
"Lo ngelunjak ya " bentak Cindy
"Status kita sama disini gue juga nona di rumah ini cuma bedanya ibu gue lebih dulu tersingkir, kalo aja dulu gak ada yang fitnah ibu gue mungkin dia akan bahagia sebelum kepergiannya" Allea berjalan kearah pintu dan menunjuk ke luar
"Sekarang silahkan pergi" ucap Allea
"Awas lo" ancam Cindy menunjuk wajah Allea
"Hah bisa stres gue lama lama disini" gumam Allea seraya mengunci pintu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Max kembali ke rumah Oma untuk mengambil barangnya, Oma sudah beberapa kali meminta maaf dan berjanji akan mengatakan yang sebenarnya pada Danendra jika orang tuanya tak juga angkat bicara
"Max tinggal disini lagi sama Oma ya" bujuk Oma
"Gak Oma saya mending sekalian sendiri aja, lagi pula sepertinya saya tidak di harapkan di keluarga ini" Max melangkahkan kakinya membawa tas
"Max.. tunggu aakkhhh" Oma terjatuh memegangi dadanya
"Oma.. oma kenapa? " Max kembali berlari menghampiri Oma
"Ambilkan obat Oma di laci" Oma menunjuk laci di bawah TV dengan merintih
Max mencari obat tersebut dengan tidak sabaran dia membuka semua laci tapi tidak menemukan obat apapun.
"Dimana Oma? " Max sudah frustasi
"Mungkin habis, tolong bantu Oma ke kamar saja"
"Oma yakin gak mau ke dokter? " tanya Max setelah membantu Omanya berbaring
"Gak usah, Max jangan kemana mana ya jaga Oma disini sampai Oma sembuh" Oma kembali membujuk Max
"Iya Oma, Oma jangan banyak pikiran ya"
"Maaf Oma harus bohong sama kamu Max" batin Oma
Dokter yang di panggil Oleh Max akhirnya tiba, saat memeriksa dokter menyuruh Max menunggu di luar
"Saya mohon dok katakan saja yang saya katakan barusan" Oma menyuruh dokter berbohong tentang penyakitnya yang sebenarnya dia baik baik saja
"Tapi nyonya... "
"Saya mohon dok, saya tidak ingin di tinggalkan cucu saya" melihat Oma bersedih akhirnya dokter menuruti permintaan Oma
"Oma saya sakit apa dokter? " tanya Max saat kembali masuk
"Nyonya tidak boleh kelelahan dan tidak boleh terlalu stress karena itu berpengaruh pada jantungnya, saya sudah resepkan obat. jaga nyonya baik baik" ucap dokter lalu pamit pulang
"Max jangan pergi ya" pinta Oma
''Iya Oma, Oma istirahat dulu saya mau keluar sebentar " Oma mengiyakan perkataan Max setelah itu dia pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Setelah menemui kliennya dia pergi ke bersama asistennya untuk menyiapkan acara ulang tahun pernikahannya dengan Emile, dia juga berniat mengenalkan Allea pada klien dan saudara Saudaranya
"Kita harus buat acara ini lebih meriah dari sebelumnya karena aku akan mengumumkan kembalinya anak pertamaku" jawab Gibran dengan sumringah
"Anak? bukannya anak anda ada di rumah? " tanya asistennya
"Ya.. anak dari istri pertamaku, aku ingin menebus kesalahanku padanya selama ini sudah menelantarkannya"
"Dia tumbuh jadi gadis yang cantik dan pintar" lanjutnya dengan senyum yang tak pernah pudar di wajahnya
"Saya ikut senang tuan"
"Kita mampir ke toko kue aku ingin membeli kue kesukaan ibunya"
Gibran dengan semangat membeli beberapa kue kesukaan Naina dia benar benar bahagia bertemu kembali dengan anaknya dan Naina, selain rasa senang rasa menyesal lebih dominan di hatinya mengingat dia sudah menuduh istrinya macam macam dan mengusirnya dari rumah
"Sayaaang... " teriak Gibran saat sampai rumah
Mendengar suara Daddynya Cindy dan Emile melangkah mendekat namun belum sempat menyapa Gibran sudah berbelok ke kamar Allea, Cindy menggerutu langsung berlari ke kamarnya karena merasa tersaingi oleh Allea
"Ayah bawa apa? " Allea mendekati ayahnya
"Ini kue kesukaan ibu kamu, kamu coba juga siapa tau nanti kamu suka" Setelah Allea menerima paper bag dari ayahnya
Gibran merangkul dan mencium pucuk kepala Allea, hati Allea menghangat dengan sikap ayahnya yang begitu memanjakannya
"Ini enak juga yah, ayah juga harus coba" mereka saling menyuap makanan dengan sesekali tertawa karena saling menjahili
"Ini masih banyak yah tapi Allea udah kenyang" lirih Allea
"Simpan saja, nanti siapa tau kamu lapar lagi" Gibran membereskan sisa kue yang tersisa
"Makasih ayah Allea senang sekarang bisa rasain kasih sayang dari ayah" ucap Allea
"Sini sayang, maafkan ayah ya selama ini gak pernah ada buat kamu ayah janji mulai hari ini ayah akan selalu ada buat kamu everytime" Gibran memeluk Allea dengan sayang
"Sekarang istirahat ayah juga mau mandi dulu"
"Oke ayah"
"Mmhh, ayah apa Allea boleh undang teman Allea kesini? " tanya Allea ragu
"Boleh sayang ini rumah kamu juga, kamu bebas melakukan apapun jangan sungkan" ucap gibran seraya mengusal pucuk kepala anaknya itu
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Gibran baru saja kembali ke kamarnya tiba tiba Emile menarik tangan Gibran dan mendudukan nya di ranjang
"Ada apa ini? " tanya Gibran
"Kamu keterlaluan baru pulang bukannya menyapa Cindy malah langsung ke kamar anak itu" ucap Emile
"Bukannya biasanya dia juga cuek saat aku pulang? "
"Semenjak ada Allea dia jadi cemburu kamu memberikan perhatian kamu padanya, Cindy merasa dia di abaikan"
"Dia mendapatkan kasih sayang aku sejak dia kecil sementara Allea dia belasan tahun hidup tanpa kasih sayang orang tuanya hal yang wajar bukan jika sekarang aku melimpahkan kasih sayang padanya"
"Kamu harusnya bisa adil bagaimana pun Cindy juga anak kamu"
"Dia juga anakku, dan saat acara ulang tahun pernikahan kita aku akan mengumumkan Allea sebagai anak pertamaku"
"Apa lagi ini? tidak bisa apa kalau hanya kita yang tau? "
"Sudahlah aku lelah aku mau mandi" Gibran meninggalkan Emile yang bicara tiada henti
Cindy mendengar ibunya marah marah dia tahu pasti ayah dan ibunya sedang bertengkar, Cindy semakin membenci Allea karena pertengkaran orang tuanya pasti karena Allea
"Gue akan buat perhitungan sama lo, liat aja berapa lama lo akan betah tinggal disini" gumam Cindy yang akan melakukan 1001 cara agar Allea pergi dengan sendirinya dari rumah itu
Jangan lupa like komen dan vote ya😍😍😍