
Seminggu kemudian Max dan tim nya hendak pergi karena menang pertandingan hari itu, dia mencari cari Allea untuk berpamitan namun dia tidak juga menemukan Allea
Bahkan Dito dan kawan kawannya juga tidak tau dimana keberadaan Allea, melihat Max berlari kecil di lorong kelas Arabella menghampirinya
"Max lo lagi cari siapa? " tanya Arabella
"Jangan ganggu gue dulu ya, gue lagi ada urusan" ucap Max sebisa mungkin tidak berkata kasar pada Arabella
"Gue bantu ya" Arabella menawarkan diri
"Gak.. Dro sini" Max memanggil Sandro yang kebetulan lewat
"Apaan? " tanya Sandro
"Nah.. lo main sama Sandro dulu ya gue buru buru" ucap Max lalu melesat lari menjauh dari mereka
"Woi.. kampret lo ngomong apaan? " teriak Sandro namun tak di dengar oleh Max
"Lo mau main sama gue? " tanya Sandro dengan konyol menunjuk dirinya sendiri
"Najis" gumam Arabella dengan wajah sinis meninggalkan Sandro
"Heh.. ngomong apaan lo? siapa juga yang mau main ama lo huh dasar gila" teriak Sandro
Max coba mencari ke belakang gudang ternyata Allea ada disana, Allea duduk menatap kebawah mengayunkan kakinya. Max duduk di sampingnya tapi Allea tidak menoleh sedikitpun
"Aku mau berangkat" ucap Max Allea hanya mengangguk
"Aku disana dua hari, kamu disini jangan nakal" Lagi lagi Allea hanya mengangguk
Max menangkup wajah Allea dan mengecup sekilas keningnya lalu pergi, Setelah kepergian Max baru Allea mengangkat kepalanya. Sebenarnya dia merasa berat Max meninggalkannya walaupun cuma dua hari tapi Allea tidak bisa melarangnya
Allea kembali ke halaman depan disana Bus sudah menunggu murid serta guru yang hendak berangkat, Max melambaikan tangannya saat Bus itu pergi meninggalkan halaman sekolah
Allea mematung memandang Bus yang sudah melaju matanya berkaca-kaca
"Makanya jangan terlalu jual mahal kalo pergi beneran entar nyesel" ucap Dito seraya menepuk pundak Allea
"Apaan sih" jawabnya seraya pergi
"Dih.. jelas jelas dia gak mau di tinggal sok sok'an nyuruh pergi"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Selvi Melihat mobil Danendra terparkir di sebuah cafe dia mencari kedalam dimana keberadaan Danendra, ternyata disana Danendra sedang berkumpul bersama teman temannya
"Danendra" panggil Selvi membuat Danendra menoleh
"Siapa tuh? "
"Lo punya tante"
"Sugar mommy" Ledekan demi ledekan Danendra dengar dari teman temannya
"Apaan sih, bentar gue urus dulu" jawab Danendra
Danendra narik kasar tangan Selvi keluar membuat jalannya terseok seok, Danendra menghempas kasar tangan Selvi sampai terhuyung
"Apa lagi? " ketus Danendra
"Mama kangen sama kamu" ucap Selvi
"Bisa gak sih gak usah temuin di luar kayak gini, aku malu"
"Maafin mama, mama gak tau lagi harus ketemu kamu dimana"
"Mama kebetulan liat mobil kamu, Kita ngobrol sebentar ya" Ajak Selvi seraya tersenyum mengusap air matanya
"Aku punya urusan lain, permisi" Danendra pergi masuk kedalam mobilnya
Belum sempat Danendra menutup pintu Selvi masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Danendra
"Keluar" ucapnya dingin
"Mama mau ngobrol sebentar aja" Selvi memohon
"Aku gak bisa masih banyak urusan"
"Mama sayang sama kamu, mama gak mau kamu hidup susah dulu, mama takut gak bisa biayain hidup kamu" lanjut Selvi
"Sayang? takut aku hidup susah? banyak orang diluaran sana yang bahkan gak punya tempat tinggal tapi mereka gak mau jual anak mereka"
"Entah gak mau aku hidup susah atau karena dendam yang menutup hati nurani yang membuat seorang ibu dengan tega menukar anaknya sendiri bahkan juga membiarkan anak orang lain tersiksa bertahun tahun karena merasa di campakkan ibunya"
"Jangan bilang sayang, jangan bilang anda melakukannya karena menyayangi anak anda, anda melakukan itu karena kebencian karena rasa iri anda pada bunda saya"
"Seharusnya saya tidak di lahirkan kedunia ini, kenapa anda tidak menggugurkan saya waktu di kandungan kalau tau hidup saya akan susah? saya tahu karena anda mencoba peruntungan siapa tahu anda bisa jadi nyonya kedua dari keluarga kaya?" Selvi tak kuasa menahan tangisnya mendengar perkataan Danendra
"Mama sayang sama kamu nak, coba sedikit mengerti posisi mama" lirih Selvi
"Argghh... " Danendra berteriak memukul kemudi
"Mengerti yang seperti apa? apa anda juga mengerti perasaan saya sekarang gimana, enggak kan? sekarang keluar " tegas Danendra
"Tapi.. "
"Keluaaaar" Melihat kemarahan Danendra Selvi keluar dari mobil
Baru saja Selvi keluar Danendra menarik pintu mobilnya lalu pergi mengendarai mobil dengan kencang
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Karena Max tidak ada Allea memutuskan pergi ke apartemen milik Max untuk mengambil baju bajunya, semua bajunya dia bawa tidak tersisa satupun
Sejenak dia termenung duduk di atas ranjang bayangan kehidupan sehari hari mereka sekelebat terlihat bergantian, Mereka tertawa bersama, bertengkar karena masalah sepele, sampai hal hal sensitif mereka terbayang oleh Allea di setiap sudut apartemen itu
Ketika sedang bergelut dengan pikirannya tiba tiba pintu apartemen di ketuk seseorang, Allea berjalan kedekat pintu dan membukanya
"Siapa? " tanya nya
"Hai.. udah lama gak ketemu" ucap Jhonatan
"Sorry gue lagi sibuk" jawab Allea kembali ingin menutup pintunya
"Eits.. tunggu dong jangan terburu buru" Jonathan menahan pintu dengan kakinya
"Apa lagi? " ketus Allea
"Kita kan tetanggaan boleh dong silaturahmi sama tetangga sendiri '' ucap nya sambil sedikit memaksa mendorong pintu yang di tahan Allea agar terbuka lalu masuk
" Gak sopan masuk kerumah orang tanpa izin"
"Kan orang nya ada disini, gue cuma mau bertamu sama tetangga sendiri masa gak boleh" kilahnya
"Gue gak mau nanti ada salah paham, Max lagi gak ada disini" ucap Allea
"Ya bagus dong jadi gue bisa tenang main disini"
"Lo apaan sih, sana keluar" usir Allea
Jonathan melangkah maju sementara Allea mundur seiring mendekatnya langkah Jonathan, tubuh Jonathan mendekat Allea mengambil ancang ancang jika sesuatu terjadi padanya. Ternyata Jonathan hanya mengambil miniatur mobil kecil di belakang Allea
"Jangan sentuh apapun itu koleksi Max" Allea memperingatkan
"Seleranya bagus juga" ucapnya seraya menaruh kembali miniatur mobilnya
"Sekarang pergi gue gak mau ada fitnah nanti" ucap Allea
"Terus kalo orang dewasa tinggal satu atap berdua emang gak menimbulkan fitnah? " sindir Jonathan
"Maksud lo? "
"Gue gak ada maksud apapun" jawabnya santai
"Maksud lo gue sama Max? gue suka kalo di fitnah sama dia yang gue gak suka kalo ada fitnah tentang gue sama lo, sekarang pergi" usir Allea untuk yang kesekian kalinya
"Oke.. oke.. gue pergi, siapa tau lo mau main ke apartemen gue? pintu Apartemen gue terbuka 24 jam buat lo"
"Gak minat sekarang silahkan pergi" Allea mendorong Jonathan keluar pintu lalu menutup pintunya tanpa mengatakan apapun
"Gila, gak tau malu banget tuh orang" gumam Allea