My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Cemburu



Hari ini adalah hari kenaikan kelas dan pelulusan di sekolah Allea, seperti biasa Allea Cs tidak pernah terpisahkan dimanapun mereka berada


Yuki datang menghampiri Allea yang sedang tertawa bersama teman temannya dia ikut bergabung seperti biasa hanya untuk mengawasi Allea dan Max


"Max mana ya? " tanya Yuki


"Kayaknya tadi di kelas deh" jawab Allea


"Ohh... Allea anter gue bentar" ucap Yuki seraya menarik tangan Allea


"Mau kemana sih maen tarik aja? " cegah Gita


"Gue cuma mau minta anter ambil barang yng ke tinggalan"


"Udah Git, gue anter Yuki bentar ya"


Allea dan Yuki jalan beriringan ke ruang laboratorium, Allea mengerutkan keningnya kenapa Yuki membawanya ke ruangan ini


"Ki kenapa kesini? " tanya Allea


"Lo tunggu aja disini, tas gue ada di dalem" ujar Yuki lalu masuk ke ruang sebelahnya


Allea mendengar samar samar suara di dalam ruang Laboratorium dia perlahan mendekat ke arah pintu dan mengintip di celah pintu yang sedikit terbuka


"Max" gumamnya


Max seperti sedang berhadapan dengan Arabella namun Allea tidak bisa melihat dengan jelas apa yang mereka lakukan karena terhalang punggung Max yang membelakanginya, Yang jelas mereka nampak sangat dekat apa lagi kepala Max miring dengan bagian atas kepala Arabella tampak dari sampingnya


Mereka jadi terlihat seperti sedang berciuman, Allea mundur tanpa sadar dia menabrak tukang bersih bersih yang ada di belakangnya yang baru keluar ruangan


"Maaf.. maaf.. " ucap Allea


Belum sempat Allea pergi pintu laboratorium terbuka Max yang menoleh ke sumber suara melihat Allea yang juga melihatnya matanya terlihat berkaca kaca lalu pergi


Max mengambil gunting dan menggunting rambut Arabella yang tersangkut di kancing seragamnya, ternyata Mereka bukan sedang berciuman tapi rambut Arabella tersangkut lebih tepatnya di sengaja dan Max berusaha melepaskannya


Jadi sebenarnya Max masuk kesana karena Yuki memberi tahu bahwa Allea terkunci di ruang laboratorium dan pada saat Max kesana ternyata bukan Allea tapi Arabella yang langsung menarik tangan Max ke dalam dan langsung bicara panjang lebar hingga memeluk Max dan akhirnya rambutnya tersangkut


Setelah menggunting rambut Arabella Max pergi mengejar Allea yang tidak tahu sebenarnya kenapa dia harus sakit hati melihat adegan itu


Allea, Max dan Arabella tampak saling mengejar hingga akhirnya Allea masuk ke dalam sebuah ruangan yang entah ruang apa dia tidak peduli dia hanya ingin menenangkan hatinya yang seperti sedang terbakar


"Gue kenapa sih? " lirihnya seraya mengusap air matanya


"Kenapa hati gue sakit banget, bego banget sih gue " Allea kini sedang membenamkan wajahnya di lipatan tangannya yang berada di atas meja


"Jangan nangis kak" mendengar suara seseorang Allea mengangkat kepalanya mencari sosok pemilik suara tersebut


"Loh ada orang" Allea tidak sadar rupanya disana bukan cuma dia sendiri tapi ada satu anak laki-laki yang merupakan adik kelasnya


"Lagi patah hati ya? " tebaknya


"Patah hati? " gumam Allea


"Enggak siapa yang patah hati


"Terus kenapa nangis disini kalo bukan karena patah hati? "


"Kenapa pindah duduk di sini? sana pergi" usir Allea saat anak itu pindah duduk di sampingnya


"Gak mau" jawabnya dan malah bertanya semakin banyak tentang Allea membuatnya kesal


Allea menjawab asal asalan semua pertanyaan yang di lontarkan anak tersebut karena jika tidak di jawab maka dia akan terus bicara memekakkan kuping, namun beberapa saat kemudian anak itu bangun dari duduknya seraya menunduk dan pergi


Allea menoleh ternyata Max sudah ada di belakangnya dengan tatapan mengintimidasi anak tersebut, Allea berdiri melangkahkan kakinya melewati Max namun tangannya di tahan oleh Max


" Berhenti "


"Ada urusan apa? " ketus allea


"Yang lo lihat gak seperti kenyataannya allea, gue sama dia gak... " ucapan Max terhenti saat Allea memotong pembicaraan


"Maksud lo apa sih? apa urusannya yang lo lakuin sama gue"


"Kalo gitu kenapa lo lari? " tanya Max


"Terserah gue, kaki kaki gue mau apa lo? "


"Terus kenapa lo ngegas mulu? "


Max mengangkat tubuh Allea dan mendudukannya di atas meja, dari pintu Arabella yang sedari tadi mengejar Max melihat bagaimana Max mengangkat pinggang Allea dan dia letakkan di atas meja


"Apaan sih minggir gak, nanti pacar lo salah paham" Allea berusaha menyingkirkan Max yang meletakkan kedua tangannya di samping Allea


"Bilang kalo lo cemburu" ucap Max


"Gak sama sekali"


"Max" panggil Arabella namun Max mengangkat kelima tangannya agar Arabella berhenti bicara


"Lo cemburu kan? " goda Max


"Enggak sama sekali"


"Kalo gue beneran cium dia? "


"Ya.. ya.. terserah, awas" Allea mengigit lengan Max lalu kabur menabrak batu Arabella yang berdiri di pintu


"Sorry" ucapnya seraya terus berlari


"Max... Allea gak suka sama lo yang sayang tulus sama lo cuma gue" Arabella mendekat dan mengusap lengan Max yang di gigit Allea


"Tapi gue enggak, jangan ganggu gue lagi" ketus Max lalu pergi menepis tangan Arabella


"Ini bukan yang gue mau arrrggghhh" Arabella mendorong kursi hingga berantakan


"Ck.. ck.. sabar mungkin kali ini belum berhasil kita masih punya banyak cara biar Allea menjauh dari Max" ucap Yuki yang baru saja masuk ke ruangan itu


"Tapi gimana kalo semua rencana kita gagal lagi"


"Kita buat rencana lagi"


Sebenarnya kejadian hari ini sudah di rencanakan oleh Yuki dan Arabella, Yuki berpura-pura bersekutu dengan Arabella untuk menjauhkan Allea dan Max padahal dia sendiri ingin menyingkirkan Arabella juga dengan membuat Max ilfil pada Arabella


.


.


Allea kembali ke teman temannya disana sudah ada Sama dan Danendra juga, melihat Allea mendekat Sam dan Danendra berjalan seperti sedang lomba untuk mendekati Allea lebih dulu


"Kalian kenapa sih? " tanya Allea melihat mereka saling dorong


"Ini buat lo" Ucap Sam lebih dulu memberi buket bunga pada Allea


"Buat gue? " tanya Allea


"Ya anggap aja kenang kenangan buat lo kan hari ini gue lulus"


"Emang lo mau mati? lulus juga masih bisa ketemu kali, ini buat lo sebagai tanda sayang" Danendra memberikan satu box coklat


"Thanks.. tapi gue rasa gak perlu deh"


"Ayo lah Allea hargai pemberian orang lain" Sam memohon


"Oke gue Terima Thanks ya... lain kali gak usah repot repot" Ucap Allea lalu kembali ke teman-temannya


"Ciee Allea" goda Gita


"Allea mengalihkan duniaku" ledek Dito


"Awas ya gak gue kasih nanti coklatnya" Ancam Allea


Max ikut bergabung dengan Allea matanya fokus pada bunga dan coklat yang ada di tangan Allea wajahnya seketika berubah dingin


"Ehem ada yang kebakar nih" ledek Gita


"Iya lo pada nyium bau gosong gak sih" ucap Dito


"Hawa panasnya sampe ke sini" ledek Sandro


"Woi mau kemana? " panggil Dito saat melihat Max pergi dari sana tanpa mengatakan apapun


"Nah lo pilih yang mana Le? " goda Gita seraya menyenggol bahu Allea


"Pilih mang Tatang" ketus Allea yang kesal sembarangan menyebut satpam sekolah


"Boleh juga dia duda Lea, woi mau kemana gue bercanda" teriak Gita melihat Allea juga pergi