
"Celine tunggu" Habibie menghentikan Celine
"Kenapa? " tanya Celine
"Aku mau tanya sesuatu"
"Tanya apa? "
"Hampir setiap hari Bisma kesini tapi bukan untuk menemui tuan, aku juga sering lihat kamu bermesraan sama dia.. apa kalian punya hubungan? " tanya Habibie
"Emangnya kenapa? kenapa kamu harus tahu? "
"Aku cuma kasihan sama kamu Celine, jangan sampai kamu masuk perangkapnya Bisma dia bukan cowok baik baik" ucap Habibie
"Aku juga kasihan sama seseorang yang nunggu pertanggungjawaban tapi gak pernah dapet, please lah ya.. jangan campuri hidup orang lain, baik buruknya Bisma aku tau''
" Itu menandakan kalian punya hubungan kan? " tanya Habibie
"Ya benar.. udah ya.. aku harus pergi"
"Celine.. tunggu dulu aku belum selesai" Habibie menarik tangan Celine hingga menubruk tubuhnya
"Apa lagi? "
"Kayanya masih kerja? " tiba tiba saja suara Bisma terdengar di belakang Celine
"Bisma... " Celine menjauh dari Habibie
"Kalo masih kerja aku pulang duluan deh, aku mau makan siang sama mama aja" Bisma berbalik dan pergi
Celine segera mengejar Bisma dan menahan tangannya namun dia tepis, Celine berusaha mengejar Bisma namun langkahnya kalah Bisma pergi dengan mobilnya
Celine meminta izin untuk pulang pada Max dan sudah di izinkan, sesampainya di rumah Bisma memang sedang makan bersama ibunya
"Sini sayang makan dulu" ucap Ibu Bisma, Celine pun duduk di samping Bisma
"Aku udah kenyang ma.. Mau istirahat dulu sebelum pergi lagi" Bisma pergi meninggalkan ruang makan
"Makanlah.. gak usah peduliin dia, biasanya dia banyak pikiran kalo udah gitu nanti juga baik lagi"
"Aku nanti aja deh makannya, aku mau ketemu mas Bisma dulu" Celine juga meninggalkan meja makan tanpa memakan apapun
Celine mencari ke dalam kamar namun Bisma tidak ada disana, Celine masuk ke dalam ruang kerja dan benar saja Bisma berada di sana duduk menatap ke luar jendela dengan rokok di tangannya
"Kamu perokok? kok aku gak pernah liat? " Bisma hanya diam saja bahkan tidak menoleh sedikitpun
"Kamu marah? itu gak seperti yang kamu liat, dengerin dulu please"
"Sayang. . "
"Aku gak suka kalo kamu marah gini, ngomong dong" Celine duduk di pangkuan Bisma namun suaminya enggan menatapnya dan melihat ke kiri dan ke kanan menghindari bertatapan dengan Celine
Celine membuka kancing kemeja Bisma satu persatu namun Bisma masih diam, Celine mencium tubuh Bisma dan menggigitnya kecil hingga meninggalkan bekas kemerahan
"Aku mau... apa kamu gak mau? " Bisma tidak bereaksi sama sekali
Celine benar-benar membuka semua pakaian Bisma juga miliknya, saat Celine benar benar menginginkannya Bisma berdiri dan kembali mengencangkan sabuknya lalu pergi
Celine menatap kepergian Bisma dengan mata berkaca-kaca, dia tidak tau lagi cara untuk membujuk suaminya
Celine menutup seluruh tubuhnya hingga kepala dengan selimut, tubuhnya terlihat gemetar Celine menangis dia takut Bisma akan marah dan meninggalkannya
Di tengah isak tangisnya pintu ruangan itu terbuka lalu terdengar suara pintu terkunci, langkah kaki semakin mendekat tiba-tiba sebuah tangan dingin masuk ke dalam selimut dan memeluknya
"Mau lanjut? aku udah mandi" bisik Bisma
Celine berbalik menatap suaminya yang baru saja selesai mandi masih menggunakan handuk, Bisma mengusap air mata Celine lalu mencium bibirnya
Hingga sore hari mereka belum keluar dari ruangan itu, Celine tergeletak lemas karena suaminya hanya memberikan waktu sebentar untuk istirahat terlebih dia belum makan dari siang
"Tunggu... aku haus" Lirih Celine saat Bisma kembali beraksi
Bisma memberikan satu gelas air pada Celine dan dia segera meneguknya sampai habis, tangan Celine gemetar dia kembali menjatuhkan tubuhnya di sofa
"Udah tau salah? mau lagi? masih belum puas? " ucap Bisma penuh penekanan
"Aku lemes" lirih Celine
"Aku belum puas" Celine sampai menghela nafas, tubuhnya sudah terasa remuk juga lemas dia tidak tahu setelah ini masih bisa sadar atau malah ada di alam lain
Celine benar-benar terlelap di sofa di tutup selimut dengan rambut berantakan, Dalam tidurnya tiba tiba tubuhnya di guncang pelan oleh seseorang
"Celine.. nak bangun"
Celine terkejut saat ibu mertuanya berada di sampingnya mengusap kepala Celine, dengan susah payah dia bangun di bantu ibu mertuanya
"Mama Celine malu" lirihnya sambil menunduk
"Kenapa malu? gak apa apa.. sana mandi dulu mama udah masakin makan malam" Bagaimana tidak malu dia hanya di bungkus selimut sementara ruangan itu berantakan dengan pakaian dan tisu
"Mas Bisma kemana ma? " tanya Celine
"Dia gak bilang sama kamu? dia keluar kota, katanya dua hari disana" ucap Ibu Bisma
"Keluar kota? kenapa dia gak bilang sama aku? " lirih Celine
"Gak apa apa.. jangan sedih, nanti mama marahin dia"
"Ayo bangun kamu belum makan dari siang" Untuk berdiri saja Celine gemetar sampai di bantu oleh mertuanya
Rasa malunya tidak dia pedulikan lagi sungguh dia tidak punya tenaga walau untuk berdiri, Ibu Bisma sampai menyiapkan pakaian Celine
"Mandinya mau mama temenin? "
"Gak usah ma.. makasih udah bantuin aku" jawab Celine
Selesai mandi dia langsung turun untuk makan malam bersama mertuanya, ketika hendak memanggil mertuanya dia mendengar menelpon seseorang sambil marah marah
"Keterlaluan kamu Bisma, kenapa kamu buat menantu mama sampai gak berdaya? kamu juga pergi gak pamit sama istri kamu, mama kecewa sama kamu Bisma.." ibu Bisma lalu mematikan teleponnya
"Udah ma.. mungkin mereka lagi ada masalah, jangan terlalu ikut campur urusan rumah tangga anaknya" terdengar suara ayah Bisma menenangkan
"Mama gak Terima pa.. dia perlakukan menantu mama kayak gitu, apa apaan dia itu pergi gak pamit sama istrinya, sekarang dia malah ada di club malam" Celine terkejut mendengar Bisma sedang berada di club malam saat jauh darinya
Celine kembali ke kamarnya untuk menghubungi Bisma namun beberapa kali di telepon Bisma tidak menjawab teleponnya, pikiran Celine menjadi memikirkan hal hal buruk
"Apa dia beneran cinta sama gue? kenapa dia bisa berubah begitu cepat? " lirih Celine meremas handphonenya