My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Berebut papa



"Ngapain lo disini? gue udah peringatin jangan berusaha menghancurkan rumah tangga gue atau lo akan tau sendiri akibatnya"


"Gue yakin gak ada yang terjadi diantara kita malam itu, kalo tujuan lo kembali cuma buat pertanggungjawaban itu gak akan lo dapetin" lanjut Max


"Kamu lagi ngobrol sama siapa? " pertanyaan Allea sontak membuat Max terlonjak, beruntung Allea tidak mendengar apa yang di katakan Max


"Sayang kenapa kamu kesini? " Max segera menghampiri Allea


"Kamu lagi ngomong sama siapa? " Tanya Allea seraya berusaha mencari ke belakang


"Gak ada, aku lagi telepon orang" Max berusaha menjauhkan Allea dari sana


"Kamu nyembunyiin apa sih? " Allea mendorong Max mencari seseorang di balik tembok


"Sayang jangan.. " belum selesai Max bicara Allea sudah melihat ke balik tembok


"Kenapa? orang gak ada apa apa kan? " ucap Max saat ikut melihat


"Kenapa nelpon aja harus jauh jauh? itu kan bikin curiga"


"Aku takut kamu bosan aja, ayo pulang" Max menggandeng Allea kembali ke mobil


"Bosan? kayaknya ada yang aneh" batin Allea seraya menatap suaminya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mami belum ketemu papi? " tanya seorang gadis cilik pada sang ibu


"Nanti sebentar lagi sayang, mami mohon bantu mami biar kamu bisa masuk ke keluarga itu"


"Kenapa gak sekalang aja? " celotehnya


"Soalnya papi udah punya ibu baru"


"Apa ibu balu itu jahat? apa ibu balu yang udah lebut papi? " alisnya terangkat kala berbicara dengan sang ibu


"Iya.. dia sangat jahat, kita harus rebut papi dari dia"


"Tapi aku takut, kalau ibu balu jahat aku takut di pukul"


"Tidak akan, ada mami yang jagain kamu, besok kita ketemu papi ya"


"Asik... aku kangen papi" serunya seraya berjingkrak


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kalian dari mana aja sih? " tanya Lidya


"Kita abis reunian bun" Jawab Max


"lama banget kasian tuh anak anak dari tadi rewel nanyain mama papanya"


"Bunda makin besar makin cerewet" Cicit Max


"Maksud kamu ngatain bunda tua kan? " Lydia menjewer telinga Max


"Ampun bun.. aduh"


"Millie bantuin oma" Millie naik ke sandaran sofa lalu nemplok di punggung Max seraya menjewer telinga ayahnya


"Ini apa sih Millie ikut ikutan" Max menggelitik perut Millie


"Papa geli haha"


"Papa bantuin PR kita" ucap Ellia dan Ello menarik jas Max


"Papa.. " rengek Michelle


"Michelle sini nak sama mama aja, papa mau bantuin kakak" ucap Allea


"Millie turun sayang, ayo nak main lagi sama suster" sambungnya


Suasananya menjadi ricuh karena berebut papa, Michelle menangis ingin di gendong sementara Millie menangis karena tidak mau turun dan kakak kakaknya merengek minta segera di bantu mengerjakan PR karena sudah mengantuk


"Kakak sama mama aja kak bawa sini bukunya" panggil Allea


"Gak mau, mama suka marah marah" jawab keduanya


"Aduh.. pusing nih pala kalo udah berebut gini" Allea memijat keningnya sendiri


"Kamu istirahat aja biarin nanti mereka juga diem sendiri, ayo bunda antar" ucap Lidya menggandeng tangan menantunya ke kamar


"Ayah gak ikut bun? " tanya Allea


"Ayah gak ada makanya bunda nginep"


"Udah sekarang kamu tidur aja anak anak biar bunda sama susternya yang urus" Lidya membantu Allea berbaring lalu memakaikannya selimut


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mana nih uang yang kemaren lo janjiin? "


"Gue transfer sekarang, pokoknya tiap lo ketemu Allea bikin dia down aja, ngerti kan? "


"Iya gue ngerti"


"Sip"


"Gue udah transfer"


"Ya thanks"


Dia mematikan teleponnya lalu berjalan kearah kamar putrinya


"Kamu akan bertemu dengan papimu sebentar lagi, gimana reaksi lo Allea ketika tau Max punya anak dari wanita lain" gumamnya dengan senyuman jahat


"Lo gak bisa lari dari gue Max, gue pernah kalah tapi kali ini gue gak akan pernah biarin kalian tenang"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Dirga.. bangun nak udah siang"


"Lima menit lagi ma"


"Kalo kamu gak bangun sekarang mama buang semua video game kamu"


"Mama gitu kebiasaan banget apa apa ngancem nya gitu mulu"


"Makanya cepet bangun"


"Iya.. iya "


"Kenapa lagi sih kamu pagi pagi ribut" tanya Dito saat Gita keluar dari kamar Dirga


"Anak kamu tuh paling susah kalo di suruh apa apa selalu beralasan"


"Mama nanti aku mau main ke lumah Millie boleh? "


"Boleh sayang, tapi jangan nakal ya " Dita mengangguk anggukkan kepalanya


"Dirga berangkat sama kamu aja ya, hari ini aku ada meeting pagi"


"Ya udah.. hati hati" Gita mencium tangan suaminya


"Ayo mandi dulu nanti setelah nganter kakak kita langsung ke rumah Millie"


Gita memang tidak menyewa pengasuh karena usia Dirga dan dita terpaut jauh Gita bisa mengurus mereka seorang diri, hanya ada satu pekerja di rumahnya yang bertugas untuk masak dan merapihkan rumah


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Setelah mengantar Dirga ke sekolah Gita membawa anaknya kerumah Allea, di rumahnya tidak pernah sepi karena ada Millie si biang rusuh


"Dita... sini" Millie melambaikan tangannya saat melihat Dita baru saja datang


"Aku punya mainan balu di beliin Oma" Keduanya duduk membuka kardus berisi mainan


"Ihh.. Michelle gak boleh ini punya kakak" Millie mengambil semua barang yang di pegang Michelle


"Gak apa apa kasihan, kan halus belbagi" ucap Dita


"Tapi ini buat kita ayo pindah, sana Michelle pelgi aja" Millie membawa Dita masuk ke kamarnya di ikuti suster yang menjaga Millie


Michelle berlari ke depan sementara pintu gerbangnya terbuka dan entah kemana semua orang hingga lalai menjaganya, Sebuah mobil melaju kencang ke arah Michelle hampir saja dia tertabrak namun sepasang tangan mungil menariknya hingga jatuh bersamaan


"Ya Allah den.. kemana ini yang jagain? " teriak satpam yang baru selesai dari kamar mandi


Mendengar teriakan satpam serta tangisan Michelle seisi rumah keluar, Allea berlari menggendong Michelle yang menangis tersedu


"Gimana sih Sus kok gak di jagain" Allea melihat tangan Michelle berdarah


"Maaf nyonya tadi saya lagi ambil cemilan den Michelle tadi di kamar non Millie"


"Sayang maafin mama yang teledor ya nak"


"Untung gak apa apa, obatin dulu lukanya Le" ucap Gita


"Maaf nyonya tadi saya di kamar mandi, saya gak tau kalo gerbang ke buka" ucap satpam


"Salah saya tadi saya gak tutup selesai antar kakak ke sekolah"


"Tadi ada mobil kenceng banget untung ada anak kecil yang nolongin" ucap satpam


"Anak kecil? mana pak? " anak kecil tersebut bersembunyi di belakang satpam


"Kenapa sembunyi di situ sayang sini" ucap allea lembut


"Re.. Rere dimana? " suara seorang wanita sepertinya memanggil anak tersebut


"Mama... " teriak anak kecil yang menolong Michelle


"Disini ternyata kamu nak, mama nyariin" sang ibu memeluk anaknya penuh ke khawatiran


"Ini anak lo? " tanya Allea


"Iya.. sorry dia nakal ya? " jawabnya


"Enggak kok justru gue berterima kasih karena anak lo udah nolongin anak gue" ucap Allea


"Ayo ikut masuk sekalian obatin anak lo takutnya ada luka" Akhirnya mereka semua masuk mengikuti Allea