My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Ibu yang jahat



"Ello sudah tidur nak? " Tanya Gibran


"Sudah yah.. Kenapa kesini gak bilang dulu tau gitu kan Allea bisa siapin sesuatu buat ayah sama mama"


"Ayah kamu mau kasih surprise, eehh.. Taunya kita yang kaget kamu di bawa orang" Ucap Ririn


"Allea juga kaget ma waktu Xander kesini mana anaknya belum sadar lagi" 


"Namanya siapa? " Tanya Ririn


"Ellia" Jawab Allea


"Bukan anaknya tapi ayahnya" Goda Ririn


"Alexander ma"


"Baik gak? " Tanya Ririn lagi


"Baik, cuma awalnya emang nyebelin"


"Ganteng gak?"


" Iihh.. Mama apaan sih"


"Pasti ganteng kan? Hayoo.. "


"Ganteng lah namanya juga cowok" Timpal Allea


"Kok mukanya merah gitu? " Goda Ririn membuat Allea salah tingkah


"Tau ahh.. Ayah nih istrinya " Allea mengadu pada Gibran yang berjalan ke dapur sementara Ririn hanya tertawa


"Allea... " Panggil Ririn


"Apa? Males ahh kalo bahas cowok lagi" 


"Hehe.. Gak kok mama cuma mau bilang kangen aja sama kamu" Ririn terkekeh lalu memeluk Allea yang ada di sampingnya


"Aku juga kangen masakan mama" Cicit Allea


"Cuma masakannya aja? "


"Hehe.. Enggak dong kangen mama juga tapi lebih kangen masakannya" Allea tertawa ketika Ririn mencubit pelan pahanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Tuan.. Ini teh nya" Suster membuatkan teh herbal yang bisa menghilangkan sakit kepalanya


"Bayangan apa itu? wanita itu siapa? " Gumam Alexander


"Apa yang Anda katakan tuan? " Tanya suster


"Tidak.. Kamu boleh pergi" Setelah suster pergi Alexander masuk ke dalam sebuah ruangan yang selalu dia kunci tidak ada seorang pun yang boleh masuk ke sana


Alexander kembali mengambil kuas dan mulai menggambar sesuatu


Ingatan nya seperti kembali pada sosok wanita yang selama ini dia cari, wanita yang terlihat begitu lengket dan menempel padanya namun kenapa dia tidak bisa mengingat wajahnya


Alexander menyelesaikan lukisannya sampai hampir pagi, dia tidak tidur sama sekali menghabiskan malamnya untuk mengingat wanita yang selalu menjadi bayang bayangnya


"Kenapa saat hampir aku melihat wajahmu aku selalu kembali lupa semuanya" Gumam Alexander seraya meninggalkan hasil lukisannya dan mengunci pintu


Sekitar pukul tiga pagi Alexander tertidur di ruang keluarga dengan televisi yang masih menyala, Suster yang hendak berjalan ke dapur melihatnya dia mematikan televisi juga memberi selimut padanya


"Apa tuan Alexander akan baik baik saja? Apa akan ada efek sampingnya? Aku harus apa" Batinnya merasa bersalah melihat wajah lelah majikannya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Selamat pagi.. " Allea baru saja bergabung di meja makan


"Siapa yang masak pagi ini? Kelihatannya enak" Lanjutnya seraya menarik kursi


"Mama dong  semalam ada yang bilang kangen masakan mama" Allea hanya terkekeh mendengar penuturan ibu sambungnya


"Mama terbaik, muuaahh" Mengecup jauh Ririn 


"Lusa pernikahan Danendra dan Cindy, kita berangkat besok" ucap Gibran tiba tiba


"Ayah kok baru kasih tau sekarang? Allea belum izin ke rumah sakit"


"Kamu bisa izin hari ini kan? kalo gak mendadak nanti kamu suka cari cari alasan buat pulang" ujar Gibran, Allea hanya mengerucutkan bibirnya


"Nyonya permisi.. Di depan ada.. "


"Ada siapa bi?" Tanya Allea, melihat bibi tidak bisa meneruskan kata katanya Allea bangun  dan melihat sendiri siapa yang ada di depan


"Ellia sayang.. Sama siapa kesini? " Allea celingukan mencari seseorang yang mungkin membawa Ellia ke rumahnya


"Aku pergi sendiri naik taksi, aku kangen mama" Ellia dengana mata  berkaca kaca


"Masuk sayang, Ellia udah makan? " Tanya Allea namun anak ini hanya menggeleng


Allea membawanya masuk memperkenalkan ellia pada keluarganya dan mengajaknya untuk sarapan, tatapan mata Gibran dan Ririn tak lepas dari Allea dan Ellia juga ello yang ada di hadapan mereka berdua


"Kenapa kalian berdua begitu mirip? " 


"Bukan, Ello mirip papanya.. Anak ini kenapa mirip kamu? " Tanya Ririn, Allea dan Ellia saling menatap


"Benarkah? Tapi sepertinya memang mata, hidung dan bibir kami sama" Jawab Allea menatap seksama wajah Ellia


"Ayah rasa cara duduk dan makan kalian juga sama, kebetulan sekali" 


"Apa aku bisa di Terima di keluarga ini karena aku mirip mama? " Semua orang terkekeh mendengar celoteh Ellia


"Boleh sayang.. Apa papa kamu tau kamu ada disini? " Tanya Ririn, Ellia menggeleng dengan wajah sedih


"Ada apa sayang? " Tanya Allea mengangkat dagu Ellia


"Di rumah ada mama Nola, mama benci sama aku.. Jangan bawa aku pulang mama aku takut di buang ke panti asuhan" Lirih Ellia dengan suara gemetar


Allea dan keluarganya membisu ibu mana yang tega berbicara seperti itu pada anaknya, Allea memeluk Ellia begitu pun Ello yang turun dari kursinya


"Ellia boleh tinggal disini, nanti aku jagain" Ello membeo membuat Allea tersenyum


"Apa mama Nola bicara seperti itu? Papa tau gak? " Tanya Ellia


"Enggak.. Sebenarnya aku sayang sama mama Nola tapi.. Tapi.. Aku gak tau kenapa mama Nola benci aku" Dada Allea rasanya sesak mendengar penuturan anak ini


"Jangan sedih.. Mulai sekarang ada mama yang akan menjadi mama terbaik buat kamu" Ucap Allea seraya memeluk dan mencium Ellia serta Ello


Ririn dan Gibran hanya tersenyum menggenggam tangan Ellia yang berada di atas meja


"Jadi sekarang Ellia juga punya oma dan opa? " Tanyanya sambil melihat tangannya yang di genggam Ririn dan Gibran


"Iya.. Kami keluarga Ellia sekarang, jangan sedih lagi" Ucap Ririn


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Wanita yang bernama Nola pagi pagi sekali datang ke rumah Alexander, melihat Alexander yang masih tidur di sofa dia beranjak ke kamar Ellia


"Gadis kecil yang manis"ucapnya seraya membelai pipi Ellia namun sesaat kemudian dia mencengkram rahang kecil gadis tersebut


" Ma.. Mama.. Lepas ma sakit" Dengernya seketika bangun dari tidurnya


"Sebentar lagi sayang.. Sebentar lagi aku akan membawamu ke panti asuhan, aku tidak suka Alexander lebih menyayangimu" Mata Ellia basah tubuhnya gemetar dia ketakutan, setelah mengancam Ellia dia pergi begitu saja


Ellia yang ketakutan kini menjadi mandiri mandi sendiri dan mengemas  beberapa bajunya kedalam tas kecil dia juga membawa tabungannya, setelah semuanya siap dia menyelinap keluar terdengar suara ayah serta ibunya sedang bertengkar membuat Ellia semakin takut


Ellia berhasil menyelinap keluar lalu mencegat taksi dan menunjukan jalan kerumah Allea, di jalan dia beberapa kali lupa arah hingga supir harus beberapa kali memutar balik


Nola keluar dengan kecewa niatnya kembali untuk mengajak Alexander kembali bersama hancur berkeping-keping


"Meskipun kamu wanita satu satunya di dunia ini aku tidak akan pernah kembali padamu, bodohnya aku dulu kenapa bisa menyukai wanita sepertimu yang tidak mau menerima anaknya sendiri" Kata kata Alexander terngiang di telinganya 


Sebelum pergi Nola bertemu suster yang sedang mencari keberadaan Ellia, Nola menghampirinya dan memberikan sebuah paper bag 


"Apa ada wanita yang dekat dengannya akhir akhir ini? " Tanya Nola


"Kemarin ada seorang dokter yang menginap beberapa hari disini karena membuat Ellia alergi nya kambuh"


"Apa mereka dekat? "


"Sepertinya mereka mulai dekat, anak anak mereka mulai memanggil papa dan mama pada tuan dan dokter itu" Jawab suster


"Siapa dokter itu? " Tanya Nola


"Kalau tidak salah namanya Allea katanya dia juga anak orang kaya dari jakarta" 


"Apa? Bagaimana bisa? " Pekik Nola


"Anda mengenalnya nyonya? " Tanya suster


"Kamu tidak perlu tau.. Yang harus kamu kerjakan adalah memisahkan mereka dan ingat tetap berikan ini padanya jangan sampai lupa"


"Baik nyonya" Nola pergi setelah berbicara dengan suster




"Tuan.. Tuan.. Nona Ellia menghilang" Ujar Bibi 


"Menghilang? Apa Nola membawanya? " Tanya Alexander


"Tidak tuan, saya melihatnya pulang sendiri"


"Kemana suster? " Tanya Alexander


"Dia sedang mencari sekeliling rumah tuan, saya permisi ikut mencari" Seluruh penghuni rumah mencari keberadaan Ellia namun tidak membuahkan hasil


Handphone Alexander berbunyi dia begitu terkejut melihat siapa nama sangat penelepon, Alexander menjawabnya dan itu membuatnya semakin terkejut sampai suaranya menggema di rumah tersebut


"Apa? " Pekiknya


siapa kira kira yang menelponnya?


apa semua akan segera kembali pada tempatnya?


jangan lupa bunga, like, komen dan vote nya ya 🥰😘