
Allea baru saja menjemput anaknya dari sekolah tiba-tiba pintu rumahnya di ketuk seseorang, Allea berjalan untuk membuka pintu
"Nyonya ini ada surat tadi di titip tukang pos katanya buat tuan" Satpam yang mengantarkannya pada Allea
"Ohh.. makasih pak" Allea menutup pintunya setelah satpam pergi
"Surat dari rumah sakit? " gumam Allea
Allea membuka surat tersebut dia masih belum percaya dengan penglihatannya dan kembali membacanya dengan seksama, Kertas di tangannya terjatuh bersamaan dengan tubuhnya yang terasa lemas tak bertulang hingga jatuh duduk di lantai
Air matanya berderai dadanya sesak Allea mengepalkan tangannya erat erat, Ellia yang melihat ibunya menangis dan mengajaknya bicara namun dia tak mengeluarkan satu kata pun sontak memanggil suster serta bibi
"Sus.. suster.. bibi.. tolong mama"
"Nyonya.. ada apa? " Ketiga pekerjanya ikut duduk memangku Millie dan Marchelle
"Mama... " melihat keadaan ibunya keempat anak Allea ikut menangis
"Bi.. sampaikan surat ini pada Max, Sus bantu saya kemas barang anak anak dan kemas barang kamu juga kita akan pergi" lirih Allea
"Nyonya... nyonya mau kemana? saya bisa di marahin tuan" ucap bibi
"Dia gak akan marahin bibi, ayo Sus" Allea berdiri di bantu suster
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gue jadi penasaran drama apa yang terjadi di rumah Max hari ini" Arabella tersenyum smirk
Dia telah menukar rambut Lili dengan rambut Millie saat dia masuk ke ruang kerja Max, juga membatalkan pengiriman dari rumah sakit yang awalnya ke kantor menjadi ke rumah pribadi Max
"Sebentar lagi kamu akan punya papi seutuhnya" ucap Arabella pada Lili
"Benelan mi? Papi akan tinggal sama kita? " Lili sudah berharap sejak lama mempunyai keluarga utuh
"Iya, apa lagi kalo kemarin kamu gak gagalin rencana mami mungkin kita bisa secepatnya dapetin papi"
"Aku juga mau ibu.. aku mau papi sama ibu itu" lirih Lili
"Lili kamu sadar gak sih? yang rebut papi dari kita itu wanita yang kamu panggil ibu, Allea penyebab kita kehilangan papi" Arabella membentak Lili
"Tapi ibu Baik, ibu gak malah waktu lili muntah di bajunya dan ibu juga gak malah kalo Lili bangunin tengah malam waktu Lili sakit"
"Stop.. berhenti ngomongin Allea atau kamu gak akan pernah dapet papi sampai kapanpun" Mendengar ancaman Arabella akhirnya Lili pun diam
Lili memang merindukan sosok sang ayah namun dia juga merasa bahwa Allea adalah orang baik, dia ingin berbagi papinya dengan Allea juga anak anaknya
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Halo tuan.. cepat pulang, nyonya mau bawa anak anak pergi" Bibi melapor pada Max
"Ada apa bi? tadi dia baik baik aja"
"Gak tau tuan tapi nyonya ngasih bibi surat katanya buat tuan, cepat cegah nyonya sama anak anak mereka sudah pergi beberapa menit yang lalu" bibi panik sendiri saat Allea sudah mengeluarkan mobilnya
"Kenapa baru telepon sekarang? kenapa kamu gak coba cegah? surat juga surat apa? "
"Saya udah telepon puluhan kali tapi tuan gak angkat, nyonya gak bisa di cegah biarpun saya mohon mohon" jawab bibi
Max segera bergegas pulang kerumah benar saja dia melihat ke kamar Allea dan anak anaknya baju mereka sudah di bawa sebagian, bibi menyerahkan surat yang di berikan oleh Allea
"Bangsat.. argghhh kenapa suratnya bisa sampai ke sini? " Max membanting semua barang di dekatnya bibi mundur menutup telinganya
"Aaarrgghh... " Bibi ketakutan melihat Max menghancurkan barang barang sampai bersembunyi
"Aku tahu kemana kamu pergi" gumam Max menyambar kunci mobilnya dan pergi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Sepanjang perjalanan Allea menyuruh semua handphone di matikan, dia mengendarai mobil bergantian dengan suster yang merawat Millie, menempuh perjalanan berjam jam untuk sampai ke tempat tujuan
"Kita cari penginapan" ucap Allea
Setelah berkeliling cukup lama akhirnya Allea menemukan sebuah villa yang cukup nyaman berhadapan dengan pantai, Allea menyuruh semua orang makan dan istirahat dan jangan memberitahu keberadaan mereka pada siapapun
"Apa semua ini benar? pantas aku ngerasa ada sesuatu antara Arabella dan Max, tega kamu khianatin aku" rasanya sakit kepercayaannya kembali dikecewakan
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Apa aku harus mengakhiri semuanya, percuma juga bertahan dengan kepercayaan yang berkali-kali di runtuhkan" gumam Allea
"Nyonya.. Tuan telepon" Suster mengetuk pintu kamar Allea
"Gak usah diangkat kalo perlu blokir aja" jawab Allea
Tidak lama setelah suster pergi Allea menghidupkan handphonenya, banyak pesan serta telepon masuk dari Max
Handphonenya kembali berdering ternyata sang ayah yang menghubunginya, Allea mempersiapkan diri sebelum menjawab telepon dari sang ayah
"Hallo yah.. "
"Sayang kamu dimana? " tanya Gibran
"Lagi di luar yah, kenapa? "
"Diluar sama siapa? "
"Anak anak dan suster" jawab Allea
" Izin sama suami gak? "
"Udah kok yah" Allea terpaksa berbohong
"Kamu bohongkan? suami kamu tadi siang kesini" Allea pun terdiam saat kebohongannya di ketahui
"Ada apa nak? kalian bertengkar? " tanya Gibran
"Gak ada apa apa yah.. Allea cuma mau nenangin diri dulu sama bawa anak anak liburan"
"Kalo ada masalah selesai baik-baik dengan kepala dingin kalo kamu kabur kaburan masalahnya gak akan selesai" Gibran memberi nasihat pada Allea
"Iya ayah.. udah dulu ya anak anak nangis" Allea terpaksa kembali berbohong dia tidak tahu lagi harus berkata apa jika ayahnya bertanya lagi
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Dimana kamu? dimana? " Max uring uringan mencari Allea yang juga tidak bisa di hubungi
Semua teman-temannya sudah dia hubungi namun tidak ada satupun yang melihat Allea, kepalanya tidak dapat berpikir jernih dia harus mencari Allea juga harus mencari kebenaran tentang Lili karena dia yakin Lili bukanlah anaknya
Max mencoba menghubungi handphone yang sering di gunakan anak anaknya untuk bermain game, Sangat kebetulan suara anak kecil menjawab teleponnya
"Hallo.. siapa ini? " tanya Millie
"Sayang ini papa, kalian dimana? "
"Aku kangen papa.. " Millie malah menangis mendengar suara papanya
"Jangan nangis sayang, Lili lagi sama siapa? "
"Sendili yah, sustel lagi mandi kakak pada tidul''
" Lili tau gak sekarang Lili ada dimana? " Max coba bertanya siapa tahu anaknya dapat memberinya petunjuk
"Lagi di pantai jauuuuhhhh banget, Lili sampe capek"
''Pantai mana sayang? " ketika Millie hendak bicara handphonenya di rebut Ellia
"Papa bikin mama nangis lagi, papa bikin salah lagi kan? jangan cari kita lagi biarin mama tenang " ucap Ellia lalu mematikan teleponnya
"Sayang hallo.. " panggilannya sudah terputus
"Kalian dimana? aku gak bisa sehari pun tanpa kamu" Max menjambak rambutnya frustasi
Entah harus kemana lagi dia mencari Allea, dia yakin bahwa semua ini tidak benar dia tidak pernah menyentuh wanita lain selain istrinya
Jangan lupa like komen Vote dan kembang setaman ya 😁