My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Gara gara anjing



"Kenapa sewa villa? kenapa gak hotel? " tanya Allea ketika sampai disana


"Lebih leluasa aja, kita sekalian tinggal dengan Habibie dan Celine juga kan? "


"Hhmm.. Ayo masuk Aku capek banget" Allea menarik tangan Max masuk


"Kamar depan itu kamar kita, kalian terserah mau pake kamar yang mana aja" Ucap Max


Max dan Allea masuk ke kamar mereka begitupun dengan Celine, Saat hendak makan malam pintu rumah mereka di ketuk seseorang dan Habibie yang pergi untuk membukanya


"Siapa? " tanya Max tanpa berbalik


"Gue.. " Jawab Bisma membuat semua orang menoleh


"Gue tinggal disini ya pleaseee.. hotel deket sini gak ada yang kosong" Bisma bertingkah seperti wanita manja memijat bahu Max


"Kan bisa cari tempat lain" ucap Allea


"Kok lo tega sama gue, gue laper gak ada tenaga kalo harus nyari hotel lain"


"Makan sono ah.. ngapain sih pegang pegang geli tau gak? " Gerutu Max


"Hehe makasih tampan" Ucap Bisma seraya menyentuh dagu Max


Plak


"Awwww... Tangan istri lo kasar banget" Bisma mengusap lengannya yang di pukul Allea


"Jangan pegang pegang" Allea mengusap bekas tangan Bisma di dagu Max


"Cih.. posesif gak tau tempat" Cibir Bisma


"Bisa aja kan kak Bisma g*y"


"Astaga.... Pikiran lo, selain posesif lo juga overthinking" Ucap Bisma


"Udah sayang jangan di ladenin, aku cuma cinta sama kamu" Ucap Max seraya memeluk dan mencium pipi Allea


"Astaga... gue yang di salahin? bener bener deh"


"Diem aja deh dari pada di usir" ucap Celine, Bisma menoleh sinis kearah Celine yang ada di hadapannya lalu menginjak kakinya


Brraak


Celine yang kesakitan mengangkat kakinya hingga terbentur meja, Melihat tatapan Dingin Max keduanya menunduk seraya mengatakan maaf bersamaan


"Sorry"


"Aku udah selesai" Ucap Allea


"Aku juga, kita istirahat duluan.. ini nanti tolong beresin ya" Ucap Max seraya membawa Allea pergi


"Enak banget jadi bos nyuruh nyuruh " cibir Bisma


"Kalo numpang minimal tau diri lah" Sahut Celine seraya pergi membawa piring kotor


"Astaga.. cewek cewek disini mulutnya minta di lakban" Gerutu Bisma


"Udahlah.. yang dia omongin emang bener" Ucap Habibie


"Lo juga sama aja" Bisma ikut membawa piring dan gelas kotor


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Aku mau bertemu ayah dan kakakku" Mitha memohon pada polisi


"Ayahmu ada di selnya tapi kakakmu seseorang sudah membebaskannya beberapa hari lalu dia sudah di bebaskan"


"Di bebaskan? tapi siapa yang bebaskan dia? "


"Seseorang yang tidak boleh di sebutkan namanya"


"Beritahu saya dimana dia sekarang? Pak saya mohon.. atau hubungi orang itu juga agar membebaskan saya" Mitha menangis histeris mendengar kakaknya sudah lebih dulu bebas


"Diam.. diam.. jangan ribut lagi" polisi memukul jeruji besi dengan pentongan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kamu lagi apa? " Tanya Allea


Saat terbangun tengah malam Allea mencari Max yang tidak ada disampingnya, Allea keluar kamar dan melihat suaminya berada di ruang tengah


"Aku beresin kerjaan tanggung dikit lagi, kenapa bangun? "


"Aku mau peluk kamu gak ada" Allea menyandarkan kepalanya di lengan Max


"Selesai... Mau lanjut tidur? "


"Aku boleh tidur di pelukan kamu gak? " Tanya Allea


"Sini... jadi istriku ini lagi manja, hmm? " Max menuntun tangan Allea agar duduk di pangkuannya


Allea duduk di pangkuan Max saling berhadapan ke dengan kedua kaki berada di kedua sisi tubuh Max, Allea menyandarkan kepalanya di dada Max dengan satu tangan memainkan dada Max


Saat Bisma hendak mengambil air dia melewati ruang tengah dan melihat Allea dan Max yang sedang tidur saling memeluk, Bisma tersenyum membayangkan dia juga seperti itu bersama istrinya nanti


Namun saat membayangkan wajah istrinya kelak yang terlintas adalah wajah Celine, Bisma langsung menggelengkan kepala dan bergidik tersadar dari lamunannya


Setelah Bisma masuk kini Celine dan Habibie bersamaan keluar dari kamar, Mereka juga melewati Max dan Allea membuat Celine dan Habibie malu sendiri


Celine dan Habibie saling menatap lalu mengalihkan pandangan kearah lain, Celine membayangkan dirinya berada di posisi Allea bersama suaminya nanti


Namun yang ada di pikirannya adalah Bisma yang sedang memangkunya, Celine langsung mengusap mengacak rambutnya seraya menggeleng ketika sedang mengambil air


"Kenapa ? " Tanya Habibie melihat Celine mengacak kepalanya sendiri


"Ahhaa.. enggak kok.. gak apa apa" Celine tertawa garing


"Lagi ngelamunin yang tadi ya? " tebak Habibie


"Enggak kok.. aku duluan ya, selamat malam" Celine kabur sebelum Habibie terus menggodanya


Max memindahkan Allea ke kamar karena disana semakin dingin, Max mengecup seluruh wajah Allea juga bibirnya berkali-kali


"Jangan tinggalin aku" Gumam Allea tangannya mencengkram baju Max


"Siapa yang mau ninggalin kamu? kamu hidup aku" Max memeluk Allea dalam tidurnya tidak sedikitpun dia merubah posisinya


.


.


Pagi pagi Celine sudah bangun dia melihat Habibie di luar sedang melakukan pemanasan, Celine juga ikut melakukan pemanasan di samping Habibie


"Mau lari pagi juga? " tanya Habibie


"Hmm.. iya " jawab Celine tanpa ragu


ketika baru setengah jalan Celine mengikat tali sepatunya terlebih dahulu, dia mencari keberadaan Habibie ternyata dia sudah jauh di depan


Tiba-tiba saja seekor anjing berlari dan menggonggong kearah Celine membuatnya ketakutan, Celine berlari tanpa arah yang penting bisa menjauh dari anjing itu


Bisma kebetulan juga lari pagi namun dia berangkat lebih awal, Bisma tertawa melihat Celine di kejar anjing


Celine yang berlari lurus akhirnya berbelok ke arah Bisma hingga mereka berdua berlari bersama


"Jangan kesini.. Aaaaa.. anjing" Teriak Bisma


Mereka berlari saling menarik satu sama lain hingga Bisma melihat sebuah pohon dan memanjatnya begitupun Celine


"Hus.. Hus.. " Agak lama mereka di atas pohon sampai anjing itu bosan dan pergi dengan sendirinya


"Huh.. huh.. " Nafas keduanya tersengal


"Aman" Bisma turun lebih dulu meninggalkan Celine sendiri


"Woi.. tolong gue gak bisa turun" Teriak Celine


"Lompat aja lah, gak tinggi ini" ucap Bisma


"Gue takut.. tolong gue mau turun" rengek Celine


"Ya udah ayo gue tangkap" Bisma mengulurkan tangannya


"Gue takut lo bohong"


"Lo kebanyakan takut deh, lompat aja cepet gue tangkap"


Celine melompat ke arah Bisma, saat Bisma sudah menangkapnya kaki Bisma tergelincir membuat keduanya terjatuh dengan Celine menimpa tubuh Bisma


"Awwww.. " Celine meringis saat lututnya berdarah


"Tuh kan lo gak bener" Celine bangun lalu memukul kaki Bisma


"Sorry kaki gue kepeleset, badan lo sih berat banget"


"Lo malah ngatain gue, sakit kaki gue" Celine melihat lututnya yang berdarah


"Kalian disini? Aku nyari kamu dari tadi" Habibie berjalan kearah Celine


"Aku di kejar anjing jadi asal lari aja" lirih Celine


"Sembarangan lari malah nyusahin orang" gerutu Bisma


"Ini gara gara lo kaki gue jadi sakit" pekik Celine


"Ayo pulang biar nanti obatin di villa" Habibie memunggungi Celine agar dia naik ke atas punggungnya


"Apa maksudnya? " Tanya Celine


"Naik" Celine pun naik ke punggungnya lalu menjulurkan lidah ke arah Bisma


Bisma tersenyum melihat kepergian Habibie dan Celine, Bisma bangun melihat sikut nya yang berdarah


Celine mengira hanya dia yang terluka nyatanya tangan dan siku Bisma berdarah akibat terjatuh menahan tubuhnya agar tidak melukai Celine