
"Ehh.. ada Allea"
"Udah lama ya gak ketemu? "
"Iya.. kalian gimana kabarnya? " tanya Allea
"Baik.. lo sendiri? "
"Gak usah di tanya deh, lo kan tau sendiri Max sekarang punya perusahaan sendiri"
"Ohh.. iya, keadaan lo pasti baik banget kan? apalagi dengan banyak anak hari hari lo pasti menyenangkan"
"Ya.. di rumah gak pernah sepi" jawab Allea
"Badan lo sekarang berisi ya"
"Kalo udah punya anak, cewek suka gendutan gitu badannya, apa lo gak takut suami lo berpaling ke lain hati? "
"Iya, harusnya lo bisa jaga badan lo biar suami gak berpaling"
"Heem.. apa lagi kalian udah punya banyak anak"
"Gue sering tuh ketemu Max di hotel, Club malam, lo gak tau kan?
" Gue duluan ya masih banyak yang harus di beli" Allea yang merasa muak dengan perkataan teman SMAnya pergi begitu saja
"Suami kaya kok belanja keperluan dapur sendiri" ledek teman temannya yang sampai ke telinga Allea
"Mana kayak babu lagi gak fashionable banget" Allea berhenti sejenak lalu kembali melanjutkan langkahnya
Allea menelan sendiri kata kata pahit dari teman sekolahnya dulu, mood belanjanya hilang setelah membayar dia memutuskan untuk segera pulang
Sesampainya di rumah Allea tidak keluar dari kamar lagi bahkan dia melewatkan makan siangnya, langit baru saja menggelap Bibi dan dua suster sepakat untuk menelpon Max karena khawatir dengan keadaan nyonya mereka yang tidak keluar kamar meskipun di panggil anak anak
"Dimana dia bi?" tanya Max dia pulang saat mendekati waktu makan malam
"Masih di kamar tuan, nyonya gak mau buka pintu padahal belum makan dari siang" jawab Bibi
"Kan ada kunci cadangan, kenapa gak pake itu? "
"Anu tuan.. kami gak berani"
"Ah.. kalian ini bagaimana" Max masuk ke ruang kerjanya untuk mengambil kunci cadangan
Ketika pintu terbuka Allea berbaring membelakangi pintu dengan tubuh tertutupi selimut, Max duduk di belakangnya lalu ikut berbaring memeluk Allea
"Kamu kenapa? sakit? " Allea tidak menjawab sedikitpun
"Kata Bibi kamu gak makan dari siang, kenapa? apa kamu menginginkan sesuatu? "
"Apa kamu kesal sama aku? aku ada salah? "
"Sayang jawab aku, jangan bikin aku khawatir"
"Aku gendut ya? aku banyak makan, aku gak makan karena mau diet" suara Allea bergetar sepertinya dia menahan tangisnya
"Kenapa kamu kepikiran diet? kamu gak sadar kalo kamu lagi hamil? " Max berkata dengan lembut seraya mengusap kepala Allea
"Aku takut kamu gak cinta lagi sama aku, aku takut kamu pergi ninggalin aku dan cari cewek lain"
"Omong kosong macam apa itu? Apapun yang terjadi sama kamu aku gak akan pernah cari cewek lain"
"Kamu ibu dari anak anak aku, kamu wanita hebat yang melahirkan dan mengurus empat orang anak, buat aku kamu segalanya tidak peduli dengan perubahan bentuk tubuh, wajah atau apapun itu aku tetap mencintai kamu" Max memeluk erat tubuh istrinya merebahkan Kepalanya di atas kepala Allea
"Tapi kamu ngapain ke hotel sama club malam? "
"Sebenarnya apa yang mengganggu pikiran kamu? " tanya Max
"Aku cuma berpikir aku banyak berubah, di saat posisi kamu berada di atas angin aku merasa semakin buruk, aku gak bisa jaga penampilan, aku gak menarik"
"Lihat kesini.. " Max membuka selimut yang menutupi tubuh Allea dan membalik tubuhnya
"Perkataan seseorang pasti melukai kamu kan? gak biasanya kamu seperti ini, kamu menangis sejak kapan? " Max mengusap mata sembab Allea dengan ibu jarinya
"Kenapa diam? bener kan? " kemudian Max mengecup seluruh wajah Allea dan mengecup bibirnya lama
"Jangan nangis lagi, jangan dengarkan kata orang lain, ketika kamu mendengarkan komentar orang lain tentangmu kamu tidak akan pernah merasa puas dengan apa yang ada pada diri kamu"
"Mulut mereka berkomentar mencari keburukkan dan kekurangan orang lain tapi mereka tidak pandai menilai diri mereka sendiri"
"Kamu cantik, punya suami yang tampan dan kaya, punya anak anak yang pintar dan menggemaskan, hidup berkecukupan, mereka hanya iri" ucap Max dengan candaan
"Pede banget kamu" Allea mengusap air matanya, bibirnya tersenyum samar
"Bener dong kenyataannya gitu, kamu cantik dari dulu gak pernah berubah"
"Bukannya dari dulu banyak yang iri sama kamu? kenapa sekarang kamu lemah gini? " lanjut Max
"Karena yang mereka bicarakan sekarang memang kenyataan, aku gendut gak terawat" lirihnya
"Kamu bebas pergi ke salon anak anak ada suster yang jaga tapi kamu yang gak mau kan? kamu ibu yang baik yang mengutamakan anak anaknya dan itu hal yang tak ternilai dari kamu"
"Jangan lagi insecure dengan perkataan orang lain, kamu cantik luar dalam dan aku tau itu, sekarang makan baby butuh asupan nutrisi.. Atau mau yang lain dulu? " Max menaik turunkan alisnya, Allea mengerti apa yang di bicarakan oleh suaminya
"Kamu lagi pengen? " Tanya Allea
"Hhmm.. sebenarnya iya tapi kamu harus makan aku gak mau kamu sakit" Jawab Max
"Kalo kamu mau sekarang aja"
"Kamu udah gak sabar? " goda Max
"Bukan gitu, aku mau mandi sekalian abis ini"
"Aku ambilin kamu makan dulu abis itu aku yang akan habisin kamu" ucap Max seraya terkekeh
"Aku nyesel nawarin dia, pasti mandi tengah malem nih" gumam Allea ketika suaminya sudah keluar dari kamar
Max menyuapi Allea makan setelah itu benar-benar menepati perkataannya lalu mereka mandi bersama, Max yang melayani Allea dari mandi sampai mengeringkan rambutnya
"Kamu buat aku batalin meeting malam ini" ucap Max seraya membenarkan selimut Allea lalu memeluknya
"Apa itu jadi masalah? " tanya Allea yang khawatir dengan pekerjaan suaminya
"Untungnya tidak, klien kali ini mengerti karena istrinya juga sedang hamil katanya hormon kehamilan membuat mood wanita tidak menentu jadi dia mengundur meetingnya besok pagi"
"Syukurlah, maafin aku ya"
"Gak perlu minta maaf, aku seneng bisa pulang cepet karena sebenarnya aku juga udah capek banget pengen istirahat"
"Anak anak udah pada tidur belum ya? " tanya Allea
"Kamu tenang aja ada suster, sekarang kamu yang perlu istirahat jangan pikirin apa apa lagi cepat tidur" Max mengecup bibir serta kening Allea sebelum mereka benar benar tidur
Hai kalian apa kabar? lama ya aku gak up, tadinya emang ceritanya udah end tapi aku melupakan beberapa hal sampai harus update lagi
Seperti biasa aku mau ngingetin Jangan lupa like komen dan vote ya, kasih othor bunga juga