
Pagi pagi sebelum Allea dan Max berangkat ke sekolah mereka berhenti tepat di depan rumah Ririn untuk mengembalikan rantang yang semalam diantar Ririn ke rumahnya
"Kok mobilnya kayak kenal? " pikir allea saat melihat sebuah mobil terparkir di depan rumah Ririn
Tok tok tok
Pintu terbuka Ririn menyambut dengan senyuman menyuruh Allea masuk, Allea dan Max masuk sebentar karena waktu juga masih pagi sekali untuk pergi ke sekolah
"Loh.. ayah " ucap Allea ketika melihat ayahnya duduk di ruang tamu
Hampir saja Gibran menyemburkan teh yang di minumnya ketika mendengar suara sang anak, Ririn mengernyitkan alisnya mendengar Allea memanggil Gibran dengan sebutan ayah
"Sayang.. nga.. ngapain kalian disini? " tanyanya gugup
"Harusnya Allea yang tanya, ayah lagi ngapain disini? "
"Ayah.. ayah lagi bahas kerjaan.. ya.. bahas kerjaan" Gibran seperti maling yang tertangkap basah
"Bukannya tante Ririn seorang dokter? ada urusan pekerjaan apa ayah mertua dengan dokter Ririn? " tanya Max setengah menggoda
"Haiisshh... kamu bocah bisa diem gak" hardik Gibran
"Ayah? ayah mertua? jadi kalian bukan adik kakak? " tanya Ririn kemudian Max dan Allea menggeleng
"Kalian masih sekolah bagaimana bisa? " tanya Ririn kembali
"Ceritanya panjang, semua gara gara bocah tengik ini" Gibran menunjuk Max
"Allea juga gak keberatan ayah mertua, kenapa hanya saya yang di salahkan? " Max menyangkalnya
"Sudah sudah.. tante kita berangkat kesekolah dulu" Allea menengahi keduanya
"Ayah lagi apel ya? " bisik Allea ketika mencium tangan ayahnya
"Ayah mertua lagi kasmaran? manis sekali" goda Max ketika bersalaman juga lalu keduanya kabur
"Kalian... " Gibran begitu kesal dengan anak dan menantunya yang berani menggodanya
"Kenapa mereka bisa menikah di usia yang masih sangat muda? " tanya Ririn kemudian Gibran menceritakan semuanya dengan detail
Gibran kini sudah resmi bercerai dengan Emile untuk mengusir kesunyian nya dia sering bertemu dengan Ririn untuk sekedar minum teh bersama
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Allea sampai di sekolah saat bel sudah berbunyi dia tidak sempat bertemu teman temannya, Dan waktu pulang pun mereka pulang di jam terakhir
Allea dan Max hendak pergi ke rumah sakit menjenguk Gita di perjalanan Allea heboh sendiri membeli perlengkapan bayi, buket bunga besar hingga parsel buah
Sesampainya di rumah sakit Max menghela nafas panjang karena dia yang membawa semuanya, pintu terbuka Allea dengan wajah berserinya masuk menyapa teman temannya yang sudah ada disana
Kelima teman temannya menahan rasa ingin tertawa ketika melihat Allea dan Max, mereka mengingat kejadian sore kemarin sampai pada puncaknya mereka tidak bisa menahan lagi rasa ingin tertawanya
"Kalian ngetawain apa sih? ada yang aneh ya? " tanya Allea kebingungan
"Gak jelas lu pada" ujar Max ikut duduk di sofa bersama, Bagas, Sandro dan Desta
"Akhh.. ohh.. emmhh.. faster baby" Sandro menirukan suara Max saat itu
Gelak tawa kembali terdengar membuat Allea kebingungan tatapan tajam Max membuat mereka kembali mengulum bibir mereka masing masing, Max sudah tau maksud mereka ketika kemarin tidak sengaja melihat log panggilan di handphone Allea
"Loh sekarang kenapa pada diem? " Allea kembali di buat heran temannya menjadi hening tak bersuara
"Kalian aneh" ucap Allea kemudian mendekati Gita yang sedang menggendong bayinya dengan Dito di sampingnya
"Mau gendong? " tanya Gita ketika melihat Allea menggenggam tangan bayinya
"Gue takut" lirih Allea
"Coba.. gue percaya lo bisa" ucap Gita memindahkan bayinya ke tangan Allea
Max mendekati Allea dan memeluk pinggang Allea dengan sebelah tangannya dan satu tangan di genggam bayi kecil tersebut, Allea menoleh menatap Max dengan tatapan sendu
"Kita nanti bisa buat yang banyak" ucap Max seraya tersenyum
"Iya pagi, siang, sore, malem hajar terus" ujar Sandro
"Jangan dengerin orang gila" ucap Max saat Allea menoleh kearah Sandro
"Siapa namanya ta? " tanya Allea
"Dirgantara Sebastian"
"Hello.. baby Dirga kamu ganteng banget" ucap Allea
"Ciihh.. pede lu" ujar Max
"Benih gue itu makanya ganteng" Ucapnya seraya menyisir rambutnya dengan tangan
"Serah lo dah, tapi nanti babu Dirga jangan kayak papa ya" ucap Allea
"Lah emang gue kenapa? "
"Tau tanya aja bini lo" Sontak Dito menoleh pada Gita yang menggedikan bahunya
"Nanti anak kita juga akan ganteng dan cantik juga berhati lembut seperti mamanya" ucap Max seraya membelai pipi Allea dengan jarinya
"Please hargai para jomblo disini" sindir Bagas
Max malah mencium pipi Allea membuat ketiga makhluk jomblo di sofa pura pura mati kemudian mereka tertawa membuat bayi kecil itu menangis
"Yahh.. kalian sih jadi nangis kan" Allea memberikan bayinya kembali pada Gita
"Ya udah kita pulang dulu ya besok kesini lagi" ucap Allea
"Besok gue udah pulang jadi kerumah aja ya"
"Oke.. mimi yang banyak sayang biar cepet gede" ucap Allea mengelus pipi bayi merah yang masih menangis
"Aku juga jadi mau mimi " bisik Max
"Pasti lo lagi bisikin mau mimi juga kan? " tebak Sandro
"Sok tau lo" ketua Max
"Jangan kebanyakan mimi Max entar cepet tua" ledek Sandro membuat semua orang tertawa, pikir Sandro jika bayi cepat besar maka Max yang besar akan cepat tua
"Udah.. udah.. sono pulang anak gue mau n*t*" usir Dito ketika melihat Gita belum memberi bayinya asi
"Jangan ikutan mimi ya nanti kasihan babynya, bekas bapaknya bau jigong" ledek Sandro sebelum dia ngibrit lari keluar ruangan
"Dasar sialan" hardik Dito
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Jonatan menunggu Celine di gang dekat rumahnya, pucuk di Cinta ulam pun tiba Celine berjalan membawa tas belanjaan
"Celine.. " panggil Jonathan
"Ehh.. kak jo ngapain disini? " tanya Celine
"Gak sengaja lewat, kamu mau kemana? " hanya itu alasan yang sering di ucapkan Jonathan
"Ke pasar bantu ibu beli bahan bahan kue" jawabnya
"Ayo naik aku antar"
"Tapi kak.. "
"Gak ada tapi tapian ayo naik" Celine naik ke motor Jonathan lalu mereka pergi
"Kamu ketemu Allea gak di sekolah? " tanya Jonathan ketika Celine sedang membeli bahan kuenya
"Kayaknya ada deh.. kita gak satu ruangan tapi aku sering liat"
"Dia tinggal dimana? " tanya Jonathan
"Ohh.. jadi kakak antar aku belanja cuma mau nanyain soal Allea? maaf kak aku gak bisa kasih tau takut Allea marah"
"Bukan.. bukan gitu, aku cuma gak pernah liat dia lagi di apartemen"
"Apartemen? Allea punya apartemen? " tanya Celine saat Jonathan keceplosan
"Ahh.. lupain, ayo jalan masih ada yang di cari? " Jonathan mengalihkan pembicaraan
"Gak udah kok.. aku mau langsung pulang"
"Ohh.. ayo kita pulang"
"Sebenarnya apa yang kak jo cari dari Allea? kenapa dia tanya tanya soal Allea kalo ketemu gue? apa dia pikir hubungan gue sama Allea sedekat itu? gue harus kasih tau Allea" batin Celine
Jangan lupa like komen dan vote
taburi bunga yes biar subur makmur 😁😁