My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Mengerjai Max



Pagi pagi Max masih di sibukkan dengan mual-mualnya, meskipun merasa tersiksa tapi mau bagaimana lagi. ini lebih baik dari pada Allea yang tersiksa setiap pagi


Allea memeluk Max dari belakang ketika dia baru saja membersihkan wajahnya, Max berbalik melingkarkan tangannya di pinggang Allea


"Kenapa? " tanya Max


"Kita jadikan kuliah di luar negeri? " tanya Max


"Enggak" Max menggeleng


"Kenapa? padahal aku berharap banget bisa ke luar negeri" ucap Allea


"Kamu gak kuliah dulu sampai lahiran, aku juga kuliah disini aja" jawab Max


"Kok gitu" Allea mengerucutkan bibir seraya mendorong Max


"Hei.. ini demi kamu, biar kamu fokus sama kesehatan kamu dan anak kita nanti setelah lahiran kamu bisa kuliah.. ya kamu ngertikan? " Ucap Max seraya memeluk Allea


"Tau ah.. aku gak mau ngomong sama kamu" Allea berusaha melepaskan diri dari pelukan Max


Allea keluar dari kamar mandi sambil membanting pintu, Max mengusap dada berusaha tetap sabar dan bicara dengan lembut pada Allea


"Sayang.. Aku lakuin ini karena aku sayang sama kalian, aku gak mau kalian kenapa napa" Max berbaring di belakang Allea memeluknya dari belakang


"Nanti kamu genit genit sama cewek di kampus, aku gak bisa ngawasin kamu" ketus Allea


"Kamu gak percaya sama aku, huh? selama ini aku gak pernah respon cewek lain sayang" jawab Allea seraya menciumi tengkuk Allah


"Walaupun kamu cuekin mereka tapi mereka gak akan menyerah ngejar ngejar kamu, apalagi kalo mereka gak tau kamu punya istri" Allea mengerucutkan bibirnya berbalik menghadap Max


Max mengecup bibir Allea yang masih saja manyun, Dia merapihkan anak rambut di sekitar wajah Allea lalu menangkup wajahnya


"Pemikiran kamu terlalu jauh belum tentu juga ada yang suka sama aku, gini aja.. gimana kalo kamu jemput aku pulang setiap hari biar mereka tau aku punya istri"


"Beneran boleh?? " tanya Allea dengan mata berbinar


"Hmm.. apapun untuk istriku, jangan kecapean ya banyak banyak istirahat"


"Aku mencintaimu" cicit allea kegirangan mengecup seluruh wajah Max


"Sepertinya pagi ini dingin, aku butuh kehangatan" Max setengah terbangun dari tidurnya mencondongkan tubuhnya di atas Allea


"Ahh.. aku lupa kita harus sarapan" Allea beringsut lalu berlari kecil keluar kamar, Max hanya tersenyum menggelengkan kepalanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Dirga belum tidur" ucap Gita masih memberi asi pada bayinya


Dito selalu menempelinya, menciumi tengkuknya serta tangannya yang tidak bisa diam membuat Gita tak karuan


"Aku kangen sama kamu" bisik Dito mengigit kecil telinga Gita


Plak


Beberapa saat kemudian Gita memukul dada Dito


"Matamu.. kamu mainnya kasar banget" gerutu Gita


"Aku udah gak bisa tahan sayang"


"Tapi sakit" Gita mengerucut bibirnya


"Ya udah sekarang kamu istirahat biar nanti kalo Dirga bangun aku yang urus" Ucap Dito yang merasa bersalah


"Jaga yang benar jangan sampai lecet"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Max dari pagi langsung pergi ke bengkel dan malamnya pergi ke club malam miliknya, tengah malam dia baru pulang membuat Allea kesepian di rumah


"Tuan baru pulang, nyonya dari tadi uring-uringan" ucap bibi ketika membukakan pintu


Baru saja Max melangkahkan kakinya masuk dia melihat Allea berlari menuruni tangga menghampirinya lalu melompat ke tubuhnya seperti koala yang menempel di tubuh Max


"Jangan berlari seperti itu, bahaya " gerutu Max


Allea mengendus mulut Max lalu tatapan manjanya berubah menjadi tatapan tajam, Max kelabakan sepertinya Allea akan segera marah


"Sayang kamu mau..."


"Gak.. kamu mabuk" sergah Allea turun dari gendongan Max lalu memukulinya


"Sayang.. dengerin dulu" Max menahan serangan yang di buat Allea


"Dengerin apa? kamu ninggalin istri di rumah mabuk mabukan gak jelas.. ihh.. aku kesel" Allea mengatakannya dengan suara bergetar


"Sayang maaf.. ini gara gara Bisma ngajak aku minum" ucap Max


"Terus kalo dia ngajak kamu loncat dari gedung kamu juga mau huh? kalo kamu gak mau dia juga gak akan maksa" pekik Allea menghentak hentakan kakinya


"Sayang maaf" Allea tidak mendengarkan perkataan Max dia pergi dengan kesal


Max hanya bisa mengekori Allea dari belakang tepat di depan pintu kamar Allea menutup pintunya dengan keras tepat di hadapan wajah Max


"Tidur di kamar lain" ucapnya sebelum masuk


Braaakk


"Sayang jangan gitu.. aku gak bisa tidur tanpa kamu" rengek Max sambil mengetuk pintu


"Dasar sial.. dia enak enakan mabuk di luar sementara gue di rumah nungguin dia sampe tengah malem" gerutu Allea


Allea tidur dengan kesal membiarkan Max merengek mengetuk pintunya berkali-kali, Tengah malam Allea terbangun karena merasa tubuhnya tidak bisa di gerakan


perlahan Allea membuka mata ternyata dia sedang di peluk erat oleh Max, Allea memandangi wajah suaminya tangannya terulur membelai nya..


"Emh" Max merasa tidurnya terusik sedikit membuka matanya


"Kenapa? " tanya Max dengan suara parau


"Aku lapar" ucap Allea


Mendengar istrinya lapar dia segera bangun mengucek matanya " Mau makan apa? aku masakin dulu bentar" ucap Max


"Apa aja.. nasi goreng kayaknya enak" jawab Allea


"Bentar ya.. cium dulu" Max mencium bibir Allea sekilas lalu mencium perutnya yang masih rata


Allea menatap punggung Max yang dari keluar kamar lalu kembali berbaring, setelah kembali dengan nasi gorengnya Max menghela nafas kasar melihat istrinya tidur nyenyak


"Sayang bangun, katanya lapar ini udah ada nasi gorengnya"


"Aku ngantuk, makan aja sendiri" racau Allea


"kamu ngerjain aku"


Plak


Max memukul bokong Allea lalu menyuap nasi gorengnya dengan kasar sambil sesekali menggerutu