My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Serba salah



"Sayang apa kamu mau sesuatu? misalnya makanan atau jalan jalan? " tanya Max, mereka sudah sampai di rumah


"Gak ada, aku cuma mau tidur aja" jawab Allea


"Kamu gak ngidam sesuatu seperti wanita kebanyakan? "


"Gak"


"Apa kamu mual? pusing? atau yang lainnya? "


"Gak"


"Sayang kenapa sepertinya kamu gak manja seperti yang lain minta ini itu yang aneh aneh gitu"


"Kamu berisik banget sih, udah tidur" Allea menutup mulut Max sambil mendorongnya hingga tidur terlentang


"Tidur aja gak usah banyak ngomong, aku gak ngidam apa apa" ucap Allea dengan tangan yang tidak lepas dari mulut Max


"Tapi.. "


"Ssttt... aku ngidam ingin tidur " Allea membuat Max tidak bisa berkata kata lagi


Cup cup cup


Allea mencium kedua pipi dan kening Max karena melihat wajahnya yang cemberut, sepertinya suaminya itu kurang puas Max menekan tengkuk Allea dan menghadiahkan nya ciuman lembut tapi menuntut


"Aku mau.. "


"Astaga ini siang bolong, gak mau gerah" sergah Allea


"Apa ini cukup dingin? " Max membuat AC nya seperti akan membekukan seseorang


"Kamu gila kenapa sedingin ini" Allea hendak merebut remote dari Max namun dia menjauhkannya


"Nanti juga panas" jawab Max


.


.


"Eemmhh.. " Allea tertidur cukup lama dia baru saja membuka matanya menjelang maghrib


"Niatnya mau istirahat tapi badan malah pegel semua" gumam Allea berusaha duduk


Allea hendak beranjak dari tempat tidur namun Max mencekal tangannya, Max kembali menarik Allea hingga jatuh di pelukannya


"Apa? " tanya Allea ketika tatapan mereka beradu


"Sekarang tambah besar" jawabnya membuat Allea mengernyitkan dahi


"Maksudnya? " tanya Allea


"Ini" Max menusuk nusuk dengan jari telunjuknya sesuatu yang menyembul tertekan di dadanya


Krruukk kkrrruuyuukk


Max menatap wajah Allea namun entah kenapa Allea jadi kesal dengan suaminya itu


"Aku lapar, kamu mau enak enakan tapi gak peduliin perut aku yang keroncongan.. Kamu gak peka banget sih aku makan sedikit tadi pagi dan sekarang belum makan gara gara kamu" cerocosnya


"Bawel" Singkat Max bangun dari atas tubuh Allea


"Kamu mau kemana? aku belum selesai bicara" pekik Allea saat Max kembali memakai bajunya


"Katanya lapar.. aku mau ambilin kamu makan" jawab Max


"Gak usah aku mau ambil sendiri"


"Ya udah aku mau mandi kalo gitu" tidak ada yang salah dengan perkataan Max namun sepertinya itu memancing kemarahan Allea


"Harusnya peka larang kek atau maksa gitu mau ambilin makanan, ngeselin banget sih" gerutu Allea


"Jadi mau di ambilin apa enggak? " tanya Max


"Gak usah"


"Ya udah kalo gitu aku mandi dulu"


"Gak peka" hardik Allea dengan mata mendelik


"Ya udah tunggu aku ambilin" Max hendak melangkah keluar


"Gak usah "


" Pokoknya Aku ambilin.. kamu mau makan apa? " tanya Max seperti yang di minta Allea dia harus memaksa


"Aku bilang gak usah maksa banget sih"


Allea bertambah kesal dia memukuli Max yang tidur memunggunginya, Max menyingkap selimutnya lalu menarik dada Allea dengan sebelah tangannya hingga tertidur kembali


Keduanya tidur menyamping berhadapan, Max yang kesal dengan Allea yang serba salah menekan punggungnya dan melahap dadanya dengan Ganas


"Aaaaaaaaaa.. aku gak mau, aku laper" pekik Allea berusaha menjauhkan kepala Max dari tubuhnya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Cindy menjenguk Emile di temani Celine keduanya baru saja pulang dari mall, Emile tampak enggan bicara dia hanya diam


"Mommy.. sampai kapan mommy mau marah sama Cindy? "


"Cindy harap mommy bisa menghargai keputusan Cindy, apa yang selama ini mommy lakukan itu salah dan Cindy gak mau mengulang hal yang sama"


"Mommy tau gak? Cindy malu sama Allea dan daddy, meskipun mereka tau Cindy bukan keluarga mereka tapi mereka masih menganggap Cindy bagian keluarga, mommy salah menilai Allea dia gak mau merebut apapun dari kita"


"Bahkan dia gak pernah jahatin Cindy saat dia tahu Cindy bukan anak daddy, Allea menyuruh Cindy tetap tinggal bersama tapi Cindy lebih nyaman sama papa biarpun papa gak kaya seperti daddy" Cindy hanya berdialog sendiri


"Ya udah kalo mommy masih gak mau maafin Cindy, tapi satu yang mommy harus tau Cindy sayang sama mommy" Cindy berdiri memeluk Emile, tidak mendapat respon apapun dari Emile Cindy akhirnya memutuskan untuk pulang


"Ayo Celine " Cindy menarik tangan Celine keluar


Setelah kepergian Cindy Emile meneteskan air mata entah apa yang dia rasakn sekarang, Emile kembali masuk ke dalam sel di ikuti penjaga


"Lo gak apa apa? " tanya Celine


"Gak apa apa, gue cuma gak habis pikir sama mommy kenapa dia bisa selicik itu" jawab Cindy


"Mungkin maksudnya baik buat lo tapi caranya yang salah"


"Hmm.. gue beneran menyesal atas sikap gue dulu yang sok berkuasa, sekarang kalo inget itu gue jadi benci diri gue sendiri" ucap Cindy


"Semua orang punya kesalahan mungkin kita bisa ambil hikmah dari semuanya agar hidup kita lebih baik"


"Gimana kabar Kiki? " Tanya Cindy


"Ya gitu gitu aja, dia gak mau kenal gue lagi karena menurutnya gue penghianat" Jawab Celine


"Kita harus ketemu dia"


"Ya.. semoga pertemanan kita bisa kembali seperti dulu" jawab Celine


Tid.. tid..


" Mau gue anterin pulang gak? " motor Jonathan berhenti di samping Celine


"Gak usah makasih" jawab Celine


"Ayo dari pada jalan kaki"


"Aku sama temen mau ke tempat lain jadi sekalian jalan jalan liat pemandangan kota" jawab Celine


"Ikut aja gak apa apa" ucap Cindy yang malah mendapatkan cubitan di tangannya


"Kita duluan ya kak.. bye" Celine menghentikan taksi lalu menarik tangan Cindy agar masuk


"Ciee.. gebetan ya? " goda Cindy


"bukan"


"Siapa dong? ganteng banget sayang di anggurin" godanya lagi


"Dia bukan cowok yang baik, dia deketin gue cuma mau tau tentang Allea yang menghindar terus dari dia"


"Loh kok gitu? " Cindy terheran heran


"Dia selalu ngerecokin hubungan Max sama Allea tapi katanya dia bukan cowok baik baik jadi gue gak mau berurusan sama dia"


"Kalo gak di coba mana tau, siapa tau nanti dia berubah" ucap Cindy


"Gue gak mau coba coba, takutnya nanti malah gue yang bahaya"


"Padahal ganteng" gumam Cindy


"Buat lo aja kalo mau" seloroh Celine


"Gak.. emang apaan maen kasih kasih"


"Jangan bilang lo masih nungguin Danendra" tebak Celine namun Cindy hanya diam


"Gue udah duga" Celine sepertinya berhasil menebak


"Sok tau lo" ucap Cindy, kini dia menghadap jendela sepertinya dia takut ketahuan Celine dan malu sendiri