My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Jadi papa aku aja



"Minimal keringin dulu rambutnya, keliatan banget abis nganu" ucap Bisma


"Berisik lu" Max mendorong wajah Bisma sambil berlalu


"Kayak kucing kecebur got lo berdua.. basah.. basah.. basah.. seluruh tubuh" Bisma bernyanyi meledek Allea dan Max


"Lo gak bawa pengering rambut? " tanya Celine, Allea melirik dengan ekor matanya


"Hehe.. ayo pergi yok" Celine terkekeh sambil menarik tangan Allea pergi


Mereka sampai di pasar pusat oleh oleh di kota itu, Allea dan Celine berjalan kesana kemari di ikuti Max dari belakang, Max seperti baby sitter yang sedang mengasuh dua gadis kecil


"Jangan lari lari makanya" Max memeluk Allea membawanya ke samping ketika hendak di tabrak orang


"Maaf sayang" Allea mencium pipi Max


Celine tersenyum melihat kedua temannya yang bucin sedari SMA, di sebarang sana seseorang juga sedang tersenyum melihat Kemesraan Max dan Allea


Mata Bisma dan Celine bertemu membuat keduanya sama sama membuat wajah mengejek, Allea melihat Celine menjulurkan lidahnya lalu menoleh ke sebrang jalan


"Ciieee... " ledek Allea menyenggol lengan Celine


"Apaan sih udah bukan abg lagi, masih aja kayak gitu"


"Cie.. malu ya? "


"Tau ahh.. kalian jalan berdua aja gue mau cari yang lain dulu" Celine pergi meninggalkan Allea dan Max


"Eemmhh.. malu tuh dia"


Celine keliling mencari Sesuatu yang akan dia beli, dia tidak tahu bahwa dari kejauhan Bisma mengikutinya


"Gue ngapain sih ngikutin dia? ahh.. demi rasa kemanusiaan" batin Bisma bergejolak


Celine melihat Habibie sedang memilih baju untuk perempuan, Saat dia mendekat Celine tidak sengaja mendengar perbincangan Habibie dan seseorang melalui sambungan telepon


"Nanti sore aku pulang, aku beli baju sama tas buat kamu"


"Iya aku juga kangen, apa babynya rewel? minta bantuan mama aja ya"


"Ya udah.. Daaahh, i love you to"


"Baby? bukannya kata Max dia belum nikah? " batin Celine


"Ehh.. kamu udah lama di sini? " Habibie baru menyadari bahwa Celine berada di belakangnya


"Enggak kok baru dateng" jawab Celine seraya tertawa


"Kamu beli baju buat siapa? " tanya Celine


"Gadis yang kemarin di rumahku" Jawab Habibie


"Kamu udah nikah? "


"Belum"


"Ini bagus buat kamu, Aku belanjain deh gaun yang ini" Habibie memilihkan gaun untuknya


"Gak usah.. lagian aku juga gak niat beli baju kok, aku cuma lagi jalan jalan aja"


"Kamu aneh, biasanya cewek paling suka di kasih hadiah.. kamu bikin aku penasaran" ucap Habibie, hanya dengan kata kata seperti itu saja jantungnya sudah berdetak tak karuan


"Aku gak Terima penolakan, aku bayar kamu pake nanti kalo mau pulang"


"Makasih sebelumnya" ucap Celine


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Mau mama.. aku mau marahin papa bawa mamanya lama" Millie merengek ketika hendak berangkat sekolah


"Sayang.. kan mama sama papa ada kerjaa dulu, sini sama oma mian dulu ya" Lydia membujuk Millie agar cepat bersiap


"Oma kami berangkat dulu" Ellia dan Ello mencium tangannya


"Millie jangan rewel dong kasian oma sama suster, kalo gak nurut nanti papa marah loh" ucap Ellia seraya mengusap kepala sang adik


l


"Nanti oma sama susternya pulang siapa yang mau jagain Millie? Sambung Ello


" Sudah kalian berangkat saja, Millie aman sama Oma"


"Titip adik adik ya oma"


"Iya sayang, berangkat sama supir? " tanya Lydia


"Enggak.. kita berangkat di jemput kak Dirga"


"Oohh oke.. nanti sore papa sama mama udah pulang" Lydia menginap disana selama Max dan Allea pergi


"Tapi oma jangan pulang dulu ya.. nginep beberapa hari lagi atau lebih lama" Ucap Ellia


"Baiklah.. hati hati, jangan berantem di sekolah"


"Iya.. "


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kamu beli apa? " tanya Allea


"Aku lagi pilih oleh-oleh buat bunda sama mama, kira-kira menurut kamu harus beli apa? "


"Beli ini aja, bahannya lembut banget" Allea mengambil sweater yang terbuat dari sutra


"Kalo buat ayah sama papa? "


"Gak tau.. aku gak ngerti selera cowok"


"Berarti kamu gak tau selera aku? " Tanya Max


"Tau dong.. selera kamu itu aku.. kan? kan? " Max tertawa kecil melihat wajah istrinya


"Aku capek.. belanjanya udah cukup kali ya? pulang yuk" Allea menggandeng tangan Suaminya


"Masa udah capek? "


"Bukan jalan jalan nya yang bikin capek tapi yang kamu lakuin di villa yang buat aku capek, lemes aku" Max tertawa melihat wajah kesal istrinya


"Ayo kita pulang.. aku temani tidur nanti" Max merangkul bahu Allea


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Bisma berjalan di depan Celine tiba-tiba bajunya di tarik seorang anak kecil, Bisma berhenti sejenak saat melihat wajah anak itu seperti sedang memelas


"Sayang lepas tangannya, Om nya mau pergi" ucap seorang wanita paruh baya


"Om.. Om.. " Anak itu terus menarik ujung baju Bisma


"Ada apa? Kamu mau mengatakan sesuatu? " Bisma berjongkok menyamakan tingginya dengan anak itu


"Mama om.. aku mau mama" Anak seumuran Millie itu menangis mencengkram erat baju Bisma


"Anda bukan orang tuanya? lalu kemana orang tuanya? " Tanya Bisma


"Aku.. aku.. neneknya, ayo pulang mama nunggu di rumah" wanita itu menarik tangan Gadis kecil itu, namun dia berontak hingga tangannya terlepas dari genggaman wanita tersebut


Anak kecil itu memeluk kaki Bisma dengan tubuh gemetaran sepertinya dia ketakutan, Bisma menggendong Gadis kecil itu dan mulai curiga dengan si wanita tua


"Kembalikan cucuku.. kamu penculik ya? aku teriak sekarang" pekik wanita itu


Wanita itu mulai berteriak-teriak hingga orang-orang mulai berkumpul, Anak itu malah semakin ketakutan memeluk leher Bisma


"Tunggu.. tunggu ini salah paham" Bisma di tuduh menculik seorang anak


"Ada apa ini? " Tanya Celine membelah kerumunan


"Ini nyulik anak mbak"


"Sembarangan.. mana mungkin kalo saya culik dia meluk saya" Sergah Bisma


"Bisa aja kan kamu ancam dia"


"Kembalikan cucuku" Wanita itu menangis berderai air mata


"Ini anaknya gak mau lepas" Ucap Bisma pada Celine


"Kayaknya anak itu ketakutan deh sama neneknya" Batin Celine


"Coba kalo anak ini cucu ibu, siapa namanya? " Mendapatkan pertanyaan dari Celine wanita itu tampak gugup


"Namanya.. namanya.. Laras" wanita itu tampak berpikir


"Hai.. apa nama kamu Laras? "Celine bertanya pada anak itu namun dia diam saja menyembunyikan wajahnya di leher Bisma


" Sayang.. lihat om dulu, kamu aman sekarang mama kamu datang" Mendengar perkataan Bisma yang lemah lembut akhirnya anak itu mengangkat wajahnya


"Nama kamu siapa? " tanya Bisma


"Audy.. Mama aku mana om? " Anak itu menjawab sambil terisak


"Dari nama aja udah salah ibu.. " Wanita tua itu tanpa menjawab apapun lagi dia langsung kabur


"Kejar.. dia penculiknya, ini anak saya" Ucap Celine pada orang-orang, mendengar hal itu orang orang mengejar wanita tua itu dan tampaknya mereka berhasil menangkapnya dan membawanya ke kantor polisi


"Jangan nangis ya.. mama kamu dimana? biar om antar" Bisma memeluk anak tersebut sambil mengusap punggungnya


"Aku gak tau mama dimana? kita lagi jalan jalan nenek itu narik aku pergi"


"Mama kamu juga ada di sini? " tanya Bisma


"Iya.. tapi aku gak tau dimana"


"Oke.. oke.. jangan nangis ya.. om beliin permen tapi jangan nangis lagi ya? " Anak kecil itu mengangguk mengusap air matanya


"Lo mau cari kemana di tempat seluas ini? " tanya Celine


"Gue mau ikat sepatu tolong gendong dulu kayaknya dia masih ketakutan" Celine hendak mengambil anak tersebut namun dia semakin memeluk Bisma


"Gak mau.. aku takut" Celine melongo saat mendengar anak itu takut padanya


"Haha.. muke lo kek nenek lampir sih" Ledek Bisma


"Muke lu kek mata ikan"


"Audy.. Audy.. sayang mama cari kemana mana ternyata disini" Seorang wanita muda menghampiri mereka


"Mamaaaaa.. " Anak itu beralih kepelukan ibunya


"Kamu kemana aja? mama khawatir tau gak? "


"Tadi anaknya hampir di culik" Ucap Bisma


"Iya ma nenek jahat mau bawa aku, untung ada om ini" Celotehnya


"Terimakasih... Aku benar-benar berterimakasih "


"Tidak masalah.. karena dia sudah baik baik saja aku pergi dulu" Ucap Bisma


"Om.. mau gak ke rumah aku dulu? "


"Kapan kapan ya sayang.. om lagi di tungguin temen om" ucap Bisma seraya membelai kepala gadis itu


''Om kenapa gak jadi papa aku aja? " Lirih gadis kecil itu


"Sayang gak boleh gitu, gak sopan.. om udah punya istri, minta maaf sama tantenya " Wanitq itu mengira Celine adalah istri Bisma


"Gak apa apa.. dia bukan istri saya" jawab Bisma


"Gak mau.. aku mau om ikut pulang" Gadis kecil itu menangis


"Om sibuk sayang.. gimana kalo kapan kapan aja mainnya ya? " bujuk Bisma


"Ya udah sini HP mama" Ibunya memberikan handphone lalu anak kecil itu memberikannya pada Bisma


"Masukkan nomor om, kalo udah gak sibuk nanti main kesini" Bisma menuliskan nomor palsu di handphone tersebut namun pintarnya anak itu dia langsung menelpon nomor yang di tulis Bisma


"Ini gak bisa di hubungi, om bohong ya? "


"Ehh.. mana om cek lagi" Bisma tersenyum kikuk lalu kembali menuliskan nomornya dengan benar


"Om pulang dulu ya.. sampai ketemu lagi" Bisma mengusap kepala gadis itu


"Daahhhh... " gadis itu melambai ketika Bisma mulai berjalan menjauh


Celine hanya diam sepanjang perjalanannya menuju mobil, dia tidak merespon saat Bisma mengajaknya bercanda ataupun mengejeknya