
Sesampainya di apartemen Allea baru menyadari sesuatu setelah Max menyelesaikan perbuatan gilanya
"Loh kok kesini? " tanya Allea
"Maaf non, tadi gak bilang tujuannya kemana makanya saya pikir ke apartemen bos" jawab Wawan seraya menggaruk kepalanya tak gatal
"Kenapa kamu gak tanya? " gerutu Allea, Wawan hanya diam mana mungkin dia berani mengganggu bosnya ketika bermain bisa bisa gajinya di potong
Max pun hanya diam dalam hatinya dia senang karena Wawan membawanya kesini
"Ya udah sayang gak apa apa mau kemana pun sama aja" ucap Max
"Tapi aku gak bawa baju ganti, kasihan juga ayah sendiri di rumah"
"Aku beliin nanti, ayah kamu bisa jaga dirinya sendiri disana juga banyak pelayan"
"Ayo.. turun kepala aku pusing banget"
"Pusing? tadi kamu udah baik baik aja"
"Sekarang pusing lagi, ayo turun" Wawan membukakan pintu untuk Allea
Setelah keduanya turun Max memberikan uang pada Wawan dari Balik tubuhnya, lalu membulatkan tangannya memuji kerja Wawan
" Lumayan gope" gumam Wawan berjingkrak kesenangan
"Sering sering aja dah gak papa apa gue cosplay jadi setan budeg aja" lanjutnya seraya meninggalkan tempat itu
Sesampainya di depan apartemen Allea hendak membuka kunci suara seseorang menghentikan gerak tangannya
"Hei cantik.. sekarang tinggal lagi disini? " tanya Jonathan
"Bukan urusan lo" jawab Allea
"Gimana kalo gue temenin minum teh? gue punya banyak waktu senggang" ucap Jonathan
"Sebaiknya lo isi waktu senggang lo sama hal hal yang lebih berguna jangan cuma gangguin orang" ucap Allea
"Ini juga berguna mengurangi rasa kangen gue sama lo"
"Iisshh.. gak jelas" ketika Allea hendak masuk Jonathan menahan tangan Allea
"Lepasin.. " pekik Allea, tiba-tiba tubuh Jonathan terseret ke belakang
Max mencengkram kerah belakang Jonathan lalu menghempaskannya kasar hingga punggungnya membentur tembok
"Jangan ganggu cewek gue" sorot mata tajam itu bagaikan singa yang siap menerkam
"Cewek lo aja seneng di ganggu, ya kan? " ucap Jonathan dengan wajah genitnya
Allea menggeleng dia takut melihat Max yang seperti itu, Allea takut Max mempercayai Jonathan dan kembali menyalahkannya
"Lo pikir gue percaya? Allea bukan cewek gampangan seperti mantan pacar lo itu" tegas Max
"Lo seyakin itu? gue bertaruh cepat atau lambat benih gue akan tertanam disana" Jonathan dengan berani menunjuk perut Allea
"Anj**g lo, bangsat" Max beberapa kali menghadiahkan bogem mentah sampai Jonathan tersungkur dengan darah di sudut bibirnya
"Sayang stop.. " Allea meraih kepalan tangan Max yang hendak kembali meninju Jonathan
''Dia bisa laporin kamu kepolisi, Aku gak mau kamu kenapa napa.. Ayo masuk" Allea memeluk Max dan menggiring nya agar masuk
Wajah Max tidak bisa menyembunyikan kekesalannya dia masih di kuasai amarah sedikit saja Allea membuat kesalahan bisa bisa Max menggila, Allea duduk di pangkuan Max seraya membawakannya teh hangat
"Minum dulu" Allea terpaksa bersikap sedikit agresif untuk menyenangkan Max
"Kamu mau aku bantu mandi? " tanya Allea lembut seraya membuka satu persatu kancing seragam Max
"Kamu selalu jadi mood terbaik buat aku" Ucap Max kini wajahnya tersenyum membuat Allea sedikit lega
"Oke, kita mandi" Max menggendong Allea ala bridal style
"Tapi jangan minta lebih"
"Aku tau sayang, bantu aku menggosok punggung" Mereka berdua masuk ke dalam kamar mandi
Allea tahu Max tidak bisa memegang kata katanya saat berdua dengan Allea, dia mengerjai Allea dengan permintaan permintaan konyolnya membuat acara mandi itu menjadi berjam jam
"Kamu jadi lebih hebat sekarang" goda Max seraya membelit pinggang Allea
"Jangan mulai lagi tangan aku pegel" Allea mendorong Max pelan
"Aku bantu pijat" Kini tangan Max memijat pundak serta lengan Allea
"Gak usah, perasaan aku udah gak enak" jawab Allea
Tok tok tok
"Itu mungkin paket baju kamu" ucap Max sambil berjalan keluar kamar
Allea menunggu cukup lama hanya menggunakan handuk dengan handuk di kepalanya, Merasa heran Max begitu lama hanya untuk mengambil paket akhirnya Allea menyusul
"Siapa Max? " tanya Allea
"Apa itu Allea? " seseorang di balik pintu mendorong Max hingga masuk ke dalam
"Kalian? " Arabella membulatkan matanya saat melihat Allea hanya menggunakan handuk sementara Max menggunakan bathrobe dengan rambut yang sama sama basah
"Max.. gue gak percaya lo lakuin ini sama Allea" Arabella menggelengkan kepalanya
"Emang apa yang gue lakuin sama Allea? " Max berkelit namun Arabella juga bukan anak kecil yang mudah di bohongi
"Tanda itu.. gue tau persis apa yang kalian lakukan" Allea spontan menyilangkan tangannya di dada menutupinya
"Gue akan sebarin hal ini di sekolah" ancam Arabella
"Lo pikir lo sesuci apa? jangan lupa gue juga pegang kartu As lo" jawab Max
"Apa.. apa maksud lo? " tanya Arabella pura pura tidak tahu
"Jangan pura-pura bego, pertama lo tidur sama cowok sampai hamil, kedua mau jebak gue buat bertanggung jawab, ketiga lo gugurin kandungan, keempat lo pura-pura hilang ingatan"
"Gue simpan semua buktinya dengan satu jentikan jari lo sama keluarga lo habis" lanjut Max
Arabella mematung dia tidak menyangka Max mengetahui semua kebusukannya, Max berjalan kearah Allea lalu merangkulnya
"Sekarang pergi atau lo mau liat gue sama Allea bermain? " ucap Max , Arabella pergi seraya membanting pintu
"Kamu kenapa ngomong gitu sih? " ucap Allea kesal
"Biar dia pergi lah"
"Tapi kan aku malu"
"Ngapain malu dia aja gak punya malu, nih baju kamu" Max mengulurkan paper bag
"Jadi yang tadi yang ngetuk pintu kurir apa Arabella? kamu sampe lama banget "
"Tadi kurir terus Arabella dateng, dia ngajak keluar"
"Pantesan lama, janjian dulu" ucap Allea sambil berlalu
"Hei.. kenapa kamu marah? aku gak janjian " Max mengikuti Allea ke kamar
Tidak mendapat jawaban dari Allea max menubruk tubuh Allea hingga keduanya jatuh di atas ranjang, Max mengungkung serta menahan pergerakan Allea
"Kamu cemburu? " goda Max
"Enggak sama sekali"
"Kalo gak cemburu kenapa mukanya asem gitu? "
"Apaan sih? minggir gak" ketus Allea berusaha menyingkirkan Max dari atas tubuhnya
"Menggemaskan" ucap Max lalu menggigit pipi Allea
"Aaaaa.. sakit" teriak Allea
"Cepet pake bajunya aku mau ngajak kamu makan diluar"
"Tadi juga mau pake baju, tapi ada orang gak jelas ganggu" ketus Allea dengan bibir mengerucut
"Ini bibir cosplay jadi soang? " goda Max seraya mencomot bibir Allea
"Ihhh.. nyebelin"
Plak
Allea memukul punggung Max dengan keras "Arrrggghhh.. sakit" mendengar itu Allea segera berlari ke kamar mandi dan menguncinya dari dalam
"Allea.. buka "
"Gak mau.. maaf aku gak sengaja" ucap Allea dari dalam kamar mandi
"Aku balas nanti ya"
"Sorry.. aku bener bener gak sengaja" Allea tertawa mengingat wajah Max saat dia memukul punggungnya