
"Kenapa diem terus? " Max melirik Allea yang ada di sebelahnya sambil mengemudi
"Mobil aku ketinggalan"
"Ya ampun.. besok aku ambil gak bakal ilang juga"
Allea menatap Max seraya memegang tangan max yang berada di atas kemudi, Max menghentikan mobilnya sejenak untuk menepi
"Apa sayang? Kamu mau sesuatu? " Max menghadap Allea seraya mengelus kepalanya
"Sejak kapan kamu melakukan itu? Apa banyak orang menjadi korban? " tanya Allea, Max mengalihkan pandangannya kedepan bersiap menghidupkan kembali mobilnya
"Max.. "
"Aku melakukan ini dengan alasan sayang, aku hanya melakukannya sama orang yang membuat masalah fatal yang berpengaruh pada keluarga kita" Jawab Max
"Lihat aku.. " Allea mengambil dan menggenggam tangan suaminya
"Kalo kita gak kenal dan aku melakukan kesalahan seperti Yuki dan Arabella apa kamu akan melakukan hal yang sama padaku? " Tanya Allea
"Enggak... " Max beralih kembali menatap Allea
"Kenapa? " tanya Allea
"Karena kamu bilang sendiri kalo kita gak kenal, gimana kamu mau melakukan hal yang sama dengan mereka" Jawab Max seraya tertawa
"Ihh.. kesel deh" Allea menghempas tangan suaminya yang dia genggam
"Gemes deh kalo manyun gitu" Max mencium pipi Allea namun Allea mengusapnya
"Aku ganti pertanyaannya, kalo kamu nikah sama wanita lain terus aku datang hancurin hubungan kalian, apa yang akan kamu lakukan? " tanya Allea
"Nikahin kamu jadi yang ke dua" jawab Max
"Iihh.. kok gitu sih? " Allea tidak Terima dengan jawaban Max
"Sayang mau kamu seperti apapun, aku akan selalu tertarik, seburuk apapun kamu selama aku kenal kamu aku akan selalu menjadikan kamu pendamping hidup aku"
"Apa itu sebuah gombalan? " Allea melirik Max dengan ekor matanya
"Itu kenyataan... jika ada kehidupan kedua aku gak akan menikah sebelum ketemu sama kamu" wajah Allea tersipu mendengar ucapan Max
"Apa istriku sedang tersipu? " Goda Max seraya mencondongkan wajahnya mengintip wajah Allea yang tertutup rambut
"Apaan sih? cepetan jalan lagi" Allea mendorong wajah Max sementara dia tersenyum sendiri menghadap jendela
"Kamu senyum senyum sendiri kayak abg aja" Ledek Max, Allea kembali mengulum senyumnya menatap Max dengan tatapan tajam
"Iya aku emang udah tua" gerutunya, bibirnya kembali mengerucut
"Aku becanda sayang, mana ada istri aku yang cantik ini terlihat tua? dia selalu cantik, energik dan nikmat" Goda Max
"Nikmat? kamu pikir aku makanan? " ketus Allea
"Memang selalu nikmat, mau coba disini? " Max terus menggoda istrinya
"Jangan macam macam.. aku mau cepet pulang" Allea berusaha menyembunyikan rasa ingin tertawanya dengan wajah ketus
"Kamu udah gak Sabar? apa aku perlu cari hotel dekat sini? "
"Maxime... " rengek Allea yang kesal suaminya sangat suka menggoda dirinya
"Iya sayang? kamu selalu memanggil namaku dengan manja" Jawab Max dengan suara lembut
Allea sudah tidak bisa menahan bibirnya Allea menutup wajahnya dengan telapak tangan untuk menyembunyikan bahwa dia sedang tersenyum
"Aku tau kamu lagi senyum senyum sendiri"
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sus ambil Millie dia ganggu kita belajar" Pekik Ellia ketika sangat adik selalu mengganggunya yang sedang belajar di ruang keluarga
"Aduh.. non gak boleh kakaknya lagi belajar" Suster berusaha membawa Millie pergi
"Jangan nanti kamu coret coret dinding.. sini balikin" Ellia berebut cat tersebut dengan Millie
Suster membantu melepaskan cat tersebut dari tangan Millie, Millie melompat lompat hingga suster terjengkang kebelakang dan dia berhasil kabur berlari kesana kemari di kejar Ellia dan Ello
Tanpa mereka sadari ternyata cat tersebut terbuka dan terciprat kemana mana, sofa, dinding, lantai, dan karpet di penuhi bercak dari cat tersebut
"O... Ow.. "ucap Ellia dan Ello membulatkan mata serta mulut mereka
Suara mobil terdengar terparkir di halaman rumah membuat Ellia dan Ello segera pergi kembali ke tempat belajar, Suster masih mengejar Millie untuk mengambil cat yang tercecer di lantai
" Hap.. " Max menangkap dan mengangkat tubuh Millie, Millie tertawa menggoyangkan tubuh nya membuat cat tersebut terciprat ke baju Max dan Allea
"Astaga.. apa ini? " pekik Allea ketika menyadari rumahnya di penuhi bercak cat, Max menurunkan Millie yang menyembunyikan tangannya kebelakang
"Apa yang kamu sembunyikan? " tanya Allea, Millie menunduk menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan
"Millie.. " Allea menekan kata katanya
"Mama Aku cuma main" lirihnya tertunduk merasa bersalah
Allea mengulum senyumnya sebenarnya dia kesal tapi melihat putrinya yang bersikap menggemaskan kemarahannya perlahan hilang
"Sini kasih mama" Allea mengulurkan tangannya
"Maaf mama.. aku janji gak nakal lagi" ucapnya pelan
"Minta maaf sama kakak catnya habis, jangan ulangi lagi.. mengerti" Millie mengangguk lemah lalu berjalan mendekati kakak kakaknya
"Sus bawa tidur dia" titah Allea
"Baik nyonya" Allea melangkahkan kakinya menuju tangga diikuti Max
"Sayang aku mau mandi, mau bareng gak? " ajak Max
"Gak aku cuci muka aja" Max mengikuti Allea ke kamar mandi
Baru saja Allea keluar kamar mandi dan menutup pintunya terdengar suara barang pecah di dalam kamar mandi, Saat Allea kembali masuk Max berdiri di hadapan cermin hanya menggunakan handuk yang di lilit di pinggangnya
"Apa tadi yang pecah? " tanya Allea
"Emmhhh.. itu.. anu" Max terlihat menyembunyikan sesuatu di belakangnya
"Apa yang kamu sembunyikan? sini aku lihat" Max ragu mengulurkan sesuatu di belakangnya
Dia bertingkah seperti Millie menunduk menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan berharap Allea akan luluh seperti tadi, Allea membulatkan matanya menarik nafas bersiap untuk berteriak
"Maxiiiiiime.. kamu gak lucu sama sekali berhenti bersikap seperti itu" pekik Allea
"Sayang maaf.. " lirih Max
"Itu baru aku beli, baru pake sekali juga" gerutu Allea melihat botol sabunnya pecah
"Aku ganti beli yang baru ya.. ya.. "
"Bukan itu masalahnya.. mubazir tau gak? sayang banget, bersihin itu aku gak mau tau besok harus udah ada" Allea keluar membanting pintu kamar mandi
"Huh... kirain bakal mempan ternyata cuma sama Millie doang" gumam Max berjalan gontai masuk ke dalam Bathtub
Saat Max keluar kamar mandi Allea tidak berada di kamarnya, Max yang merasa lelah merebahkan dirinya sambil bermain handphone
Setengah jam kemudian sang istri datang dengan senyuman manisnya, Allea duduk di samping Max memeluk serta mencium pipinya
"Apa nih tiba tiba manja gini? " Tanya Max
"Kamu belinya banyak banget.. makasih hehe" Ucap Allea dengan manja memeluk lengan Max mengusak kepala di bahu suaminya
"Hhmmm.. " hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Max
Bagaimana Allea tidak senang suaminya mengganti sabun tersebut sampai 10 botol agar istrinya tidak menggerutu padanya, Allea cengengesan tidak melepaskan suaminya saking senangnya
Jangan lupa like komen vote dan bunganya ya