My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Ulah mama Dito



"Lo kemana aja sih Lea gue kesepian di rumah" ucap Gita saat Allea kembali ke rumahnya


"Maaf ta gue beberapa hari jagain Danendra sama Max"


"Emang dia kenapa? " tanya Gita


"Dia kecelakaan gue belum cerita ya"


"Cerita gimana orang lo baru balik, lo sekarang udah lupain gue ya? lo gak pernah main sama gue lagi" mood wanita hamil ini sedang jelek akhir akhir ini


"Mana ada gue lupa sama sahabat gue ini, sorry deh gue jarang main sama lo gue lebih sering pergi sama Max"


"Huh yang lagi kasmaran mah gitu" gerutu Gita


"Sebagai permintaan maaf gimana kalo gue ajak lo makan di luar?" ajak Allea membuat wajah Gita jadi berbinar


"Gue mau, tapi.. " mendadak wajahnya jadi murung


Allea mengikuti arah pandang Gita menatap perutnya yang sedikit membuncit, Allea tersenyum lalu berlutut di hadapan Gita dan mengusap perutnya


"Hai baby.. aunty mau ajak kamu jalan jalan kamu mau kan? tapi mama kamu kayaknya gak mau ikut pergi sama aunty" raut wajah Allea di buat sedih


"Bukan gitu Lea gue cuma takut ada yang liat gue"


"Sini.. ikut gue pokoknya hari ini kita senang senang jangan murung jangan sedih" Allea menarik Gita ke kamarnya


"Pake ini.. ini.. dan ini.. " Allea mengambil sweater kacamata topi dan masker


"Ini punya siapa gede banget" Gita menenteng sweater yang Allea berikan


"Ini punya Max belum gue balikin" jawab Allea dengan cengir kudanya


"Gak marah emang kalo gue pake? " tanya Gita


"Gak akan, dia gak sepelit itu.. cepet pake kita pergi jalan jalan senangin baby"


"Gue minta izin dulu sama Dito deh, btw lo liat dia gak tadi? kenapa belom pulang ya? " ucap Gita


Gita beberapa kali menelpon Dito namun tidak mendapat jawaban, melihat wajah Gita yang kembali muram Allea membujuknya dan akhirnya dia mau pergi


Gita dan Allea benar benar makan sepuasnya Allea melupakan dietnya karena ingin Gita merasa senang, ketika hendak membayar Gita mengeluarkan dompetnya namun Allea menahannya


"Gue yang ajak lo keluar jadi gue yang bayar" ucap Allea


"Tapi lo kan.. "


"Gue gak semiskin itu, masih ada Max " bisik Allea di akhir kalimatnya sambil terkekeh


"Lo dapet uang jajan dari dia? " tanya Gita


"Ya.. dan lumayan bisa di pake teraktir bumil yang makannya banyak" ucap Allea seraya mengeluarkan kartu dari tasnya


"Lo udah kayak istrinya aja di kasih uang segala"


"Dia emang pengen gue jadi istrinya tapi gue gak mau" ucap Allea membuat Gita terkejut


"Kok gak mau? apa lo gak suka sama dia? atau lo cuma manfaatin dia? " tanya Gita tanpa jeda


"Bukan gitu, dia ngajak nikah cepet ya gue belum siap.. gue pengen fokus sekolah dulu"


"Tapi dia belum apa apain lo kan? "


"Ya enggak lah meskipun dia sering menyelinap masuk ke kamar gue"


"What? ngapain dia masuk ke kamar lo? " pekik Gita


"Jangan kenceng kenceng, dia cuma tidur meluk gue doang" ucap Allea


"Tapi dia keren juga gak ngapa ngapain lo" gumam Gita seperti memikirkan sesuatu


Allea kembali menghibur Gita dan mengajaknya pergi dari sana namun baru saja berjalan beberapa langkah dia seperti melihat Dito sedang duduk bersama seorang wanita, tanpa pikir panjang Gita menghampiri mereka


Tanpa bicara apapun Gita hanya berdiri di samping meja Dito membuat Dito kalang kabut, Dito segera berdiri menyuruh Gita untuk duduk dan menjelaskan semuanya


"Gak perlu, aku juga udah capek mau pulang" ucap Gita lemah menarik tangannya yang di genggam Dito


"Sayang aku bisa jelasin, disini ada mama juga aku gak tau kalo mama mau kenalin aku sama anak temennya" ucap Dito


"Ayo Lea kita pulang" tanpa mendengarkan perkataan Dito Gita memilih menuntun tangan Allea melangkah


"Ta.. ini gak seperti yang kamu pikirin duduk dulu aku bisa jelasin semuanya" Dito mengejar dan menahan Gita


"Ta denger dulu penjelasan Dito" ucap Allea


"Ya udah gue pulang sendiri lo aja Le yang ikut gabung sama mereka" lirih Gita


"Aku sayang sama kamu sebentar lagi kita punya baby aku gak mungkin khianatin kamu, liat disana ada mama" Dito memutar tubuh Gita agar berbalik melihat ke kursinya


"Percaya sama aku, aku akan tolak biarpun mama bawa 1000 cewek cantik ke hadapan aku" mendengar perkataan Dito sepertinya Gita mulai luluh


"Allea lo mau temenin gue kan? " Allea hanya mengangguk sebagai jawaban


Dito membawa Gita dan Allea ke tempat duduknya dan menambah kursi, mama Dito memandang sinis Gita dan Allea tanpa bicara


"Kenalin ini istri aku Gita dan ini temannya Allea" Dito memperkenalkan mereka pada Viona


"Ternyata Dito beneran udah nikah tan? " Viona sepertinya terkejut dengan pernyataan Dito


"Ya dan Gita sedang hamil anak aku" Dito yang menjawab pertanyaan Viona karena mamanya bungkam


"Tante kok tega kenalin aku sama Dito yang udah beristri " protes Viona


"Viona sayang hubungan mereka gak akan bertahan lama tante yakin, hubungan yang di awali dengan jalan yang salah gak akan bertahan lama" ucap mama Dito


"Tante jaga ucapan tante, ini cucu anda darah daging anak anda sendiri" Allea tidak Terima dengan perkataan mama Dito yang menyakiti Gita


"Memang benar kan lihat saja penampilannya sudah tidak menarik masih kecil sudah punya anak, akan seperti apa kehidupannya kedepannya dia akan gendut kucel tidak ada laki laki yang tahan dengan itu" ujar mama Dito


"Kita pulang aja Lea, disini bukan tempat kita" ucap Gita dengan suara gemetar menahan tangis


"Kita pulang sekarang" Allea mengenggam tangan Gita dan pergi tanpa pamit


**Braaakk**


"Aku gak akan pernah mau temuin mama lagi selama mama bersikap seperti ini dan menjodohkan aku dengan wanita lain" Dito yang terlanjur kesal menggebrak meja membuat kedua orang itu terlonjak


"Ingat ma aku udah keluar dari rumah jadi mama gak perlu atur apapun lagi tentang aku, aku mencintai Gita dan anakku mama gak perlu bawa wanita wanita hanya agar aku meninggalkan Gita" ucap Dito lalu pergi mengejar Gita


Mama Dito masih tetap memasang wajah tenang meskipun dia menjadi pusat perhatian karena bentakan Dito, Viona yang malu juga meninggalkannya sendiri


Di dalam taksi Gita tampak melamun meskipun tidak menangis namun justru Allea malah sangat khawatir jika Gita hanya diam seperti itu, Allea takut Gita menganggap setiap perkataan mama Dito yang akan membuatnya stres


"Mau beli ice cream gak? " tanya Allea dan Gita hanya menggeleng


"Gue gendut ya? gue kucel? apa Dito bakal ninggalin gue? " setiap pertanyaan membuat hati Allea ikut sakit


"Lo cuma lagi hamil aja Gita, setelah anak ini lahir lo bisa diet lo bisa perawatan lagi, gue percaya Dito cuma sayang sama kalian" ucap Allea


"Kalo dia sayang sama kita kenapa dia gak angkat telepon gue? kenapa dia gak kasih tau gue kalo mamanya kenalin dia sama cewek lain? " tanya Gita


"Semua pasti ada alasannya Gita, nanti saat Dito menjelaskan semuanya lo cukup dengerin aja percaya sama dia" jawab Allea


"Demi kalian Dito rela keluar dari rumahnya, dia lebih milih kalian dari pada keluarganya apa lagi yang lo ragukan tentang suami lo? "


" Lo bener kenapa gue ragu sama Dito, kalo pun ada yang di salahkan itu salah mamanya" lirih Gita


"Lo tenang aja kalo Dito macem macem gue yang akan turun tangan" Allea memeluk Gita menenangkan ibu hamil itu