My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Penangkaran buaya



Sudah satu bulan bayi Allea di rumah sakit dan hari ini mereka sudah di perbolehkan membawanya pulang, Kehadiran bayi itu membuat kakak kakaknya hemas


Terlebih Lagi Michelle yang memang masih belum mengerti apa apa, dia awalnya mengusap usap wajah bayi itu pelan namun semakin lama semakin keras hingga dia menangis


"Gak boleh sayang.. adiknya di sayang jangan keras keras" Allea mengangkat tubuh Michelle dan memeluknya


Anak anaknya mengelilingi bayi mungil itu menyentuh serta menciumnya bergantian, rumah itu menjadi benar benar ramai sekarang di tambah satu suster lagi


"Namanya siapa ma? " tanya Ellia


"Gak tau.. tanya papa aja"


"Ehh.. di kamar Ello kok banyak kado? dia kan gak ulang tahun" bisik Allea di telinga Ellia


"Mama gak tau ya? dia sering dapet kado dari beberapa temen cewek, dia sering kesel bahkan kadonya suka langsung di buang sebelum di buka" Ellia menjawab dengan berbisik juga


"Ohh... kamu gak ada yang ngasih gitu? " goda Allea


"Iisshh.. mama kepo, tau ahh" wajah Ellia menjadi merah


"Masih kecil juga... bilangin jangan ngurusin begituan anak kecil itu harusnya belajar yang bener, buat kamu juga"


"Aku gak gitu mama.. Ello juga gak nanggepin merekanya aja yang kecentilan" jawab Ellia


"Pa.. papa.. sini deh" Allea memanggil Max yang kebetulan lewat


"Apa? " Max duduk bergabung dengan anak anaknya


"Ello.. kado di kamar kamu dari siapa? " tanya Allea


"Tau.. nih dia yang bawa" Ello menunjuk Ellia


"Itu kan dari fans nya kamu, aku selalu di titipin seabrek kado tapi ujung-ujungnya dia buang sama dia" Jawab Ellia juga menunjuk Ello


"Ehem.. jadi anak papa udah punya Fans ya? "


"Apa sih.. tau ah" Ello pergi dengan kesal ke kamarnya lalu kembali ke luar dengan membawa kado kado itu dan membuangnya ke tempat sampah di dapurnya


"Jadi penasaran" Setelah Ello kembali ke kamarnya Allea berlari ke dapur di ikuti Ellia yang menuntun Millie sementara Max menjaga anak anaknya


"Cewek emang biangnya kepo" ucap Max


Allea dan Ellia terkikik membaca surat surat di dalam kado tersebut sampai membuat bibi dan suster suster ikut kepo, mereka tertawa melihat kelakuan anak jaman sekarang yang sudah main cinta cintaan di saat masih sekolah dasar


"Aduuhh... perutku ngilu banget" Ucap Allea di sela tawanya


"Ambil aja bi.. Sus.. mubazir kalo di buang" Ucap Allea setelah membuka semua kadonya


"Coklatnya buat aku " Ellia dan Millie bersamaan mengambil beberapa coklat dan kembali mengikuti ibunya


"Emang kalo udah bibitnya super yang super juga, udah pinter, ganteng ganteng, cantik cantik, baik juga, jadi pengen anakku jadi menantu mereka" ucap suster yang menjaga Michelle


"Sadar diri Sus.. Sus.. " ucap bibi sontak saja menjadi bahan tertawaan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di lain hari Di rumah Allea sudah banyak teman temannya yang datang untuk menjenguk bayi yang baru saja datang ke rumah, Orang tua mereka juga sudah datang dan sedang bermain dengan cucu cucu mereka di playground yang sudah di bangun di rumah Allea


"Waaahh.. sejak kapan rumah lo jadi penangkaran buaya? " ucap Bisma yang baru saja datang


Bisma meledek teman temannya yang berada di dalam kolam bersama Max, Allea hanya terkekeh memang benar kolam berenangnya menjadi penangkaran buaya buaya darat


"Noh buayanya ketinggalan satu" ucap Max menunjuk Bisma dengan dagunya


"Telat lo.. sini buruan " Dito memanggil Bisma


"Entar dulu.. gue bawa seseorang nih yang mau gue kenalin" Bisma masih berdiri di ambang pintu kaca menuju kolam berenang


"Siapa? " tanya Allea seraya menoleh, Allea dan Gita duduk di kursi panjang tempat berjemur menggendong Bayinya


Seorang wanita muncul di belakang Bisma sepertinya usianya lebih muda dari mereka, Allea dan Gita tersenyum menyambut kedatangannya


"Kenalin cewek gue, Mitha " Bisma membawanya bergabung


"Hallo.. aku Mitha"


"Hai cantik.. aku Sandro, aku Bagas, aku Desta"


"Cantik.. cantik.. cewek gue nih" gerutu Bisma membuat mereka tertawa


"Hai.. aku.. "


"Gak usah kenalan lo mau istri lo ngamuk? " Max merangkul bahu Dito dan membawanya berenang


"Sini.. gabung" Allea memanggil Mitha untuk duduk dengan mereka


"Aku panggil kakak boleh? " tanya Mitha


"Boleh.. kamu udah kerja atau..? "


"Aku baru selesai kuliah kak, rencananya cuma bantuin di perusahaan papa sama kakak" jawab Mitha


Mereka berbincang santai bertiga Mitha juga menyanjung bayi Allea yang sangat tampan, Mereka hanya menonton para pria yang sudah seperti anak kecil bermain di kolam


"Yang mana? kan ada tiga tuh yang pake baju item" jawab Gita


"Itu yang tatoan"


"Ohh.. ganteng ya? badannya paling gede, tapi gak suka lirik wanita" ucap Gita seraya memperhatikan ekspresi Mitha yang tak lepas memandang Max


"Kok bisa? apa dia g*y? " Mitha tampak terkejut mendengar perkataan Gita


"Bukan... noh ada pawangnya, jangan lama lama liatinnya entar mata lo di colok ama dia" Ucap Gita tertawa sambil menunjuk Allea


"Ngapain lo ketawa gak jelas? udah gila lo?" Allea kebetulan menoleh pada Gita yang sedang tertawa menunjuk dirinya


"Kagak... gue ngakak aja" Ucap Gita masih tertawa, entah apa yang menurutnya lucu


"Orang bunting ketawa mangap amat kayak kuda Nil aja" ledek Bisma


"Sialan.. mau gue timpuk lo pake bata? " hardik Gita membuat semua orang tertawa


"Sayang dia ledekin aku" Gita merengek pada Dito


"Tenang sayang.. buat aku kamu tercantik, terbahenol, terlope lope" teman temannya sontak berekspresi seperti ingin muntah


"Dah.. ahh lo pada berisik gue mau nidurin dulu anak gue" Allea beranjak dari sana untuk menidurkan sang anak


Max baru menatap kearah kursi dan menyadari jika Allea tidak ada disana, Mitha berpikir Max menatapnya dia menjadi salah tingkah menyingkirkan rambutnya ke belakang telinganya


"Cih.. " Gita bergidik geli melihat Mitha


"Ta.. bini gue kemana? " tanya Max


"Ahh.. tadi kak Allea bawa Bayinya masuk" jawab Mitha dengan nada bicara di buat selembut mungkin


"Dia pikir Max nanya sama dia" batin Gita, teman temannya sudah tahu pada siapa Max bertanya


Max tidak menanggapi Mitha setelah tahu Allea masuk dia kembali menjahili teman temannya, Allea kembali membawa jus di ikuti bibi membawa cemilan


"Nih minum dulu" ucap Allea menyimpannya di tepi kolam, Max berenang cepat ke arah Allea lalu menggenggam tangannya


"Apa? " tanya Allea seraya menyingkirkan rambut Max yang muncul dari permukaan air kebelakang


"Suapin, aaaa" Max membuka mulutnya meminta Allea menyuapinya


"Manja banget sih.. gak malu apa? " ucap Max


"Enggak.. mana? " Allea menyuapi Max, tiba-tiba max menarik tangan Allea dan memberikan satu kecupan di bibirnya


"Tahan.. woi.. tahan.. inget anak masih bayi" ucap Dito mengundang gelak tawa


"Kamu iihh.. malu tau" Allea menggerutu Max malah terkekeh kembali berenang ke tengah


"Papa aku mau belenang" Millie sudah bersiap dengan baju renangnya


Anak anaknya serta anak Gita dan Ririn berbondong berlari ke kolam, Pria itu naik ke tepi kolam membiarkan anak anak kecil bermain


"Niko belani gak? lihat aku" Millie berlari dan melompat ke dalam kolam sementara Niko dan Dita memilih turun perlahan


"Anak lo yang satu petakilan banget, cewek barbar" ucap Bisma


"Dia yang gak bisa diem dan selalu bikin pusing" jawab Max


Mitha berjalan ke arah Bisma dan Max berada membawa jus di tangannya, Mitha duduk tepat di sebelah Max


"Nih minum dulu" Gita mengulurkan jus ke hadapan Max namun dia mengabaikannya dan di ambil oleh Bisma


"Papa kata mama om dokter mau kesini, kok belum datang? " Tanya Ellia seraya berenang mendekati sang ayah


"Gak tau.. macet kali, kenapa emangnya? " tanya Max


"Ciee.. Ellia suka sama om dokter ya? " goda Bisma


"Tau ahh.. om Bisma nyebelin" ucap Ellia berbalik berenang menuju adik adiknya lagi


"Lanjutin aja, gue mau mandi dulu" Max menepuk pundak Bisma lalu pergi


"Sayang aku mau mandi" Max menghampiri Allea


"Ya udah ayo" mereka berdua kemudian masuk, Mitha menatap Max sampai dia menghilang di balik pintu


"Itu istri yang baik, apa aja yang di minta suaminya dia turutin"


"Ahh.. gimana? " Mitha tidak mendengar ucapan Bisma


"Enggak.. "


"Itu siapanya Max? " Mitha menunjuk Millie


"Anaknya, itu.. itu.. itu dan itu.. anak anaknya Max, dia punya lima anak" ucap Bisma


"Apa? " Mitha tercengang mendengar kenyataannya


"Gak heran punya banyak anak, dia gagah banget" batin Mitha membayangkan dirinya yang menjadi istri Max