My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Yuri



"Ayah" Allea membuka pintu lalu memeluk sang ayah


"Lagi apa kamu? Suamimu mana? " tanya Gibran


" Mungkin lagi mandi"


"Ini bibi yang kamu minta" Bibi pelayan yang selalu baik pada Allea sedikit membungkuk memberi hormat


"Ayo masuk" Allea menggandeng tangan ayahnya di ikuti bibi


Max yang baru saja turun dari tangga bersalaman dan menyapa mertuanya dengan senyum yang di paksakan, Gibran melihat wajah Max masam berniat menggodanya


"Kenapa mukanya asem gitu? gak di kasih jatah ya? " goda Gibran menghampiri Max yang duduk di mini bar terletak di dapurnya


"Gagal masuk gara gara ayah mertua datang" jawabnya tanpa rasa malu sedikitpun


Gibran mentertawakan wajah menantunya yang kecut karena gagal memanjakan juniornya, Max enggan menanggapi ayah mertuanya yang tertawa terbahak bahak


"Lagian kayak gak ada waktu aja masih sore ini" ledek nya sambil tertawa


"Ayah ngetawain apa? " tanya Allea


"Anak ayam gak bisa masuk kandang, kasihan sekali" ucapnya masih tertawa mengusap air mata di sudut matanya


"Kasihan kok malah ketawa, liat anak ayam dimana emang? "


"Di depan.. hahaha" yang dia maksud di depan adalah menantunya yang ada di hadapannya


"Di depan? " gumam Allea


"Gak usah di bahas, ayah harus pulang jangan galak galak sama bibinya nanti dia gak betah" Gibran membawa pembantu rumah tangga dari rumahnya yang sudah akrab dengan Allea dan selalu membantu Allea ketika di tindas oleh Emile dan Cindy dulu


"Gak lah.. Allea mana pernah galak sama orang"


"Terus suami kamu bukan orang? " cicit Max


"Tapi itu kan marahnya karena sayang" jawab Allea dengan senyum lebarnya


"Alasan" gumam Max


"Ayah mertua mau langsung pulang apa mampir dulu? " sindir Max seraya menaik turunkan alisnya


"Anak kecil menyebalkan" hardik Gibran sebelum pergi


Sebagai pekerjaan pertama bibi memasak bersama Allea untuk makan malam, akhirnya mereka punya pembantu rumah tangga juga sudah mendapatkan seorang scurity yang berjaga di depan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Gue pokoknya mau Max gimana pun caranya" ucap Yuki pada Jonathan


"Jangan terlalu banyak berharap gue gak mau nasib lo berakhir kayak Yuri " Jawab Jonathan


"Gue gak akan sebodoh Yuri yang bunuh diri cuma karena cowok, gue akan miliki dia bagaimana pun caranya"


"Lo lupa cowok yang lo suka itu adalah cowok yang sama dengan Yuri, lo gak akan bisa miliki dia kalo bukan dia sendiri yang milih lo" ucap Jonathan


"Dan asal lo tau hubungan dia sama Allea udah sejauh itu, mereka bahkan tinggal berdua"


"Gue udah tau, tapi gue tergila gila sama dia" kekeh Yuki


"Terserah lo mau berbuat apa sama Max tapi jangan celakain Allea" Jonathan mengingatkan


"Kenapa? apa lo suka sama dia? gimana kalo kita kerja sama lo dapet Allea gue dapet Max" Yuki menawarkan kerja sama dengan Jonathan


"Gue gak mau ikut ikutan rencana gila lo, gue cuma ingetin sama lo, lo boleh lakuin apapun sama Max tapi jangan macam macam sama Allea" ucap Jonathan lalu pergi sebelum Yuki banyak pertanyaan


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di pasar Celine sedang membantu ibunya berjualan kue sepulang sekolah, dia sibuk melayani pembeli tangannya kini cekatan mengambil pesanan pesanan yang di tunjuk pembeli


"Gue black Forest tiga"


Ketika Celine mendongak dia terkejut melihat Cindy berada di hadapannya dengan tersenyum ramah, Celine takut jika Cindy berbuat ulah di tempat ibunya berjualan


"Hai Celine" sapa Cindy


"Jangan membuat keributan disini" ucap Celine raut wajahnya ketakutan


"Gue kesini mau minta maaf sama lo" Cindy masuk ke dalam kios menghampiri Celine


"Bu Celine keluar dulu bentar"


"Kenapa lo kesini? " tanya Celine


"Apa pertemanan kita gak bisa di perbaiki? " Cindy balik bertanya


"Gue gak mau lagi jadi budak lo, gue udah banyak dosa sama orang lain selama jadi temen lo dan itu selalu membayangi gue"


"Celine gue kesini mau minta maaf sama lo, gue harap pertemanan kita masih bisa berlanjut dan asal lo tau gue udah minta maaf sama Allea kita berteman sekarang? " ucap Cindy seraya menggenggam tangan Celine


"Apa lo lagi bersandiwara? " tanya Celine menatap mata Cindy mencari kebohongan dimata itu


"Gak Celine.. kalo pun lo udah gak mau berteman sama gue gak apa apa tapi gue harap lo bisa maafin gue, cuma itu yang gue harapkan"


Celine mematung dia masih memikirkan apa Celine benar-benar tulus atau cuma bersandiwara, tidak mendapatkan respon dari Celine Cindy hendak pergi


"Cindy.. " Panggil Celine dan Cindy pun berbalik


"Gue masih mau berteman sama lo" Celine berjalan mendekat mereka saling berpelukan satu sama lain


"Maafin gue" lirih Cindy


"Maafin gue juga" ucap Celine


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Selesai makan malam kali ini Allea tinggal santai karena pekerjaan rumah ada yang mengerjakan, Allea tertidur setelah makan malam karena kekenyangan


Tengah malam Allea terlihat gelisah dalam tidurnya, kepalanya bergerak kesana kemari tangannya


" Kamu gak akan bisa tidur malam ini" bisik Max seraya menggigit telinga Allea


Benar saja Allea bisa memejamkan matanya saat matahari mulai terbit, tubuhnya terasa lemas dan pegal mereka berdua masih terlelap di balik Selimut tebal


Sarapan mereka lewatkan bibi sudah mengetuk pintu kamar beberapa kali namun penghuninya tak kunjung bangun, sampai makan siang bibi menunggu keduanya turun namun tampaknya mereka masih enggan membuka matanya


Tok.. tok.. tok..


"Tuan.. nyonya.. dari pagi belum makan" seru bibi


Allea membuka matanya perlahan mendengar suara bibi "ya bi.. Allea mandi dulu " setelah mendengar suara nyonya nya barulah bibi kembali ke bawah


"Yang bangun.. makan dulu" Allea merebahkan tubuhnya bagian atasnya di atas tubuh Max


"Hmm.. kamu udah laper? " Tanya Max dengan suara paraunya seraya mengusap kepala sampai punggung Allea


"Iya.. gara gara kamu kita jadi gak sarapan"


"Kamu terlalu candu aku sampe gak bisa berhenti" ucap Max sambil terkekeh


"Kirain balas dendam gara gara kemarin" cicit Allea


" Itu juga"


"Gara gara kamu tubuh aku jadi sakit semua" rengek Allea


"Kita mandi dulu makan abis itu nanti aku pijat, mau? '' Max menawarkan diri untuk memijat


" Hmm.. boleh, Mau mandi bareng? " ucapan Allea membuat Max berbinar


"Itu yang aku suka" Max segera mengangkat tubuh Allea membawanya ke kamar mandi