My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Drama sebelum kesekolah



Allea memilih tidur di kamar tamu karena ada Cindy disana, Benar saja dugaan Allea Cindy diam diam masuk ke kamarnya saat Allea sedang di kamar mandi


"Lo ngapain disini? " tanya Allea ketika Cindy hendak membuka lemari, mungkin dia menyelidiki ada atau tidaknya baju Allea di kamar itu karena sebelumnya Allea terlihat turun dari kamar atas sementara sekarang tidur di bawah


"Gue.. gue.. mau tidur sama lo, gue takut tidur sendiri'' Cindy mencari alasan


" Takut? gue gak mau ah"


"Terserah lo ngizinin apa enggak, yang jelas gue akan ngikutin lo dimana pun lo tidur" ucap Cindy langsung tidur di ranjang


"Awas kalo malem malem lo ganggu gue tidur" ucap Allea tidur di sebelah Cindy


Tengah malam pintu terdengar di buka dari luar Cindy sebenarnya belum tidur dia hanya pura pura, mungkin ini yang dia tunggu ingin tahu apa yang di lakukan Max jika Allea ada di rumahnya


Max mendekati ranjang menarik selimut Allea hingga ke lehernya lalu mengusap kepala Allea mengecup kedua pipi, kening dan bibirnya kemudian pergi


"Seperhatian itu Max sama Allea? kenapa dia beruntung banget punya cowok kayak Max" batin Cindy


.


.


Pagi pagi sebelum berangkat kesekolah Max dan Danendra kembali ribut masalah Cindy berangkat dengan siapa, Maxime tidak mau mengantar begitu pun Danendra dengan alasan beda arah


Lydia hanya bisa menggeleng melihat kedua putranya yang selalu beda pendapat dan suka meributkan hal hal kecil


''Semua berangkat naik mobil Maxime " ucap Lydia seraya mengambil kunci mobil Danendra


"Loh bun gak bisa gitu dong" protes Max


"Maxime" ucap Lydia dengan tatapan tajam


"Hah.. berangkat" ucap Max lemah tak berdaya jika bundanya sudah begitu


Max menggandeng tangan Allea lalu membukakan pintu depan namun malah Cindy yang masuk, Max benar benar kesal dengan dua lalat ini


"Lo yang nyetir" ucap Max pada Danendra


"Kaki gue masih sakit"


"Lo pindah kebelakang" ucapnya pada Cindy namun Cindy menggeleng


"Udahlah aku di belakang aja, kalo kita ribut terus kita bisa kesiangan" Allea berusaha menenangkan Max


"Tapi.. " ucapan Max terhenti saat Allea mengelus lengannya dengan Manja


Sesaat kemudian wajah Danendra terlihat kesal dia duduk tidak nyaman terus menerus membenarkan duduknya pasalnya Max duduk di kursi belakang di tengah tengah Allea dan Danendra sementara Cindy mengemudi di depan sendiri


Bukan tanpa alasan Max ingin duduk di dekat Allea sehingga tidak membiarkannya duduk di depan atau di belakang tanpa dirinya


"Sayang jangan geser geser ini udah sempit" Allea membujuk Max agar diam tidak menggeser Danendra, Max melihat dengan ekor matanya pada Danendra sementara yang di lihat memutar bola matanya jengah


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Yuki baru saja mengetahui jika Jonathan membeli sebuah apartemen dari anak buahnya, Tapi ketika bertanya Jonathan tidak mau memberitahukan nya


"Kenapa tiba tiba lo beli apartemen baru? " tanya Yuki


"Gak usah urusin hidup gue, kalo lo banyak ikut campur gue anterin lo ke papa"


"Lo kok gitu? terserah lo deh lagian gue juga udah gede bisa pulang sendiri" jawab Yuki lalu pergi


"Kita akan sering bertemu sekarang" gumam Jonathan dengan senyum smirk nya


Jonathan menjemput Celine agar bisa bertemu dengan Allea namun sayang ketika dia sampai disana Allea tidak terlihat, Baru saja keluar gerbang Jonathan melihat Allea baru sampai dengan mobil Max


Pandangan Allea kebetulan tak sengaja melihat kearahnya Jonathan mengedipkan sebelah matanya sebelum dia pergi


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di kantor Gibran sedang berbincang dengan Damian


"Allea nanyain kabar kamu sama Lydia, kenapa kamu gak coba temuin aja? " ucap Damian


"Aku takut dia menolak, lagi pula sepertinya dia takut buktinya sebelum dia ikut dengan kalian dia malah menutup kepalanya saat aku mau memeluknya"


"Takut sudah pasti, kenapa kamu bisa kalap waktu itu? " tanya Damian


"Siapa yang gak marah lihat anak gadisnya tidur dengan pemuda sebelum menikah, ini pasti karena ulah anakmu yang bandel itu" kesal Gibran


"Kamu tau apa yang dia bilang waktu itu? " lanjut Damian


"Apa? " tanya Gibran


"Dia akan mengambil jalan pintas katanya" jawab Damian


"Jalan pintas? " gumam Gibran lalu Damian mengisyaratkan perutnya seperti orang hamil


"Ahh.. anak mu sama gilanya denganmu" hardik Gibran


"Aku tidak segila dia waktu sekolah, apapun itu aku minta maaf untuk dia bagaimana pun dia anakku dan sekarang menantumu jangan mempersulitnya"


"Tapi kalau dia membuat anakku menagis aku akan membuatnya susah seumur hidup" ucap Gibran


"Aku yang akan menjamin Allea akan baik baik saja"


"Hhmm.. aku percayakan Allea padamu, jaga dia"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Allea baru saja akan menutup pintu toilet betapa terkejutnya dia saat seseorang mendorong pintu dan masuk begitu saja


"Kenapa kamu kesini? kalo ada orang yang liat gimana? " gerutu Allea ketika Max ikut masuk


"Aku kangen sama kamu, semalam aku pindah tapi ada Cindy di dalam" jawab Max seraya memeluk Allea


"Tapi jangan di toilet nanti ada orang masuk" benar saja Allea baru menyelesaikan kata katanya pintu toilet terdengar terbuka


"Ssttt... jangan berisik nanti ketahuan" bisik Max seraya menaruh jari telunjuknya di bibir Allea


Allea bergidik saat Max berbisik hangat nafasnya membuat dia merinding, jari telunjuk Max turun ke leher, dada dan perut Allea membuatnya semakin tak karuan apalagi ketika Max membuka kancing kancing seragamnya


"Jangan.. " Belum selesai Allea bicara Max sudah membekap mulutnya


"Jangan berisik" bisiknya dengan bibir menempel di telinga Allea


"Akh.. emphhtt"


"Ada orang di dalam? " tanya seseorang ketika mendengar samar samar suara Allea


"Apa disana baik baik saja? " tanya seorang wanita kemudian ketika hendak membuka pintu namun di kunci


"Ya gak apa apa gue lagi datang bulan" jawab Allea


"Oh.. kalo gitu jangan lupa ke UKS minta obat pereda nyeri"


"Ya.. nanti gue kesana" jawab Allea


Max tersenyum puas setelah melancarkan aksinya dia memanfaatkan situasi agar Allea tidak menolaknya, Allea menatapnya tajam dengan santainya dia mengecup bibir Allea lalu keluar tanpa berkata apapun


"Sialan" umpat Allea


Allea keluar masih membenarkan kancing seragamnya betapa terkejutnya dia saat seseorang menyapa


"Allea lo sama?..." Perkataannya terhenti dia menatap ke arah perginya Max lalu kembali menatap Allea yang tampak terkejut


"Ngapain Max dari toilet cewek? " tanyanya lagi


"Ah.. gue gak tau, emang dia kesini? " jawab Allea


"Yang bener gak tau? " goda Celine menatap dengan sudut matanya


"Beneran, Celine gue duluan ya" Allea terlihat panik membuat Celine semakin curiga


"Itu kancing baju lo salah ngancinginnya" ucap Celine membuat Allea panik hendak membenarkannya


"Hah mana? " panik Allea merabanya


"Gue becanda" ucap Celine terkekeh kecil


Setidaknya Celine tidak seperti dulu mungkin dia bisa merahasiakan ini, Celine memang sempat melihat Max keluar dari kamar mandi yang juga di pakai Allea. Dia juga wanita dewasa apalagi ketika melihat Allea mengancingkan kembali bajunya dia setidaknya tahu apa yang mereka lakukan


"Tenang aja, aman" ucap Celine ketika melihat Allea mematung lalu masuk ke kamar mandi


Allea celingukan melihat Celine masuk dia benar-benar di buat kesal dan malu oleh Max


"Gue bilang juga apa, malu banget" gumam Allea berlari keluar