
Allea tidak menuruti perintah Max agar beristirahat di rumah dia kini sedang menunggu Max di depan kampusnya, Max tampaknya sangat gembira dia bercengkrama saat keluar dari area kampus bersama Dito cs, Danendra, Cindy juga Bisma cs
"Loh kok kamu disini? " tanya Max
"Kenapa? kamu gak senang lihat aku disini? padahal aku tadi liat kamu tersenyum lebar" Lirih Allea mengerucutkan bibirnya
"Baper banget sih, jangan tunjukkan wajah menggemaskan ini sama orang lain" Max memeluk Allea menyembunyikan wajahnya di dada bidangnya
"Huuuu" seru teman temannya seraya memalingkan wajah
"Gimana kalo gue traktir kalian hari ini di cafe Dito cs? " ucap Max
"Wih.. ada acara apa nih? " tanya Bisma
"Kalo gak mau gak usah ikut" ucap Max dingin
"Baperan lo, gue pasti ikut dong, ayo dek" Ucap Bisma meraih tangan Allea
"Dak dek dak dek, mau gue patahin tangan lo" Max menepis tangan Bisma
"Cabut guys sebelum dia berubah pikiran" goda Bisma
Mereka semua pergi ke cafe Dito cs sesuai dengan janji Max dia akan mentraktir mereka semua, Mereka sudah di hadapkan dengan berbagai menu di meja mereka
"Btw dalam rangka apa lo traktir kita? " tanya Dito
"Apa karena Danendra mengumumkan kalo lo anak sah mereka? " tebak Dirga membuat raut wajah Danendra berubah dalam sekejap
"Gue sebenarnya gak berharap itu dari Danendra tapi dia terlalu baik dan berani mengakui semuanya" ucap Max menepuk bahu Danendra yang duduk di sampingnya
Dulu Danendra mengira ketika semua orang tahu siapa dirinya dia tidak akan mendapatkan teman lagi namun ternyata dia salah dia mendapatkan teman baru dan orang orang yang bertemu dengannya memuji sikap berani Danendra yang memperjuangkan hak saudaranya
Dari bawah meja Danendra menggenggam tangan Cindy yang duduk di sampingnya, Cindy tersenyum manis mengelus tangan Danendra seraya membalas genggaman tangannya
"Gue traktir kalian karena gue akan menjadi ayah dari dua bayi sekaligus" ucap Max membuat semua orang terkejut
"What? Pacar lo hamil di luar nikah? " tanya Teman teman Bisma
"Mereka bohong, Allea istrinya mereka nikah waktu SMA " jawab Bisma sambil menyuap makanannya, teman temannya semakin terkejut
"Hebat lo kecil kecil udah nikah" ledek teman Bisma
"Dari pada kayak Bisma di tidurin doang gak di nikahin ya kan? " celetuk Max membuat mereka tertawa
"Anjim lo.. gue anak soleh ya" sergah Bisma
"Soleh apaan somplak kali, orang lo sering minum di club malam gue" semua orang menatapnya yang keceplosan menyebut club malam miliknya
"Nah.. mampus lo" ucap Bisma
"Lo punya.. " ucapan Danendra terhenti saat Max menyergahnya
"Sshhtt.. jangan bilang bilang ini Rahasia kita, kapan kapan gue traktir disana" Max terpaksa mengatakan itu pada teman temannya, bayangkan saja jika Bisma cs, Dito cs dan Danendra minta di traktir disana berapa uang yang akan dia keluarkan
"Kamu gak boleh minum" ucap Allea
"Iya enggak.. aku takut gak di bukain pintu kamar sama kamu" ucap Max menangkup wajah Allea dengan satu tangan lalu mengecup bibir Allea
"Eehhmm... tolong hargai para jomblo" Ucap Sandro
Cindy mencubit lengan Danendra lalu dia menoleh " Gue gak akan pergi" ucap Danendra
"Cieee... kayaknya ada yang lagi kasmaran nih" goda Allea
Danendra dan Cindy bersamaan menjauhkan diri seraya menundukkan kepalanya tidak berani menatap teman temannya yang semakin menggoda mereka
"Hai.. semua" sapa Miranda membuat tawa mereka terhenti
"Hai" Jawab mereka kompak
"Lagi ada acara apa nih? boleh gabung gak? " Tanya Miranda
"Boleh duduk aja" Jawab Allea
"Kemana aja dek beberapa hari gak liat? " tanya Miranda
"Panggil Allea aja kita seumuran kok" jawab Allea tersenyum kikuk
"Seriously? Lo kelihatan paling muda disini"
Miranda mendekati kursi di ujung meja namun bukannya duduk disana dia malah menyeret kursinya ke dekat Max, menyuruh Danendra menggeser kursinya
"Sayang coba ini" Max menyuapi Allea dengan makanan yang ada di piringnya
"Aku udah kenyang"
"Kamu makan cuma sedikit, nanti babynya lapar sayang"
"Sayang? baby? " gumam Miranda
"Allea sama Max bukannya adik kakak? tapi kenapa Allea seumuran sama kita? kalian kembar? " tanya Miranda
" Kata siapa? " tanya Max datar, Miranda memikirkan lagi kapan Allea memberitahu bahwa dia adiknya Max tapi Allea memang tidak pernah mengatakan itu
"Lo mungkin salah mengira, Max dan Allea bukan adik kakak bahkan sekarang mereka akan segera memiliki anak" ucap Bisma
"Apa? " pekik Miranda berdiri dari duduknya
"Kenapa? lo baik baik aja kan? " tanya Allea
"Gak.. gak apa apa, terus kemaren waktu gue pingsan kenapa lo sampe rela nungguin gue? gue kira lo.. " Miranda menggantung ucapannya
"Gue udah bilang itu cuma sebagai rasa bersalah gue karena lemparan bola gue meleset, dan juga balas budi aja lo pernah selamatkan Allea" jawab Max
"Ahh.. gue ada urusan lain, permisi" Miranda segera pergi dari sana
"Gue tebak dia pasti nangis" ucap Dito
"Kenapa harus nangis? " tanya Allea
"Dia berpikir kalian adik kakak bukannya berarti dia berharap sama Max? "
"Kasian ya" gumam Allea
"Kasian kenapa? " tanya Max
"Kamu kasih dia harapan makanya dia berpikir kayak gitu" ketus Allea, suasana yang tadi penuh canda tawa sekarang berubah tegang
Allea berdiri mendorong kursinya dan pamit pada teman temannya, Max segera mengejar Allea yang mulai keluar dari cafe
"Gue transfer to" ucap Max berlari mengejar Allea
"Baperan banget ibu hamil" ujar Bisma
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Gue gak mau tau, pokoknya lo harus bantuin gue" Teriak Yuki pada Jonathan
"Gak gini caranya, lagi pula cowok masih banyak gak usah ngejar dia lagi" jawab Jonathan
"Kalo lo gak bantuin gue, liat ini racun gue.. gue.. minum ini" ancam Yuki
"Ayolah.. jangan mainkan drama kayak gini buang jauh jauh racunnya"
"Gue gak main main, kalo lo gak mau bantuin gue lebih baik gue mati" Ancaman Yuki tidak main main dia menenggak racunnya hingga habis
"Yuki.... " teriak Jonathan menghampiri Yuki yang tergeletak dengan bibir berbusa
"Lo bodoh kenapa lo harus ngelakuin itu? cukup gue kehilangan Yuri, jangan lagi" Jonathan segera mengangkat tubuh Yuki dan membawanya kerumah sakit
"Kenapa kalian harus hancur karena cowok yang sama? " Ucap Jonathan dalam tangisnya
Tubuh Yuki mulai pucat membuat Jonathan semakin panik, dia mengemudi dengan cepat agar sampai disana sesegera mungkin
"Bangun ki.. gue akan bantu lo jangan tinggalin gue" ucapnya seraya mendorong Yuki memasuki ruangan untuk mendapatkan perawatan dari dokter
Pikirannya kacau sekarang di satu sisi dia tidak mau menyakiti Allea di sisi lain dia tidak mau kehilangan adiknya
"Gue harus apa? gue gak bisa sakitin Allea gadis itu.. kenapa jadi begini" Jonatan menjambak rambutnya frustasi
Sepertinya Jonathan mulai jatuh cinta dengan Allea, dengan keperibadiannya yang baik tapi juga berani tapi Yuki memberikannya pilihan yang sulit
"Kenapa jadi begini? " pikirnya
Jangan lupa like komen dan vote
Mana sajennya nih mana? othor butuh kembang tujuh rupa biar cemungut up-nya🤣