My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Bibi bar-bar



Allea memandangi pemandangan pantai pagi itu anak anak bermain pasir bersama suster, duduk di dalam kamar membayangkan bagaimana nasib anak anak kedepannya


Lamunannya buyar saat suara handphonenya berdering dengan malas dia melihat nama sang penelepon, Nomor baru dia ragu untuk menjawab bisa jadi itu Max yang memakai nomor baru karena Allea tidak pernah menjawab teleponnya


"Hallo.. "


"Siapa ini? " tanya Allea


"Gue Arabella, gue mau ngomong sesuatu sama lo"


"Tentang Lili? gue udah tau semuanya" jawab Allea


"Sorry Allea gue gak bermaksud merusak rumah tangga lo, gue cuma mau keadilan buat Lili"


"Lo gak perlu minta maaf, lo bisa diskusikan masalah kalian gue gak mau ikut campur dan satu lagi lo gak bermaksud hancurin rumah tangga gue ? tapi lo mau aja punya anak dari suami orang, lo gak waras.. jangan hubungin gue lagi " Allea mengakhiri panggilannya


Handphonenya kembali berdering Allea melihat nomor baru muncul namun tidak melihatnya secara teliti, padahal nomor yang menghubunginya adalah nomor yang berbeda


"Arabella lo budeg apa bego sih? gue udah bilang jangan hubungin gue lagi, kalo lo punya urusan sama Max kelarin masalah kalian berdua jangan bawa bawa gue.. kalo lo mau pertanggungjawaban tunggu gue urus surat cerai dulu" bentak Allea


"Siapa yang mau cerai? sayang kamu ngomong apa sih? " Allea diam ternyata itu benar-benar Max


"Aku udah ngomong jelas bukan? aku akan urus perceraian kita, kamu gak usah pusing mikirin anak aku bawa mereka semua" tegas Allea


"Kamu belum dengar penjelasan aku, kenapa ambil kesimpulan sendiri? sekarang kamu dimana aku kesitu sekarang"


"Gak perlu dan sebaiknya kamu gak usah ketemu kita lagi, kita akan hidup bahagia tanpa kamu" Allea menutup teleponnya dan langsung mematikan handphonenya


Allea mengusap wajahnya kasar matanya memerah dia tidak bisa menahan amarahnya, Allea merasa perutnya mengencang dia berjalan tertatih menuju halaman depan vila untuk memanggil suster


Suara Allea membuat mereka menoleh Ellia dan Ello berlari seketika melihat ibunya meringis memegangi perutnya


"Mamaaa... " teriak keduanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Allea dengar dulu.. " Allea lebih dulu menutup teleponnya


Di tempat lain Max kembali mengobrak abrik seisi rumahnya, dia berteriak nafasnya menderu dengan dada naik turun merasakan amarahnya


"Aku gak akan lepasin kamu apapun yang terjadi" gumam Max


Max menyambar kunci mobilnya lalu pergi entah kemana, bibi menggaruk kepala tak gatal karena setiap hari harus membereskan rumah yang hancur juga terkadang terkena omelan Max


Pintu rumah di ketuk seseorang belum selesai pekerjaannya bibi tergopoh membuka pintu, melihat seseorang yang berdiri di hadapannya ingin sekali dia meremas wajah wanita itu


"Mau apa lagi? " ketus bibi


"Heh.. pembantu aja songong, gue mau cari Max " ujar Arabella


"Hei wanita gila pergi dari sini, tuan gak ada di rumah" pekik bibi


"Jangan kurang ajar ya, kalo gue jadi nyonya disini lo orang pertama yang akan gue pecat"


"Kamu pikir saya takut? dasar wanita tidak tahu malu, ingin berkuasa? tidak ada yang bisa menggantikan nyonya kami baik di rumah ini maupun di hati tuan" ucap bibi dengan lantang


"Seperti itu? kalo Max gak mungkin berpaling dia juga gak akan punya anak dari wanita lain, apalagi usianya tidak jauh berbeda dengan Millie.. pembantu lo mikir gak sih itu tandanya Max bosen sama istrinya"


"Kurang ajar" Arabella hendak menampar bibi namun tangan gatal bibi lebih dulu memukul wajah Arabella hingga tersungkur


Bibi yang bertubuh gempal meskipun sudah berumur namun tenaganya masih kuat, dia mengangkat kerah baju Arabella hingga tubuh langsingnya ikut terangkat


"Sekarang pergi atau aku akan tendang kamu sampai keluar, dan catat jangan berharap bisa menggantikan nyonya kami yang baik hati" bibi mendorong tubuh Arabella sampai terjatuh di halaman


"Gue akan laporin ini sebagai tindakan kekerasan" ancam Arabella


"Laporin aja, huhhh.. dasar pelakor gak tau diri" teriak bibi ketika Arabella kabur


"Gara gara dia kerjaan tiap hari gak ada beresnya, barang barang di rumah lama lama ludes semua" gerutu bibi seraya masuk ke dalam rumah


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Pembantu gila, perih banget" Arabella memegangi pipi yang di tampar bibi


Kakinya juga lecet karena di dorong oleh bibi, pembalasan Allea di bayar oleh bibi


"Gue tinggal masukin kabar ini ke beberapa siaran berita, berita ini akan diangkat dan boom.. hahaha" Arabella tertawa sendiri


"Max mau gak mau lo harus ngakuin Lili itu anak lo dan Allea akan mengurus perceraiannya jadi gue tinggal ambil sisanya"


"Awas lo pembantu sialan, lo orang pertama yang akan gue pecat" gumam Arabella


Dengan percaya dirinya Arabella mengira rencananya akan berjalan sempurna, dia diam diam mereka obrolannya dengan Allea di telepon untuk menjadi bukti


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Nyonya jangan terlalu banyak pikiran inget kata dokter" kedua suster membantu memijat kaki serta bahu Allea di temani anak anak yang juga ikut memijat


"Gak di pikirin juga tetep kepikiran Sus" lirih Allea


"Nyonya harus kuat, masih ada anak anak yang butuh kasih sayang nyonya, nyonya masih punya keluarga dan juga kita yang akan selalu ada buat Nyonya"


"Makasih ya kalian udah setia kerja sama saya, kalian selalu dukung saya"


"Mama... aku gak tau mama sama papa kenapa tapi aku merasa mama sedih karena papa"


"Papa selalu bikin mama nangis" sahut Ello


"Kalian jangan benci papa, ini cuma masalah kecil aja kok nanti juga baikan lagi" ucap Allea


"Ma.. apa sebaiknya mama gak usah ketemu papa lagi? aku gak mau liat mama nangis terus" ucap Ellia


Allea diam seribu bahasa dia ingin berkata namun kata kata itu seperti menggumpal di kerongkongannya, rasanya sesak hingga allea hanya tersenyum namun senyumnya pun tampak getir


"Mama gak perlu sedih masih ada kita" Ello memeluk Allea di susul adik adiknya


Malam hari mereka semua terlelap angin pantai yang menggebu membuat setiap orang menggulung selimut ke tubuhnya, Malam ini Allea merasakan kehangatan berbeda dari malam kemarin yang dinginnya terasa menembus ke tulang


"Emmhh.. " Allea bergumam memeluk guling besarnya yang terasa nyaman


Jangan lupa like komen vote dan sajennya ya


Kembang mana kembang... othor gentayangan ini kalo gak ada sajen 😁🤣