My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
terjebak rasa



...***Hai kalian nungguin aku gak ?🤭🤭🤭...


Gak pake gelay ya 🤣***


Max sampai ketiduran di ranjang yang sama dengan Allea meskipun Allea banyak bergerak karena tidak nyaman dengan ranjang yang sempit dan lagi tidur dengan seorang pria, Allea ikut tertidur memunggungi Max


Sampai pagi menjelang dokter dan suster masuk untuk memeriksa Allea, dokter dan suster sampai menggeleng melihat Max tidur di ranjang orang sakit ber dempetan


"Ehem.. " suara dokter mengejutkan keduanya


Max turun dari ranjang dengan tersenyum kikuk, dokter memeriksa Allea setelah itu suster memberikan sarapannya pada Allea


"Makan dulu" Max mengambil piring di meja dan mulai menyuapi Allea


"Udah biar gue aja, lo bisa cari makan atau pulang sekalian" ucap Allea


"Lo ngusir gue? gak tau Terima kasih banget" ujar Max


"Kalo lo disini terus gue malah tambah sakit"


"Lo masih marah? " tanya Max


"Marah? kenapa gue harus marah? " Allea balik bertanya


"Kalo lo gak marah kenapa selalu menghindar dari gue"


"Gue.. gue.. "


"Gue tau lo pasti cemburu kan karena gue bilang suka sama seseorang? " pertanyaan Max membuat Allea bungkam memalingkan wajahnya ke arah lain


"Lo suka sama gue? " kali ini wajah Allea terlihat memerah


"Mau kemana? " tanya Max saat Allea turun dari ranjangnya


"Kamar mandi" ketusnya tanpa berbalik menatap Max


Di dalam kamar mandi Allea bersandar di pintu memegangi dadanya yang terasa dag dig dug tak menentu, semakin hari dia bersama Max rasa itu semakin nyata dia semakin tidak bisa mengendalikan dirinya


"Gue gak bisa gini terus, gue harus jauhin dia" Allea tidak ingin perasaannya semakin dalam sementara dia mengira Max menyukai orang lain


Saat keluar dari kamar mandi Allea melihat Max sedang menelpon seseorang, Allea kembali ke tempat tidurnya dan memakan sendiri sarapannya


"Udah makannya? " Allea hanya mengangguk


"Ini minum dulu obatnya" Max menyerahkan beberapa obat ke tangan Allea


"Tadi Gita telepon nanyain lo katanya bokap lo ke rumah tapi lo gak ada jadi dia telepon Gita pake HP lo" ucap Max


"Terus? "


"Kalo lo mau gue pergi gue akan pergi setelah bokap lo datang" mendengar hal itu entah kenapa hati Allea jadi kecewa


Dia menyuruh Max pergi namun hatinya berkata lain, dia senang Max menemaninya disana namun mengingat Max punya perasaan pada orang lain Allea jadi mengusir Max padahal sebenarnya dia ingin tetap bersamanya


"Kok mukanya gitu? gak rela gue pergi? "


"Enggak, kalo mau pulang ya pulang aja"


Tidak beberapa lama kemudian Gita dan Gibran datang setelah Max memberi tahu alamat rumah sakitnya


"Allea lo kenapa? " Gita memeluk Allea yang duduk bersandar di ranjang


"Allea kecapean kata dokter harus benar benar istirahat dulu" Jawab Max


"Terimakasih sudah membawa anak saya ke rumah sakit" ucap Gibran


"Sama sama om kalau begitu saya pulang karena Allea juga sudah ada yang menjaga" ucap Max


"Cepet sembuh ya, inget kata dokter istirahat yang cukup jangan keluyuran dulu" Max mengusal pucuk kepala Allea sebelum pergi


"Saya permisi om" pamit Max


"Ya hati hati" jawab Gibran


"Kok mukanya gitu gak rela ya di tinggal abang Max" goda Gita seraya mencolek dagu Allea


"Apaan sih" gerutu Allea


"Pulang dari rumah sakit kamu ikut sama ayah ke rumah" ucap Gibran


"Aku gak mau"


"Aku takut sama Cindy dan mama nya" jawab Allea jujur


"Kamu akan baik baik aja disana ada ayah juga mereka gak akan ngapa ngapain kamu" ucap Gibran


Allea berpikir sejenak nenek nya selalu bilang bahwa Emile adalah wanita jahat yang perlu di hindari oleh Allea namun kematian neneknya mengingatkan kembali Allea dengan sebelah anting yang seolah sengaja di berikan oleh neneknya pada Allea


"Baiklah Allea ikut ayah" Allea mencurigai Emile di balik kematian nek Mar


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Max baru saja selesai mandi seusai pulang dari rumah sakit, tiba tiba pintu apartemennya di ketuk membuat Max segera memakai pakaiannya. setelah membukakan pintu wajah Max berubah datar


"Ada? " tanya Max dingin


"Gue udah lama gak kesini gue cuma kangen sama lo" ucap Arabella


"Sorry gue gak nerima tamu" Max menutup pintunya begitu saja tidak peduli dengan Arabella yang terus mengetuk pintu


Max memainkan handphonenya dan melihat poto poto Allea yang dia ambil tanpa sepengetahuan Allea sendiri, senyum manis tersungging di wajahnya


"Lo cantik" ucap Max saat melihat poto Allea yang sedang tersenyum lebar


Dia membuka akun media sosial dan memposting poto Allea yang sedang berbaring memunggunginya dengan tangan terpasang selang infus


"Get well soon " caption yang di tulis Max pada unggahannya


Tidak berselang lama komentar para temannya memenuhi unggahan itu termasuk Allea sendiri


"Allea sakit ya? "


"Kenapa tuh? "


"Sakit apa? "


"Kok bisa sama Max"


"Aku juga mau sakit kalo yang jagain Max"


Dan masih banyak lagi komentar yang tidak dilihat oleh Max, tapi hanya satu komentar yang dia balas sementara yang lain dia abaikan


"🤬🤬🤬" komentar Allea


"😝😝😘" balas Max


"Dasar gila" balas Allea


Hanya melihat komentar Allea seperti itu saja sudah membuat Max senyum senyum sendiri begitu pun Allea apalagi kalau komentar sayang sayangan, yang lain ikut membalas di kolom komentar Allea mereka menyatakan kecemburuan, rasa iri dan kagum karena hanya komentar Allea yang di balas oleh Max


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Sementara di trmpat masing masing ada beberapa orang yang sedang uring uringan karena melihat postingan Max mereka adalah orang orang yang menyukai Allea dan Max, ada Danendra, sam, Yuki dan Arabella sedang meluapkan amarahnya hanya dengan melihat postingan tersebut


"Kenapa Max kenapa lo care sama Allea padahal gue yang selalu cari perhatian dari lo selalu lo abaikan" ujar Yuki


"Lo sama Allea pasti cuma mau manas manasin gue" ucap Arabella


"Gue gak bisa diam aja dengan kedekatan mereka" ujar Danendra


"Gue jangan sampe kalah sama si anak haram" ujar Sam


Sementara bunda hanya tersenyum melihat postingan anaknya, Allea selalu bisa mennenangkan Max di saat pemuda itu sedang kacau, dan Max selalu menjadi pelindung bagi Allea


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Beberapa hari di rumah sakit akhirnya Allea pulang kerumah Gibran dan setelah bicara dengan Emile dan Cindy akhirnya mereka bersikap baik di hadapan Gibran pada Allea


"Bi bawa Allea ke kamarnya" ucap Gibran


"Baik tuan"


Allea di bawa ke kamar Naina dan dirinya dulu kamar itu sudah lama kosong dan tidak boleh ada seorang pun yang menempati kamar tersebut, sontak saja Cindy yang menginginkan kamar utama itu sejak lama jadi meradang


Pasalnya kamar itu begitu luas di lengkapi ruang tamu dan dapur kecil untuk memudahkan mereka memasak dan makan tanpa keluar kamar


"Dad kenapa kamar itu di berikan pada Allea? aku menginginkannya sejak lama"


"Itu kamar ibunya dulu, jangan banyak protes kamu sudah hidup senang sejak lahir sementara Allea hidupnya penuh penderitaan dan biarkan dia hidup senang sekarang" ujar Gibran


Jangan lupa like komen dan vote