
...Flashback on...
Gibran merasa khawatir melihat Allea tidak kunjung tidur saat malam, dia hanya menangis walaupun masih merawat bayinya namun air matanya tak juga reda
Allea kembali terpukul saat melihat mobil mereka yang terbakar, Gibran dan Damian sudah berupaya menghapus berita berita di sejumlah TV dan sosial media agar Allea tidak pernah lagi melihat kejadian pilu yang menimpanya
"Sayang tidur" Ucap Gibran saat melihat jam sudah menunjukkan pukul tiga pagi
"Kalo hari itu Allea gak maksa pulang malam malam Max pasti masih ada di sini bersama Allea, semua ini karena Allea yah Allea penyebab kematian Max" Allea kembali menangis tersedu sedu
"Bukan sayang.. Bukan salah kamu semua sudah kehendak yang maha kuasa, ikhlaskan sayang agar Max tenang disana"
"Ayah... Allea kangen sama Max yah, Allea gak pernah tidur nyenyak tanpa Max" Tangis Allea terdengar pilu menyembunyikan wajahnya di dada ayahnya
Dari pukul 3 pagi sampai pagi Allea tidak lepas dari pelukan ayah juga ibu sambungnya, beruntung bayi bayinya tidak bangun jadi Allea bisa tidur di dekapan orang tuanya
.
.
"Kalian mau ikut juga? " Tanya Bisma pada teman temannya
"Ikut lah, Max juga temen kita" Jawab Vero
"Ya udah ayo" Bisma cs dan Dito cs pergi ke rumah Gibran
Sesampainya disana keadaan rumah sepi di ruang tamu sudah ada orang tua Max juga orang tua Allea
"Om boleh kami bertemu Allea? " Ucap Gita
Gibran mengangguk menunjukan jalan ke kamar Allea lalu membukakan pintu, terlihat Allea yang tidur menyamping menghadap kedua bayinya
Bisma duduk di tepi ranjang tepat di belakang Allea, tangannya terulur mengelus kepala Allea
"Allea.. Lo masih marah sama gue? " Tanya Bisma kemudian Allea menggeleng
"Gue punya sesuatu buat lo, bangun dulu pleaseee" Allea tidak juga bangun punggungnya bergetar menahan suara tangisnya
Bisma menggeleng menatap teman temannya lalu berdiri menjauh dari Allea, kini Gita duduk menggantikan Bisma dia memeluk tubuh Allea dari belakang merebahkan kepalanya diatas kepala Allea
"Gue kangen sama lo Le" Lirih Gita
"Gue kangen tawa lo, gue kangen becanda sama lo.. Lo pernah mikir gak kalau Max juga pasti kangen sama lo yang ceria, dia gak akan pernah tenang lihat lo sedih" Lanjut Gita
"Perjalanan kita masih panjang Le, lo gak bisa berhenti di satu titik, please bangun Le kita semua ada buat lo"
"Hati gue hancur Ta" Lirih Allea
"Hati kita juga ikut hancur liat lo yang begini, Lo tau kan Max paling gak suka liat lo nangis, bangun demi dia Le demi anak lo demi kita semua" Perlahan Allea mengusap air matanya, Gita membantunya untuk duduk dan memberinya segelas air
Wajah Allea memprihatinkan wajahnya pucat dengan mata panda dan sembab, tubuhnya kurus karena makan yang tidak teratur
"Polisi ngasih ini ke gue waktu itu" Bisma duduk dekat kaki Allea lalu memberikan sebuah plastik yang berisi cincin dan dompet Max yang setengah terbakar
"Dia mengembalikan cincinnya" Lirih Allea
"Mungkin itu pertanda supaya lo tetap ingat sama dia, lo mau ke makamnya? " Tanya Bisma
"Ya.. Gue belum sempat kesana" Ketika Bisma membukakan pintu mobil untuk Allea dia mematung
"Gue gak bisa" Allea mundur beberapa langkah
"Percaya kita akan baik baik aja" Sepanjang perjalanan Allea menggenggam erat tangan Gita dan Dito yang duduk di kedua sisi-Nya, tak henti hentinya dia mengucap syukur saat sampai di pemakaman, Sesampainya disana Allea melepaskan tangannya dari dua sahabatnya lalu berlari berlutut di hadapan pusara suaminya
Tangisnya pilu dengan suara gemetar mengusap batu nisan yang bertuliskan nama suaminya, Bisma duduk di samping Allea membawa sebuah map
" Allea ini... Sebulan yang lalu Max memutuskan menutup club malamnya dan menjadikannya sebagai panti asuhan, dia juga sering berkata menitipkan kalian pada kami akhir akhir ini.. Mungkin itu sebuah firasat " Ucap Bisma
"Makasih kak" Allea mengambil Map tersebut
"Lo tau apa yang sering dia katakan? " Ucap Bisma lalu Allea menggeleng
"Kalo nanti gue udah pimpin perusahaan ayah pasti gue sering ninggalin Allea dan anak anak gue, kalian jaga mereka kalo gue gak ada" Bisma menirukan gaya bicara Max
Senyum Allea terlibat menghiasi bibirnya yang pucat meskipun hanya senyum samar, dia memeluk nisan suaminya teman-temannya hanya bisa melihat pemandangan menyedihkan di hadapan mereka
"Jangan nangis lagi, jangan terpuruk karena Max pergi karena dia gak benar benar pergi Allea dia masih mengawasi lo dan sekarang dia pasti lagi marah atau bahkan sedih melihat lo seperti ini" Lanjut Bisma
"Semangat Allea, kita ada buat lo"
"Semangat Allea" ucap mereka kompak
Allea mendongak menatap wajah mereka lalu menghapus air matanya, kini senyumnya sedikit lebar membuat teman temannya lega
...Flashback off...
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Sorry gue gak pernah bisa benar-benar sembuh, luka gue terlalu dalam" Allea menatap fotonya bersama Bisma cs dan Dito cs
Allea di perlakukan seperti ratu di lingkaran pertamanan mereka, sebelum Gita masuk ke kampus mereka Allea adalah satu satunya wanita yang ada di antara pemuda pemuda tampan tersebut karena itu Allea sering di kerjai orang orang iri namun pemuda pemuda itu juga selalu memarahi gadis gadis yang menjahili Allea
Setelah menyusun baju dan merapihkan foto di kamarnya Allea bergegas tidur karena besok adalah hari yang akan membuatnya sibuk
Allea menutup matanya namun tidurnya tidak pernah benar benar nyenyak selama lima tahun ini, bayang bayang kelam selalu menghantui tidurnya
"Jangan.. Jangan kembalikan Millie kembalikan anakku.. Jangaaaaannnn" Teriak Allea kemudian langsung terbangun dari tidurnya
"Millie ku.. Millie yang malang, kemana mereka membawamu nak? Kenapa setelah lima tahun berlalu mama belum juga menemukanmu? Apa polisi itu tidak mencarimu dengan benar? " Ucap Allea dalam isak tangisnya
Ya... Millie di culik seseorang dari gendongan Allea membuat gadis malang yang baru saja bangun dari keterpurukannya kembali memburuk, Allea sampai harus menemui dokter untuk menghilangkan traumanya namun sepertinya sudah bertahun-tahun Allea tidak bisa melupakannya dia hanya berpura-pura agar tidak membuat orang tuanya sedih
Diam diam Allea sering melihat Gibran menangis sendiri mengkhawatirkan dirinya begitupun kedua orang tua Max, Allea berpura-pura tegar meskipun dia selalu dihantui bayangan bayangan kelam sampai dia tidak pernah tidur dengan nyenyak
"Jangan benci mama nak, mama berusaha cari Millie selama ini, mama gak pernah lupa sama Millie"
"Semoga dimana pun Millie berada Millie selalu di lindungi dan bahagia bersama keluarga yang merawat Millie, semoga kita bisa bertemu dan kembali bersama lagi" Ucap Allea seraya mengelus foto bayi yang ada di tangannya
...Hai Readers ...
Othor udah bilang sebelumnya kalo cerita ini awalnya akan di tamatkan tapi karena othor masih punya misi jadi terpaksa othor lanjutin cerita
Maaf kalo ceritanya jadi kurang menarik karena berbelit belit othor udah usahain yang terbaik buat hibur kalian
selamat menikmati membaca jangan lupa taburan 🌹🌷🌹🌷 like komen dan vote juga ya