
"Apa? "
"Ellia kabur kesini, apa kamu tuli? " Allea menelpon menggunakan handphone Ellia
"Bagaimana bisa anak lima tahun kabur? Dia sama siapa kesana? "
"Dia naik taksi, sudah aku cuma mau kasih tau itu aja kamu pasti khawatir" Ucap Allea
"Aku jemput dia kesana "
"No.... Jangan kesini, maksudnya dia gak mau pulang" Allea terdengar panik
"Aku akan tetap kesana untuk memastikan bahwa dia baik baik saja"
"Jangan.. Jangan.. Aku antar dia pulang sore nanti biarkan dia main sama Ello" Allea takut jika Alexander ke rumahnya
"Tapi... "
"Please jangan kesini kasihan Ello gak ada temen, besok kita mau balik ke Jakarta" Allea terdengar memohon
"Kenapa? "
"Kenapa apa nya? " Tanya Allea
"Bagaimana dengan Ellia kamu mau meninggalkannya?
" Aku cuma beberapa hari disana, sodara aku nikah lusa kamu bisa dong kasih pengertian sama Ellia " Ucap Allea
"Bawa kembali Ellia nanti sore" Kata kata terakhir Alexander lalu memutuskan sambungan teleponnya
"Gak sopan" Gumam Allea
Allea hendak kembali ke kamar Ello dimana Ellia dan Ello sedang main, baru beberapa langkah dia melihat bayangan kecil bersembunyi di balik tembok
"Ellia keluar" Titah Allea, gadis kecil itu keluar menundukan kepalanya
"Kenapa menguping? " Tanya Allea
"Apa mama mau pergi? " Ellia balik bertanya
"Ellia gak mau mama pergi? " Ellia menganggukkan kepalanya
"Atau aku ikut aja ya, aku janji gak akan nakal" Ellia memohon menggenggam tangan Allea
"Sayang.. Mama disana cuma sebentar lagian Ellia kan sekolah"
"Ello juga sekolah tapi ikut"
"Ini pernikahan tante dan om nya Ello, mereka keluarga"
"Bukannya tadi kalian bilang aku bagian dari keluarga ini" Allea kehabisan kata kata menjawab perkataan Ellia
"Nanti kita tanya papa ya, sekarang mama harus berangkat kerja kamu baik baik disini sama Ello ada opa sama oma yang jagain"
"Iya ma, nanti janji ya bilangin papa" AEllia akhirnya mengembangkan senyumnya dan kembali bermain bersama Ello
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Dokter Allea hari ini izin lagi? " Tanya dokter kepala pada Vero
"Tidak.. Hari ini dia masuk tapi katanya beberapa hari dia akan izin untuk pulang ke Jakarta"
"Ada apa lagi? "
"Saudaranya menikah" Jawab Vero
"Lalu bagaimana jadwal operasinya? "
"Aku akan menggantikannya" Ucap Vero
"Selamat pagi... " Sapa Allea
"Itu dia sudah datang"
"Kamu harus berterima kasih sama dokter Vero dia mau menggantikanmu padahal itu waktu liburnya" Ucap dokter kepala
"Terimakasih dokter Vero makan siang nanti saya teraktir" Vero terkekeh mendengar ucapan Allea
"Baiklah.. Aku tagih nanti" Ketiganya kini melakukan tugas masing masing
Tok tok tok
"Masuk" Pintu ruangan Vero di ketuk seseorang
"Dengar dengar makan siang kamu mau di teraktir dokter Allea? " Dokter Sarah tanpa basa basi langsung pada intinya
"Memangnya kenapa? "
"Aku cuma mau ingatkan kamu, dokter Allea bukan wanita baik baik.. Kemarin malam aku melihatnya di club malam bersama ketua dan paginya dia keluar bersama seorang pria tampan dari sebuah apartemen"
"Lalu? Aku tetap menyukainya apa itu masalah untuk anda dokter Sarah? " Mendengar penuturan Vero membuat Sarah semakin kesal
"Terimakasih atas kepedulianmu, tapi aku curiga jangan jangan anda sama saja buktinya anda tau Allea ada di club malam dan pagi pagi keluar dari apartemen, bukannya anda punya rumah? Lalu apartemen siapa yang anda datangi? " Mendengar Vero yang semakin menyudutkannya Sarah pergi dengan kesal seraya menghentakkan kakinya
"Siapa yang bersama Allea di apartemen? " Gumam Vero
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
"Kau masih menyembunyikan identitasmu? " Tanya seorang pria yang memanggil Alexander ke ruangan Daniel
"Ya.. Aku lebih nyaman seperti ini" Jawabnya
"Kalau begitu sebaiknya serahkan saja perusahaan ini padaku, aku yang akan mengelolanya dan kau hanya tinggal menikmati hasil"
"Cih... Tuan Yamada aku sudah mengembalikan modalmu plus bunganya untuk apa memintaku menyerahkan perusahaan? " Alexander tersenyum smirk
"Kau lebih memilih percaya pada orang lain dari pada mertuamu sendiri? "
"Mantan mertua lebih tepatnya, ya.. Aku lebih percaya asisten ku" Alexander menatap Daniel yang berdiri di sampingnya
"Jika tidak ada yang perlu di bahas lagi lebih baik anda pergi, saya harus melanjutkan pekerjaan" Ucap Alexander seraya bangkit dari duduknya
"Aku akan membongkar rahasia mu" Ancam Yamada
"Silahkan.. Lagi pula cepat atau lambat orang juga akan mengenalku" Ucap Alexander seraya pergi meninggalkan ruangan Daniel
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Allea berjalan menuju ruangan Vero, baru saja dia membuka pintu Vero juga hendak berjalan keluar
Bugghh
"Aww... " Allea mengusap kepalanya yang terbentur dada bidangnya Vero
"Hahaa.. Sakit ya? " Vero tertawa memeluk kepala Allea seraya mengelusnya
"Kalo gini gak jadi traktir deh" Allea pura pura merajuk
"Kalo gitu gue yang traktir.. Ayo" Vero berlari menuntun tangan Allea
Seseorang di balik tiang mengepalkan tangannya melihat Vero yang sangat perhatian pada Allea
"Allea.. "
"Ya.. " Jawab Allea seraya mendongakkan kepalanya
"Waktu lo lembur lo pergi kemana? " Tanya Vero
"Gue gak mungkin kan jujur bilang Sarah jebak gue " Batin Allea
"Gue.. Gue langsung pulang kok"
"Tapi Gita waktu itu nanyain lo karena gak ada di rumah beberapa hari"
Allea menghela nafas sebelum mengatakan semuanya, dia menceritakan tentang Ellia pada Vero
"Terus sekarang gimana hubungan lo sama ayah anak itu? " Tanya Vero
"Hei.. Pertanyaan macam apa itu? Kami gak punya hubungan apapun, cuma anak anak kita saling memanggil mama papa"
"Namanya juga anak anak kan mereka mengisi kekosongan keluarganya " Lanjut Allea
"Aku kira kamu suka sama ayahnya? "
"Cih.. Apaan sih"
Seseorang sedang memotret Vero dan Allea secara sembunyi sembunyi dari kejauhan, lalu pergi begitu saja setelah mendapat hasilnya
"Lihat ini" Sarah menunjukan hasil fotonya pada ketua
"Mereka dekat atau ini hanya siasatmu menjelekkan Allea? "
"Untuk apa aku menjelekkannya, ketua anda sudah berjanji akan membantu memisahkan Allea dan Vero setelah aku menemanimu malam itu" Sarah menggantikan Allea yang kabur di club malam dan ketua membawanya ke apartemen yang dekat dengan milik Alexander
"Cih... wanita yang sudah tidak suci banyak menuntut, aku sudah memberimu uang dan bahkan aku berniat akan menukar posisimu dan dokter Allea apa itu kurang? " tanya ketua
"Apa maksudmu? "
"Aku mau kamu menjadi simpananku aku tidak tertarik lagi dengan dokter Allea, sebagai gantinya dokter Allea akan aku turunkan posisinya menjadi asisten mu" wajah Sarah berbinar seketika mendengar tawaran Ketua
"Benarkah? tapi..."
"Tidak mau? tidak apa apa aku bisa membujuk dokter Allea"
"Tidak.. tidak.. aku mau, lagi pula anda sangat perkasa aku puas bermain dengan anda" rayu Sarah seraya menarik dasi ketua dengan sensual
"Kemari.. duduklah" ketua menarik Sarah agar duduk di pangkuannya
"Dasar bandit tua, aku akan ikut permainanmu untuk menekan dokter baru itu setelah aku mendapatkan semuanya aku akan mendapatkan Vero ku" batin Sarah
"Dasar wanita murahan, aku hanya akan memanfaatkanmu dan aku masih penasaran dengan dokter cantik itu" batin ketua