My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Piknik



"Ohh.. jadi ini rumahnya" Satya mengikuti Allea sampai pulang ke rumahnya


Tak berselang lama mobil Max juga masuk ke halaman rumah, Max turun di sambut Allea tak lupa peluk cium istrinya


"Ahh.. iya juga ya kenapa baru inget sekarang, itu kan istrinya Maxime yang viral kemarin, aslinya cantik" gumamnya


"Siapa itu? " Max melihat mobil Satya berhenti di depan rumahnya namun saat Max berjalan menghampiri mobil tersebut pergi begitu saja


"Paling orang cari alamat, ayo masuk aku mau mandi" Allea memeluk Max, Max pun memeluk Allea namun matanya masih memperhatikan mobil tersebut


"Sayang ayo"


"Ahh.. ayo, mandi bareng ya" Max baru menyahuti sang istri


"Hhmm.. boleh" Allea tersenyum memeluk erat suaminya yang terus mencium kepalanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Celine beliin mama obat ini nak" Ibunya memberi resep obatnya


"


.. tapi ma ini udah malem, besok aja ya? "


"Nak mama belum makan obat satupun, obatnya habis" Celine menghembuskan nafas kasar


Meskipun apotik cukup dekat meskipun hanya berjalan kaki tapi Celine merasa takut untuk berjalan malam hari, Celine berjalan dengan terus menoleh kiri kanan juga ke belakang hingga dia menabrak seseorang, Celine mengusap keinginan yang terantuk pipi orang tersebut


"Maaf.. maaf.. lo gak apa apa? "


"Gak apa apa.. maaf juga gue gak lihat tadi" Jawab Celine


"Cih... ternyata anak tuan Harsa, gue gak jadi minta maaf" ucap Bisma seraya pergi


Celine menggeleng lalu melanjutkan langkahnya menuju apotik, Setelah menebus obat Celine hendak kembali pulang namun hujan deras menahannya di depan apotik


"Duuhh.. gimana nih" Celine menembus hujan demi obat ibunya


Di gang menuju rumahnya tiba tiba Celine di cegat oleh preman, Celine mundur perlahan mengambil ancang ancang untuk lari namun di belakangnya juga sudah di jaga


"Tolong.. tolong.. " teriak Celine saat mereka memegangi tangan Celine


Kondisi jalan yang sepi apalagi saat hujan tidak ada satupun kendaraan yang lewat, Celine berhasil kabur namun dia di kejar oleh orang orang itu


Bisma melihat Celine di kejar oleh preman menghentikan mobilnya, Melihat seseorang berhenti Celine berlari ke arahnya dan langsung bersembunyi di belakangnya


"Tolong cepat" Celine mendorong Bisma agar melawan preman preman itu


"Eehh.. apaan nih? " Preman itu mulai memukul namun Bisma bisa mengelak


Meski awalnya Bisma bisa mengatasi mereka namun lima lawan satu bukanlah hal yang mudah, Bisma kena pukul hingga dia terjatuh melihat itu Celine segera membantu Bisma berdiri, Beruntung ada beberapa orang lewat dan meneriaki mereka hingga para preman kabur


"Makasih udah nolongin" ucap Celine


"Kalo gue tau orang yang di kejar itu lo gak sudi gue nolongin" ucap Bisma seraya pergi masuk ke dalam mobilnya membuat Celine menganga dengan kata kata yang di ucapkan Bisma


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Lo ngapain liatin sosial medianya Istri Max? " Tanya Mitha pada Satya


"Gue penasaran aja, cantik ya"


"Cih.. cantik apaan, mereka udah punya lima anak" ucap Mitha


"Gak masalah bikin satu lagi dari gue"


"Lo udah gila? itu istri orang" Pekik Mitha


"Dia unik, bukannya lo juga suka sama suaminya? "


"Darimana lo tau? " tanya Mitha


"Lo gak usah bohong, gue udah tau.. gimana kalo kita kerjasama? " Mitha tampak berpikir mendengar perkataan kakaknya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kenapa belum tidur? " tanya Max saat melihat istrinya masih bermain handphone


"Sini deh, aku kesel banget tau sama atasannya Celine"


"Iisshh.. pelan pelan nanti Exel bangun" ranjang bergetar ketika Max naik di atasnya


"Kesel kenapa? kalian kemaren jadi ngambil barang barang Celine? " Max mendekap istrinya memainkan jemarinya


"Iya.. masa dia bilang aku.. " Allea keceplosan kalo dia bilang orang itu berkata tidak pantas padanya dia takut Max akan bertindak sendiri


"Bilang apa? "


"Bilang.. bilang.. sama staf yang lain kalo Celine di pecat karena mencuri" jawab Allea


"Terus dia bilang apa lagi? "


"Kenapa harus retas CCTV nya? "


"Kamu gimana sih.. kan disana ada rekaman waktu dia melecehkan Celine, aku mau dia di hukum biar gak ada korban lain" ucap Allea


"Kan Celinenya gak setuju sayang, kalo dia gak mau ngasih kesaksiannya sama polisi gimana ? "


"Ehh.. Ya pokoknya tolong retas aja dulu, kan kalo udah ada bukti dia bisa pertimbangkan.. ya.. ya.. " Allea memohon memeluk lengan suaminya


"Cium dulu" Allea mencium seluruh wajah suaminya


"Tidur udah malem.. Dia gak macem macem sama kamu kan? " tanya Max seolah tau istrinya ini bermulut pedas saat berurusan dengan orang yang menurutnya menjengkelkan


"Enggak" Jawab Allea seraya menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya


"Besok kan minggu kita piknik ya" ajak Allea


"Gimana ya? "


"Gak mau? ya udah aku sama anak anak aja kamu gak usah ikut" Allea melepas pelukan Max


"Marah? "


"Enggak.. aku emang biasa apa apa sendiri kan, lagi pula kalo gak ada kamu aku kan ada kesempatan di goda laki-laki lain" jawab Allea


"Kok gitu? kamu seneng di goda laki-laki lain? "


"Seneng seneng aja, kalo pergi sendiri juga banyak yang godain cuma aku gak nanggepin aja.. aku lupa banyak pesan dan komentar yang belum aku bales dari mereka" ucap Allea seraya berbalik membelakangi Max


Benar saja Allea membalas pesan mereka namun saat akan di kirim Max segera merebut handphone Allea dan membalikkan tubuhnya


"Kamu macem macem.. huh? Aku gak boleh lengah ngawasin kamu" Max memeluk erat tubuh Allea


"Aku sesak nafas " Max memeluknya sangat erat


"Kamu macem macem aku bisa patahin tulang-tulang kamu"


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Nak itu ada temennya di depan rumah" ucap mama Celine


"Siapa? "


"Gak tau, kayaknya orang kaya deh"


"Allea kali" Celine berjalan menuju halaman rumah


Benar saja Allea dan Max juga anak anaknya naik mobil yang lumayan panjang, Celine kebingungan kenapa Allea pergi ke rumahnya dengan keluarganya


"Ganti baju cepet kita mau piknik" ucap Allea


"Lo gak bilang apa apa kemaren? "


"Rencana dadakan cepet ganti baju"


" ante anaknya mau di ajak piknik dulu ya" ucap Allea


"Iya.. makasih udah repot repot jemput" jawab mama celine seraya tersenyum


"Kami berangkat tante"


"Mama baik baik ya, Celine berangkat dulu"


Sepanjang perjalanan sepertinya Celine dia ceria bernyanyi bersama Ellia dan Millie, sementara Ello memilih duduk paling belakang agar bisa lebih tenang


Setelah sampai di tempat tujuan Celine membantu para suster dan Ellia menyiapkan tikar dan menata makanan, Allea masih di dalam mobil mengganti popok Exel


"Anak lo cakep cakep Allea, ramah, asik lagi kecuali yang itu" Celine menunjuk Ello yang berdiam diri di bawah pohon dengan handphonenya


"Ohh Ello.. dia emang gitu, gen bapaknya" jawab Allea


"Lo hebat banget jadi ibu dengan lima orang anak, Lo juga bisa bawa Max jadi lebih santai dan kalem gak kayak dulu" Allea tertawa mendengarnya mengingat dulu Max di takuti di sekolah


"Emang dulu gue gimana? " Seketika Celine mengatupkan bibirnya mendengar suara bariton di belakangnya


"Gue bawa bayinya jalan jalan ya, kalian santai aja haha daaah" Celine tertawa garing membawa Exel bergabung dengan para suster


"Kamu nakutin dia" Allea memukul lengan Max pelan


"Orang lain bisa takut tapi kenapa kamu gak ada takut takutnya? " Max memeluk Allea dari belakang mencium pipinya


"Karena aku tau gimana caranya jinakin kamu" Jawab Allea berbalik mengalungkan tangannya di leher Max


Ketika Max hendak menciumnya Allea menahan bibir Max dengan jari telunjuknya


"Jangan gitu banyak orang" Allea menjauhkan tubuhnya


"Kamu bikin aku gemes" Max mengambil jari telunjuk Allea dan menggigitnya


Jangan lupa like komen vote dan bunganya ya