
Tiga anak perempuan dan satu anak laki laki berusia sekitar 3 tahun bermain bersama, awalnya semua masih normal normal saja ayah yang mengasuh mereka pun bisa mengobrol dengan santai sampai teriakan anak anak mengejutkan semuanya
"Kenapa sayang? " Para ayah menghampiri mereka
Anak anak menangis kecuali satu anak yang menguasai mainan mereka di pojok ruangan, sang ayah menghampirinya putrinya yang tampak membelakangi setelah ayahnya mendekat
"Sayang gak boleh gitu, bagi dong mainannya" Ucap Max
"No.. No.. No.. Ini cemua aku punya" Jawabnya seraya mengerucutkan bibirnya
"Millie.. Temen temennya nangis tuh, ayo lah Millie anak pintar nanti papa belikan ice cream" Millie kecil masih menggeleng
"Nanti opa Damian datang, cepat bagi mainannya nanti opa gak mau main sama Millie kalo Millie nakal" Mendengar kata Damian barulah Millie memberikan mainannya
"Minta maaf" Titah Max
"Maaf ya" Millie mengulurkan tangannya, anak anak yang lain menghapus air matanya lalu menerima uluran tangan Millie
"Kita main di yuay.. Ayo" Millie saling menggenggam tangan teman-temannya berjalan beriringan
Para ayah menggeleng kembali mengobrol dengan santai, baru beberapa menit Anggia anak Danendra dan Cindy berlari melapor pada ayahnya
"Ayah.. Ayah.. Miyyie beyantem cama Niko dan Dita" Anggia melaporkan bahwa Millie, Niko anak Gibran dan Dita anak Dito bertengkar
Max segera berlari menghampiri anaknya yang sedang bergulat di kubangan lumpur yang mereka buat dengan mengaliri air ke tanah, Dita sudah menangis sementara Niko dan Millie masih berguling di lumpur
"Ampun.. Anak lo barbar banget Max ucap Dito seraya mengangkat anaknya
" Sayang jangan gitu kasihan uncle" Max memisahkan Millie yang memukuli kepala Niko dengan sekop mainan
Niat Max mengangkat tubuh Millie namun Millie malah menampol kepala ayahnya dengan sekop yang dia pegang, para ayah lain menertawakan Max yang wajahnya terciprat lumpur
"Cucuku hebat sekali" Ucap Gibran di sela tawanya mengangkat tubuh Niko
"Gak sanggup lagi.. Nyerah" Max menggendong anaknya di ketiak untuk menemui ibunya
Para wanita sedang memasak di dapur tidak tahu menahu apa yang di lakukan ayah dan anak itu, Max menghampiri Allea ke dapur juga di sambut tawa oleh para ibu ibu yang membuat Allea sontak menoleh
"Ya ampun.. Ini kenapa sayang? " Pekik Allea melihat keadaan ayah dan anak ini kacau
"Aku gak sanggup sayang Millie sangat pintar membuat orang pusing" Ucap Max masa bicaranya sudah merengek tandanya menyerah
"Sini sayang mandi dulu" Allea hendak mengambil Millie namun dia menolak
"Gaaaaaak.. Aku mau mandi cama oma mian" Oma mian yang di maksud adalah Lydia
"Sini.. Kalo begitu Millie harus nurut sama oma, mandi minum susu terus tidur siang, oke? " Millie mengangguk lalu Lydia membawanya ke kamar mandi
"Mama..Gita Cindy kalian juga harus memandikan anak kalian" Ucap Max keduanya terkejut lalu berlari kecil untuk menghampiri anak anaknya
"Millie benar benar" Ucap Max seraya menggeleng membersihkan wajahnya dengan tisu, Allea mengambil tisu lalu mengelap wajah suaminya
"Kamu baru seharian jagain dia udah ngeluh apa lagi aku" Ucap Allea
"Suster kapan baliknya sih? "
"Hari ini suster lagi di jalan, kamu harusnya seneng dong bisa jagain Millie dulu kamu gak pernah jagain Ello dan Ellia karena sibuk kerja" Ucap Allea
"Seneng sih tapi kadang pusing Millie terlalu aktif, kita harus menaikan gaji suster dia juga pasti kewalahan" Ucap Max
"Baik sekali suamiku" Ucap Allea seraya terkekeh
"Semoga yang ini sedikit kalem" Max mengelus perut buncit Allea
"Mungkin sifat Millie keturunan kamu kali waktu kecil"
"Kamu kali.. Aku dulu kalem gak bertingkah seperti Millie"
"Mana kamu tahu, emang kamu ingat waktu kamu masih balita? "
"Kan bunda yang cerita, atau jangan jangan kamu kali yang nakal waktu kecil? " Allea tampak mengingat cerita yang selalu nek Mar ceritakan ketika dia masih kecil
Allea tersenyum benar juga kata Max dia dulu memang nakal, sampai ibunya kewalahan menghadapi Allea
"Kenapa senyum senyum? Benerkan? "
"Kamu emang nakal sampe sekarang" Ucap Max penuh arti
"Iisshh" Allea menoyor kepala Max
"Buktinya ini, tapi aku suka nakal kamu yang sekarang" Max menunjuk perut Allea yang membuncit, lalu memeluknya memagut bibir Allea
"Ehem... Bener bener gak tahu tempat" Ledek Gita yang baru saja kembali bersama ibu ibu yang lain hendak memandikan anak anaknya
"Gak apa apa nambah satu lagi abis lahiran mumpung masih muda" Ucap Ririn, Cindy hanya tertawa melihat wajah malu Allea sementara Max pergi dengan senyum puasnya
" Gak tau malu" Gumam Allea merutuki suaminya
.
.
Makan siang telah siap Damian seperti biasanya pulang saat makan siang menemani sang istri makan
"Waah.. Ternyata rame ya" Ucap Damian yang baru saja datang
"Ayah minggu kerja? " Tanya Max
"Ada yang harus di urus, mana cucu cucuku? " Tanya Damian
"Mereka tidur, gak usah di ganggu yah pusing kalo mereka bangun" Ucap Max
"Kamu ini bikinnya aja semangat giliran suruh jagain bilang pusing" Ucapan Damian sontak membuat Max di tertawakan para bapak bapak dan ibu ibu yang ada disana
"Opa miaaaan" Millie keluar dari kamar berlari kearah Damian
"Cucu opa kenapa bangun? "
"Dengay cuaya opa mian, aku kangen" Millie naik ke pangkuan Damian
"Millie opanya mau makan dulu Millie main dulu ya" Bujuk Max
"Gak mau.. Temen temen tiduy.. Aku gak ada temen"
"Gak apa apa.. Millie juga makan sama opa" Mendengar ucapan opanya Millie menatap wajah sang ayah dengan wajah songongnya
"Kenapa anakku bisa seperti itu? " Gumam Max
Sore semua pulang kecuali Max dan Danendra yang berencana menginap disana, seperti biasa Millie selalu membuat orang tuanya menggelengkan kepalanya
Ketika kakak kakaknya sedang belajar Millie berlarian mengambil buku kadang pensil mereka, Ello dan Ellia harus mengejar adiknya sebelum kembali belajar mereka harus mengunci pintu agar Millie tidak masuk
"Kakak.. Kakak buka" Millie menggedor pintu kamar kakaknya
"Millie" satu panggilan saja dari Damian membuat Millie menghentikan kenakalan nya
Millie mengulurkan tangannya melambai-lambai minta di gendong, Damian menggendongnya membawa Millie menonton kartun kesukaannya
Millie memang sangat dekat dengan Damian berbeda dengan Anggia yang hanya mau dengan ayah dan ibunya saja, namun tetap saja Millie sering cemburu jika Damian memberi perhatian pada Anggia
"Gia ini opa sudah bersihkan bijinya" Damian memberikan anggur yang sudah di bersihkan
Anggia malu malu untuk mengambil buah tersebut hingga Millie mengambilnya terlebih dulu dari tangan Damian, Anggia menatap wajah ayahnya yang hanya tersenyum melihat keduanya
Max menggeleng dengan kelakuan anaknya bahkan tidak membiarkan cucunya yang lain dekat dengan sang kakek, Millie selalu menempel dan selalu duduk di pangkuan kakek
"Kenapa? " tanya Max saat melihat Allea tidak tenang dalam duduknya
"Gak tau, gak nyaman aja " jawab Allea
"Kamu mules? " Max menyentuh perut sang istri
"Enggak sih"
"Istirahat aja nak biar nanti Millie tidur sama ayah" ucap Damian
"Makasih yah, kalo gitu Allea ke kamar dulu" Max membantu Allea masuk ke kamarnya
🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝👉👉❤❤🙏🙏🙏❤❤👉👉👉👉👉🥝❤❤🙏😭🙏🙏😵💪😵💪😵😥🙏😵🙏😵❤😵😥😵😥😵😥😵❤😵❤❤😵😵😥❤😵❤😵❤😵😵😥