
"Apa kamu gak berniat melanjutkan sekolah? " tanya Dito
"Gimana ya? Dirga masih bayi apa gak sebaiknya nunggu tahun depan aja? "
"Terserah kamu sih, atau mau home schooling? "
"Emang bisa? " tanya Gita antusias
"Bisa.. kalo mau aku daftarin nanti"
"Kamu gak ke cafe atau ke bengkel gitu? " tanya Gita
"Aku nunggu kamu dari sore tapi anak ini gak mau lepas" Dito merebahkan tubuhnya di belakang Gita seraya memeluknya
"Semakin besar dia semakin gembul jadi makin lama minumnya"
"Hei boy gantian dong papa juga mau" Dito memainkan sumber kehidupan Dirga menariknya hingga lepas dari mulut bayi kecil itu
Bibir Dirga bergetar menandakan sebentar lagi dia akan menangis, bayi kecil yang hampir tertidur itu kembali membuka matanya karena kejahilan sang ayah
"Jangan dengerin papa ayo bobo lagi" Gita menyodorkan payud*r*nya namun Dirga malah menangis kencang
"Tuh kan dia jadi nangis, aku udah pegel dari tadi kasih dia asi" Gita menggerutu dengan bibir mengerucut
"Oo.. sayang maafin papa nakal ya, sini nak" Dito menggendong Dirga turun dari ranjang
Gita menatap Dito yang sedang berusaha menidurkan Dirga dengan menggendongnya serta menepuk nepuk bokongnya, Senyum terukir di wajah Gita dia tidak pernah mengira laki laki yang hampir tidak mau bertanggung jawab ini adalah sosok laki laki yang Familyable
"Aku tau dalam hati kamu pasti bilang 'oh suamiku sudah tampan, romantis, juga kepala rumah tangga yang baik' " ucap Dito membuat Gita berekspresi seperti ingin muntah
"Percaya diri anda terlalu tinggi" ucap Gita
"Tapi kamu suka kan? " goda Dito
"Suka gak suka mau gimana lagi kamu ayahnya Dirga" jawab Gita hanya bercanda
"Ohh... gitu"
"Iya emang gitu" Dito membelakangi Gita dia tidak mengatakan apapun lagi
Tidak butuh waktu lama Dirga akhirnya tertidur dan Dito meletakkannya di ranjang lalu turun dengan hati hati, tanpa mengatakan apapun Dito tidur membelakangi Gita
"Apa dia marah? " pikir Gita
"Sayang kenapa gak peluk aku? " tanya Gita memeluk Dito dari belakang
"Kamu marah ya? aku cuma becanda"
"Sayang katanya tadi nunggu Dirga tidur" Gita mencoba mengintip Dito yang sudah memejamkan matanya
"Sok sok'an nolak" batin Gita
Gita melepaskan semua yang menutupi tubuhnya lalu membalikkan tubuh Dito yang masih memejamkan mata, Gita naik duduk di kaki Dito perlahan membuka satu persatu piyama tidur Dito
...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...
Allea baru saja membuka matanya dia menatap sekeliling ternyata dia sudah berada di kamarnya, pandangannya terhenti pada sosok yang duduk di tepi ranjang membelakanginya hanya menggunakan celana pendek tanpa baju
Allea memeluknya dari belakang menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Max
"Apa semalam tidurnya nyenyak? " tanya Max seraya mengusap kepala Allea
"Jangan memancing sesuatu yang sedari tadi sudah bangun" ucap Max membuat allea menjauhkan tubuhnya
"kamu lagi liat apa? " tanya allea mengalihkan perhatian Max
"Lihat.. aku simpan semua foto kita yang semalam di album ini" Max mengulurkan album Foto yang dia pegang
"Kenapa di masukin ke sini? kan di hp juga ada" ucap Allea
"Siapa tau kan HPnya hilang atau rusak? "
"Hhmm.. kenapa kamu masukin foto ini, iihh jelek tau" Allea menunjuk fotonya yang belum siap bergaya
"Buat aku mau seperti apapun kamu tetap cantik" ucap Max seraya mencium pipi Allea
"Gombal"
"Ini kamu yang gambar? " Allea melihat beberapa gambar diantara foto tersebut
"Iya.. kamu ingat waktu kamu tenggelam di villa? nah itu kamu" jawab Max
"Kenapa di gambar? " tanya Allea
"Kalo aku foto dulu nanti kamu keburu mati" jawab Max sambil terkekeh
"Iihh.. bukan itu maksudnya" Allea mencubit perut Max dengan kesal
"Aww.. aw.. iya aku tahu sayang aku cuma becanda, aku cuma pengen mengabadikan momen momen yang menurut aku penting aja"
"Kenapa? " tanya Allea
"Gak ada alasannya aku cuma suka aja lihat kenangan kita, aku bahkan punya foto foto kamu sebelum kita pacaran" Max membuka halaman terakhir album foto tersebut
Ada beberapa foto Allea yang dia ambil diam diam, seperti saat melihat sunset di pantai saat acara sekolah, Allea yang berdiri di pinggir jalan, juga saat dia bercanda bersama teman temannya di bawah pohon yang terletak di dekat sekolah
"Kamu penguntit"
"Kamu satu satunya orang yang berani tatap mata aku dulu, berani sentuh tangan aku, berani pisahin aku waktu berantem, aku mulai mengagumi kamu saat itu cuma aku takut itu akan merusak pertemanan kita" jawab Max
"Jadi kamu suka sama aku duluan? " goda Allea
"Mmhh.. gak tau juga, siapa tahu kamu yang suka sama aku duluan abisnya kamu nempel nempel mulu"
"Hiisshh pede banget.. siapa yang suka nempel nempel aku cuma kasihan kamu gak ada temen"
"Apa? " pekik Max
"Kamu seperti anak itik buruk rupa yang mengucilkan diri sendiri" ucap Allea sambil tertawa
"Kamu berani bilang aku apa? "
"Itik buruk rupa hahaa"
Max menubruk tubuh Allea sampai terlentang lalu menggelitiknya sampai tertawa terpingkal pingkal, pagi itu mereka tertawa membahas aib mereka ketika sekolah tapi terkadang Allea merajuk jika max membalas perkataannya
jangan lupa apa?
jangan lupa like komen dan vote, awas lupa