My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Bibit pelakor



Pagi pagi sekali Mila pulang ke rumahnya dia menggerutu di jalan sampai ke rumahnya


"Bu.. katanya anak tuan besar masih sekolah" ucap Mila pada ibunya yang sedang menjemur pakaian


"Iya memang masih sekolah, usianya saja seumuran kamu" jawab ibunya


"Tapi kenapa dia begituan sama cewek yang dia bawa? "


"Begituan gimana? " tanya ibunya penasaran mulai duduk di samping Mila


"Mereka begituan di kamar, masa ibu gak tau? " tanyanya kesal


"Emang siapa ceweknya,? cantik? "


"Kalo gak salah namanya Allea" jawab Mila


"Ohh anak temannya tuan besar, mungkin mereka pacaran kenapa kamu yang ribet? " tanya ibunya


"Aku suka sama tuan muda bu" rengeknya


"Jangan macam macam kamu, udah untung ibu bisa kerja disana, kamu harus sadar diri siapa kita siapa tuan dan satu lagi jangan banyak bicara anggap saja kamu gak tau apa apa tentang tuan muda dan nona Allea" ibunya memberi pesan agar Mila tidak bermimpi kejauhan


"Emang ibu gak mau punya menantu kaya? " tanya Mila


"Bukan gitu, jangan bermimpi terlalu tinggi jelas jelas kamu bukan saingan nona Allea"


"Aku juga cantik bu"


"Nona Allea lebih cantik dan terawat dia anak orang kaya sementara kamu sabun aja masih pake yang gocengan berharap bisa dapet hati tuan muda" hardik ibunya seraya berlalu pergi


"Ini nih.. yang bikin kena mental terkadang malah keluarga sendiri" gerutu Mila


"Ibu mau kemana? " tanya Mila saat melihat Ibunya bersiap pergi


"Ibu mau kerja, pokoknya kamu jangan pergi kesana lagi" ucap ibunya lalu pergi


.


.


Sesampainya di villa ibu Mila melihat Allea dan Max sedang menikmati secangkir teh di halaman depan


"Selamat pagi tuan muda dan nona" ucap Ibu Mila seraya membungkukkan badan


"Pagi bi.. udah sehat? " tanya Allea


"Alhamdulillah sudah non.. kalau begitu bibi permisi ke dalam" pamitnya


"Mau berapa hari disini? " tanya Allea


"Terserah kamu, kalo mau lebih lama boleh kita bisa belajar disini aku bawa beberapa buku" jawab Max seraya menyesap teh nya


"Besok kita pulang aja ya"


"Boleh.. nanti hari ini aku telepon Wawan biar besok kita pulang pagi"


Allea melihat ibu Mila membawa tas belanjaan dia segera berdiri dan meminta izin untuk ikut bersama ibu Mila, Sebelum pergi Max mencium pipi Allea membuat ibu Mila membalikkan tubuhnya membelakangi mereka


"Ayo bi" Allea dan ibu Mila meninggalkan Max sendiri di villa


Setelah beberapa lama mereka pergi Mila kembali ke villa dengan baju ketatnya memperlihatkan bentuk tubuh serta dadanya yang besar, saat melewati Max di sofa dia bertingkah sok polos dengan menanyakan ibunya


"Tuan muda apa ibu ada? " tanyanya dengan suara di buat manja


"Gak ada ke pasar" jawab Max dingin


"Kalo begitu saya tunggu saja disini " Mila berpura-pura tersandung dan jatuh di pelukan Max hingga bekas lipstiknya menempel di bahu Max


"Iisshh.. kalo jalan pake mata" Max yang kesal mendorong Mila hingga jatuh duduk di lantai


"Kalo mau goda cowok di bar, pake pakaian yang sopan biar di pandang berharga sama cowok" ujar Max berlalu meninggalkannya


"Nih pake, bikin orang sakit mata aja" Max melemparkan kaosnya ke hadapan Mila lalu kembali menutup pintu


Mila masih keheranan kenapa ada kucing yang tidak suka di kasih ikan, dia tidak tau saja Max bukan kucing tapi singa yang sukanya daging bukan ikan


"Sayang.. kamu dimana? " teriak Allea saat pulang dari pasar


Max membuka pintu kamarnya bersamaan dengan itu Mila juga keluar dari dapur memakai kaos Max, Allea terhenyak melihat keduanya bergantian


"Kamu? kenapa pake kaos Max? " tanya Allea, wajahnya sudah menunjukkan kekesalan sebelum Max menjelaskannya


"Sayang, dia pake baju ketat aku gak suka liatnya jadi aku kasih Kaos" ucap Max sambil membalikkan Allea agar menghadapnya


"Sayang ini gak seperti yang kamu kira.. " belum sempat Max menyelesaikan perkataannya Allea sudah ke kamar mengunci pintunya


"Sayang buka.. ini gak seperti yang kamu kira" Max menggedor pintu kamar


Mendengar suara keributan ibu Mila muncul dari dapur "Ada apa tuan muda? " tanya ibu Mila


"Ini gara gara anak bibi" bentak Max menunjuk Mila


"Kamu bikin masalah apalagi? kenapa kamu bisa pake baju tuan muda? " tanya Ibu Mila menarik kaosnyaa


"Cari kunci cadangan" titah Max


Tidak lama setelah itu Max mendapatkan kunci cadangannya, Saat mereka masuk Allea sedang duduk menghadap jendela di tepi ranjang


"Sayang.. dengerin dulu" Max duduk di bawah mengenggam tangan di pangkuan Allea


Allea memalingkan wajahnya tidak ingin menatap Max "Aku buang bajunya ya? " ucap Max namun Allea masih enggan menjawab


Ibu Mila mendorong bahu anaknya untuk menjelaskan bahwa Allea hanya salah paham, Mila masih bungkam seperti ingin menciptakan api di tengah asap. ibu Mila mencubit pinggangnya sampai Mila merintih


"Nona yang terjadi sebenarnya saya tidak sengaja jatuh dan meninggalkan bekas lipstik di baju tuan muda, soal baju ini tuan muda benar pakaian saya terlalu ketat tuan muda bahkan enggan menatap saya" ucap Mila


"Kalian bisa saja berbohong" ketus Allea


"Aku berani sumpah yang "


"Aku mau pulang sekarang" ucap Allea


"Gak bisa sayang Wawan aja masih di jalan kasian nanti dia kelelahan bisa bahaya juga"


"Ya udah keluar sana" ketus Allea


Max memberi kode agar keduanya keluar setelah mendengar langkah kaki Allea kembali bersuara, membuat langkah mereka terhenti


"Kita seumuran aku tau tatapan kamu mempunyai maksud, kalo kamu berniat menggoda Max percuma karena aku tidak akan membiarkannya"


"Maafkan anak saya nona, saya berjanji nona tidak akan melihatnya lagi disini" ucap ibu Mila sambil membungkuk


"Bu... "


"Saya permisi nona, tuan muda" Ibu Mila menarik paksa tangan Mila keluar kamar


"Jangan macam macam atau kamu gak bisa lanjutkan sekolah lagi, sekarang pergi" ibu Mila mendorong Mila lalu mengunci pintunya


"Bu.. buka bu.. " dengan tidak tau malunya Mila menggedor pintu villa


Di kamar Allea menarik baju Max hingga robek Max hanya diam saja sambil tersenyum geli dengan tingkah Allea, setelah kaos lepas dari tubuhnya Max menjatuhkan dirinya di ranjang merentangkan tangannya


"Bobo sayang" Max menarik pinggang Allea sampai berbaring


"Jangan cemberut gitu dong.. aku beneran gak ngapa ngapain"


"Aku masih gak percaya" ucap Allea


"Aku harus gimana biar kamu percaya? aku selama ini gak pernah respon cewek lain lo, gak kaya kamu" perkataan Max membuat mata Allea menatapnya tajam


"Gak pernah? kamu bilang gak pernah? cowok emang gak pernah sadar sama kesalahannya" Allea mendorong Max lalu tidur membelakanginya


"Iya deh iya aku salah maaf" ucap Max memeluk Allea dari belakang


"Lepasin jangan pegang pegang, aku gak mau di badan kamu ada bau cewek lain" Allea menepis tangan Max yang melingkar di pinggangnya


"Kalo gitu bantu aku mandi biar baunya hilang"


"Gak.. mandi aja sendiri" ketus Allea


"Ya udah Aku mau nyuruh Mila aja bantuin aku mandi" mendengar itu Allea berbalik melotot memukuli Max dengan bantal


Max tertawa melihat Allea marah marah sambil memukulinya, dia memeluk Allea lalu menggulingkannya menjadikan dia berada di bawahnya dan memeluknya erat membuat tangan Allea susah bergerak tertahan di dada bidangnya


"Kamu gemesin kalo lagi marah marah" ucap Max


"Lepasin gak.. kamu bau aku gak mau.. " pekik Allea saat Max mengusak wajahnya ke dalam ceruk leher Allea


Max tidak mengindahkan kata kata dan penolakan Allea yang berontak di pelukannya, Allea sangat kesal tapi bisa bisanya Max malah berbuat m*s*m padanya.. beberapa detik kemudian


"Arrrggghhh" Max bangun mengusap p*t*ngnya yang di cubit Allea


"Rasain, emang enak" ucap Allea lalu pergi keluar kamar


🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝