My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Ditabrak orang



"Kamu dimana? katanya sebentar kok gak balik lagi? " Allea menelpon Max


"Aku ke kantor jadi sekalian aja beresin kerjaan masih ada dikit"


"Kalo lama ngapain tadi bilang sebentar, dah lah "


"Say.. " belum selesai Max bicara Allea mematikan teleponnya


"Hiisshh... harus buru buru pulang nih sebelum dia meledak" Max membereskan kembali tumpukan map di mejanya dan bergegas pulang


Sesampainya di rumah Max mencari Allea namun tidak ada dimana pun, Max telepon tapi Allea tidak menjawabnya


"Bibi... " teriak Max


"Ya tuan'


" Istri saya kemana ya? " Tanya Max


"Tadi sih bilangnya mau keluar tapi gak bilang mau kemana, tuan"


"Keluar kemana? pake supir? "


"Enggak tuan, supir ada di pos" Jawab bibi


Max terus menghubungi Allea namun tidak ada jawaban, Max juga menelepon teman teman yang mungkin di datangi Allea, beberapa jam kemudian handphone Max berdering ketika dia sedang bermain bersama Millie dan Michelle


"Hallo.. dengan siapa? " ucap Max pertama kali bicara


"Apa? iya saya kesana sekarang" Max bergegas pergi hingga tidak menghiraukan teriakan kedua anaknya yang ingin ikut


Polisi menelpon bahwa Allea mengalami kecelakaan di depan kantor polisi, Max mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantor polisi


"Kamu gak apa apa? " ketika sampai disana Max merasa lega istrinya baik baik saja


Allea hanya menggeleng tubuhnya gemetar dengan dahi memerah, Max memeluk Allea dan menenangkannya karena dia tampak sangat Syok


"Iona ini melaju dengan cepat dan tiba tiba berbelok hingga menabrak kendaraan yang terparkir di halaman kantor, kami melihat dari CCTV sebuah mobil mengikutinya mungkin ibu ini panik" Ucap seorang polisi


"Kamu di kejar orang? " Allea mengangguk lalu menatap wajah Max


"Aku takut dia udah tabrak mobil aku dari belakang tapi aku masih baik baik aja jadi dia ngejar, waktu aku kabur kebetulan ada kantor polisi aku sengaja belok buat cari perlindungan" Ucap Allea


"Kamu lihat siapa yang ngejar kamu? "


"Enggak.. dia datang tiba tiba nabrak " Jawab Allea


"Tolong cari pelakunya pak" ucap Max


Setelah mengurus segalanya akhir Max membawa Allea pulang, Allea benar-benar terkejut hingga gemetar di tubuhnya tidak juga hilang


"Makanya jangan keluar sendirian.. ada supir gak di pake kenapa gak sekalian aja kamu narik taksi online"


"Kamu kok marah marah? bukannya tenangin istrinya gak berperikesuamian banget sih" gerutu Allea


"Apaan berperikesuamian? "


"Tau ahh.. kesel aku sama kamu" Allea melipat tangannya di dada


"Kesel kenapa? "


"Katanya ke kantor cuma bentar tapi boong"


"Kan ada kerjaan jadi harus di beresin sekalian kesana"


"Bohong kan? kamu pasti keluyuran"


"Suudzon sama suami gak baik" Allea langsung diam tidak ada pembicaraan lagi setelah mereka pulang, Allea memilih tidur di kamar anak anaknya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Kali ini gagal tapi lain kali aku akan menghabisi salah satu keluargamu, Maxime kami menghancurkan apa yang selama ini aku Perjuangkan" Gumam Wijaya


Wijaya menunggu di sekitar rumah Allea untuk menunggu anak atau keluarga yang lain keluar dari rumah tersebut, sangat kebetulan Allea keluar dengan mobilnya


Wijaya mengikuti Allea sepanjang perjalanan lalu melancarkan aksinya di tempat sepi, Wijaya menabrak bagian belakang mobil Allea hingga Mobil Allea kehilangan kendali


Allea menyadari ada yang tidak beres dengan mobil di belakangnya hingga dia kabur, melihat ada kantor polisi di sekitar sana Allea membelokkan mobilnya hingga menabrak kendaraan yang terparkir


"Kamu akan menangis meraung ketika kehilangan orang yang kamu cinta" Gumam Wijaya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


"Ruangan dokter Cindy disebelah mana? "


"Lurus lalu belok kiri" Jawab suster


Pasien pria itu mencari ruangan Cindy setelah dia keluar dari rumah sakit, Cindy menulis sesuatu di atas meja ketika pria itu masuk


"Apa yang anda lakukan disini? " tanya Cindy


"Aku udah boleh pulang, jadi aku mau lihat wajah dokter cantik dulu" jawabnya seraya menopang dagu dengan tangannya


"Apa Anda sudah gila? keluar sekarang sebelum suami saya datang" Cindy mengusir orang tersebut


"Aku gak percaya kamu udah nikah, kamu Sinta kan? kenapa kamu harus mengganti nama? "


"Apa yang Anda katakan? sudah jelas jelas di situ tertera nama saya Cindy" tegas Cindy


"Kamu pacarku.. ternyata tiga bulan kamu menghilang sekarang jadi dokter ya? "


"Anda sudah gila? Temui dokter psikolog anda harus di periksa kejiwaannya" Cindy menjadi ketakutan ketika pria itu berdiri dan mendekat


"Berhenti di situ" Wajah pria itu semakin aneh


Cindy berdiri mengambil ancang ancang untuk kabur jika sewaktu waktu pria itu berbuat hal yang nekat, Pria itu berusaha meraih tubuh Cindy namun dengan cepat Cindy berlari hingga menabrak seseorang di pintu


"Sayang kenapa? " tanya Danendra


"Orang itu.. orang itu kayak orang gila" ucap Cindy


"Kemari sayang.. Sinta kemari.. aku merindukanmu" Pria itu meracau membuat Cindy ketakutan bersembunyi di belakang Danendra


"Ini istri saya, anda salah orang" ucap Danendra


"Diem lo.. gue gak ngomong sama lo.. balikin cinta gue.. Sinta kesini sayangku, cintaku" pria tersebut menarik tangan Cindy dari belakang Danendra


Terjadi saling tarik menarik diantara mereka hingga akhirnya Danendra mendorong pria tersebut hingga tersungkur di atas meja, pria tersebut mengambil sebuah pisau buah yang tergeletak di meja Cindy dan mengacungkannya untuk mengancam


"Gue bunuh lo kalo berani ngambil Sinta"


Danendra menyembunyikan Cindy di belakangnya untuk berlari keluar ruangan, ketika Cindy berlari Danendra di tarik dan di hempas hingga tersungkur di sudut ruangan


Pria itu membabi buta hingga terus menyerang Danendra yang selalu berusaha menghindar dan melawan, Tenaganya seperti orang kesetanan membuat Danendra yang tidak pandai berkelahi kewalahan


Saat lengah pria tersebut berniat menusuk jantung Danendra namun pisau itu meleset dan menancap di lengan Danendra, Beruntung saat itu Cindy segera datang bersama satpam rumah sakit dan berhasil meringkus pria tersebut


Cindy segera membawa Danendra untuk segera di obati


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Ellia baru saja kembali dari kantin membawa cemilan dan minuman menuju kelasnya, Saat sedang berjalan tiba tiba saja Dirga mengambil minuman di tangan Ellia


"Iihh.. kak Dirga balikin" Ellia berusaha meraih minuman yang di acungkan Dirga ke atas


"Kamu gak baca kemasannya? ini mengandung susu" ucap Dirga


"Ohh.. iya aku baru beli jadi gak tau"


"Nih.. minum ini aja" Dirga memberi sebotol air putih dingin kepada Ellia


"Cuma air putih? " ucap Ellia


"Jangan dianggap remeh, air putih banyak manfaatnya dari pada minuman begini" jawab Dirga seraya membuka minuman dari Ellia


Ellia meneguk salivanya ketika Dirga meminum minuman tersebut, lalu melihat botol air mineral di tangannya


"Mau? nih kalo mau alerginya kambuh" ucap Dirga seraya mengulurkan minuman tersebut


"Gak usah.. udah di minum juga sama kak Dirga" ketua Ellia


"Ya udah, makasih ya" Dirga lalu pergi begitu saja


"Ya iya lah bilang makasih, 10ribu di ganti sama air mineral cuma 5ribu, untung dia" gumam Ellia