My Trouble Maker Secret Husband

My Trouble Maker Secret Husband
Seseorang di masa lalu



Mentari pagi baru saja menampakan sinarnya namun kedua pemuda itu sudah terdengar gaduh di depan villa, Gibran yang tidur di kamar depan mendengar ribut ribut segera bangun memastikannya


"Kenapa kalian ribut pagi pagi buta? " tanya Gibran sambil membuka pintu membuat keduanya tersenyum kikuk saling menyenggol


"Saya udah janjian sama Allea om mau naik sepeda keliling sini" Jawab Max dengan cepat


Memang benar semalam sebelum tidur Max mengajak Allea bersepeda dan Allea menyetujuinya, sementara Danendra dia masih memikirkan alasan apa yang cocok untuk dia katakan, belum sempat mengatakan apapun Gibran sudah lebih dulu bicara


"Dari pada ribut kalian masuk aja tapi jangan berisik anakku masih tidur" Keduanya berebut masuk hingga membiarkan Gibran melongo memegangi pintu


"Kalian tunggu aja disini sampe Allea bangun, saya mau mandi tapi inget jangan berisik nanti Allea bangun" ucap Gibran lalu pergi ke kamarnya


Max dan Danendra memikirkan ucapan Gibran yang mengatakan jangan buat Allea bangun padahal dia menyuruh mereka tinggal disana sampai Allea bangun


1 jam


2 jam berlalu


Gibran keluar dari kamar ternyata keduanya masih ada di tempat yang sama bahkan tidak mengeluarkan satu kata pun, kemudian penjaga Villa datang menghampiri Gibran dan mengatakan sarapan sudah siap


"Kalian ikut sarapan, tunggu di meja makan saya bangunkan Allea dulu" setiap perintah yang keluar dari mulut Gibran mereka mematuhinya


"Patuh sekali mereka" batin Gibran


Danendra duduk berhadapan sesekali mereka saling melirik tajam tanpa bicara satu katapun, Gibran baru saja turun namun tanpa Allea


"Kalian kenapa gak tinggal disini aja dari pada sewa villa" ucap Gibran yang duduk di samping Danendra


"Saya gak mau ganggu liburan om sama Allea" jawab Max


"Sebagai keluarga Damian harusnya kalian yang tinggal disini, saya jadi malu membiarkan kalian menyewa di tempat lain jadi sebaiknya kalian pindah kesini saja"


"Baik om" Jawab keduanya bersemangat


Terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga, Allea baru saja turun berjalan gontai seraya mengucek matanya, menguap lalu menggeliat sambil berjalan


Allea menarik rambutnya keatas dan membuat cempol diatas kepalanya sambil berjalan tapi matanya masih setengah terbuka tidak memperhatikan sekeliling, sesampainya di dekat meja Allea baru sadar ternyata ada yang memperhatikannya sedari tadi di meja makan


"Astaga" gumam Allea seraya berbalik membelakangi mereka


Allea segera meninggalkan mereka dengan berjalan menyamping bak kepiting seraya masih membelakangi mereka pergi ke dapur untuk mencuci muka, ketiganya tersenyum gemas melihat tingkah Allea


"Kamu kenapa tadi? " tanya Gibran saat Allea sudah kembali dan duduk di samping Max


"Ayah gak ngasih tau ada mereka, Allea kan jadi malu" gerutu Allea


"Anak ayah bangun tidur aja cantik kenapa harus malu, sekarang kita mulai sarapannya ayah udah laper" Gibran mulai membuka piring di hadapannya


Di saat sedang makan kaki Max mengelus betis Allea dari bawah meja membuat Allea tersentak hingga sendok yang di pegangnya jatuh, Allea membungkukkan badannya mengambil sendok dan Max sigap memegangi ujung meja agar tidak mengenai kepala Allea


Gibran tersenyum samar melihat perhatian Max pada anaknya sementara Danendra seperti sedang kebakaran jenggot


"Jangan di pake lagi itu kotor" Max mengambil sendok dari tangan Allea dan menggantikannya dengan yang baru


"Kenapa sayang? apa makanannya gak enak? " tanya Gibran yang tadi melihat ekspresi wajah kaget Allea


"Gak yah tadi ada semut nakal di kaki" jawab Allea membuat Max terkekeh kecil


Allea dengan jahil meletakkan tangannya di paha Max dan mengusap ngusapnya membuat Max sama terkejutnya dengan Allea tadi, Max menoleh Allea di sampingnya namun Allea tampak seperti tidak terjadi apapun


Setelah cukup lama mengelus Allea kemudian mencubit paha Max sekeras-kerasnya membuat kakinya reflek terangkat dan membentur bagian bawah meja


"Maaf om semutnya nyubit kaki saya...ehh maksudnya gigit" Max meralat perkataannya dan sekarang giliran Allea menahan tawanya


...🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝🥝...


Di kediaman Gibran Emile sedang ketar ketir pasalnya ada sebuah amplop berisi poto dirinya dan laki laki lain sedang melakukan hal tak senonoh, Pembantunya menemukan amplop tersebut di depan pintu


"Kenapa dia harus mengirimkan semua ini" gumam Emile


Saat membuka poto terakhir sebuah surat terjatuh di lantai dan Emile segera mengambilnya, dengan bergetar dia membuka surat tersebut


"Anak kita sudah besar, dia mirip sepertiku"


Melihat isi surat tersebut Emile semakin gemetar dia bergumam sendiri dengan pandangan kosong duduk bersandar di pintu kamarnya


"Gak mungkin dia tahu, gak mungkin ini bahaya aku harus segera menyingkirkannya" gumam Emile


Masih dengan keterkejutannya tiba tiba pintu kamarnya di ketuk, Emile segera menyembunyikan semua itu di belakangnya saat mendengar suara Cindy memanggilnya


''Mommy sembunyiin apa tuh? " tanya Cindy seraya mengintip


"Gak ada, ada apa kamu manggil mommy? " tanya Emile


"Daddy kan gak ada kita shoping Mom, uang Cindy belum ditransfer sama Daddy"


"Uang mommy juga tinggal sedikit daddy juga belum transfer uang ke mommy"


"Daddy gak adil deh mom masa Allea di kasih kartu kredit tanpa batas sementara kita uang aja di jatah"


"What?? kenapa kamu gak bilang dari dulu? " pekik Emile


"Aku baru tahu mom"


"Sial, setelah kedatangan dia kita benar benar tersingkir dari pandangan Daddy" kesal Emile


"Itu dia mom Cindy juga mau kartu kredit itu, mommy bicara sama daddy ya" rengek Cindy


"Oke nanti mommy akan bicarakan ini sama daddy"


"Asyik.. mommy terbaik" Cindy memeluk Emile


Kepala Cindy menyembul kebelakang selintas dia melihat poto seseorang sedang duduk di pangkuan tidak menggunakan pakaian sehelai pun namun wajahnya tidak terlihat karena potonya tertekuk


"Mommy poto jorok siapa itu? " tanya Cindy setelah melepaskan pelukan ibunya


"Bukan apa apa, kamu masih kecil gak boleh bahas urusan dewasa" ucap Emile dengan panik


"Mana Cindy mau lihat itu siapa? " Cindy berusaha merebut poto tersebut dan berebut dengan Emile


Hingga tanpa sadar Emile mendorong Cindy hingga jatuh terduduk tanpa membantu Cindy berdiri Emile segera menutup pintu kamarnya membiarkan Cindy berteriak menggedor pintu kamarnya


"Mom itu poto siapa? Cindy cuma mau liat doang" teriak Cindy


"Sial kenapa orang ini muncul lagi" gumam Emile


Sekarang ketakutannya bertambah belum usai ketakutannya membunuh nek Mar sekarang ketakutannya bertambah dengan datangnya mantan pacar di masa lalunya


Yang terjadi sebenarnya adalah Cindy bukan anak Gibran melainkan anak dari mantan pacarnya, dia hamil saat itu namun enggan menikah dengan mantan pacarnya yang pengangguran dan memilih menghasut Gibran agar menceraikan Naina lalu dia menjebak Gibran dan menipu hamil anak Gibran agar dia di nikahi


Sungguh kau tega ibu tiri


Satu persatu mulai terungkap nih, bagaimana cerita selanjutnya?


Jangan lupa like komen dan vote